Continuous Love

Continuous Love
19


__ADS_3

Alan dan Evelyn sampai di rumah, mereka masuk kedalam dan di sambut oleh Doni yang sedari tadi sudah menunggu mereka pulang. Biasanya Doni selalu terlihat rapi tapi dia hari ini memakai celana jeans dan kaos panjang berwarna gelap dia terlihat sangat tampan.


“Dia lagi” gerutu Evelyn .


“Kau,, mau apa ke sini lagi?” kata Alan kasar


“aku ke sini ingin mengajak Vely pergi” kata Doni dengan ekspresi datar


“ apa itu benar Vel ?” tanya Alan pada Evelyn


“ Aku tak merasa ada janji dengannya” jawab Evelyn.


" ya memang aku tak ada janji dengan mu Vely sayang, tapi kau harus tetap pergi bersama ku, atau kau mau menggangu Alan" kata Doni dengan menyeringai.


" menggangu?" kata Evelyn penasaran.


Tiba- tiba ada gadis yang menghampiri Alan dari belakang.


“ Alan, aku merindukan mu? Kenapa kau tak pernah menghubungiku?” kata gadis itu pada Alan .


“ Siapa dia ? “ tanya Evelyn pada Alan.


“ Alan , siapa dia?” tanya Lusi .


“ Evelyn perkenalkan dia Lusi dan Lusi dia Evelyn,kau bisa memanggilnya Vely “ jawab Alan .


“Oh iya Alan, maaf aku juga mengundang Lusi kemari,aku takut kau tak ada teman mengobrol saat aku dan Vely pergi jadi aku memintanya datang” jelas Doni dengan seringai licik nya.


“ Alan ayo kita ke atas ada hal yang ingin aku jelaskan padamu” kata Lusi dan menarik Alan menjauhi Evelyn, Evelyn sempat heran melihat Alan diam saja ditarik oleh Lusi menaiki tangga.


“ sebenarnya ada apa ini?” tanya Evelyn pada kak Doni


“ sudahlah nanti aku ceritakan di jalan, sekarang ayo ikut aku?” jawabnya .


“ kenapa aku harus ikut denganmu kak, kau sudah berbuat buruk terhadapku, aku tak percaya dengan dirimu , bisa saja kau hanya menjebak ku” kata Evelyn serius


“ Vely sayang, untuk apa aku menjebakmu, sedangkan sebentar lagi kau akan menjadi milikku, oke aku minta maaf atas kejadian kemarin aku terbawa emosi” jelas Doni pada Evelyn .


“ baiklah aku percaya padamu” kata Evelyn.

__ADS_1


Doni tersenyum dan dia mengajak Evelyn pergi dengan mengendarai mobil spot merah miliknya.


Mereka berdua pergi dari rumah Alan , Evelyn tak tau Doni akan mengajak dirinya kemana dia harap Doni tidak melakukan sesuatu yang buruk kepada dirinya.


Dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, evelyn kaget saat melihat pemandangan yang di lihatnya sekarang.


“Bukannya ini rumah ku?” tanya Evelyn pada Doni .


“ Yap, kau benar ini rumah mu” jawab Doni


“ Kenapa kita kemari, rumah ini sudah lama tak di tempati, atau jangan-jangan kak Doni ingin...” kata Evelyn sambil ketakutan.


“ aku sudah bilang, aku tak akan berbuat macam-macam denganmu” jawab Doni, lalu keluar dari mobil spot miliknya, Evelyn pun menyusul Doni yang mulai berjalan masuk ke rumah itu.


“ rumah ini tampak bersih” kata Evelyn.


“Yaa aku sudah menyuruh orang membersihkannya seminggu yang lalu” jawab Doni dengan sombongnya.


“Oh” jawab Evelyn singkat.


“ ayo masuk” ajak Doni sambil menggandeng tangan Evelyn masuk ke dalam, mereka berdua masuk ke rumah itu, di dalam rumah sudah terlihat bersih dan rapi juga tidak ada debu sama sekali.


“ Lihatlah” sambil memandang ke satu arah, Evelyn mengikuti arah pandangannya.


“ ayah” kata Evelyn terkejut.


“ sayang kemari lah, ayah sangat merindukanmu” kata seorang lelaki dengan mata hanselnya, lelaki itu berusia sekitar 45 tahun an tapi dia masih terlihat muda dan tetap menawan.


Lelaki itu kemudian berjalan menghampiri Doni dan Evelyn, tapi Evelyn malah berjalan mundur .Langkah kaki lelaki itu terhenti karena melihat ekspresi yang tak terduga dari Evelyn.


“kak Doni, kau mengajakku kemari hanya untuk ini” tanya Evelyn pada Doni .


“ Vely, dengarkan aku ..” kata Doni berusaha menjelaskan.


“Cukup..” nada bicara Evelyn mulai tinggi. Doni hanya bisa diam.


“Vely sayang, ini bukan salah Doni , ayah menyuruhnya membawamu kemari, ayah ingin kau tinggal bersama dengan ayah nak, ayah janji tak akan meninggalkanmu sendiri lagi” kata lelaki itu.


“ Aku ingin pulang, aku tak sudi tinggal dengan lelaki sepertimu, lelaki yang selalu mengabaikan diriku hanya demi kekuasaan “ kata Evelyn sambil menangis.

__ADS_1


“ Cukup Vely, aku ini ayahmu kau tak pantas berkata begitu padaku, aku selama ini sibuk bekerja hanya untuk kebahagiaanmu” jelasnya dengan nada tinggi.


“ sekarang kau lihat apa aku bahagia?” Tanya Evelyn pada lelaki itu.


Lelaki itu hanya terdiam dan berusaha memeluk Evelyn , tapi Evelyn malah menepis tangannya. Dan berlari keluar.


Doni mengejar Evelyn dan di tariknya tangan Evelyn pun terhenti.


" Vely tenang kan dirimu, kau tak boleh bersikap seperti itu kepadanya" kata Doni.


" cukup, dari dulu kau selalu membela nya kau selalu berada di pihaknya,, bahkan dia lebih memilih dirimu untuk berada di sampingnya dari pada aku putrinya sendiri, aku benci dirimu,," kata Evelyn sambil terus memukul dada Doni, Doni hanya diam saja .


Evelyn terus menangis, tubuhnya mulai lemas , Doni menyadari hal itu dia kemudian memeluk Evelyn dan menenangkan tangisannya.


" antarkan aku pulang kak" kata Evelyn lirih.


" baiklah , aku akan mengantarmu pulang" jawab Doni sambil mencium kening Evelyn, Evelyn hanya diam.


Doni membukakan pintu mobilnya untuk Evelyn, dan mereka pun akhirnya pulang .


Selama perjalanan dia hanya diam menatap keluar cendela , dia tak menyadari bahwa Doni dari tadi memandangi Evelyn .


Doni memberhentikan mobilnya.


" Kenapa berhenti di sini?" tanya Evelyn .


" ikutlah denganku" ajak Doni sambil keluar mobil, Evelyn yang penasaran pun ikut keluar dari mobil tersebut , Doni berjalan ke arah danau yang terletak tidak jauh dari mobil mereka. Evelyn mengikuti kemana Doni melangkah .


Tibalah mereka ke sebuah danau, danau itu sangat indah, meski malam hari danau itu terlihat berkilau karena terkena cahaya bulan.


Di sana banyak sekali kunang- kunang yang beterbangan mengahampiri Doni dan Evelyn .


raut wajah Evelyn yang semula sedih sekarang kembali ceria .


Evelyn berputar- putar di kerumunan kunang-kunang yang indah .


Melihat itu Doni juga ikut tersenyum, Evelyn menarik tangan Doni menyuruhnya mengikuti gerakan Evelyn , dia hanya bisa menuruti calon istrinya itu . Di belakang Doni dan Evelyn ada sepasang mata yang melihat mereka dari kejauhan.


" gadis itu lagi" kata Calvin pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"dengan siapa dia kemari?dia kelihatan bahagia sekali bersama dengan pria itu,, hemm,,rupanya gadis ini menarik juga" kata Calvin sambil menyunggingkan senyuman.


__ADS_2