Continuous Love

Continuous Love
9


__ADS_3

Namaku Fenita Evelyna Effendi, umurku memasuki sembilan belas tahun. Aku adalah putri dari seorang pengusaha sukses di kota M, aku tidak pernah kekurangan apapun semua yang aku butuhkan di penuhi dengan baik.Aku tidak tinggal dengan orang tuaku, aku tinggal di kota S , di sini aku tinggal di rumah tanteku yang bernama Merry, dia sudah kuanggap sepeti ibuku sendiri, dia yang mengurusku sejak aku bayi, karena ibuku telah meninggal saat melahirkan diriku.Sekarang aku melanjutkan sekolahku ke perguruan tinggi yang terkenal di kotaku, meski aku anak seorang pengusaha kaya aku tak ada minat untuk berkuliah ke luar negeri, aku lebih memilih kuliah di sini karena aku ingin selalu bersama orang yang kusayangi.


Aku dan tanteku baru saja pindah ke rumah baru kami, rumah kami berada di pinggiran kota.Dulu saat aku pertama kali ke kota ini, aku berumur sekitar 4 tahun, aku dan Tante tinggal di rumah teman dekat ayah.


Namanya Rudi , om Rudi adalah orang yang sangat baik, dia sangat menyayangiku.Dia mempunyai seorang anak laki-laki dia bernama Alan, Alan lebih tua dariku 2 tahun, dia anak yang sangat baik meski pendiam, aku dan Alan menjadi dekat dan kamipun tumbuh bersama. Paman Rudi juga seorang pengusaha jadi dia juga sama sibuknya seperti ayahku, akhirnya Tante Merry lah yang mengurus Alan. Aku dan Alan pun tumbuh bersama. Alan selalu melindungi ku dari teman-temanku yang jail terhadap diriku, dia juga selalu mengajakku jalan- jalan , dan dia juga selalu membelikan aku coklat saat aku sedih, aku dan Alan memiliki nasib yang sama, ibu Alan juga telah meninggal dunia, ibunya meninggal saat Alan berumur 3 tahun, tapi meski kami tak memeliki ibu, Tante selalu merawat kami seperti anaknya sendiri.


Aku masih teringat akan kejadian yang memalukan yang aku alami saat aku berusia tujuh belas tahun. Saat itu aku masih sekolah di sekolah menengah atas, saat itu Alan mulai memasuki dunia perkuliahan. Aku mengutarakan perasaanku kepada Alan, aku menyukai Alan dan aku ingin dia menjadi pacarku.


Itu adalah pertama kalinya dalam hidupku jatauh cinta, apalagi dengan sahabatku sendiri. Aku mengira Alan juga memiliki perasaan yang sama terhadapku tapi sebaliknya Alan menolakku.


Aku merasa sedih, aku mengurung diriku di kamar, tapi Tante datang padaku dan aku pun akhirnya menceritakan semuanya lalu aku mengajak Tante pindah dari rumah Alan, tantepun setuju.


Saat aku pindah Alan hanya diam saja tak melarang ku pergi, saat itu hatiku sakit. Hari demi hari telah ku lalui, aku merasa sangat bosan karena tak memiliki teman , ya karena dari dulu aku selalu bersama dengan Alan, aku jadi tak terlalu dekat dengan teman sekolahku hingga suatu hari di kelasku kedatang murid baru, namakan Nela dia gadis yang imut dan berambut pirang dengan mata Hansel yang indah. Dia duduk di sampingku, mulai saat itulah aku memiliki teman baru. Aku mulai aktif dalam kegiatan sekolah dan juga sering bermain bersama Nela, lambat lain aku mulai melupakan Alan , aku pun hampir tak pernah ke rumah Alan dan juga sebaliknya, dari mulai aku pindah Alan tak pernah nampakkan batang hidungnya.


Aku dan Nela kuliah di universitas yang sama, saat ini kami berdua adalah mahasiswa baru di kampus tersebut.


Meski kami baru, aku dan Nela lumayan populer di kalangan mahasiswa lain, banyak teman seangkatan maupun para senior yang menembakku, Nela juga banyak yang menyukainya tapi kami menolak mereka, karena kami di sini untuk belajar bukan pacaran. Alan juga kuliah di tempat yang sama denganku tapi kami beda angkatan, dia adalah seniorku. Meski kami kuliah di tempat yang sama kami tak pernah mengobrol dan juga jarang bertemu. Hingga suatu hari,


“Auwww” kata ku kesakitan, karena ada seorang pria yang menabrakku dan aku pun terjatuh.

__ADS_1


“Ma maafkan aku, sini aku bantu berdiri?” kata pria itu sambil mengulurkan tangannya, tapi aku menipisnya.


Aku merasa tak asing dengan suara itu.


“Alan,,,” kata ku refleks


“Vely,,,Kau kuliah di sini” kata Alan.


“yaa ,,,” jawab ku singkat.


Kemudian aku melewatinya dan berjalan ke ruang kelasku


Setelah kuliahku selesai aku dan Nela pun pulang, di parkiran kami di hadang oleh beberapa mahasiswa senior, mereka menggoda kami, saat itu parkiran sedang sepi karena aku dan Nela keluar terakhir.


“ hei, jangan ganggu mereka” kata seorang pria, sontak aku dan Nela melihat ke arah sumber suara itu. Ternyata itu Alan .


Dengan cepat para mahasiswa yang mengganggu kamipun kabur.


“ kalian tidak apa-apa?” tanya Alan kepada kami.

__ADS_1


“ tidak, kami baik- baik saja kak” jawab Nela.


“ Vel, mau pulang bareng denganku?”ajak Alan.


“tidak, aku akan pulang dengan temanku” kataku cuek.


“ya sudah,,aku pulang dulu” kata Alan kemudian pergi.


“hei,, bukankah dia senior Alan? Kau kenal dengannya?” tanya Nela penasaran.


“Ya, dia adalah orang yang sering aku ceritakan padamu” kata ku.


“benarkah,,, jadi dia orangnya ,, pantas saja dia menolakku?” kata Nela.


“Memang kenapa?”tanya ku.


“Dia, terlalu bagus untukmu” ejek Nela.


“Uhh “aku pun berlari meninggalkan Nela.

__ADS_1


“hei, tunggu aku,,, aku hanya bercanda” kata Nela sambil menyusul ku.


__ADS_2