
Yan Long dan Ning Quinshu menikmati sup yang dibuat oleh Ning Quinshu bersama-sama.
Disela-sela waktu mereka menikmati sup tersebut. Suara dari kedua jenderal naga Yan Long yang berteriak memanggilnya.
" Panglima "
" Panglima "
Teriak keduanya bersamaan.
" Tunggu disini aku akan keluar untuk mengeceknya. Jika mereka memiliki maksud buruk, aku akan mengulur waktu dan kau cobalah untuk sebisa mungkin kabur "
Ucap Ning Quinshu ketika mendengar suara kedua jenderal naga itu dari luar gua.
Sementara Yan Long menatap wanita itu dengan tatapan kagum. Dia merasa tersentuh dengan perhatian Ning Quinshu kepadanya meskipun mereka baru bertemu.
Dan karena perhatian wanita itu, membuat penjagaan hati Yan Long lengah. Dan wanita itu berhasil menembusnya dan menetapkan posisinya di hati Yan Long.
" Tunggu, aku mengenal mereka. Mereka pasti sedang mencariku "
Ucap Yan Long saat melihat Ning Quinshu yang mulai berjalan keluar gua.
" Aku akan keluar menemui mereka "
Lanjutnya sembari berjalan keluar gua.
Ning Quinshu menganggukkan kepalanya dan hanya diam ditempatnya melihat Yan Long yang berjalan keluar.
" Panglima "
" Panglima "
Suara teriakan kedua jenderal naga kembali terdengar.
" Aku disini "
Yan Long berteriak dan suaranya menggema hingga sampai kepada kedua jenderal naga.
" Aku mendengar suara Panglima dari arah sana "
Ucap panglima naga *1.
" Ya aku juga mendengarnya ayo kita pergi kesana "
Ucap jenderal naga *2.
Keduanya pun mulai bergerak kearah dimana gua yang ditempati oleh Yan Long dan Ning Quinshu berada.
Setelah beberapa saat Yan Long menunggu didepan mulut gua akhirnya kedua jenderal naganya akhirnya tiba dan berlutut didepannya.
" Panglima maafkan kami yang terlambat menemukanmu "
Ucap jenderal naga *1.
" Berdirilah, lagipula kalian juga berusaha mencariku jadi jangan menyalahkan diri sendiri "
Ucap Yan Long.
Setelah mendapat izin dari Yan Long keduanya pun mulai berdiri. Dan saat keduanya berdiri bertepatan dengan Ning Quinshu yang berjalan keluar dari gua.
Keduanya pun menjadi siaga dan mengeluarkan senjatanya dan menodongkannya kearah Ning Quinshu.
" Siapa kau ? jangan macam-macam kami dari pasukan naga dari kekaisaran Zhiliang "
Teriak keduanya bersamaan.
Ning Quinshu yang melihat dua orang menodongkan senjata kepadanya tentu menjadi panik dan mulai siaga.
Wanita itu juga membalas dengan mengeluarkan kedua pedangnya dan mengarahkannya kearah kedua jenderal naga.
Yan Long yang berada didekat mereka melompat ketengah-tengah sembari merentangkan kedua tangannya.
" Kalian berdua hentikan, dia adalah yang telah menyelamatkanku. Dan kalian dengan tidak sopannya mengancamnya "
Ucap Yan Long dengan nada dingin.
" Maafkan kami panglima, kami tidak mengetahuinya "
Ucap jenderal naga *1.
__ADS_1
" Bukan kepadaku kalian meminta maaf tapi kepadanya "
Yan Long berbicara sembari menyuruh keduanya meminta maaf kepada Ning Quinshu.
" Nona kami minta maaf atas ketidaksopanan kami "
Ucap jenderal naga *1 meminta maaf mewakili mereka berdua.
Ning Quinshu menjawab permintaan maaf mereka dengan menganggukkan kepalanya sembari mengeluarkan senyuman yang sangat indah.
Setelah acara permintaan maaf tersebut, mereka berempat menjadi semakin dekat dan memutuskan untuk menjelajahi pulau kabut bersama-sama.
...
Mereka berempat berjalan melintasi jalur darat dan bergerak secara perlahan. Dan Yan Long adalah yang berada di barisan depan memimpin jalan.
Ning Quinshu yang sebelumnya sudah diberitahukan alasan mereka melakukan perjalanan ke pulau kabut. Memilih untuk ikut dengan mereka, sebagai perlindungan untuk dirinya juga.
Mereka berempat berjalan secara perlahan-lahan sembari mengedarkan kesadaran mereka guna mencari harta yang menjadi alasan mereka datang ke pulau kabut.
Saat keempatnya berjalan, burung besar yang sebelumnya menyerang mereka melintas diatas mereka menyebabkan hembusan angin yang besar.
Saat Yan Long melihat burung besar tersebut, tatapannya menjadi dingin dan terkunci kearah burung besar itu.
" Ayo kita ikuti burung sialan itu "
Ucap Yan Long.
" Tapi panglima, bukankah kita disini untuk mencari harta yang ada di pulau kabut ini "
Ucap jenderal naga *1.
" Menurutmu seekor monster yang dapat berkultivasi hingga ranah Ensoulment tidak memiliki sesuatu yang menakjubkan bersamanya "
Ucap Yan Long yang melesat mengikuti burung besar tersebut.
Setelah mendengar perkataan Yan Long kedua jenderal naganya saling memanggut-manggutkan kepalanya dan pergi mengikuti Yan Long.
Dan tidak lupa Ning Quinshu juga mengikuti mereka melesat mengikuti burung besar tersebut.
Keempatnya mengikuti burung besar itu dengan hati-hati agar burung besar tersebut tidak mengetahui bahwa mereka tengah mengikutinya.
Burung besar itu kemudian melangkah memasuki gua tersebut. Yan Long beserta yang lainnya juga sudah tiba didepan gua tersebut.
Dari luar gua mereka berempat dapat merasakan aura spiritual yang sangat pekat yang berasal dari dalam gua tersebut.
Mereka berempat pun kemudian memutuskan untuk masuk kedalam gua tersebut.
Saat mereka sudah berada didalam gua mereka tercengang dengan dalam gua yang begitu luas dan besar tidak tampak seperti dilihatnya yang kecil.
Selain itu didalam gua itu banyak tanaman herbal langka yang sangat berguna untuk kultivator.
Namun, aura spiritual pekat yang mereka rasakan sebelumnya bukan berasal dari tanaman-tanaman herbal yang sedang mereka lihat.
Melainkan berasal jauh masuk kedalam gua disanalah aura spiritual pekat yang mereka rasakan sebelumnya berasal.
Mengabaikan tanaman-tanaman herbal itu keempatnya memutuskan untuk masuk lebih jauh kedalam gua.
Saat masuk lebih jauh kedalam gua mereka benar dapat merasakan aura spiritual yang sangat kuat.
Setelah akhirnya berhasil mencapai jauh kedalam gua mereka berempat melihat burung besar tersebut tengah tertidur atau lebih tepatnya sedang berkultivasi didekat sebuah bunga.
Bunga itu merupakan bunga anggrek berwarna merah dengan sedikit cahaya remang keemasan dan berjumlah tiga tangkai.
" Anggrek Surya "
Gumam Ning Quinshu dan dapat didengar oleh Yan Long dan kedua jenderal naganya.
" Anggrek Surya ! apa itu ? "
Mendengar nama bunga tersebut, Yan Long yang memang tidak mengetahui atau mengenali bunga tersebut menjadi penasaran.
Nyatanya kedua jenderal naganya juga tidak dapat mengenali bunga tersebut karena mereka belum pernah melihatnya.
" Namanya adalah Anggrek Surya, sangat langka. Jarang ditemui di alam fana ini dan tentunya kegunaannya sangat banyak bagi kultivator "
Ucap Ning Quinshu menjelaskan.
Namun, sebenarnya anggrek Surya sangatlah langka. Dan nyatanya anggrek Surya tidak pernah tumbuh di alam fana.
__ADS_1
Anggrek fana biasa tumbuh di alam atas yang memiliki spiritual yang lebih tinggi dari alam fana.
Namun secara mengejutkan dapat tumbuh di alam fana membuat Ning Quinshu yang memang berasal dari alam abadi menjadi terkejut.
" Sepertinya di pulau kabut ini tersimpan semacam harta yang sangat berharga bahkan dapat menumbuhkan anggrek Surya "
Ucap Ning Quinshu dalam batinnya.
" Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya ? "
Tanya jenderal naga *2.
" Kita akan mencoba mendekat dan mengambil bunga tersebut "
Ucap Yan Long mengatakan rencananya.
Ketiganya pun menganggukkan kepalanya mengikuti rencana Yan Long. Mereka berempat kemudian berjalan perlahan-lahan mendekati bunga tersebut.
Namun, sialnya burung itu terbangun dan melihat mereka berempat yang mencoba berjalan mendekati anggrek Surya.
Burung besar tersebut yang sudah menganggap bahwa bunga tersebut sudah menjadi kepunyaannya.
Menjadi marah saat melihat ada yang mencoba mengambil barang miliknya.
Kwaaak
Burung Besar tersebut memekik dan menerjang kearah Yan Long dan yang lainnya. Namun, dengan cepat mereka menghindari burung besar tersebut.
Namun serangan burung besar tersebut tidak selesai sampai itu saja. Burung itu kembali melesat menerjang mereka kembali.
Mereka kembali dapat menghindari serangan burung besar tersebut. Tidak ingin menjadi sasaran dari burung besar tersebut.
Keempatnya balik menyerang burung besar tersebut. Mereka mengeluarkan senjata mereka kemudian melesat kearah burung besar tersebut.
Pertempuran antara Yan Long beserta yang lainnya melawan burung besar itu pun tidak dapat dihindarkan.
Yan Long dengan tombaknya melesat menerjang burung besar tersebut dan memberikannya serangan dengan tombaknya secara bertubi-tubi.
Sementara itu jenderal naga *1 dengan pedangnya yang panjangnya lebih dari dua meter juga ikut membantu Yan long menyerang burung besar tersebut.
Begitupula dengan Jenderal naga *2 dengan dua pedang ditangannya juga ikut membantu Yan Long mengahadapi burung besar tersebut.
Ning Quinshu juga mengeluarkan pedang tipis namun memiliki fleksibel yang tinggi. Dia kemudian melesat ikut menyerang burung besar tersebut.
Pertempuran pun berlangsung sangat intens, akibat dari pertarungan mereka banyak tanah dan pohon-pohon yang hancur dan tumbang.
Setelah beberapa menit pertarungan burung besar tersebut yang dalam posisi ofensif kini berbalik menjadi defensif karena serangan yang sangat agresif yang diperagakan oleh Yan Long dan ketiganya.
Meskipun burung besar tersebut memiliki basis kultivasi ranah Ensoulment tahap 5. Namun dhadapkan dengan 5 lawan yang juga berada diranah Ensoulment tentu bukan hal baik untuknya.
Yan Long yang memiliki basis kultivasi ranah Ensoulment tahap 3. Sementara tiga lainnya memiliki basis kultivasi yang sama yaituranah Ensoulment tahap 1.
Pertarungan pun mulai terlihat berhenti dan dapat dilihat siapa yang lebih unggul. Burung besar itu terpojok hingga akhirnya Yan Long berhasil menebas kepala burung besar itu.
Setelah berhasil mengalahkan burung besar tersebut mereka kemudian memetik anggrek Surya tersebut.
" Sungguh harta yang tidak ternilai "
Ucap Yan Long mengagumi bunga yang saat ini ada ditangannya.
begitupula dengan kedua jenderal naganya yang menatap bunga itu juga dengan tatapan kekaguman.
Ning Quinshu sendiri tidak berbeda dengan mereka. Dia tahu seberapa langka bunga tersebut, dan membuatnya tidak dapat tidak mengagumi bunga tersebut.
" Baiklah aku akan mencoba berkultivasi memanfaatkan satu tangakai bunga ini. Dan selebihnya akan kita gunakan untuk membuat pil untuk keperluan kultivasi pasukan naga "
Ucap Yan Long sembari memberikan dua tangkai tersisa dari anggrek Surya.
Yan Long berjalan ketempat dimana burung besar itu sebelumnya berkultivasi. Duduk bersila Yan Long kemudian memulai kultivasinya.
Sementara dua jenderal naganya dan Ning Quinshu berjaga didekatnya sekaligus melindunginya.
Saat Yan Long sudah mulai berkultivasi dia dapat merasakan perbedaan yang sangat signifikan antara saat dia berkultivasi tanpa anggrek Surya dengan saat menggunakan anggrek Surya.
Bahkan Ning Quinshu dan dua jenderal naganya juga dapat melihat perbedaan tersebut.
" Anggrek Surya memang sangat menakjubkan "
Ucap Ning Quinshu melihat bagaimana anggrek Surya membantu Yan Long dalam kultivasinya.
__ADS_1
Kedua jenderal naga menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan yang keluar dari bibir manis Ning Quinshu.