CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )

CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )
70.Xiu Shan Murid Keenam


__ADS_3

Setelah beberapa saat berjalan akhirnya Yan Xing dan lima muridnya tiba ditempat tujuan mereka.


Mereka berhenti berjalan dan dapat melihat didepan mereka terdapat bangunan kuil tua yang sepertinya sudah sangat lama ditinggalkan.


Melihat kuil kuno tua yang ada didepannya, tentu saja membuat Mo Yuanli terbesit dipikirannya. Mengapa gurunya mengajak mereka ketempat ini.


" Guru, mengapa kita datang ke kuil tua ini ? " tanya Mo Yuanli dengan rasa penasarannya.


" Ya benar guru, untuk apa kita sebenarnya datang ke kuil tua ini ? " Zhang Fei juga tidak dapat menahan rasa penasarannya dan memilih bertanya kepada Yan Xing.


Yan Xing hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan kedua muridnya itu. Dan memilih berjalan memasuki kuil tua tersebut.


" Kita akan menjemput saudara seperguruan kalian yang baru " ucap Yan Xing saat melangkahkan kakinya memasuki kuil tua itu.


Mendengar pernyataan yang dikeluarkan oleh Yan Xing. Tentunya membuat mereka berlima terkejut, namun keterkejutan mereka ditutupi oleh rasa penasaran akan sosok yang akan menjadi saudara seperguruan mereka yang baru.


Dengan rasa penasaran yang tinggi, mereka berlima berjalan memasuki kuil tua mengekori Yan Xing yang sudah terlanjur berjalan mendahului mereka.


Saat mereka sudah berada didepan pintu kuil, dengan segera Yan Xing yang berdiri di depan membuka pintu kuil tua tersebut. Setelah pintu kuil terbuka mereka melangkahkan kaki mereka memasukinya.


Saat sudah berada didalam kuil tua itu, mereka mendapati seorang remaja laki-laki tengah terbaring dengan posisi meringkuk dan membelakangi mereka di sudut kuil.


Remaja laki-laki itu meskipun membelakangi mereka. Namun mereka masih dapat mengetahui bahwa remaja laki-laki itu sedang terluka, melalui hembusan nafasnya yang terlihat berat.


Yan Xing melangkahkan kakinya mendekati remaja laki-laki itu yang saat ini tengah terbaring. Dan juga diikuti oleh murid-muridnya yang berjalan dibelakangnya.


Remaja laki-laki yang tengah meringkuk disudut kuil merasakan sebuah pergerakan dibelakangnya. Dia mencoba menoleh kebelakang.


Dan saat dia melihat Yan Xing dan murid-muridnya, dia dengan panik bangkit berdiri dan mengarahkan sebuah belati kecil kearah Yan Xing.


Sebelumnya remaja laki-laki itu menyembunyikan sebuah belati dalam pelukannya. Dan karena posisinya yang meringkuk membelakangi Yan Xing dan murid-muridnya, membuat mereka tidak dapat menyadarinya.


" Siapa kalian? "


" Apa kalian suruhan dan 'orang it' ? " teriak remaja laki-laki tersebut yang masih tetap mengarahkan belatinya kearah Yan Xing.


Mendengar kata 'orang itu', dan menilai dari perubahan ekspresi yang diperlihatkan oleh remaja laki-laki itu. Yan Xing sedikit mengetahui apa yang terjadi kepada remaja laki-laki itu, dan hal tersebut membuatnya menyunggingkan senyum tipis.


" Aku tidak mengenal siapa 'orang itu' yang kau maksud, namun aku memiliki sebuah kesepakatan yang akan membuatmu tertarik " ucap Yan Xing masih memperlihatkan senyum tipis diwajahnya.


" Kesepakatan apa maksudmu ? " tanya remaja laki-laki itu.


" Tidak banyak hanya sebuah kesepakatan kecil, aku dapat membantumu mengatasi masalahmu seperti mengalahkan orang yang kau panggil 'orang itu'. " ucap Yan Xing.


Remaja laki-laki itu saat mendengar perkataan Yan Xing membelalakkan matanya terkejut. Namun beberapa saat kemudian dia tertawa seperti meremehkan Yan Xing.

__ADS_1


" Kau ! " ucapnya dengan nada penuh penekanan sembari mengarahkan jari telunjuknya ke wajah Yan Xing.


" Cih, kau pikir manusia fana sepertimu bisa membantuku dan bahkan membunuh musuhku yang seorang makhluk abadi " lanjut remaja laki-laki itu saat telunjuknya mengarah ke wajah Yan Xing.


" Ah, kau berpikir karena memiliki kekuatan yang kuat di alam fana ini. Kau berpikir kau tidak terkalahkan " tambah remaja laki-laki itu yang kembali merendahkan Yan Xing.


" Kau berani sekali merendahkan guru " ucap Mo Yuanli yang sudah sedari tadi menahan emosinya.


Dengan amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun. Mo Yuanli bermaksud memberikan remaja laki-laki itu sebuah pukulan.


Namun, saat dia akan berlari kearah remaja laki-laki itu. Yan Xing mengangkat tangannya menyuruhnya untuk berhenti, dan dengan berat hati Mo Yuanli mengikuti perintah gurunya dan mengurungkan niatnya untuk menyerang remaja laki-laki itu.


Namun apa yang terjadi setelah itu membuat siapa saja yang ada di dalam kuil tua itu terkejut. Karena Yan Xing yang turun tangan sendiri memberikan remaja laki-laki itu sebuah pukulan dibagian perutnya.


Bugh


Karena pukulan Yan Xing, membuat remaja laki-laki itu terpental hingga menghantam dinding kuil yang ada dibelakangnya. Namun, tubuhnya belum berhenti melesat dan terus terpental hingga menabrak sebuah pohon yang tidak jauh dari kuil.


Yan Xing melangkah berjalan mendekati remaja laki-laki itu yang dalam keadaan menyedihkan.


Ughh ughhh ughhhh


Remaja laki-laki itu mengeluarkan suara batuk, dan tampak dia juga sedang menahan rasa sakit diperutnya akibat dari pukulan Yan Xing.


" Jika saja bukan karena sebuah keadaan yang membuatku harus menerima lebih dari 8 murid "


" Aku pasti hanya akan menerima 7 murid dengan bertemakan 7 dosa mematikan. Dan kau akan kupilih yang menjadi dosa kesombongan " ujar Yan Xing yang sudah berada tepat didepan remaja laki-laki itu dan mensejajarkan tubuhnya dengan remaja laki-laki itu.


" Apa maksudmu ? " ucap remaja laki-laki itu yang sama sekali tidak menahu dengan apapun yang dikatakan oleh Yan Xing.


Bahkan kelima muridnya juga bingung dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Yan Xing.


" Sebelumnya kau berkata padaku, karena aku memiliki kekuatan yang kuat di alam fana ini. Dan berpikir aku tidak terkalahkan "


" Lalu biarkan aku memberikanmu 2 pertanyaan " ujar Yan Xing.


Remaja laki-laki itu tampak mencoba untuk membalas perkataan Yan Xing. Namun sebelum dia membuka mulutnya Yan Xing kembali berbicara yang membuatnya menutup kembali mulutnya.


" Ini adalah pertanyaan yang pertama, hanya karena aku dari alam fana apakah aku tidak dapat tumbuh menjadi lebih kuat dan naik ke alam abadi ? "


" Dan pertanyaan kedua kau yang merupakan makhluk abadi dari alam abadi apakah kau tidak memiliki kesempatan untuk naik kealam yang lebih tinggi dari alam abadi ? " Yan Xing selesai melontarkan kedua pertanyaannya.


Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Yan Xing membuat remaja laki-laki itu terdiam membisu.


" Setiap makhluk memiliki kesempatan untuk bertumbuh selama mereka masih bernafas. Sama sepertimu yang masih memiliki harapan untuk tumbuh meskipun dantianmu telah hancur " ucap Yan Xing yang bangkit berdiri yang sebelumnya posisinya sejajar dengan remaja laki-laki itu.

__ADS_1


" Dan sekarang semuanya tergantung padamu, apakah kau hanya akan meringkuk ditempat ini seperti pecundang atau menerima uluran tanganku dan menjadi lebih kuat " ucap Yan Xing yang kemudian mengulurkan tangannya kearah remaja laki-laki itu.


Remaja laki-laki itu awalnya tampak keraguan di wajahnya. Namun setelah beberapa waktu akhirnya dia memutuskan untuk menyambut uluran tangan Yan Xing dan berdiri dengan bantuan Yan Xing.


" Apa kau sungguh-sungguh dapat membantuku ? " tanya remaja laki-laki itu dengan tatapan penuh harap.


" Ini bukanlah sebuah janji, atau sebuah belas kasih, ataupun kesungguhan. Namun ini adalah sebuah kepastian " ucap Yan Xing membalas pertanyaan remaja laki-laki itu.


Mendengar perkataan Yan Xing dan melihat ekspresi wajah Yan Xing yang tidak memiliki kebohongan didalamnya hanya sebuah kepercayaan diri yang tinggi, membuatnya menjadi yakin dan langsung berlutut dihadapan Yan Xing.


" Xiu Shan, memberi hormat kepada guru " remaja laki-laki itu yang memiliki nama Xiu Shan menundukkan kepalanya hingga sejajar tanah sebanyak tiga kali.


" Pergilah dan berkenalanlah dengan saudara seperguruanmu yang lainnya ! " perintah Yan Xing.


Xiu Shan menganggukkan kepalanya dan mulai melangkah ketempat Mo Yuanli dan yang lainnya.


" Hmmm, itu maafkan aku untuk yang sebelumnya " ucap Xiu Shan dengan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Tidak apa-apa, mendengar dari perkataan guru kami jadi mengetahui kau melakukannya hanya karena tidak ingin ditindas " ucap Mo Yuanli.


" Dan perkenalkan namaku Mo Yuanli " lanjutnya dengan mengarahkan tangannya yang mengepal kedepan.


" Kalau aku Zhang Fei " ucap Zhang Fei yang juga menaru tinjunya kedepan hingga bersentuhan dengan tangan Mo Yuanli.


" Namaku Ji Wuyi " kini giliran Ji Wuyi yang juga melakukan hal sama seperti Mo Yuanli dan Zhang Fei.


" Namaku Ou Jilan, saudara " lanjut Ou Jilan yang juga melakukan hal yang sama dengan yang lainnya.


Namun saat tiba giliran Ou Yalin dia tampak masih terdiam dan berdiri ditempatnya. Dan membuat saudara seperguruannya yang lain menjadi bingung.


" Adik Yalin, sekarang giliran mu untuk memperkenalkan diri " ucap Ji Wuyi.


Ou Yalin yang namanya dipanggil terkejut dan menatap saudara seperguruannya. Namun saat tatapannya bertemu dengan Xiu Shan yang bertepatan menatapnya dan memberinya sebuah senyuman manis, membuat wajah Ou Yalin menjadi merah dan dengan malu-malu dia mengangkat tangannya seperti yang lainnya.


" Namaku Ou Yalin " ucapnya dengan malu-malu.


" Namaku Xiu Shan, terima kasih karena sudah menerimaku " ucap Xiu Shan yang terakhir mengarahkan kepalan tangannya menyentuh tangan saudara seperguruannya yang lain.


Dan keenam remaja yang memiliki usia yang tidak jauh berbeda saling melakukan tos tangan dengan tinju mereka.


Yan Xing yang melihat hal yang dilakukan oleh murid-muridnya tersenyum tipis dan berjalan mendekati mereka.


" Baiklah, ayo sekarang kita melanjutkan perjalanan kita " ucap Yan Xing dan diangguki oleh mereka berenam.


Tujuh orang itupun dengan yang dipimpin oleh Yan Xing yang berjalan didepan mulai berjalan keluar dari kuil tua yang terbengkalai tersebut.

__ADS_1


__ADS_2