
“Ternyata banyak yang terlibat dengan ini semua” gerutu Evelyn , dia berjalan keluar dari rumah tersebut dengan suasana hati yang sangat kesal dia akhirnya kembali pulang ke rumah suaminya. Setelah tiba di rumah Evelyn pun memasuki rumah dia melihat mobil Doni sudah ada di garasi tapi dia tak mau ambil pusing dia melangkah ke dalam rumah, di dalam rumah dia sudah di sambut oleh Doni dengan wajah seperti menahan amarah bercampur dengan kekhawatiran. Doni menunggunya di ruang tamu .
“ dari mana saja kau ? “ tanya Doni tegas.
“ Aku,, aku dari rumah Nela " jawab Evelyn terbata-bata dia seperti merasa Doni sangatlah marah tapi Evelyn mencoba untuk berani menghadapi suaminya.
“ kenapa kau tidak memberitahuku dulu jika kau kesana, setidaknya kau bisa menelpon atau mengirim pesan padaku " ucap Doni lagi sambil menghampiri Evelyn
“ Aku takut mengganggu mu" jawab Evelyn lirih saat Doni mendekat ke arahnya.
“ Vely, kau sudah berjanji untuk memberiku kesempatan tapi kenapa kau seperti tak mempercayaiku , apa kau sebegitu bencinya padaku? tidak bisakah kau memberitahuku hal sekecil itu?" imbuh Doni sambil memegang bahu Evelyn sambil sedikit mencengkeramnya, Evelyn meringis menahan sakit
“ kak Doni, jangan membesar besarkan masalah, aku hanya pergi ke ruang Nela sebentar " jawab Evelyn sambil melepaskan tangan Doni dari tubuhnya. Evelyn sekarang duduk di sofa
“ Vely, aku suamimu bagaimana kau bisa bersikap seenaknya seperti ini? aku pulang ke rumah tapi aku tak melihatmu di manapun lalu aku menghubungimu tapi nomermu saja tidak aktif, jika kau tak mau menghubungiku kau bisa memberitahu pada pelayan untuk menyampaikannya padaku saat aku pulang" Kata Doni marah
“ aku tau kau suamiku tapi aku juga perlu kebebasan , apa salah jika aku pergi ke rumah temanku ?" jawab Evelyn membela diri
“ tapi seharusnya kau menghubungi ku agar aku tak khawatir tentang dirimu" kata Doni sambil duduk di sebelah Evelyn, Evelyn yang merasa tak nyaman pun bergeser menjauhi Doni.
“ Aku sudah besar aku bisa menjaga diriku sendiri , jika kau berfikir aku kabur dari mu, tenang saja aku tak akan melakukan hal itu, apa kau puas ! " Ucap Evelyn
“ Vely, bukan itu maksud ku , aku hanya takut kau kenapa-kenapa" jawab Doni sambil mencoba memeluk istrinya tapi Evelyn menghindar. Doni hanya bisa mengalah dan dia berniat merubah topik pembicaraan dengan istrinya itu lalu dia pun berkata
“ ayah tadi menghubungiku dia mengundang kita untuk makan malam di sana "
“ Ayah mu?" tanya Evelyn
__ADS_1
“bukan,, maksudku ayah mertua , dia mengundang kita untuk makan malam di sana, sekarang cepatlah bersiap-siap " suruh Doni
“Cih,, aku tidak ingin pergi ke sana, kau saja yang pergi" Evelyn menolak hal itu
“vely, dia ingin bertemu dengan kita dan dia juga ayahmu kau seharusnya senang , sudah cepatlah ganti baju mu kita akan tetap pergi kesana " jelas Doni
“ Kau lebih memperdulikan dia atau aku ! " kata Evelyn tegas
“ Apa maksudmu ?" tanya Doni
“ Jika kau lebih memperdulikan dia kau bisa datang ke sana tapi aku tak akan ikut denganmu atau kau ingin bersama denganku hmm" ancam Evelyn ke Doni sambil mendekatkan dirinya pada Doni , Doni pun yang di tatap seperti itu oleh Evelyn pun menjawab
“ Vely, ayolah jangan bersikap kekanakan seperti ini, ayahmu pasti sangat menantikan kedatangan kita berdua, jika kita tidak datang dia pasti sangat kecewa" bujuk Doni
“ Baiklah kalau begitu kau temui saja dia jika kau tak ingin membuatnya kecewa, dan tidur lah dengannya jangan tidur dengan ku , sudah pergi sana !" jawab Evelyn kesal , dia pun mendorong tubuh kekar Doni agar bergegas pergi
“ Kau! Huft.. ( menghela nafas) baiklah aku akan menghubunginya kalau kita tak bisa pergi kesana, apa kau senang? " Doni pun berdiri dari posisi duduknya karena Evelyn terus saja mendorong tubuhnya. Doni segera menghubungi Marcel , dia meminta maaf karena tidak bisa datang, Marcel mengerti dengan hal itu pasti Evelyn masih malah dengannya. Evelyn melihat Doni yang sedang menelpon seseorang dia pun ingin bergegas ke kamarnya tiba-tiba saja saat dia mulai melangkah tangannya di tarik dan langkahnya pun terhenti.
" ada apa lagi sih? aku ingin mandi" jawab Evelyn sambil berusaha melepaskan tangannya dari Doni
“ apa kau sudah makan sayang?" tanya Doni lagi
“Belum" jawab Evelyn enteng
“ baiklah sekarang kau bersihkan dirimu, aku akan menunggumu di ruang makan " pinta Doni sambil mencium kening Evelyn
“ Oke " jawab Evelyn, dia pun berjalan ke kamarnya dan membersihkan diri, sekitar lima belas menit, Evelyn sudah keluar dengan memakai kaos merah dengan belah dada rendah dan sedikit ketat, serta celana pendek berwarna hitam yang memperlihatkan bentuk tubuhnya. Doni sudah menunggu nya di meja makan , melihat Evelyn , suaminya itu hanya tersenyum dan mereka berdua pun makan malam bersama dengan tenang.
__ADS_1
setelah selesai makan Evelyn pergi ke atas dia pun menonton acara di televisi yang ada di ruang tengah atau lebih tepatnya di depan kamarnya. Evelyn menonton film kartun dan dia tertawa sendiri melihat hal itu Doni merasa senang dan dia juga ikut duduk di sebelah Evelyn , mereka berdua menonton bersama. beberapa saat Evelyn mulai tertidur Doni yang menyadari istrinya sudah tidur dia segera mematikan Televisi dan menggendong tubuh Evelyn ke kamar .
Dia menidurkan Evelyn dan menyelimutinya. Doni juga mengecup kening Evelyn tiba-tiba Evelyn memeluk tubuhnya.
" jangan pergi Calvin " kata Evelyn mengigau .
mendengar istrinya menyebut nama pria lain meski dalam keadaan tidur membuatnya marah. Doni mencium bibir Evelyn dan turun ke lehernya . Evelyn yang tertidur pun terbangun karena aktivitas dari Doni ynag saat ini telah menyusupkan tangannya ke balik kaos yang dikenakan Evelyn .
" kak, apa yang kau lakukan" ucap Evelyn sampai menarik tangan Doni dari tubuhnya.
" kenapa? aku suami mu sudah sepantasnya kau melayani ku" jawab Doni dengan senyum mesumnya.
" aku tidak mau! " kata Evelyn sambil mendorong tubuh Doni menjauh darinya.
" kau berani menolakku " ucap Doni kasar dia kembali menindih tubuh evelyn sang mengunci pergerakan Evelyn , dia mencium bahkan menggigit bibir Evelyn , Evelyn hanya menitikkan air mata karena sakit yang dia rasakan. dia menarik baju Evelyn hingga sobek beserta pakaian dalam yang dia gunakan .
kini Evelyn sudah bertelanjang dada, Doni menatap tubuh Evelyn dan melihat tanda merah yang dia buat semalam, segera dia pun kembali membuat tanda merah lagi di area yang lain . Evelyn yang semula memberontak hanya bisa pasrah dan menjerit saat Doni menggigit dengan kasar area sensitifnya, permainan Doni lebih kasar dari yang mereka lakukan tadi malam.
" ahh ahh ahhh mmmh" hanya suara itu yang keluar dari mulut Evelyn saat Doni melakukan hal itu padanya.
" ahhh ahh kak sakit pelan kak ughh" saat Doni memainkan milik Evelyn dengan miliknya
" sebut nama ku sayang" pinta Doni dengan serak
" ahh tolong pelan sedikit ini sakit " pinta Evelyn tapi Doni malah semakin cepat
" panggil namaku " kata Doni sambil menekan lebih dalam ke milik Evelyn .
__ADS_1
" pelan tolong Doni pelan sakiiiit aghhhhh " teriak evelyn memenuhi ruangan Doni tersenyum dan melumat bibir Evelyn dan lebih menambahkan kecepatan gerakannya ,
Evelyn tak bisa teriak dia hanya bisa mencakar punggung Doni , Doni semakin brutal dia tak memperdulikan Evelyn yang kesakitan sampai akhirnya dia mencapai klimaksnya dan dia pun melepaskan Evelyn yang sudah lemas . untuk membuka mata pun dia seperti tak ada tenaga . Doni hanya tersenyum dan menyelimuti Evelyn sambil memeluknya, mereka pun tertidur .