Continuous Love

Continuous Love
22


__ADS_3

pagi pun tiba Evelyn melakukan aktivitas rutinnya , dia bersiap-siap pergi ke kampus dan seorang pelayan menghampiri dirinya.


"non Vely, ada yang datang mencari nona" kata pelayan itu.


" siapa yang mencariku pagi-pagi sekali?" tanya Evelyn


" saya juga tidak tau non, dia tinggi , tampan dan muka nya putih tapi sedikit pucat non" jawab pelayan itu .


" ahh itu pasti dia" sambil berjalan keluar dari kamarnya,


Evelyn tak melihat Alan di meja makan tapi dia tak mau ambil pusing karena dia masih kesal kepada Alan.


" kau mau apa kau kesini" tanya Evelyn.


" aku ke sini untuk menjemputmu" jawab Calvin datar.


" ya sudah ,,, ayo berangkat" kata Evelyn sambil masuk ke mobil Calvin.


" wanita ini benar-benar " gerutu Calvin.


Calvin pun melajukan mobilnya, di jalan mereka hanya diam membisu.


" hei, nanti malam kau ada waktu tidak" tanya Calvin memecah suasana.


" memang kenapa?" tanya balik Evelyn.


" aku ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat" jelas Calvin.


" ya nanti aku pikirkan" jawab Evelyn singkat.


akhirnya mereka tiba di kampus, dia membuka pintu mobil dan di sambut oleh sahabatnya Nela .


" wah, tak kusangka kalian berdua" kata Nela menggoda Evelyn


" sudahlah, jangan berfikir macam-macam" jawab Evelyn sambil menariknya pergi ke kelas


" hemm , kau belum menceritakan apa-apa padaku" celoteh Nela.


" ya nanti akan aku ceritakan, oh iya,, kemana saja kau " tanya Evelyn sambil duduk di bangkunya.


" nanti saja aku jelaskan" sambil melotot ke depan. Evelyn menoleh


" hais, dia sudah datang" kata Evelyn lirih.


Hari ini Calvin mengajar di kelas Evelyn, saat Calvin datang dia melihat Evelyn dan Nela berbincang-bincang, dia hanya memandang mereka, Nela menyadari kedatangan Calvin pun berhenti berbicara dan berusaha memberi kode ke Evelyn , Evelyn pun menghadap ke depan, dia melihat ke arah. Calvin dan dia juga diam .


Akhirnya Calvin bisa memulia mengajar.

__ADS_1


di saat jam kuliah Evelyn tak dapat berkonsentrasi dia hanya melamun tentang semua hal yang terjadi di hidupnya, tiba-tiba seseorang membuyarkan lamunannya.


" Evelyn " teriak Calvin


" ya pak" jawab Evelyn kaget


" keluar dari jam pelajaranku dan setelah jam ku selesai temui aku di ruanganku" kata Calvin tegas. semua orang di dalam ruangan itu terdiam


Evelyn pun keluar.


"huh, sial sekali diriku" keluh Evelyn


jam kuliah akhirnya selesai, Evelyn masih menunggu di luar kelas, semuanya telah keluar dan dia akhirnya Calvin keluar dari kelas dan menghampiri Evelyn .


"ikut aku" kata Calvin


Evelyn pun mengikuti Calvin dan berjalan di belakangnya.


mereka pun sampai di ruangan Calvin


" duduklah" suruh Calvin , Evelyn kemudian duduk.


"ada apa dengan dirimu, kenapa akhir-akhir ini kau tak konsentrasi belajar" tanya Calvin pada Evelyn


" em, aku ,," kata Evelyn dia tak bisa menjelaskan itu pada Calvin.


" dia bukan kekasihku" jawab Evelyn dengan ekspresi malas


"lalu,," tanya Calvin penasaran .


" sudahlah, untuk apa aku bercerita padamu" kata Evelyn cuek.


" kau itu murid ku jika ada masalah dalam nilaimu aku juga yang akan dapat masalah " jelas Calvin.


" coba ceritakan saja padaku, setidaknya kau akan sedikit merasa lega" imbuh Calvin.


" aku tak tau harus berbuat apa, aku sangat menentang perjodohan ini, tapi ,," mata Evelyn mulai berkaca-kaca.


" aku bisa membantumu" jawab Calvin.


"bagaimana caranya " tanya Evelyn .


" jadilah kekasihku" jawab Calvin


" apa! apa kau sudah gila, kau akan membuat dirimu dalam masalah , aku tak suka melihat orang lain dalam bahaya karena diriku"kata Evelyn


"Hem, kau tak usah khawatir tentang hal itu"jawab Calvin datar

__ADS_1


" kenapa kau mau membantuku" tanya Evelyn


" ya itu ,,, aku hanya ingin membalas budi kepada mu" kata Calvin sambil menatap wajah Evelyn , mata mereka saling berpandangan.


" padaku, apa yang sudah aku lakukan untukmu" tanya Evelyn tak mengerti.


" Evelyn, apa kau ingat saat berada di kastil saat itu kau membuka peti ku dan akhirnya aku terbangun" jelas Calvin sambil memegang pundaknya.


"jadi, kau berada dalam peti itu?" jawab Evelyn .


"ya aku di sana , aku sudah berada dalam peti itu selama 20 tahun" kata Calvin lagi.


" kenapa kau bisa di sana? berarti kau sudah tua" tanya Evelyn sambil mencubit pipi Calvin


" hei apa yang kau lakukan" kata Calvin sambil berusaha melepas tangan Evelyn di wajahnya.


" berapa umurmu sekarang?" tanya Evelyn


" ya mungkin sekitar lima puluh tahun, kenapa?" jawab Calvin


" astaga ,,, kau bahkan lebih tua dari ayahku, dan kau mau aku jadi kekasihmu" jelas Evelyn .


" hei, apa aku terlihat tua?" tanya Calvin sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Evelyn, Evelyn terkejut dna berpaling


" tidak juga, tapi,,, kau dan aku berbeda" jawab Evelyn


" kenapa memang jika kita berbeda? kau dan Alan juga berbeda dan kau dengan tunanganmu juga beda kan" jelas Calvin


" darimana kau tau hal ini" tanya Evelyn penasaran


" tentu saja aku tau, karena tak ada yang bisa bersembunyi dari penciumanku, dan aku akan katakan satu hal padamu , aku bukan lah vampir biasa, jadi jika kau menolak tawaranku , aku bisa saja melakukan apapun padamu " kata Calvin dia berbicara di dekat telinga Evelyn , itu membuatnya takut


dia kembali merasakan hal yang ia rasakan saat di villa,


" lalu, apa untungnya kau menolongku, kau pasti menginginkan sesuatu dariku kan" tanya Evelyn


" tentu saja, tidak ada yang gratis di dunia ini" jawab Calvin sambil tersenyum


" katakan"


"aku tau mau apa-apa darimu, aku hanya ingin kau selalu di sisiku dan tak akan pernah meninggalkanku" jawab Calvin sambil memegang tangan Evelyn , muka Evelyn memerah.


" kenapa aku tak boleh meninggalkanmu?" sambil berusaha melepas kan tangannya dari Calvin.


" hais kau sama sekali tak peka yah, sudah lah intinya itu yang aku harapkan darimu, karena sekarang kau adalah kekasihku, kekasih Calvin Jayden Alexander, jaga sikapmu dan jauhi Alan mu itu , oke " jawabnya sambil meninggalkan Evelyn di ruangannya.


Evelyn pun keluar dari ruangan itu sambil melamun, dia tau bahwa ucapan Calvin adalah sebuah pernyataan cinta padanya, jantung Evelyn saat ini masih berdetak sangat kencang, dia tak pernah merasakan ini sebelumnya, rasa suka ynag ia miliki terhadap Alan juga tak mampu membuatnya sampai seperti ini, mungkinkah ini cinta.

__ADS_1


__ADS_2