CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )

CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )
88.Rencana Pencarian Jenderal Naga


__ADS_3

Tidak butuh lama bagi Feng Xiaoyin untuk dapat akrab dengan semua orang yang tengah bersenang-senang mengelilingi api unggun.


Dan itu semua berkat sifatnya yang pada dasarnya hangat dan ramah. Sehingga orang-orang merasa nyaman berada didekatnya.


Bahkan Yan Siyu, bibinya Yan Xing langsung dapat akrab dengan Feng Xiaoyin. Mereka berdua terlihat begitu dekat, sampai bahkan orang-orang lupa jika keduanya baru saja bertemu.


Malam itupun dipenuhi dengan suara canda ria dari semua orang hingga malam pun berakhir.


Keesokan paginya.


Didalam ruangan besar tempat dimana pasukan unit naga merah biasa melakukan pertemuan. Didalam ruangan besar itu juga tengah berkumpul Yan Xing, Yan Siyu, dan juga Sikong Jun.


Didalam ruangan besar tersebut telah tersusun rapi dua baris meja. Dan dibagian tengah terdapat sebuah kursi yang terlihat istimewa dibanding yang lainnya.


Dan dikursi yang bagian tengah itu jugalah Yan Xing tengah duduk. Sementara Yan Siyu dan Sikong Jun duduk di kursi sebelah kiri dan kanan yang tepat berada didepannya.


Berbeda dengan mereka yang berada didalam ruang pertemuan atau aula utama tersebut. Yang lainnya saat ini berada di ruang latihan pasukan unit naga merah.


Tepat disalah satu arena bertarung di dalam ruan latihan tersebut yang kini telah dipenuhi dengan orang-orang yang berada disekelilingnya.


Orang-orang tersebut saat ini tengah menyaksikan dua orang yang sedang berdiri di atas arena. Dan mereka adalah Zhang Fei dan Sikong Yue yang sudah sejak awal ingin bertarung dengan Zhang Fei.


Zhang Fei berdiri diatas arena dengan kedua tangannya yang terlipat didepan dadanya dan dengan tatapan mengejeknya. Sementara Sikong Yue sudah berdiri dengan kesal sejak tadi karena melihat Zhang Fei yang seperti meremehkannya.


Mo Yuanli sebagai murid pertama/tertua dari Yan Xing sekarang menjadi juri untuk kedua adik seperguruannya. Dia berdiri ditengah-tengah mereka dan melakukan apa yang biasa dilakukan oleh juri dalam pertandingan.


" Baiklah ini hanya latih tanding biasa, ingat tidak diperbolehkan membunuh dan mencederai lawan latih tanding dengan sengaja "


Mo Yuanli berdiri ditengah-tengah antara Zhang Fei dan Sikong Yue dan memberi peraturan dalam latih tanding yang akan mereka lakukan.


" Sikong Yue, apa kau sudah siap ? "


Mo Yuanli melirik Sikong Yue dan bertanya padanya apakah dia siap untuk bertarung. Dan dibalas dengan sebuah anggukan oleh Sikong Yue.


" Zhang Fei, bagaimana denganmu ? "


Kini giliran Zhang Fei yang ditanyainya.


Zhang Feni hanya menjawabnya dengan ebuah anggukan juga seperti yang dilakukan oleh Sikong Yue sebelumnya.


Pertandingan dimulai.


Mo Yuanli berteriak, menandakan pertandingan telah dimulai. Sikong Yue saat mendengar teriakkan Mo Yuanli, segera mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanannya dan melesat cepat kearah Zhang Fei.


Karena kesenjangan ranah kultivasi yang sangat besar diantara mereka berdua. Membuat Sikong Yue begitu kewalahan menghadapi Zhang Fei.


Dia telah berusaha dengan seluruh yang dia punya, namun tidak satupun dari serangannya berhasil tersampaikan kepada Zhang Fei.


Seberapa banyakpun dia menyerang dengan pedangnya dan dari arah manapun. Tetap saja Zhang dapat dengan mudah mengatasinya, dan bahkan dia tidak bergerak satu incipun dari tempatnya saat bertarung dengan Sikong Yue.

__ADS_1


Setelah pertarungan berjalan beberapa menit akhirnya Sikong Yue kelelahan dan menyebabkan daya serangnya semakin melemah.


Hingga akhirnya dia berhenti karena kelelahan. Sementara Zhang Fei masih tetap berdiri ditempatnya dengan tangan kanannya memegang tombaknya.


Zhang Fei sebenarnya tidak ingin menggunakan tombaknya. Namun agar tidak melukai harga diri Sikong Yue dia terpaksa menggunakannya.


Mo Yuanli yang sedari tadi berdiri disisi arena, saat melihat Sikong Yue yang tampaknya sudah tidak dapat bertarung lagi. Berjalan menghampiri wanita itu.


" Karena Sikong Yue sudah tidak dapat bertarung lagi, maka pertarungan selesai "


Teriak Mo Yuanli mengumumkan bahwa pertarungan telah berakhir.


Namun, Sikong Yue masih belum menerima kekalahannya. Dia berdiri perlahan dan berkata kepada Mo Yuanli.


" Tidak, aku masih dapat bertarung "


" Aku berkata, kau sudah tidak dapat bertarung lagi ! "


Mo Yuanli berbicara dengan nada yang sedikit dia tekan, sehingga membuat Sikong Yue menciut dan menyetujui pertandingan telah berakhir.


Dan sekali lagi Mo Yuanli menunjukkan jiwa kepemimpinannya sebagai murid pertama Yan Xing yang akan menjadi pengambil keputusan ataupun kepemimpinan dari saudara seperguruannya.


Setelah pertarungan antara Zhang Fei dengan Sikong Yue. Banyak orang-orang yang ingin melakukan latih tanding dengan Mo Yuanli dan saudara seperguruannya yang lain.


Seperti Yan Zhen dan teman-temannya, orang-orang dari pasukan unit naga merah. Bahkan Feng Guo dan Feng Xiaoyin juga tertarik untuk bertarung dengan mereka.


Feng Xiaoyin yang begitu terpukau dengan bakat murid-muridnya Yan Xing yang diusia dibawah 15 tahun, namun memiliki basis kultivasi yang hampir mengimbanginya.


Dan tentu saja itu semua karena mereka takut akan kena amuk Yan Xing. Jika terjadi sesuatu kepada Feng Xiaoyin, sementara Feng Xiaoyin hanya bisa pasrah dan duduk tenang sebagai penonton saja.


Kembali kesisi Yan Xing.


" Senior Sikong, sejauh yang aku ketahui terdapat 12 jenderal naga yang berada dibawah kepemimpinan ayahku, benarkah begitu ? "


Tanya Yan Xing yang memulai arah pembicaraan.


" Benar, yang mulia. Selain aku terdapat sebelas jenderal naga lainnya "


Ucap Sikong Jun.


" Lalu, apakah kau mengetahui dimana tepatnya posisi mereka saat ini ? "


Tanya Yan Xing.


" Setelah kematian yang mulia Yan Long, kami semua memilih jalan kami sendiri. Namun tidak menutup tali persaudaraan kami "


Ucap Sikong Jun.


" Dari perkataanmu aku dapat menyimpulkan, bahwa kau mengetahui semua keberadaan jenderal naga "

__ADS_1


Ucap Yan Xing yang menarik kesimpulan dari perkataan Sikong Jun yang sebelumnya.


" Benar yang mulia, aku mengetahui semua keberadaan jenderal naga yang lainnya "


Ucap Sikong Jun dengan dibarengi anggukan kepala.


" Namun, dengan kekuatanmu yang sekarang. Kemungkinan yang mulia akan kesulitan untuk meyakinkan jenderal naga yang berada diperingkat 5 besar "


Lanjut Sikong Jun.


Mendengar perkataan Sikong Jun membuat Yan Xing tertegun.


" Peringkat 5 besar, apakah para jenderal naga dibagi berdasarkan peringkat ? "


tanya Yan Xing.


" Ya benar yang mulia, dan penentuan peringkat didasari dengan kekuatan yang terlemah sampai yang terkuat.


Dan aku sendiri merupakan jenderal naga yang paling lemah atau peringkat 12 "


Ujar Sikong Jun.


" Selain aku diatasku masih ada jenderal naga yang lebih kuat lagi. Seperti jenderal naga jingga yang berada diperingkat 11.


Jenderal naga kuning diperingkat 10; Jenderal naga hijau peringkat 9; Jenderal naga biru peringkat 8; Jenderal naga biru muda/nila diperingkat 7, dan jenderal naga ungu diperingkat 6 "


Jelas Sikong Jun dengan panjang lebar.


" Lalu, bagaimana dengan lima lainnya ? "


Tanya Yan Xing yang bingung karena Sikong Jun hanya menceritakan tentang keenam jenderal lainnya.


" Ada alasan kenapa mereka berlima disebut jenderal 5 peringkat besar. Kesenjangan kekuatan antara jenderal naga peringkat 5 dengan ketujuh jenderal naga dibawahnya, bagaikan langit dan bumi.


Jenderal naga peringkat 5 disebut jenderal naga hitam; dan jenderal naga peringkat 4 disebut jenderal naga putih, jenderal naga peringkat 3 dipanggil jenderal naga abu-abu, dan dua jenderal naga terkahir adalah jenderal naga perak peringkat 2 dan jenderal naga emas peringkat 1 "


Ucap Sikong Jun menjawab pertanyaan Yan Xing.


" Jadi maksudmu, dengan kekuatanku yang sekarang belum cukup untuk meyakinkan mereka berlima, begitu bukan ? "


Yan Xing bertanya kepada Sikong Jun.


" Ya benar yang mulia "


Jawab Sikong Jun.


" Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Sekarang tugasmu adalah memberitahukan kepadaku lokasi kesebelas jenderal naga.


Dan untuk meyakinkan mereka, aku memiliki caraku sendiri. Kau akan mengetahuinya pada saatnya "

__ADS_1


Ucap Yan Xing sembari berjalan keluar dari ruang pertemuan tersebut.


__ADS_2