
Nela menghampiri sahabatnya yang sedang berjalan keluar dari ruangan pamannya itu.
" hei Vel, sudah selesai?" tanyanya sambil menggandeng tangan Evelyn, Evelyn hanya terdiam.
" hei, kau kenapa sih?" tanya Nela penasaran, dia pun menepuk pipi Evelyn
" auw" kata Evelyn kaget
" kau kenapa, apa yang sudah pamanku lakukan padamu" tanya Nela
" hei, coba ceritakan segala hal yang kau tau dari pamanmu itu"
" kenapa kau ingin tau masalah paman" tanya Nela
" sudahlah, jika kau tak ingin memberitahuku" kata eveleyn mulai ngambek
" yayaya, aku akan menceritakan semuanya padamu tapi tidak di sini, ikut aku ke dalam mobil" ajak Nela pada Evelyn
"pamanku itu adalah seorang vampir yang sangat kuat, dia bahkan di nobatkan sebagai penerus keluarga dalam usia yang masih muda tapi dia pernah membuat sebuah kerusuhan di kota kami, dia membunuh banyak sekali orang dalam sekejap, kemarahannya membuat ayahnya sendiri meninggal dan akhirnya dia di hukum untuk tidur panjang, tapi karena dia tidak ada bangsa kami mulai terjadi pemberontakan untungnya di bangun di waktu yang tepat, sekarang keadaan nya semakin membaik saat dia ada , dia adalah vampir yang sempurna, oh iya Vely , kenapa kau menanyakan hal ini padaku, " kata Nela
" tidak,, aku hanya ingin tau saja" jawab Evelyn
" hei pasti ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku, ayolah coba ceritakan" pinta Nela
" Hem, dia menyuruhku menjadi kekasihnya" jawabku datar
"apa! jadi kalian sekarang sudah.." kata Nela terputus saat di menerima sebuah telepon
" halo, ah iya aku akan memberitahumu" kemudian panggilan terputus,
ponsel Evelyn tiba saja berbunyi, ada panggilan dari nomor tidak di kenal, Evelyn malas menerima panggilan tersebut tapi nela menyuruhnya menjawab
" halo, siapa ini?" kata Evelyn dengan nada sedikit kasar
" halo Vely sayang, nanti malam temui aku di cafe xxx , jangan lupa berdandan " panggilannya terputus.
Evelyn melirik ke arah temanya, nela hanya tersenyum.
"apa kau yang memberi nomor ku adanya?" tanya Evelyn
__ADS_1
"ayolah Evelyn jangan marah, aku hanya ingin melihat kau bahagia, mungkin saja pamanku adalah jodohmu" jawab Nela sambil melipat kedua telapak tangannya memohon maaf kepada Evelyn , Evelyn hanya menghela napasnya.
" ayo, bantu aku berbelanja" ajak Evelyn
mereka berdua pun pergi ke sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli baju
Nela mengajak Evelyn ke sebuah salon
setelah selesai dari salon, nela mengantar Evelyn pulang,
"gila kau Vel, kau masih tinggal dengan Alan " tanya Nela
" yups, aku lebih nyaman tinggal dengan Alan daripada harus tinggal dengan ayahku" jawab Evelyn cuek.
" ayahmu pulang" tanya Nela lagi
" yah " jawab Evelyn kembali singkat dan dia keluar dari mobil Nela.
eh Vel kau yakin akan pergi sendiri menemui paman?" tanya Nela lagi
" iya nela memang kenapa?" jawab Evelyn
Evelyn masuk ke dalam, dia mulai bersiap-siap, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, dia sudah siap turun ke bawah tiba-tiba saja ponselnya berdering.
" halo, ada apa" kata Evelyn ketus.
" aku sudah menunggumu di bawah" kata Calvin
" baiklah, tunggu sebentar, aku akan segera turun" kata Evelyn sambil menutup panggilan dari Calvin
Evelyn pun turun, dia ter lihat cantik memakai dress selutut berwarna gelap dan memakai cardingan putih , dia sedikit memakai riasan di wajahnya, dia memakai sepatu wegdes dengan warna yang senada dengan bajunya.Evelyn terlihat sangat cantik.
Calvin berada di dalam mobil menunggu Evelyn keluar dari rumah tak lama dia melihat Evelyn sudah berada di sampingnya.
" ayo jalan" kata Evelyn .
Calvin hanya tersenyum melihat Evelyn yang begitu lebih cantik malam ini, semua yang Evelyn pakai sangat cocok dengan tubuh dan usianya .
"hei, berhenti menatap diriku" Kata Evelyn yang sudah tau bahwa Calvin sedang memandangi dirinya
__ADS_1
" oke" jawab Calvin malu karena dia tertangkap basah memandangi Evelyn.
Mereka tiba di cafe, Calvin membuka pintu untuk Evelyn, Evelyn keluar dari mobil Calvin.
mereka berdua berjalan bersama dengan bergandengan tangan, mereka tampak serasi, banyak mata yang memandang mereka, tak lama kemudian seorang pelayan menghampiri mereka dan menuntun mereka ke sebuah ruangan khusus untuk tamu terhormat.
mereka duduk bersebrangan
" kau tidak salah mengajakku kemari?" tanya Evelyn.
" memang kenapa?" jawab Calvin santai.
makanan mereka mulai datang , Evelyn mulai dengan lahapnya memakan makanan yang ada di meja
Calvin yang melihat Evelyn makan dengan lahapnya pun hanya tersenyum.
selesai makan, Calvin mengajak Evelyn pulang.
"apa kau yakin ingin mengantarku pulang?" tanya Evelyn
" tentu saja, tunggu,, apa kau berharap aku tak mengantarmu pulang" kata Calvin sambil menyunggingkan senyuman.
"bukan begitu maksud ku, sebaiknya kau mangajak ku ke suatu tempat dulu sebelum kau mengantarku pulang, aku sedikit bosan di rumah" jawab Evelyn .
" baiklah, jika itu yang kau mau" kata Calvin, beberapa saat kemudian mereka berhenti di sebuah pasar malam
" wahh, indah sekali" kata Evelyn .
merekapun turu dari mobil, mereka masuk ke dalam area tersebut, Evelyn tampak bahagia dia mengajak Calvin menaiki beberapa wahana permainan yang ada di sana, malam pun semakin larut Calvin mengajak evelin pulang, Evelyn masih ingin bermain tapi karena Calvin menariknya dia hanya kesal.
" kenapa kita harus pulang sekarang sih" kata Evelyn yang masih kesal.
" besok kau ada kelas ku " jawab Calvin
" kau kan kekasihku setidaknya ku berilah aku ini keringanan" kata Evelyn
Calvin hanya tersenyum mendengar ucapan Evelyn .
Evelyn mulai mengantuk dan diapun mulai tertidur.
__ADS_1