
Akhirnya jam kuliah ku berakhir, aku dan Nela memutuskan untuk ke kantin.
“Kau mau pesan apa?” tanya Nela padaku
Aku menjawab” aku pesan kopi saja, aku malas makan” sambil duduk di kursi.
Tak lama kemudian pesanan kami datang,
“Nel, kenapa kau tadi maalm tak bisa menemaniku?” tanyaku,
“ Maaf sayang, aku tadi malam sedang bersama pacarku jadi aku tak bisa menemani mu, lagi pula kau juga sudah ada teman bukan” jawab Nela.
“ jangan coba mengalihkan pembicaraan, sejak kapan kau punya pacar?” tanya ku lagi.
“ Hehehe, sejak kemarin, tapi aku lupa memberitahumu,” jawab Nela.
“huh, kau asik berpacaran sedang aku,,,” belum aku selesai berbicara Nela melotot kepadaku.
“Ada apa?” tanyaku
“Lihatlah, kekasihmu datang” goda Nela.
Aku melihat ke arah yang sama dengan Nela,
“Alan” batinku,
Alan berjalan ke arahku, sekitika banyak tatapan tajam yang tertuju pada kami.
“kau belum pulang?” tanya Alan sambil duduk di sebelah ku.
“ belum, “ kata ku pelan sambil meminum minuman ku.
“Ada mata kuliah lagi?” tanya nya lagi.
“Tidak ada,,” jawab ku singkat.
“kenapa kau tak segera pulang, sedang apa kau di sini,” tanyanya sedikit kesal.
“memang kenapa kalau aku di sini ?” tanya ku balik
Tiba-tiba datang segerombolan mahasiswa senior ke kami,
“Hei Alan , jadi dia pacar mu, oke juga” kata salah seorang mahasiswa sambil melihatku dengan tatapan yang menjijikan.
Tanpa sadar aku memeluk lengan Alan ,
“ pergi lah ,, jangan ganggu kami” kata Alan tegas.
Tapi mereka malah ikutan duduk, Nela mendapat telepon dia berpamitan pulang.
“ sorry Vel, aku harus pergi dulu, sopir ayahku sudah menjemputmu, aku ada keperluan keluarga jadi kau pulanglah dengannya” kata Nela sambil melihat ke arah Alan.
“ Tapi Nel, “ kata ku, tapi Nela tetap berjalan pergi.
“ ayo, aku antar kau pulang “ ajak Alan padaku.
“ hei Alan, kau jangan pelit begitulah, kami belum puas memandang wanitamu ini” kata salah seorang mahasiswa.
Tiba – tiba saja Alan menghajar pria itu, teman mereka tak terima dan ikut menyerang Alan, beberapa saja mereka menyerang mereka langsung terjatuh .
“Alan,,,, cukup, ayo kita pergi” aku mengajak Alan pulang.
Di perjalanan pulang,
“Alan, kenapa kita lewat sini, ini bukannya arah rumah mu?” tanya ku . Alan tak menjawab pertanyaanku.
Akhirnya kami tiba di sebuah rumah besar di sini ada penjaga yang membukakan gerbang, Alan memberhentikan motornya, aku dan Alan memasuki rumah itu.
__ADS_1
“ Non Vely” sapa seorang pelayan kepada ku.
“hai, bi Imah “ sapa ku
“Bi Imah tolong siapkan kamar untuknya” suruh Alan
“Baik, tuan muda” jawab bi Imah sambil berlalu pergi.
“Alan, kenapa kau mengajak ku kemari?” sambil membuntutinya dari belakang. Aku mengikutinya sampai ke kamarnya
“Alan, kenapa kau diam saja” tanyaku manja
“ Ayah menyuruhmu tinggal di sini, Tante sudah bicara dengan ayah kalau dia tak akan pulang beberapa hari ke depan” kata Alan menjelaskan.
“tapi aku belum mengemasi barang – barangku” kata ku lagi,
“Aku sudah menyuruh pelayan mengambilnya untukmu, sekarang pergi lah ke kamarmu” kata Alan kemudian menutup kamarnya.
Aku bergegas ke kamarku yang letaknya di sebelah kamar Alan.
“huh,, akhirnya aku kembali ke sini lagi, tak banyak yang berubah dari kamar rumah ini” kata ku sambil membuka baju,
“Ehem” suara Alan mengagetkan ku
“ Alan sejak kapan kau berdiri di situ” tanya ku
“ sejak kau membuka baju” jawab nya enteng.
Aku langsung menutup bagian tubuh atasku yang terbuka.
“keluarlah,,, aku ingin ganti baju dulu” perintahku padanya
“oke,, aku akan menunggu mu di ruang makan” jawabnya yang kemudian pergi dari kamarku.
Akupun ganti baju dan turun ke bawa.
Di meja makan telah di hidangankan berbagai masakan yang lezat.Aku dan Alan makan malam berdua setelah itu kami pergi ke atas, saat aku akan memasuki kamar,Alan mendorongku ke tembok, dia mencium ku, entah ada apa denganku, bukannya menolak aku malah memberi lampu hijau padanya, kami bercium cukup lama, di memeluk pinggang ku aku mengalungkan tangan ku ke lehernya beberapa menit kemudian dia melepas ciumannya
Aku hanya mengangguk.
Aku merebahkan diriku ke ranjang, aku tak percaya dengan apa yang aku lakukan barusan.
“Sial,, lagi- lagi aku memberinya sinyal” sambil menutup muka ku dengan guling, akhirnya aku terlelap dalam tidurku.Sekitar jam 3 pagi
aku merasa ada tangan yang memeluk pinggangku, aku menoleh ternyata Alan ada di samping,
“ Alan, sejak kapan kau” belum sempat aku berbicara Alan menutup mulutku
“Diamlah, nanti kau membangunkan semua orang” kata Alan pelan.
“Kembalilah ke kamarmu” jawabku
Di menarik tubuhku ke arah nya, dia melumat bibirku, aku berusaha menolak tapi dia malah menindih ku, aku seperti kehabisan napas,
“Emm” aku mendesah saat tangannya mulai menyusup ke balik kaosku,
“Ahh, Alan hentikan” tapi kata-kataku tak di hiraukannya.
Tiba-tiba ada suara orang mengetuk pintu, kami berdua kaget lalu Alan melepaskan ku
“Non, kenapa nona berteriak” tanya seorang pelayan
“Aku, aku bermimpi buruk” kata ku
“Oh aku pikir terjadi sesuatu “ katanya sambil melangkah pergi
“huh , hampir saja” kata ku lega
__ADS_1
“Benarkan apa yang aku katakan, suaramu bisa membangunkan yang lain” kata Alan sambil memelukku,
“pergi kau dari kamarku” kata ku ketus
“Diam lah, aku hanya ingin menemanimu tidur, tak ada maksud lain” jawabnya sambil memejamkan mata
“Kau,, kau sangat menyebalkan, saat aku mendekatimu kau menjauhi ku, dan sekarang,,, “ belum sempat aku menyelesaikan ucapanku dia sudah berbicara
“Aku sudah minta maaf,,,kenapa kau masih mengungkit hal itu?” jawab nya kesal sambil berpaling dariku, Alan pun tidur
Aku juga tertidur.
Tok tok tok
“Non Vely, sudah pagi non, apa nona sudah bangun?” kata bi Imah
“Ya bi Imah aku sudah bangun,”
“Tolong non Vely, bangunkan tuan muda juga yah, saya tadi mengetuk pintunya tapi tak ada jawaban” katanya lagi
“ Iya “ jawabku
“Alan, cepat bangun” sambil membuka cendela kamar
“Hmm, 5 menit lagi” sahut nya
“Ya sudah aku mandi dulu” pikirku
Setelah aku mandi aku sudah tak melihat Alan di kamar, aku pun turun ke bawah untuk sarapan
Di meja makan ada seorang pria tua, seketika itu aku langsung memeluknya
“Om, kapan om pulang” tanyaku manja padanya
“Tadi malam, aku lihat kau sudah tidur, jadi aku tak tega membangunkanmu,,, “ sambil mencium pipiku, ya aku dan om Rudi begitu dekat dia sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri.
“oh iya Vely sayang ,,apa kau tidur selalu tak mengunci pintu?” tanya om Rudi padaku,
Aku menggeleng,
“Haih, kau ini sekarang sudah dewasa ,, apa kau tidak takut ada serigala yang masuk ke kamarmu?” kata om Rudi sambil melirik Alan yang sekarang duduk di sampingku
Aku pun hanya tertawa,
“Kau tidak pergi kuliah?” tanya Alan
“tidak, hari ini dosenku tidak masuk “ jawabku
“kalau begitu aku berangkat dulu” kata Alan sambil berdiri dan kemudian pergi
“kebetulan sekali kau tak ada kuliah, aku ingin mengajakmu menemui seseorang”
“Siapa om?” Tanya ku penasaran
“ Nanti juga kau akan tahu, kau pasti sangat senang, sekarang habiskan makananmu”
“Oke” aku pun menghabiskan makanan ku.
“ hei pak tua ,,, kau akan mengajaknya kemana? Tanya Alan sambil berjalan ke arah kami
“kau belum berangkat,” tanya Om Rudi
“Jaketku ketinggalan” sambil mengambil jaket dari tempat duduknya.
Alan pun berangkat,
“ Vely sayang, apa kau sudah siap?” tanya om Rudi
__ADS_1
“ iya om, sebentar lagi” jawab ku
Setelah selesai aku pergi ke luar, om Rudi sudah mununggu ku di mobil, aku pun masuk ke dalam mobil dan kami pun berangkat.