
Pada malam harinya.
Di atas atap istana kekaisaran seorang pria tengah berdiri sembari menatap lurus kearah mansion keluarga Xiao, dia adalah Yan Xing.
" Keluarga Xiao "
Gumam Yan Xing dengan tatapan membunuh.
Setelah puas memperhatikan mansion dari keluarga Xiao. Detik kemudian Yan Xing menghilang meninggalkan atap istana kekaisaran.
Dan kemudian muncul kembali tepat didepan kamarnya.
Yan Xing membuka pintu kamarnya dan mendapati Feng Xiaoyin yang tengah tertidur diranjang dan masih mengenakan pakaian lengkapnya bukan pakaian tidurnya.
Tampaknya wanita itu ketiduran saat menunggu Yan Xing kembali.
Yan Xing mendekatinya dan menyentuh wajah Feng Xiaoyin. Namun sentuhan Yan Xing membuat wanita itu terjaga kembali.
" Maafkan aku, apa aku mengganggu tidurmu ? "
Tanya Yan Xing dengan merasa bersalah terlihat dari tatapannya.
" Tidak, aku memang sedang menunggu Xing'ge "
Ucap Feng Xiaoyin sembari menggelengkan kepalanya.
" Aku memasak beberapa makanan supaya kita dapat makan bersama "
Feng Xiaoyin berjalan ke sebuah meja yang terletak tidak jauh dari mereka. Sembari memperlihatkan makanan-makanan yang ada diatas meja kepada Yan Xing.
" Apa benar kami yang memasak semua ini ? "
Yan Xing bertanya asal kepada Feng Xiaoyin, niat hati dia ingin menggoda wanita itu.
" Tentu saja aku yang memasak semuanya, Xing'ge jangan meremehkan kemampuan memasak ku "
Keluh Feng Xiaoyin sembari mencebikkan bibirnya.
" Hahaha, tidak aku hanya bercanda ayo kita makan "
Tawa Yan Xing meledak saat melihat istrinya tersebut memperlihatkan wajah yang menurutnya lucu.
" Tapi makanannya sudah jadi dingin, aku akan memanaskannya terlebih dahulu "
Ucap Feng Xiaoyin.
" Tidak apa-apa "
Ucap Yan Xing menahan Feng Xiaoyin yang sudah mengambil makanan yang ada diatas meja dan berniat untuk memanaskannya.
Feng Xiaoyin kemudian mengikuti perkataan Yan Xing. Menaruh kembali makanan yang ada ditangannya keatas meja, dan keduanya mulai duduk dan makan bersama.
Saat melihat keadaannya sekarang, Yan Xing menjadi terharu. Dia tidak menyangka di bisa merasakan kebahagian seperti ini.
Orang-orang yang menyayangi dirinya dengan tulus. Serta istri yang akan selalu menunggunya pulang dan memasakkan makanan lezat untuknya.
Jadi Yan Xing akan melakukan apapun untuk dapat mempertahankan kebahagian tersebut.
Dan dia telah membulatkan tekadnya, hal pertama yang akan dia lakukan untuk melindungi kebahagiaan itu adalah menghancurkan keluarga Xiao secepat mungkin.
__ADS_1
Setelah keduanya selesai makan, mereka segera beralih ke ranjang untuk segera mengistirahatkan tubuh mereka.
Namun panggilan dari dalam tubuh Yan Xing membuat mereka terjaga kembali dan melakukan hal yang biasa dilakukan oleh suami-istri.
Malam itu pun dihiasi dengan suara desah kenikmatan dari Yan Xing dan Feng Xiaoyin yang mewarnai malam tersebut.
Keesokan paginya.
Yan Zhong, Yan Siyu, Sikong Jun beserta beberapa anggota pasukan naga telah berada didepan istana Yan Xing.
Sesuai dengan apa yang sudah disepakati, pagi itu juga mereka bermaksud untuk pergi melakukan perjalanan menemukan para jenderal naga lainnya.
Kemudian pintu istana tersebut dan munculah Yan Xing dan Feng Xiaoyin yang sudah mereka nantikan.
" Xing'er kalian sudah siap untuk berangkat ? "
Tanya Yan Zhong saat Yan Xing sudah berada dihadapannya.
" Paman sepertinya kita tidak akan jadi pergi untuk menemukan para jenderal naga "
Ucap Yan Xing yang membuat setiap orang ditempat tersebut terkejut.
" Apa maksudmu, Xing'er ? "
Yan Zhong tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya.
" Seperti yang paman dengar kita tidak akan pergi untuk menemukan para jenderal naga "
Ucap Yan Xing, namun dia belum berhenti sampai disitu. Perkataannya yang berikutnya membuat semua orang menjadi bertambah bingung.
" Namun, mereka yang akan menemukan kita "
" Xing'er bisa kau jelaskan, paman menjadi semakin bingung "
Yan Zhong meminta Yan Xing untuk menjelaskan maksud dari perkataannya.
" Senior Sikong apakah kau masih berkomunikasi dengan setidaknya salah satu dari sebelah jenderal naga lainnya ? "
Yan Xing mengalihkan pandangannya kearah Sikong Jun yang juga memasang wajah kosong kebingungan.
" Saya masih menjaga hubungan dan tetap saling berkomunikasi dengan Jenderal naga *11 dan Jenderal naga *10 yang mulia "
Jawab Sikong Jun.
" Apa pasukan naga mempunyai metode khusus yang hanya pasukan naga yang mengetahuinya untuk mengirim pesan ? "
Yan Xing kembali bertanya kepada Sikong Jun.
" Ya kami memilikinya, itu adalah semacam metode pengecohan menggunakan sebuah kertas
Tampak seperti kertas biasa, namun kertas tersebut tidak dapat dibaca selain menggunakan metode khusus yang hanya pasukan naga saja yang mengetahuinya "
Ucap Sikong Jun.
" Meskipun aman, karena tidak dapat dibaca oleh pihak luar. Namun apakah dapat terkirim dengan benar dan tidak beresiko di rampok di tengah jalan ? "
Tanya Yan Xing.
" Karena itulah pesan dikirim menggunakan 'boneka burung', harta yang dibuat oleh ahli penempa terbaik dari pasukan naga jenderal naga *5 "
__ADS_1
Jawab Sikong Jun.
Mendengar nama 'boneka burung' Yan Xing mencoba mencarinya dengan mengorek informasi dari ingatannya.
Boneka burung merupakan harta unik yang ditempa oleh salah satu jenderal naga Yan Zhong yaitu jenderal naga *5, jenderal naga hitam.
Keunikan harta tersebut terletak kepada kemampuannya dalam menyamarkan dirinya di udara sehingga tidak dapat dilihat atau disebut juga mode siluman.
Yan Xing secara pribadi mengakui 'boneka burung' tersebut merupakan harta yang sangat menakjubkan.
" Jika begitu kau dapat mengirimkan pesanku untuk menantang mereka semua "
Ucap Yan Xing.
" Apa kau yakin Xing'er ? kau tahu sendiri kesebelas jenderal naga tidaklah lemah "
Ujar Yan Zhong.
" Xing'er apa yang dikatakan pamanmu benar, lebih baik kau pikirkan sekali lagi.
Lebih baik kita pergi menemukan mereka semua, jika melakukannya seperti katamu mereka tidak akan mau mengindahkan tantanganmu "
Ucap Yan Siyu.
" Aku tahu, di dunia ini hanya orang kuatlah yang dihormati sementara yang lemah hanya akan ditindas.
Sama seperti 12 jenderal naga yang tidak pernah menganggap ibuku layak bersanding dengan ayahku, mereka hanya menganggap seorang wanita bernama Ning Quinshu yang bakatnya sedikit dibawah ayahku "
Ucap Yan Xing.
Sikong Jun yang mendengar perkataan Yan Xing merasa malu dengan dirinya sendiri.
Dia selalu menjunjung tinggi keadilan, namun tidak dapat memperlakukan Lin Meiyin dengan keadilan tersebut.
Dia dan saudara jenderal naganya yang lain mungkin tidak mencerca Lin Meiyin secara langsung.
Namun sebagai bawahan langsung dari Yan Long yang merupakan suami dari Lin Meiyin, mereka tidak pernah membelanya. Itu bahkan lebih buruk dari apa yang dilakukan orang-orang.
Membayangkan apa yang telah dia dan saudara jenderal nagnya yang lain lakukan membuat Sikong Jun merasa malu dengan dirinya sendiri.
Dan saat dia melihat Yan Xing yang sudah memiliki kekuatan. Dia segera memohon atau istilah kasarnya menjilatnya.
Akhirnya dia paham, bahwa sejak awal Yan Xing sedikitpun tidak ingin berhubungan dengan mereka semua.
Dia melakukan ini semua hanya untuk membalasnya dan saudara-saudaranya yang meremehkan Yan Xing dan ibunya.
Namun dia tidak dapat untuk mundur saat ini dia hanya bisa terus mengikuti permainan yang sepenuhnya dipersiapkan dan dikendalikan oleh Yan Xing kepadanya dan saudara-saudaranya.
" Baik yang mulia aku akan segera mengirimkan pesan anda, namun apakah anda memiliki pesan khusus agar suadaraku yang lainnya menyetujui tantangan ini ? "
Tanya Sikong Jun.
Yan Xing tersenyum dan berjalan mendekati Sikong Jun dan mendekatkan bibirnya ketelinga pria tersebut.
Dia kemudian membisikkan sesuatu yang membuat mata Sikong Jun membelalak karena terkejut.
" Apa anda yakin yang mulia ? "
Tanya Sikong Jun dengan tatapan terkejutnya saat mendengar perkataan yang dibisikkan oleh Yan Xing.
__ADS_1