Continuous Love

Continuous Love
21


__ADS_3

Setelah mobil Calvin meninggalkan rumah itu, Evelyn membalikkan badannya dan di berhadapan dengan seorang pria.


Pria itu adalah Alan dia merasa sangat marah melihat Evelyn bersama Calvin apalagi Alan melihat mereka berdua berciuman.


“ Kenapa kau bisa pulang dengan dirinya, kau seharusnya menghubungi diriku


“ Ponselku tertinggal jadi aku tak bisa menghubungimu,” sambil berlalu pergi


“ Hei, apa kau masih marah kepadaku” tanya Alan pada Evelyn .


“ Marah,,, marah kenapa?” Kata eveleyn cuek, sambil terus berjalan menyusuri tangga.


“ Tentang Lusi “ jawab Alan. Langkah kaki Evelyn terhenti kemudian dia berbalik ke arah Alan


“ dengarkan aku yah, aku dan dirimu tak ada hubungan apa-apa, itu terserah kau mau dengan wanita manapun aku tak peduli, dan satu hal lagi jangan pernah mencampuri urusanku” kata Evelyn dengan nada yang begitu kasar. Alan memang sangat mengenal Evelyn tapi baru pertama kali ia mendengar Evelyn berbicara sangat kasar padanya. Itu membuat hatinya sakit.


“ dengarkan aku Vely , aku tak berniat berbohong padamu, kau tau aku juga terpaksa menerima perjodohan ini, aku tak bisa melukai perasaan keluarga ku dan keluarga Lusi “ jelas Alan kepada Vely .


“Lalu, kenapa kau bisa melukai perasaanku, kau pengecut Alan , kau memang seorang pengecut” kata Evelyn dengan ekspresi marah.


“ Di tariknya tubuh Evelyn,


“Di ciumnya bibir mungil milik Evelyn , Evelyn memukul dada Alan tapi tak di hiraukannya, Alan memeluk pinggang Evelyn dengan erat dan Evelyn terlena dengan ciuman Alan dia membalasnya , Alan menyusupkan tangannya di balik kemaja Evelyn yang longgar .


“ Berhenti bersikap seperti ini padaku , Alan “ rengek Evelyn yang sudah mulai merasa tak nyaman pada tubuhnya. Tapi Alan semakin mendekap Evelyn dan kemudian menggendongnya ke kamar Alan , Alan melepas kemeja Evelyn dan tak menghiraukan penolakan dari Evelyn.


“ Berhenti berteriak, atau kita akan mendapatkan masalah” jawab Alan .


Alan kemudian mencium kembali Evelyn yang sudah berantakan Alan meloloska kemeja dan bra yang sudah hampir terlepas dari tubuh Evelyn, lalu dia menyusuri leher Evelyn yang jenjang dan turun ke bagian bawahnya lagi , Alan menggigit bagian sensitif di area itu.


“ aahhh sakit Alan “ teriak Evelyn tapi tak di hiraukan oleh Alan setengah jam Alan bermain di situ, sang pemilik hanya pasrah dan hanya mengeluarkan teriak kan yang membuat Alan lebih beringas.


“ Hosh hosh , jangan di situ ” jawab Evelyn lirih, muka Evelyn memerah. Saat Evelyn melarang Alan melakukan yang lebih jauh terhadap dirinya,


“ Sekali ini saja “ pinta Alan .


"tidak,, aku tak bisa melakukan itu" sambil kembali ke kamar Evelyn .


"astaga hampir saja kau kehilangan kendali" sambil melihat dirinya di cermin, Evelyn lalu membersihkan dirinya dan bergegas tidur.


" ahhh, sial" teriak Alan . Alan lalu merebahkan dirinya di kasur dan memejamkan mata dan terlelap dalam tidur.


Pagi harinya Alan sudah menunggu Evelyn di meja makan untuk sarapan. Evelyn menuruni tangga, dia memakai baju dengan krah yang menutupi lehernya dan memakai celana jeans panjang berwarna gelap sedangkan untuk rambut ia memilih untuk di urai, Evelyn sangat terlihat cocok dengan pakaian apapun, Evelyn melihat Alan tersenyum padanya, mukanya mulai memerah. Alan tau mengapa Evelyn memakai baju itu, Evelyn pasti berusaha menutupi bekas merah di leher Evelyn karena ulah darinya.

__ADS_1


"ada apa? kenapa menatapku seperti itu?" tanya Evelyn yang saat ini duduk di samping Alan , Evelyn merasa risih saat terus di pandangi oleh Alan dia jadi mimikirkan hal semalam.


" tidak apa-apa" jawab Alan singkat.


Datanglah seorang pelayan menghampiri mereka.


“ tuan muda ,, non Vely ,, apa tadi malam kalian mendengar suara aneh di lantai atas” kata bi Imah.


“ Su.. suara apa bik?” tanya Evelyn padanya,


“ ada suara teriak kan seperti kucing kawin non” kata bi Imah.


“ Ah ,, apa bibi melihatnya “ tanya Alan


“ tidak tuan, bibi takut tuan, untuk menghampiri iya kalau itu kucing kalau serigala bagaimana” jawab bi imah.


Alan dan Evelyn bernapas lega, setelah selesai sarapan mereka berjalan keluar untuk pergi ke kampus, Alan sudah menaiki motornya tapi Evelyn masih berdiri diam.


"kenapa tidak naik?" tanya Alan .


" em, aku berangkat sendiri saja" jawab Evelyn .


" sudahlah ayo naik, nanti kau terlambat,," kata Alan


"kau berjanji" tanya Evelyn menegaskan.


"iya,, sekarang naik lah" ajak Alan


Evelyn akhirnya menaiki motor dan beberapa detik kemudian motor mereka sudah meluncur meninggalkan area rumah.


akhirnya mereka sudah tiba di kampus, Evelyn turun dan berlari meninggalkan Alan, dia takut jika dosennya segera datang.


saat berada di lorong kampus tiba-tiba ada yang menarik dirinya menuju sebuah ruangan.Evelyn merasa kaget karena dia tiba-tiba berada di ruangan Calvin


“ Ada apa? Kenapa kau membawa ku kesini, mentang-mentang kau seorang vampir seenaknya saja kau menarik ku” tanya Evelyn pada Calvin yang berdiri di hadapannya.


“ Kau berhutang penjelasan untuk semalam” tanya Calvin


“ ah,, itu,, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih padamu” jawab Evelyn sekenanya, padahal dia ingin membuat Alan cemburu.


“ Huh, kau pembohong, aku bukanlah barang pengganti untukmu” kata Calvin mulai serius


“ Maksud mu” tanya Evelyn tak mengerti

__ADS_1


“ kau hanya ingin membuat Alan cemburu bukan” jawab Calvin


“ Kau pikir aku apa hah” kata Calvin sambil mencengkeram lengan Evelyn.


Dia merasa kesal karena baru pertama kali dia di perlakukan seperti ini oleh seorang wanita.


“ auww, sakit Calvin tolong lepaskan aku, aku minta maaf , aku janji akan melakukan apapun untuk menebus kelakuanku padamu kemarin” kata Evelyn , kemudian dia merasa menyesal telah melontarkan kata-kata tersebut.


“ Ok, jika kau melanggar aku akan menghisap darah mu sampai kering” kata Calvin serius , itu membuat Evelyn merinding,


Calvin mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Evelyn, mata mereka saling bertatapan, dan Calvin mencium lembut bibir milik Evelyn , Evelyn kaget


“ Kau,, “ sebelum selesai berbicara Calvin menutup mulut Evelyn dengan tangannya


“mulai sekarang kau harus menjadi kekasihku, kau mengerti” kata Calvin serius dia pergi mengambil buku di belakang Evelyn dan keluar ruangan itu,


Evelyn masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan. Tapi dia harus bergegas pergi ke kelas, dia pun masuk ke dalam kelas.


Sepulang kuliah, Alan sudah menunggu Evelyn,


Evelyn menaiki motor Alan .


“Kenapa lama sekali” tanya Alan


“ Iyaa, ada mata kuliah tambahan” jawab Evelyn singkat


Alan dan Evelyn pun pulang ke rumah, di rumah Evelyn langsung pergi ke kamar, di berganti pakaian, dia sekarang hanya mengenakan tank top putih dan celana hitam, celana itu sangat ketat sampai memperlihatkan bentuk tubuhnya.


Dia tertidur, Evelyn tak pernah mengunci kamar, itulah kebiasaannya,


Saat tidur dia merasa ada memeluknya, ternyata itu adalah Alan,


“Kau lagi” tanya Evelyn


“ iya,, memang kenapa “ jawab Alan


Pergilah, kau mengganggu tidurku" kata Evelyn sinis.


" Aku tidak mau" kata Alan lagi.


"Alan jangan seperti anak kecil, kita juga sudah mempunyai pasangan masing-masing kau tak boleh begini padaku, kau terus saja memberiku harapan,, Alan mulai sekarang jalani saja hidup kita masing-masing " kata Evelyn


"baiklah jika itu maumu," kata Alan kemudian pergi meninggalkan Evelyn yang sudah berkaca-kaca

__ADS_1


" maaf Alan ini yang terbaik buat kita, jika saja kau mau berjuang menentang semua ini tapi kau tetap saja hanya pasrah dengan semuanya, aku tak butuh orang seperti Alan " kata Evelyn sambil menangis dan dia tertidur.


__ADS_2