CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )

CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )
24.Keluar Dari Tanah Warisan Kuno


__ADS_3

Debu-debu yang menutupi area tempat mereka bertarung pun secara perlahan mulai menghilang dan menampilkan sosok Yan Xing yang berdiri tegak dan boneka bayangan yang tergeletak di tanah.


Yan xing dengan nafas terengah-engah berjalan mendekati pria tua itu dan kemudian berkata kepadanya.


" bagaimana, aku sudah lulus ujianmu bukan ? "


Pria tua itu dengan perasaan bahagia membalas pertanyaan Yan Xing dan dengan tertawa dia berkata kepada Yan Xing.


" hahaha, bocah kau sungguh orang yang sangat menarik "


" aku bahkan tidak menyangka kau dapat mengalahkan boneka bayangan milikku dan bahkan dapat meniru tekniknya "


" kau lulus "


" jika begitu kau dapat mengeluarkanku dari tempat ini dan mengembalikan sistem-ku ? "


Yan Xing meminta agar pria tua itu mengeluarkannya dan mengembalikan sistemnya.


Pak tua itu kemudian mengalihkan pandangannya kearah pedang yang dari sebelumnya telah tertancap dia tengah-tengah altar, namun ajaibnya dengan apiknya pertarungan Yan Xing dan boneka bayangan tetapi pedang tersebut tetap utuh tidak tersentuh.


" *jangan begitu terburu-buru untuk pergi !, karena kau telah lulus ujian tentu saja kau harus menerima hadiah "


" dan hadiah yang kumaksud adalah teknik-teknik terhebat yang pernah kubuat dan pedang itu* "


Pak tua itu menunjuk kearah pedang yang tertancap ditengah-tengah altar dan kemudian berucap kepada Yan Xing.


Namun saat melihat expresi yang dikeluarkan oleh Yan Xing saat melihat pedang itu, pak tua itu menyadari bahwa Yan Xing sama sekali tidak tertarik pada pedang itu.


Pak tua tersebut lalu memikirkan sebuah alasan untuk Yan Xing agar setuju untuk menarik pedang tersebut.


" bocah, dengan menarik pedang ini barulah kau dapat keluar dari tempat ini, dengan kata lain pedang ini adalah kunci agar kau dapat keluar dari sini"


Yan Xing menatap pak tua itu dengan seksama untuk melihat kesungguhan dari perkataannya.


Setelah melihat dengan seksama dan mendapati bahwa pria tua itu bersungguh-sungguh dengan perkataannya, Yan Xing kemudian berjalan mendekati pedang tersebut.


" sudah sejauh ini tapi aku sama sekali belum mengetahui nama senior, bisakah senior memberitahukan nama senior kepadaku " pinta Yan Xing setelah berada tepat disamping pedang itu.


" margaku Luo, nama ku Yin kau dapat memanggilku pak tua Luo"


Ucap Luo Yin menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh Yan Xing.


" pak tua Luo kalau begitu aku akan mencabut pedangnya dan terima kasih untuk hadiah yang kau berikan padaku " ujar Yan Xing panjang lebar.


Yan Xing menggenggam gagang pedang tersebut yang kemudian menarik pedang tersebut, sesaat sebelum pedang tercabut dia berkata kepada Luo Yin.

__ADS_1


" selamat tinggal pak tua Luo " ucapnya sebagai salam perpisahan.


Saat pedang sepenuh berhasil dicabut tubuh Yan Xing secara tiba-tiba mengeluarkan cahaya keemasan dan perlahan cahaya tersebut meredup bersamaan dengan Yan Xing yang menghilang.


Tidak hanya Yan Xing semua orang yang ada di dalam tanah warisan kuno juga mendapati tubuh mereka mengalami hal yang serupa dengan Yan Xing, mengeluarkan cahaya dan kemudian menghilang.


Tidak terkecuali dengan Feng Xiaoyin, Feng Guo, dan Feng Jiyun mereka juga mengalami hal yang serupa dengan Yan Xing dimana tubuh mereka bertiga mengeluarkan cahaya dan kemudian menghilang bersamaan dengan cahaya tersebut yang meredup.


Setelah semua orang yang ada di dalam tanah warisan kuno menghilang, diluar tanah warisan kuno cahaya yang sama juga satu persatu mulai bermunculan.


Cahaya keemasan satu persatu mulai bermunculan dan secara perlahan mulai meredup hingga akhirnya menghilang dan menampilkan sosok orang-orang yang sebelumnya memasuki Tanah Warisan Kuno.


Yan Xing yang berhasil keluar dari tanah warisan kuno melihat sekitarnya mencari keberadaan Feng Xiaoyin, Feng Guo, dan Feng Jiyun.


Setelah beberapa menit mencari dia akhirnya berhasil menemukan mereka bertiga diantara kerumunan orang.


" Yin'er " panggilnya.


Seorang gadis yang merasa bahwa dia dipanggil menoleh dan saat mendapati siapa yang memanggilnya dia berlari kemudian memeluk orang tersebut.


" Xing'ge, akhirnya aku bertemu denganmu lagi aku pikir aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi " ucap Feng Xiaoyin sembari memeluk erat Yan Xing.


ehm ehm


*saudara Yan


saudara Yan*


Ucap mereka berdua menyapa Yan Xing dengan hormat.


Saat mereka berempat asik berbincang-bincang dua sosok pria berbeda usia yang satu tampak sudah paruh baya dan satu tampak usia dewasa mendekati mereka.


" bagaimana perjalanan kalian didalam Tanah Warisan Kuno " ucap pria yang lebih tua kepada mereka.


*tetua Li


tetua Li


tetua Li*


Ucap mereka serentak memberi hormat kepada pria paruh baya tersebut yang mereka sebut tetua Li.


...****************...


# Nama: Li Quangsheng

__ADS_1


# Usia: 59 tahun


# Ranah: Nescent Soul tahap 2


# Kekuatan Tempur: Nescent Soul tahap 4


*


# Nama: Lu Yanfeng


# Usia: 37 tahun


# Ranah: Golden core tahap 3


# Kekuatan Tempur: Golden core tahap 4


...****************...


Yan Xing menatap kedua pria tersebut dan dengan cepat sistemnya menampilkan jendela status kedua pria tersebut.


Kembali kepada tetua Li atau Li Quangsheng yang bertanya kepada Feng Xiaoyin, Feng Guo, dan Feng Jiyun.


" kami berhasil mendapatkan bunga 'lotus sembilan mahkota api' tetua Li " ucap Feng Xiaoyin yang kemudian memperlihatkan bunga api yang bersinar.


" hmm, baguslah " ucap Li Quangsheng dan menganggukkan kepalanya.


" aku dengar kau adalah orang yang selalu bersama dengan nona " ucapnya kemudian sembari berjalan mendekati Yan Xing.


" siapa namamu ? " tanyanya.


" Yan Xing, namaku Yan Xing" jawab Yan Xing singkat.


" Yan, jangan-jangan dia adalah pangeran sampah yang memilih mengasingkan diri pada waktu itu " bati Li Quangsheng saat mendengar nama Yan Xing.


" baiklah, karena kita telah mendapatkan bunga lotus sembilan mahkota api', sudah waktunya kita untuk kembali " ucap Li Quangsheng.


" nona muda, aku akan memberimu dua pilihan, pertama ikut kembali dengan kami atau tetap bersamanya " ujarnya kemudian sembari melirik kearah Yan Xing.


" aku ingin tetap bersama dengan Xing'ge " ucap Feng Xiaoyin dengan tegas.


" nona, kau juga pasti tahu kalau aku tidak akan memperbolehkan lnya begitu saja " ucap Li Quangsheng disertai dengan tatapan seriusnya.


" kalau begitu katakan kepadaku, apa yang harus aku lakukan agar kami tetap bersama " Yan Xing maju kedepan berdiri langsung dihadapan Li Quangsheng.


" kau harus membuktikan dirimu layak untuk dapat melindungi nona muda, dan untuk membuktikannya kau harus melawannya Lu Yanfeng " Li Quangsheng berkata sembari menunjuk kepada Lu Yanfeng.

__ADS_1


__ADS_2