
Sosok Yan Xing yang berdiri didepan Mo Yuanli membuat semua orang diarena bintang terkejut sebab dirinya mampu menahan serangan dari kultivator ranah Nescent Soul dengan mudah.
Namun yang membuat orang-orang lebih terkejut adalah Mo Yuanli yang memanggilnya dengan sebutan guru. Mo Jian ayah Mo Yuanli menatap putranya untuk meminta penjelasan dari putranya itu.
" Ayah, nanti akan aku jelaskan " ucap Mo Yuanli yang mengetahui keinginan ayahnya.
Kembali pada Yan Xing yang berdiri dengan gagah didepan muridnya dan enam sosok lainnya. Dia menatap kearah Zhong Kui dengan tatapan meremehkan.
Bukan tanpa alasan Yan Xing tampak meremehkan Zhong Kui meskipun ranahnya masihlah Nescent Soul tahap 1. Namun dengan kekuatan tempurnya yang setara dengan ranah Nescent Soul tahap 7 tentu saja dia tidak terlalu menganggap tinggi Zhong Kui.
Meskipun Zhong Kui merupakan seorang kultivator ranah Nescent Soul tahap 5, namun kekuatan tempurnya tidaklah begitu istimewa.
Yan Xing cukup yakin dengan kekuatan tempurnya yang setara dengan ranah Nescent Soul tahap 7. Belum lagi jika dia mengaktifkan bloodlinenya dan jangan lupa Yan Xing juga memiliki skills eternal simbyote ditangannya yang dapat membuat kekuatannya meledak hingga ranah Ensoulment.
*
*
Zhong Kui menatap Yan Xing dan saat dia melihat tatapan yang meremehkan dirinya dari dalam tatapan Yan Xing membuatnya kesal.
" Anak muda melihat dari tatapanmu, sepertinya kau meremehkanku " ucap Zhong Kui yang tidak terima dengan tatapan meremehkan Yan Xing.
Namun bukannya membalas perkataan Zhong Kui. Yan Xing justru melakukan hal yang membuat Zhong Kui semakin kesal.
" Aku tidak terbiasa menatap orang diatas pak tua, biasanya aku hanya menatap orang dibawah " ucapnya yang secara tiba-tiba muncul didepan Zhong Kui dan melayangkan satu pukulan padanya.
Zhong Kui yang melihat Yan Xing tiba-tiba muncul didepannya membuatnya reflek menyilang kan kedua tangannya. Dan pukulan Yan Xing melesat menghantam kedua tangan Zhong Kui yang menyilang dan membuatnya terdorong jauh beberapa meter meninggalkan elang darahnya.
Tidak sampai disitu Yan Xing kembali melesat mengejar Zhong Kui namun saat dia ingin pergi mengejarnya. Kaki kirinya menendang kepala elang darah dan membuat elang darah beserta orang yang ada diatasnya jatuh ketanah sementara Yan Xing terus melesat maju mengejar Zhong Kui.
" Serahkan pak tua itu padaku, kalian bebas melakukan apapun pada mereka " ucap Yan Xing yang mengarah kepada orang-orang yang ikut terjatuh bersama elang darah.
Zhong Kui yang masih terpental mundur dengan menggunakan sedikit usaha dia menghentikan tubuhnya dan melayang diudara. Namun beberapa menit kemudian Yan Xing juga telah tiba dihadapannya.
Kini Zhong Kui dan Yan Xing saling berhadapan dan melayang diudara. Saat ini mereka berada di sebuah hutan yang memang disengaja oleh Yan Xing agar pertarungan mereka berdua tidak berdampak pada yang lainnya.
" Aku tidak menyangka kau diusia yang masih sangat muda dapat menerobos ranah Nescent Soul. Melihat bakatmu sepertinya kau bukan berasal dari benua langit dan mengingat bakatmu aku akan memberimu kesempatan untuk meminta maaf dan tidak ikut campur maka aku akan melupakan kejadian ini dan mengampunimu " ucapnya mencoba mengancam Yan Xing dengan melepaskan aura puncak kekuatannya untuk menekan Yan Xing.
" hah, pak tua sepertinya otakmu sedikit mengalami korslet, apa kau lupa bagaimana aku memukulmu dan membuatmu terpental seperti mainan " ejek Yan Xing sembari menggerakkan jari telunjuknya berputar-putar disebelah kepalanya.
" kau berani sekali kau memakiku dengan bahasa yang tidak kumengerti " teriaknya marah saat mendengar Yan Xing memakinya terlebih dengan bahasa yang tidak dimengerti namun dia yakin itu adalah kata makian yang dibuat oleh Yan Xing.
" Anak muda karena kau tidak menghargai kebaikanku maka jangan salahkan aku berbuat kasar padamu " lanjutnya dan kemudian melesat cepat kearah Yan Xing.
Zhong Kui melesat dan memberikan sebuah pukulan kearah Yan Xing. Namun Yan Xing dengan cepat menahan pukulan tersebut dan memberi Zhong Kui pukulan balasan.
Pukulan beradu dengan pukulan dan sepakan beradu dengan sepakan, Zhong Kui dan Yan Xing saling memberi dan menerima serangan.
Tampak dari luar memang mereka kelihatannya seimbang namun berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Zhong Kui yang mengetahui bahwa Yan Xing lah yang sebenarnya memegang keunggulan.
Zhong Kui semakin lama semakin tertekan pukulan dan sepakan yang dilancarkan Yan Xing kepadanya membuatnya tergesa-gesa menahan dan menghindari semua pukulan tersebut.
Pukulan dan sepakan berkali-kali dilancarkan Yan Xing dan hal tersebut membuat Zhong Kui semakin terdesak hingga akhirnya sebuah pukulan telak mengenai perutnya dan membuatnya terpental cukup jauh dan menghantam tanah.
__ADS_1
" Siapa sebenarnya orang ini, kekuatan fisiknya begitu mengerikan jika terus beradu kekuatan fisik aku pasti kalah, sepertinya aku harus mengandalkan teknik bela diri... ya benar begitulah seharusnya kultivator bertarung " gumamnya dalam hati yang kemudian bangkit berdiri.
" Bocah kali ini aku pastikan kau akan menemui dewa kematian " teriak Zhong Kui.
Teknik iblis pemusnah, teknik pertama tapak iblis penghancur.
Zhong Kui mengarahkan tapak tangannya kearah Yan Xing dan sebuah tapak besar berwarna ungu muncul dan melesat kearah Yan Xing.
Melihat tapak besar melesat cepat kearahnya Yan Xing melapisi tinjunya dengan qi miliknya dan kemudian meninju tapak yang perlahan mendekat padanya.
boom
Tapak besar berwarna ungu tersebut hancur saat menghantam tinju Yan Xing. Akibat serangan tapak dari Zhong Kui membuat tangan Yan Xing mengalami luka kecil.
dia melihat luka yang ada ditangannya yang kemudian dengan cepat pulih berkat efek khusus skills eternal simbyote miliknya.
" Apa-apaan kecepatan pemulihan orang ini begitu menakutkan " ucap Zhong Kui dalam hati yang terkejut dengan kecepatan pemulihan Yan Xing.
" Meskipun kekuatan tempurku kuat, namun pemahaman teknik beladiriku masih berada di tingkat pemula berbeda dengan ahli Nescent Soul lainnya, dengan kata lain aku sama saja seperti cangkang kosong " batin Yan Xing saat memikirkan pemahaman teknik bela dirinya yang masih berada di tingkat pemula.
" Sementara pak tua ini setidaknya memiliki teknik beladiri tingkat 3 yang sudah memasuki tingkat pemahaman tahap ahli " ucap Yan Xing berkata dalam hatinya dan menatap Zhong Kui.
Keterampilan dibagi menjadi tiga yaitu teknik budidaya, teknik beladiri, dan teknik tubuh yang kemudian dibagi lagi menjadi 5 tingkatan pemahaman yaitu tahap pemula, mendalam, ahli, guru, dan kesatuan. Dan semakin tinggi tingkatan Keterampilan maka semakin sulit meningkatkan tingkat pemahamannya.
Tahapan itu sendiri tidak hanya sebagai kata belaka, dikatakan tahap pemula hanya dapat mengeluarkan 10% kekuatan sejati suatu keterampilan.
Sementara tahap mendalam dapat mengeluarkan 25% kekuatan sejati keterampilan, tahap ahli 50%, tahap guru 75%, dan yang terakhir tahap kesatuan dapat mengeluarkan 100% kekuatan sejati keterampilan tersebut.
...( ***Tingkat pemahaman yang sebelumnya terdiri dari 7 tahapan yaitu pemula, mendalam, ahli, kesempurnaan, keselarasan, harmonisasi, dan tanpa celah. Sudah author lakukan sedikit pembaruan agar lebih mudah diingat dan lebih menarik...
Sementara Yan Xing kebanyakan semua teknik beladirinya masih berada di tingkat pemahaman tahap pemula.
" Sistem bagaimana caraku untuk meningkatkan tingkat pemahaman teknik beladiriku ? " tanya Yan Xing pada sistem miliknya.
[Ding! untuk meningkatkan tingkat pemahaman keterampilan, host dapat melakukannya dengan dua cara]
[1.host dapat membeli poin pemahaman dari toko sistem.
2.host dapat meningkatkannya dengan menggunakan Cheating Special Activity]
" Untuk sekarang aku akan membeli poin pemahaman dari toko sistem, jika menggunakan Cheating Special Activity aku tidak tahu berapa banyak kau akan menguras poin cheating milikku " ucap Yan Xing sedikit tersenyum.
[ Host sistem selalu memberikan penawaran harga terbaik untuk host]
Mendengar apa yang baru saja dicelotehi oleh sistemnya membuat Yan Xing memutar kedua bola matanya.
" Ya kau benar, kau begitu baik padaku dengan menawarkan harga terbaik " ucap Yan Xing dengan sedikit menekankan pada kata harga.
" Sistem segera beli poin pemahaman yang cukup untuk meningkatkan ketiga teknik beladiriku ke tingkat pemahaman tahap kesatuan " perintahnya.
[Ding! harga poin pemahaman
1 PP \= 1000 poin pemahaman]
__ADS_1
[Ding! membeli 30.000.000 poin pemahaman, menghabiskan 30000 PP]
[Ding! berhasil meningkatkan pemahaman teknik beladiri tingkat 3 'pedang kesunyian' ke tahap kesatuan. Menghabiskan 1.000.000 poin pemahaman]
[Ding! berhasil meningkatkan pemahaman teknik beladiri tingkat 3 'langkah bayangan' ke tahap kesatuan. Menghabiskan 1.000.000 poin pemahaman]
[Ding! berhasil meningkatkan pemahaman teknik beladiri tingkat 3 'tinju penghancur' ke tahap kesatuan. Menghabiskan 1.000.000 poin pemahaman]
Sementara Yan Xing sedang asik berkomunikasi dengan sistemnya. Zhong Kui yang tidak jauh dari mereka merasa kesal saat melihat Yan Xing seperti mengabaikan keberadaannya.
" Berani sekali kau, berani sekali kau mengabaikan ku saat sedang bertarung denganku. kau merasa kuat bukan, kalau begitu akan aku tunjukkan seperti apa yang namanya kekuatan sebenarnya " teriak Zhong Kui.
Teknik iblis pemusnah, teknik ketiga murka dewa iblis.
Setelah meneriakkan nama tekniknya, dibelakang Zhong Kui dari kekosongan muncul kepala iblis raksasa berwarna ungu. Dan setelah itu dia menggerakkan tangannya menunjuk kearah Yan Xing yang kemudian kepala iblis raksasa melesat menuju Yan Xing.
Kepala iblis raksasa melesat cepat ingin menerkam dan menghancurkan Yan Xing. Namun Yan Xing tidak tinggal diam dia kemudian juga mengeluarkan teknik beladirinya.
Teknik pedang kesunyian, bentuk pertama tebasan tanpa suara.
Yan Xing menarik pedangnya dari sarungnya yang sebelumnya dia ambil dari dalam penyimpanan sistemnya dan kemudian melesat kearah kepala iblis raksasa dan mengayunkan pedangnya secara horizontal.
Pedang Yan Xing menghantam kepala iblis raksasa dan seketika menghancurkannya pada saat itu juga. Zhong Kui begitu terkejut saat melihat teknik beladirinya dapat dihancurkan dengan mudah oleh Yan Xing.
Dia kemudian ketakutan saat melihat sosok Yan Xing yang seperti dewa kematian untuknya. Sebagai orang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia kultivator tentu dia tahu jika dia tidak lari sekarang maka dia pasti akan mati ditangan orang yang ada di depannya.
Yan Xing tidak memberi kesempatan bagi Zhong Kui untuk berpikir kabur. Yan Xing terlebih dahulu memberinya serangan terakhir yang akan mengakhiri hidupnya.
Teknik pedang kesunyian, bentuk keempat kesunyian tanpa akhir.
Yan Xing yang sebelumnya berada didepan Zhong Kui tiba-tiba menghilang. Dan sedikit kemudian dia muncul kembali dibelakangnya dan diikuti dengan gerakan mengayunkan pedang secara horizontal.
Zhong Kui yang sebelumnya telah panik namun saat melihat bahwa dia masih selamat meskipun Yan Xing menyerangnya dengan teknik beladirinya tertawa dan mengejek Yan Xing.
" Ha ha ha, ada apa sepertinya serangan mu gagal " ejek Zhong Kui.
" Sepertinya dia belum menguasai sepenuhnya teknik beladirinya, sepertinya aku masih memiliki kesempatan untuk menang " gumamnya dalam hatinya saat melihat serangan Yan Xing tidak berhasil melukainya.
" ha ha ha, karena seranganmu telah gagal kini gilaranku jangan berpikir kau kali ini dapat menaha seranganku " ucap Zhong Kui dengan sedikit terkekeh.
Namun Yan Xing justru menyarungkan pedangnya dan berjalan menjauh darinya dan kembali ke arena bintang.
" Kau terlalu banyak bicara, sudah mau mati pun masih banyak bicara " ejek Yan Xing yang berjalan kembali ke arena bintang.
" Kemana kau pikir kau pergi saat membuat masalah denganku kembali kesini dan berlutut minta maaf padaku... " perkataannya berhenti saat dia tiba-tiba merasakan keanehan ditubuhnya.
arghhhhh
Secara tiba-tiba tubuhnya mengalami luka sayatan yang sangat dalam yang membuat darah tersemprot deras dari tubuhnya dan kemudian tubuhnya terpotong menjadi beberapa bagian.
Yan Xing sendiri melesat terbang kembali ke arena bintang dan meninggalkan tubuh Zhong Kui yang sudah dimakan oleh beberapa monster.
" Tidak tahu kenapa, meskipun aku membunuh dengan cara yang begitu brutal namun sedikitpun aku tidak merasakan apapun baik senang maupun sedih seakan-akan ini semua tidak terlalu berarti bagiku " ucapnya sembari terbang menuju arena bintang.
__ADS_1
" Huft, aku meningkatkan tingkat pemahamanku hanya agar pertarungan kami dapat sedikit menarik tapi tanpa kusangka justru membuat pertarungan ini terlihat membosankan " Yan Xing menghela napas dan mempercepat terbangnya.