
Hutan tengkorak merupakan tempat yang paling berbahaya di benua emas. Dipenuhi dengan monster yang rata-rata telah berkultivasi hingga ranah true foundation.
Dan beberapa monster kuat yang menempati bagian dalam dan inti hutan tengkorak yang memiliki basis kultivasi ranah initial body hingga ranah Nescent Soul. Membuat hutan bagian dalam dan inti adalah tempat yang paling dihindari dan tidak ingin dimasukk oleh kultivator benua emas.
Namun saat ini suara ledakan terjadi disetiap penjuru bagian dalam hutan tengkorak. Untuk bagian intinya jangan ditanya lagi seberapa meriahnya ledakan yang seperti kembang api di festival.
Pelaku utama yang membuat hutan bagian dalam dan bagian inti hutan tengkorak semeriah layaknya sebuah festival. Tentu saja tidak lain Yan Xing dan kelima muridnya.
Kelima murid Yan Xing lah yang mengacak-acak bagian dalam hutan tengkorak. Sementara Yan Xing seorang diri membuat festival kesenangannya di bagian inti hutan tengkorak.
[Ding! Selamat host berhasil membunuh monster ranah initial body tahap 1, mendapatkan hadiah 18.000 PP dan 80 CP]
[Ding! Selamat host berhasil membunuh monster ranah initial body tahap 3, mendapatkan hadiah 32.000 PP dan 80 CP]
[Ding...]
[Ding...]
[Ding...]
[Ding...]
Pesan-pesan notifikasi dari sistemnya kian terus berbunyi dan bunyi itu dia anggap seperti musik untuknya. Terlihat bagaimana dia menari mengikuti irama pesan notifikasi yang muncul sembari membunuh para monster-monster secara membabi-buta.
" Disekitar ini aku hanya bertemu monster ranah initial body, dan setelah membunuh begitu banyak monster aku hanya mendapatkan 1.235.000 PP dan 3.750 CP " ucap Yan Xing sembari duduk diatas tumpukan mayat monster.
" Sepertinya aku harus masuk lebih dalam kebagian inti hutan, mungkin aku akan bertemu monster ranah Nescent Soul " Yan Xing bangkit berdiri diatas tumpukan mayat monster.
" Namun ngomong-ngomong bagaimana dengan kelima anak didikku,... " ucapannya terpotong dan tersenyum dia melanjutkan.
" Anak didik ha-ha-ha, emangnya aku guru sekolah " kekehnya.
" Lebih baik aku lanjut masuk lebih dalam, untuk kelima muridku aku yakin mereka dapat mengatasinya " Yan Xing melesat melompat diantara pepohonan.
Bisa saja Yan Xing terbang, namun Yan Xing lebih senang melompat diantara pohon-pohon agar tampak serupa seperti film anime yang dia sukai pada saat di bumi.
...
Disaat Yan Xing tengah dalam perjalanan untuk pergi lebih dalam dari bagian inti hutan tengkorak. Mo Yuanli yang berada di wilayah timur bagian dalam hutan tengkorak masih bertarung dengan monster-monster yang ranah initial body.
Menghadapi beberapa monster ranah initial body sekaligus membuat Mo Yuanli sedikit kerepotan mengatasinya. Namun dia tidak menyerah hanya karena musuh lebih banyak dia masih tetap teguh bertarung melawan monster-monster tersebut.
" Kalian pikir hanya karena jumlah kalian lebih banyak aku akan gentar menghadapi kalian, terima ini " Mo Yuanli meraung marah dan menerjang gerombolan monster-monster tersebut.
Teknik tinju api membara, teknik keempat tinju api malapetaka.
Dengan sarung tinju meteor yang sudah dia kenakan. Dia melompat dan turun menghantam tanah kobaran api muncul disekelilingnya dan membakar sekitarnya termasuk para monster terbakar habis tidak tersisa.
" Huft huft, aku terlalu banyak memakai qi ku " ucapnya masih dengan nafas tersengal-sengal.
" Aku akan memulihkan tubuhku dahulu kemudian pergi menemui guru di bagian inti " ucapnya sembari pergi dari tempat itu mencari tempat yang aman untuk memulihkan diri.
...
Di wilayah timur laut bagian dalam hutan tengkorak. Zhang Fei juga saat ini tengah bertarung menghadapi beberapa monster yang juga memiliki ranah initial body.
Teknik tombak kekacauan, teknik ketiga tombak guntur surya.
__ADS_1
Tombak yang ditangan Zhang Fei perlahan mulai mengeluarkan percikan petir disertai dengan semburan api yang menyelimuti tombaknya. Setelah dia mengangkat tombaknya keatas petir menyambar tombaknya.
Tombaknya kini semakin terselimuti api berwarna merah dan petir berwarna biru yang sangat terang. Dia kemudian melesat menghantam gerombolan monster tersebut dan membantai tanpa sisa.
Setelah berhasil menghabisi semua monster sama seperti Mo Yuanli. Zhang Fei juga memutuskan untuk pergi mengejar Yan Xing ke bagian inti.
Sementara tidak jauh darinya di wilayah barat daya bagian dalam hutan tengkorak. Seorang wanita tengah menari dengan pedangnya menebas satu persatu monster-monster yang ada didekatnya dan wanita tersebut tidak lain adalah Ji Wuyi.
Tarian pedang ilahi, tarian keempat.
Ji Wuyi dengan telaten mengendalikan pedangnya melayang mengelilinginya. Dia bergerak dengan langkah indah disertai dengan pedang yangelayang disekelilingnya membuat tarian yang begitu indah.
Setiap jalan yang dilaluinya membuat monster-monster yang berada disekitarnya mati dengan kepala terpenggal akibat ditebas oleh pedangnya. Hingga akhirnya semua monster habis dengan kepala terpenggal.
Setelah semua monster telah dipastikan telah habis dibuatnya. Ji Wuyi pergi menyusul Yan Xing di bagian inti hutan tengkorak.
Dua bersaudara Ou juga masih bertarung menghadapi monster-monster yang memiliki ranah initial body. Dikarenakan ranah mereka yang masih true foundation mereka harus kesulitan melawan monster-monster yang sedang mereka hadapi.
" Kakak hati-hati " teriak Ou Yalin saat melihat kakaknya akan diserang oleh salah seekor monster dari belakang.
Namun dengan cepat Ou Yalin memberikan serangan yang membuat monster tersebut terpental beberapa meter. Karena mencoba membantu kakaknya dia sampai melupakan monster yang saat ini tengah dia hadapi.
Akibatnya monster tersebut mendapat kesempatan dan mencoba menyerangnya.
Untungnya Ou Jilan melihatnya, dan dengan secepat yang dia bisa berlari menuju adiknya dan menyerang monster yang ingin menyerang adiknya.
" Yilan, terlebih dahulu kau kawhatirkan dirimu sendiri kemudian kawhatirkan aku " ucap Ou Jilan menasehati adiknya dengan nada sedikit dinaikkan.
" Tapi aku hanya ingin membantumu " ucap Ou Yalin dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Dengan menjaga dirimu tetap aman, itu sudah sangat membantuku " ucap Ou Jilan sembari tersenyum manis yang menyesali perbuatannya karena membentak adiknya.
" Uhmm " Ou Yalin menganggukkan kepalanya sembari membalas senyuman kakaknya dan kemudian naik keatas pohon yang tidak jauh dari mereka.
" Ayo Yalin kita selesaikan ini dan pergi menyusul guru " teriak Ou Jilan dengan tegas dan dibalas anggukan oleh Ou Yalin.
Alunan 9 keindahan, keindahan kedua.
Alunan musik indah berkumandang dari seruling yang ditiup oleh Ou Yalin. Dan saat itu juga disekelilingnya sebuah bola qi berwarna kuning muncul.
Setelah itu dia terlihat memerintahkan bola qi kuning tersebut dengan permainan irama serulingnya. Dan bola qi berwarna kuning tersebut pun mulai berterbangan menyerang monster-monster.
Sementara Ou Jilan juga dikelilingi oleh bola qi berwarna kuning mengerutkan keningnya. Namun sedetik kemudian dia terkejut saat seekor monster datang menyerangnya namun dengan cepat serangan tersebut dihadang oleh bola qi berwarna kuning tersebut.
Ou Jilan menyadari bahwa bola wi berwarna kuning disekelilingnya akan melindunginya sementara untuk para monster akan menyerang mereka dengan ganas.
Teknik belati pembawa kematian, teknik kedua sayatan fatal beruntun.
Tidak ingin kalah dengan sang adik Ou Jilan juga mengeluarkan teknik beladirinya. Dia melesat dan memberikan monster-monster tersebut tebasan beruntun, setidaknya setiap monster menerima 12 kali sayatan dan hal tersebut cukup untuk membunuhnya.
Dan pada akhirnya dengan kerja sama mereka yang begitu piawai mereka dapat membunuh semua monster yang menghadang mereka.
" Kakak, kita berhasil " Ou Yalin melompat turun dari pohon dan berlari menuju kakanya dengan wajah ceria.
" Ya benar, ayo pergi menyusul guru " ucap Ou Jilan mengajak adiknya dan disetujui oleh Ou Yalin.
Mereka berdua pun kemudian menghilang dari tempat tersebut dengan seketika. Dan kemana tujuan mereka pergi tentu saja di tempat dimana Yan Xing berada.
__ADS_1
....
" Apa kau yang telah menghabisi semua kawananku di hutan tengkorak ini ? " ucap sebuah suara dengan nada berat dan mengerikan yang keluar dari mulut seekor monster berbentuk ular dengan dua kepala dan suara suara tersebut berasal dari kepala ular sebelah kanan.
" Oh, sepertinya sudah saatnya bos terakhirnya bergerak " ucap Yan Xing datar sembari berjalan mendekati ular berkepala dua tersebut.
" Manusia aku bertanya kepadamu, berani sekali kau mengabaikan pertanyaanku " teriak ular berkepala dua tersebut dari kepala sebelah kiri.
...****************...
# Nama: Python guntur kembar
# Usia: 4999 tahun
# Ranah: Nescent Soul tahap puncak
# Kekuatan tempur: Ensoulment tahap 1
...****************...
...
" Kau begitu berisik, tidak bisakah kita mulai bertarung saja " ucap Yan Xing sembari mengorek telinganya.
" Beraninya kau bersikap sombong dihadapan kami " teriak kedua kepala ular berkepala dua tersebut dan melesat kearah Yan Xing.
Yan Xing hanya tersenyum tipis menanggapi ular berkepala dua tersebut yang mulai mendekatinya. Yan Xing berjalan santai kearah ular tersebut namun sebuah aura berwarna hitam kemerahan bocor dari tubuhnya.
...
Beberapa menit kemudian, tidak sampai setengah jam. Yan Xing telah berhasil mengalahkan ular berkepala dua tersebut.
Dia memenggal kedua kepala ular tersebut dengan tangannya yang sudah berubah menjadi pedang. Ya benar Yan Xing sudah mengaktifkan eternal symbiote-nya sebelumnya.
Bertepatan dengan berhasilnya dia mengalahkan python guntur kembar. Kelima muridnya telah sampai ditempatnya berada.
" Guru "
Kelimanya yang baru saja tiba langsung secara serentak berlutut menunduk hormat kepada Yan Xing.
" Sepertinya kalian juga sudah menyelesaikan bagian kalian masing-masing " ucap Yan Xing.
" Kami semua telah selesai menyelesaikan perintah yang guru berikan " ucap Mo Yuanli masih dalam posisi berlutut.
" Berdirilah " ucap Yan Xing memerintahkan mereka untuk bangkit berdiri.
" Aku juga telah menyelesaikan urusanku disini, kita sudah dapat pergi meninggalkan hutan tengkorak ini " lanjutnya.
" Baik guru "
Mereka berlima serentak menjawab.
Yan Xing dan kelima muridnya pun berjalan keluar dari hutan tengkorak kembali ketempat mereka meninggalkan profound ark mereka sebelumnya.
Setelah beberapa jam perjalanan mereka akhirnya tiba di dekat jalan masuk hutan tengkorak. Namun saat akan berjalan semakin mendekati jalan masuk hutan Yan Xing merasakan banyak keberadaan yang sedang menunggu di depan hutan.
" Sepertinya kita kedatangan tamu yang bermaksud mengantarkan nyawa mereka " ucap Yan Xing yang membuat kelima muridnya terkejut.
__ADS_1
" Namun karena mereka datang menghantarkan nyawa maka dengan senang hati aku akan mengabulkan permintaan mereka " lanjut Yan Xing.