
Di dalam Cafe, Calvin sedang berkelahi dengan Alex, Alex itu seorang vampir yang lincah dan jago beladiri oleh karena itu dia menjadi bos sebuah geng di daerah ini, tapi Calvin juga tak kalah hebat darinya, Jika bukan karena kemampuannya mungkin dia takkan hidup sampai sekarang dan tak akan di calonkan menjadi seorang penerus keluarga, baginya Alex bukanlah masalah besar.
Alex pun terjatuh, dan anak buah Alex banyak yang mati.
“Siapa kau?” tanya Calvin sambil mencengkram leher Alex dan di angkatnya tubuh Alex.Alexpun merasa sesak.
“Heh, kau tak tau siapa aku?” jawab Alex mengejek.
“Cepat katakan, kenapa kau ikut campur dengan urusanku?” tanya Calvin geram.
“Aku berhak ikut campur, karena aku tak akan membiarkan adikku menikah denganmu, keluarga mu telah membunuh ayah ibu kami” jawab Alex, Calvin melemparkan Alex ke dinding dan berlalu pergi, dia teringat Ailene.
Dia mencari Ailene di jalan tapi tak ketemu,dia mencari ke rumahnya tapi juga tak ada.Calvin merasa putus asa, akhirnya dia pulang ke rumah.Di kemudian pergi mengambil darah dan meminumnya.Dia teringat kata-kata Alex.
“Sial,,, “ sambil melempar gelas berisi darah ke lantai.
“Jika saja aku berterus terang kepada Ailene tentang jatidiriku ini, semua takkan seperti ini, aku sungguh egois aku telah menipu dirinya,” kata Calvin menyesal.
Kring,,,,kring,, Suara telepon rumah Calvin berbunyi, Calvin menerima telepon itu.
“Halo, Tuan muda,,, tolong tuan segera pulang,,, Tuan sekarang sedang sakit “ kata seorang perempuan di telepon.
“Apa!!! Ayah sakit? Baiklah sekarang juga aku akan segera pulang” kata Calvin dengan cemas.Dia membereskan semua barang-barangnya dan berangkat ke bandara, dia segera memesan tiket pesawat menuju kota V dengan penerbangan malam itu juga.
Perjalanan ke kota V membutuhkan waktu sekitar 3 jam.Setelah 3 jam pesawat yang di tumpangi Calvin tiba di kota V pada pagi hari, Calvin di jemput oleh sopir pribadi keluarganya, sekitar satu jam perjalanan, akhirnya Calvin tiba di sebuah rumah megah dengan gaya klasik serta nuansa hijau pepohonan rindang yang berada di samping rumah membuat udara di sana terasa sejuk. Calvin memasuki rumahnya, segera dia menuju ke sebuah kamar utama di rumah itu.
“Ayah” sapa Calvin ke seorang pria tua yang terbaring lemah di ranjang, lalu pria itu membuka mata dan menoleh ke arah suara yang sangat ia rindukan.
“ anakku,, kau datang?” tanya ayah Calvin dengan lemas.
__ADS_1
"iya ayah, tadi malam seorang pelayan wanita menghubungiku dia berkata ayah sedang sakit, jadi aku memutuskan untuk pulang” kata Calvin sambil duduk di tepi ranjang.
“pelayan wanita? Kita tidak memiliki pelayan wanita nak” kata ayah Calvin.
“Lalu, siapa yang menghubungiku?” kata Calvin penuh tanda tanya.
“sudahlah jangan pikirkan itu, lebih baik kau istirahatlah dulu, kau pasti lelah” jawab ayah Calvin. Calvinpun bergegas menuju kamarnya.
“ Aura,, kau di sini?” tanya Calvin.
“Ya,, aku di sini, memangnya kenapa?” jawab Aura manja yang berbaring di tempat tidur Calvin.
“jadi kau yang menghubungiku tadi malam” tanya Calvin.
“Ya itu benar “ jawab Aura, dia berdiri menghampiri Calvin.
“Aku merindukanmu Calvin, kau selalu sibuk dengan pekerjaanmu, kaupun juga tak pernah menemuiku” omel Aura sambil memeluk tubuh atletis Calvin.
“Calvin,,, apa kamu tak merindukanku? Kita sudah lama tak bertemu ,,, kita juga sudah lama tak melakukannya” goda Aura, tangannya yang halus membelai rambut Calvin, dan di dekatkanlah wajah Calvin ke wajahnya, mereka bertatapan sejenak dan kemudian mereka berciuman, Aura mendorong tubuh Calvin ke ranjang, sambil berciuman dia berusaha melucuti pakaian Calvin.
Calvin tiba- tiba sadar dan mendorong Aura.
Calvin berkata“Keluarlah Aura, aku ingin beristirahat” lalu menarik Aura keluar dari kamarnya dan kemudian mengunci pintu.
“Baiklah, jika itu maumu, jika kau ada waktu temuilah aku, Calvin sayang” kata Aura di depan pintu.
Wanita Itu akhirnya pergi,
“Huh, hampir saja” batin Calvin lega.
__ADS_1
Aura adalah teman Calvin sejak kecil, mereka tumbuh bersama dan mereka sangat dekat, Aura memiliki wajah yang cantik dan tubuh seksi,dia juga teman ranjang Calvin, Aura dulu sering menginap di rumah Calvin jadi dia bisa keluar masuk rumah Calvin dengan mudah.
Tapi semenjak Calvin pergi ke kota S, perlahan-lahan Calvin mulai melupakan Aura, ya meski mereka sering berhubungan tapi Calvin tak punya perasaan apapun terhadap Aura tapi tidak sebaliknya, Aura sangat mencintai Calvin.Sekarang di hati Calvin hanya ada satu orang yaitu Ailene.
Dia teringat kembali Ailene dan sedih.
“bodoh,, kenapa aku selalu memikirkannya, ingat dia sekarang pasti membenci dirimu” kata Calvin.
“Huh,,, lebih baik aku keluar” Calvin berganti pakaian dan keluar
Dia pergi ke sebuah rumah yang tak kalah besar dari rumahnya tapi rumah itu terlihat sepi,Calvin membunyikan bel. Seseorang membuka pintu.
“Calvin, akhirnya kau datang juga” kata Aura girang.
“ayo masuk” imbuh Aura sambil menggandeng Calvin ke dalam rumahnya.
“hmm,,, dia lebih cepat datang dari dugaanku, dia pasti sangat merindukanku, dia tadi mengusirku pasti karena di rumah ada ayahnya” batin Aura senang.
“Duduklah” kata Aura mempersilahkan Calvin duduk di kursi ruang tamu.
Calvin duduk dan tiba-tiba saja Aura juga duduk di pangkuan Calvin, Calvin hanya diam saja.
“Ada perlu apa kau datang kemari, bukanya tadi kau mengusirku “ goda Aura.
“bukanya kau juga yang menyuruhku datang kesini, Aura “ kata Calvin di dekat telinga Aura. Pipi Aurapun memerah.
“bohong,,, kau di sana pasti sudah memiliki wanita lain untuk apa kau merindukanku” kata Aura manja.
“Emm,,, iya itu benar”jawab Calvin tenang karena memang itu kenyataannya, hati Calvin telah menjadi milik Ailene sepenuhnya.
__ADS_1
Aura marah dia hendak berdiri tapi di tariknya tubuh Aura dan Calvin menciumnya, lalu Calvin menggendong Aura ke sebuah kamar yang tak jauh dari ruang tamu, mereka melepaskan semua kerinduan yang mereka pendam lama di kamar itu.