
Dua orang berbeda kelamin serta berbeda usia tersebut keluar dari persembunyian mereka dan kemudian berjalan mendekati Yan Xing dan Jiang Yu.
Saat keduanya berjalan mendekatinya Yan Xing seperti biasa akan melihat informasi mereka terlebih dahulu melalui jendela status mereka.
...****************...
# Nama: Huang Yanshi
# Usia: 27 tahun
# Gender: Perempuan
# Ranah: Initial Body tahap 1
# Kekuatan Tempur: Initial Body tahap 3
...----------------...
# Nama: Mo Chen
# Usia: 61 tahun
# Gender: Pria
# Ranah: Nescent Soul tahap 2
# Kekuatan Tempur: Nescent Soul tahap 4
...****************...
Saat keduanya tiba tepat dihadapan Yan Xing dan Jiang Yu, secara mengejutkan Jiang Yu justru memberi hormat kepada mereka berdua.
Yan Xing melihat hal tersebut tidak sedikitpun terkejut karena dia telah menduganya sejak awal, sejak dia merasakan kehadiran mereka saat mereka berdua masih bersembunyi namun dia tidak merasakan niat membunuh dari keduanya.
Tampak sang wanita berjalan mendekati 5 harta yang ingin dijual Yan Xing dan merabanya seperti sedang menilai kelima harta tersebut.
" menakjubkan, mampu memiliki 3 senjata tingkat tinggi dan 2 artefak tingkat bumi " ucap Huang Yanshi.
" sepertinya saudara Yan ini menemui sebuah kesempatan yang membuat dirinya mendapat begitu banyak harta " ucapnya lagi kemudian.
Setelah berbicara dan melihat sejenak kelima harta yang dibawa oleh Yan Xing, Huang Yanshi kembali berjalan mendekati Yan Xing.
" namun yang membuatku lebih penasaran adalah, saudara Yan mampu menyadari keberadaan kami meskipun kami menyembunyikan diri kami " ucap Huang Yanshi sembari menyentuh Yan Xing dengan jari telunjuknya mencoba menggodanya.
__ADS_1
Yan Xing yang godaan dari Huang Yanshi justru hanya menampilkan wajah datar dan dingin dan hal tersebut membuat Huang Yanshi kesal dan berhenti menggodanya.
" melihat saudara Yan mampu menyadari keberadaan kami, setidaknya ranah kultivasi saudara Yan adalah Initial Body atau mungkin lebih tinggi " ucap Huang Yanshi yang kemudian melayangkan sebuah pukulan kepada Yan Xing.
Pukulan Huang Yanshi bergerak sangat cepat kearah Yan Xing namun saat pukulan tersebut sedikit lagi akan mengenainya, Yan Xing dengan cepat menggerakkan tubuhnya kesamping untuk menghindari pukulan tersebut.
Huang Yanshi yang melihat bahwa pukulannya tidak mengenai Yan Xing kembali menyerang Yan Xing dengan melayangkan pukulan dan tendangan secara bergantian terus-menerus.
Namun secepat apapun dan sebanyak apapun dia melakukannya Yan Xing tetap saja dapat menghindarinya dan pada akhirnya Yan Xing menangkap pergelangan tangannya untuk menghentikannya.
" anak muda perbuatanmu sudah keterlaluan " ucap Mo Chen yang dari tadi hanya diam memperhatikan mereka berdua.
" apa maksudmu pak tua, dia yang menyerangku kenapa aku yang keterlaluan ? " tanya Yan Xing merasa tidak terima dengan perkataan Mo Chen.
" meskipun dia yang memulai, namun kau tidak harus mempermalukannya seperti itu, sekarang kau dapat melepaskan tanganmu dari pergelangannya " pinta Mo Chen.
Yan Xing tidak mengindahkan perkataan dari Mo Chen dan justru tersenyum dan hal tersebut ditangkap Mo Chen sebagai tanda Yan Xing menolak permintaanya.
Milah sepertinya .Yan Xing sama seki tidak ingin melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Huang Yanshi, Mo Chen melesat cepat kearah mereka berdua dan mencoba melepaskan tangan Yan Xing dari pergelangan tangan Huang Yanshi.
Saat tangannya hampir menyentuh tangan Yan Xing yang memegang pergelangan tangan Huang Yanshi dengan cepat tangan Yan Xing yang satunya menghadang tangan Mo Chen.
Namun Mo Chen tidak berhenti sampai disitu dia kembali mencoba untuk melepaskan tangan Yan Xing dari pergelangan tangan Huang Yanshi namun sekali lagi berhasil dihentikan oleh Yan Xing.
Hingga pada akhirnya Yan Xing memutuskan melepaskan Huang Yanshi yang juga melihat bahwa Mo Chen juga sudah kelelahan.
" kau sudah menembus ranah Nescent Soul " ucap Mo Chen setelah mengatur nafasnya karena kelelahan menghadapi Yan Xing.
Sementara Huang Yanshi dan juga Jiang Yu saat mendengar perkataan Mo Chen merasa sangat terkejut.
" mencapai ranah Nescent Soul diusia semuda itu, atau kau.. tidak maksudmu senior Yan merupakan monster tua yang sudah lama bersembunyi " ucap Jiang Yu.
" tidak melihat dari aura dan usia tulangnya, aku yakin bahwa dia setidaknya masih berumur 20 tahun atau lebih sedikit " ucap Mo Chen.
Sekali lagi Huang Yanshi dan Jiang Yu dibuat terkejut dengan perkataan Mo Chen yang mengatakan bahwa Yan Xing masihlah berusia begitu muda.
" maafkan atas kelancanganku sebelumnya tuan Yan, untuk bentuk permintaan maaf ku aku akan memberi tuan Yan diskon 50% saat tuan Yan membeli beberapa harta ditempat kami " ucap Huang Yanshi dan memberi hormat kepada Yan Xing.
" jangan terlalu formal memanggilku tuan panggil saja aku seperti sebelumnya, dan lagi aku tidak memerlukan harta dari tempatmu " ucap Yan Xing.
Mendengar perkataan Yan Xing sedikit melukai harga diri mereka bertiga bagaimanapun paviliun surgawi merupakan organisasi yang cukup disegani dibenua naga.
Namun melihat kelima harta yang dikeluarkan Yan Xing dan juga kekuatan yang diperlihatkannya membuat mereka hanya dapat menerima perkataan Yan Xing dengan pasrah.
__ADS_1
" namun aku memiliki beberapa permintaan untuk kalian " ucap Yan Xing.
" anda dapat mengatakannya saudara Yan " pinta Huang Yanshi.
" aku ingin tahu apa kalian mengenali wanita yang ada digambar ini " Yan Xing berkata sembari memperlihatkan gambar Feng Xiaoyin kepada mereka.
Saat melihat gambar tersebut tampak Jiang Yu yang sepertinya tidak mengenal Feng Xiaoyin, namun berbeda dengan Huang Yanshi dan Mo Chen gelagak mereka memperlihatkan bahwa mereka berdua mengenal Feng Xiaoyin.
" sepertinya saudari Huang dan senior Mo mengenalnya bisakah kalian mengatakan padaku dimana dia berada ? " ucap Yan Xing.
Tampak Huang Yanshi dan Mo Chen sepertinya terlihat enggan menjawab pertanyaan Yan Xing.
" sebelum aku menjawab pertanyaannya, dapatkah kau mengatakan padaku apa hubunganmu dengan wanita yang ada digambar ini " Huang Yanshi berkata kepada Yan Xing.
" dia istriku, namun karena suatu alasan kami terpisah " ucap Yan Xing.
" apakah saudara Yan pernah mendengar tentang aula abadi ? " tanya Huang Yanshi kepada Yan Xing.
Yan Xing menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Huang Yanshi.
" bagi banyak orang mungkin 4 kekaisaran dan 7 sekte adalah kekuatan utama dibenua utama, namun mereka tidak mengetahui ada 1 kekuatan yang berdiri dipuncak mereka dan kekuatan tersebut adalah aula abadi.
aula abadi selalu bergerak tertutup sehingga tidak aneh jika banyak yang tidak mengenatuhi tentang mereka, namun bagi 4 kekaisaran dan 7 kekuatan kekuatan yang dimiliki oleh aula abadi adalah nyata dan mutlak.
dan wanita yang kau perlihatkan bernama Feng Xiaoyin dan merupakan putri dari salah satu tokoh penting dari aula abadi.
itulah semua yang kuketahui tentang wanitamu dan juga tentang aula abadi hanya sedikit " Huang Yanshi menjelaskan kepada Yan Xing.
" terimakasih saudari Huang atas informasi yang kau beritahukan padaku, dan sepertinya aku harus pergi sampai jumpa lagi " Yan Xing berkata sembari berjalan meninggalkan ruangan.
Namun saat dia sudah hampir mendekati pintu ruangan tersebut Huang Yanshi memintanya untuk berhenti.
" tunggu " teriak Huang Yanshi.
Setelah berteriak Huang Yanshi kemudian berjalan mendekati sebuah rak yang ada di ruangan tersebut dan mengambil sebuah kotak kayu.
Setelah mengambil kotak kayu Huang Yanshi kemudian berjalan mendekati Yan Xing dan memberikan kotak kayu tersebut kepadanya.
" meskipun jarang terlihat dipermukaan, paviliun surgawi juga merupakan kekuatan utama yang setara dengan 4 kekaisaran dan 7 sekte, tentu saja kami juga tertarik ingin menggali lebih dalam tentang aula abadi dan ini adalah hasil jerih paya paviliun abadi selama ini " ucapnya dan memberikan kotak kayu tersebut kepada Yan Xing.
" kalau begitu aku akan menerimanya, dan sekali lagi terima kasih saudari Huang " ucap Yan Xing.
" tentu saja ini tidak gratis ini dianggap sebagai utang budimu dan dimasa depan aku akan menagihnya " ucap Huang Yanshi sembari tersenyum kepada Yan Xing.
__ADS_1
Yan Xing hanya membalas perkataan Huang Yanshi dengan sebuah anggukan dan kemudian berjalan meninggalkan paviliun surgawi.