CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )

CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )
114.Bing Menyue


__ADS_3

Feng Jian dan Yun Yinying sangat khawatir saat melihat putri satu-satunya mereka menghilang secara mengejutkan tepat dihadapan mereka.


Feng Jiajin sendiri tidak jauh berbeda dengan keduanya. Dia juga sangat khawatir saat cucunya satu-satunya yang sangat dia sayangi menghilang tepat didepan matanya.


Ketiganya pun serentak berjalan mendekat kearah Yan Xing. Saat mengingat bahwa Yan Xing lah yang memberikan artefak tersebut, mereka beramsusi bahwa Yan Xing mengetahui sesuatu.


Dan asumsi mereka bertiga sepenuhnya benar.


" Yan Xing, apa yang terjadi kemana putriku tiba-tiba menghilang ? "


Tanya Feng Jian kepada Yan Xing.


Feng Jian menatap Yan Xing lekat menginginkan sebuah jawaban. Selain dirinya masih ada dua orang lagi yang menunggu jawaban Yan Xing.


Dan masih ada lagi orang-orang yang ada di danau abadi yang juga penasaran dengan Feng Xiaoyin yang menghilang secara tiba-tiba.


" Senior Feng tenanglah tidak perlu khwatir, Yin'er saat ini tengah menerima warisan dari orang kuat "


Sembari tersenyum Yan Xing menjawab, dan jawabannya seketika membuat semua orang tersentak.


" Warisan orang kuat "


" Sialan, betapa beruntung gadis itu "


" Hei lihatlah, sebelumnya warisan itu ada ditangan pria itu. Tapi dia memilih memberikannya kepada wanita dari aula abadi itu "


" Kau benar, cinta seperti ini aku juga menginginkannya "


Setelah jawaban Yan Xing, orang-orang mulai gaduh mengatakan berbagai ocehan.


" Haha, putraku aku tidak menyangka Yin'er kecil kita memiliki keberuntungan yang besar "


Ucap Feng Jiajin dengan suara tawanya yang berat dan bergema kuat.


" Haha, ayah benar "


Feng Jian juga tidak kalah senang dengan sang ayah dan ikut tertawa bersama.


Berbeda dengan keduanya, Yun Yinying justru memikirkan sesuatu didalam benaknya yang membuat dia merasa penasaran.


" Kau bisa saja mengambil warisan tersebut untuk dirimu sendiri, lalu kenapa kau memilih memberikannya kepada putriku ? "


Ya, yang membuat Yun Yinying penasaran adalah alasan Yan Xing memilih memberikan warisan tersebut kepada Feng Xiaoyin dibandingkan mengambil untuk dirinya sendiri.


" Karena dia istriku, dan aku mencintainya "


Jawab Yan Xing simpel sembari tersenyum ramah.


Kedua mata Yun Yinying berkedut saat mendengar jawaban Yan Xing yang terkesan sederhana.


Dalam hatinya, Yun Yinying mengharapkan sebuah jawaban bijak keluar dari mulut Yan Xing. Tapi dia tidak menyangka jawaban yang keluar dari mulut pria tersebut adalah jawaban yang sangat sederhana.


Namun Yun Yinying juga senang mendengar jawaban dari Yan Xing. Dia akhirnya mengerti, bagi pria muda didepannya ini putrinya sangatlah berharga.


...


Sementara itu.


Di sebuah tempat yang dipenuhi dengan kegelapan yang bahkan seberkas cahaya pun tidak ada ditempat tersebut.


Tiba-tiba sebuah bunga-bunga yang membentuk pusaran angin muncul dan perlahan mulai menghilang dan digantikan dengan keberadaan seorang wanita dengan keindahan luar biasa.


Wanita tersebut adalah Feng Xiaoyin, yang setelah bunga-bunga yang menutupi pandangannya menghilang. Dari pandangan matanya dapat ditangkap bahwa dia sedang kebingungan.


Feng Xiaoyin merasa aneh, karena sebelumnya dia yakin masih ada di dalam medan perang kuno. Dan kini kenapa dia sekarang berada ditempat yang tidak dia kenal dan dipenuhi dengan kegelapan.

__ADS_1


" Dimana ini ? Bukankah seharusnya aku masih ada di medan perang kuno, terus kenapa aku sekarang berada disini ? "


Feng Xiaoyin menggumamkan berbagai pertanyaan yang ada didalam benaknya.


" Nona pewaris ini adalah tempat dimana kau akan menerima warisan Dewi bulan "


Tiba-tiba sebuah suara berseru dan hal tersebut sontak membuat Feng Xiaoyin terkejut.


" Siapa ? Tunjukkan dirimu ! "


Feng Xiaoyin memberanikan diri dan bertanya kepada suara tersebut.


Tiba-tiba sebuah pusaran angin yang terbentuk dari sekumpulan bunga yang sama dengannya sebelumnya namun memiliki ukuran jauh lebih kecil muncul didepannya.


Dan perlahan sekumpulan bunga tersebut mulai menghilang dan digantikan dengan keberadaan seekor rubah dengan dua ekor berwarna perak.


" Halo pewaris, kau bisa memanggilku Xiao Bao. Begitula Dewi bulan biasa memanggilku "


Ucap rubah kecil yang saat ini tengah melayang didepan Feng Xiaoyin.


" Oh, hai Xiao Bao "


Feng Xiaoyin menyapa rubah kecil itu dengan senyuman ramah.


" Tidak perlu berlama-lama lagi, sebaiknya kita pergi menemui Dewi bulan "


Ucap Xiao Bao yang segera bergerak kedepan meninggalkan Feng Xiaoyin yang masih mematung.


" Pergi ! Pergi kemana ? Disini tidak ada apapun, hanya ada kege... "


Belum sempat Feng Xiaoyin menyelesaikan kalimatnya. Sebuah fenomena aneh terjadi ditempat gelap tersebut, sehingga membuat Feng Xiaoyin diam membatu karena terkejut.


Tempat yang sebelumnya gelap kini mulai terlihat seberkas cahaya. Langit malam dan bintang-bintang menjadi pencahayaan di tempat tersebut, ditambah dengan Aurora yang cantik mempercantik tempat tersebut.


Ditempatnya berpijak sekarang mulai terlihat sebuah jalur lumayan luas yang dipenuhi dengan bebatuan dengan warna/i berbeda.


Xiao Bao yang sudah berjalan cukup jauh meninggalkan Feng Xiaoyin. Merasakan keanehan, karena tidak merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya.


Dia kemudian membalikkan badannya dan memelototkan kedua bola matanya kala melihat Feng Xiaoyin yang masih diam terpaku ditempatnya.


" Hei nona pewaris ada apa denganmu, kenapa diam saja disitu ? Cepat kemarilah ! "


Xiao Bao berkata sembari memperagakan gerakan memanggil dengan tangan mungilnya.


" Oh, aku datang "


Feng Xiaoyin tersentak dan sadar dari keterkejutannya saat Xiao Bao, si rubah kecil memanggilnya.


Dia kemudian berlari kecil mengejar Xiao Bao yang masih setia menunggunya. Setelah itu, keduanya kemudian melanjutkan perjalanan mereka.


Keduanya berjalan mengikuti jalanan yang terbentuk yang memang satu arah. Dan jalanan yang mereka lalui merupakan sebuah lorong yang dikedua sisinya ada pohon plum yang menjadi tembok.


Disepanjang perjalanan Feng Xiaoyin melihat bunga-bunga plum yang berguguran. Namun bunga-bunga tersebut sedikit aneh, sebab bunga-bunga tersebut menebarkan aroma yang harum dan menenangkan.


Dan yang lebih anehnya lagi, bunga-bunga plum yang berguguran itu selalu mengitari Feng Xiaoyin. Dan saat Feng Xiaoyin bergerak bunga-bunga tersebut akan mengikutinya.


Seperti saat Feng Xiaoyin menggerakkan tangan kanannya bunga-bunga tersebut juga akan mengikutinya. Dan hal tersebut menjadi sesuatu yang menarik menurutnya.


Dan alhasil Feng Xiaoyin selalu bermain-main dengan bunga-bunga plum yang berguguran tersebut disepanjang perjalanan.


Setelah beberapa saat berjalan, akhirnya mereka tiba di penghujung lorong. Dan saat Feng Xiaoyin melihat apa yang ada di penghujung lorong, Feng Xiaoyin tidak bisa tidak membelalakkan matanya terkejut.


Di lorong tempat mereka sebelumnya berjalan saja sudah begitu indah. Dan sekarang apa yang dia lihat didepan matanya bahkan jauh lebih indah.


Apa yang sekarang ada didepan pandangan Feng Xiaoyin adalah. Sebuah sungai dengan air yang sangat jernih, dengan langit malam yang indah dan cahaya bintang-bintang dan dikombinasikan dengan Aurora yang jauh lebih indah dari saat di lorong.

__ADS_1


Dan ditepian sungai terdapat daratan yang lumayan luas dan didaratan tersebut terdapat tumbuhan/tumbuhan yang tentu saja meskipun tidak banyak yang diketahui oleh Feng Xiaoyin, tapi dia yakin jika semua itu adalah tumbuhan herbal tingkat tinggi.


Selain tumbuhan herbal, masih ada batu/mineral yang biasa digunakan untuk meningkatkan kultivasi maupun menempa senjata. Dan sekali lagi batu/mineral tersebut tentunya juga adalah tingkat tinggi.


" Tempat ini sangat indah, dan juga energi spiritual ditempat ini jauh lebih murni dan melimpah dari yang ada di benua naga maupun Medan perang kuno "


Gumam Feng Xiaoyin merasa kagum dengan tempat dimana dirinya sekarang berpijak.


Pada kenyataannya, tempat dimana dia saat ini berpijak mengandung banyak energi yang terdapat di alam dewa dan energi tersebut adalah energi dewa.


Dan energi dewa jauh ribuan kali lebih baik dari energi abadi maupun energi spiritual dan tentu saja jauh lebih efisien berkultivasi dengan energi dewa tersebut.


Disaat Feng Xiaoyin asik menganggumi tempat tersebut. Xiao Bao terlihat berjalan mendekati sebuah bunga plum besar yang masih belum mekar yang berada ditengah-tengah sungai.


Ya di tengah sungai memang ada sebuah bunga plum besar yang masih tertutup belum mekar dengan sempurna.


Dan sejak awal Feng Xiaoyin masuk dia segera tertarik dengan bunga plum besar tersebut.


" Master, aku telah membawa nona pewaris menghadap kepadamu "


Ucap Xiao Bao sembari menundukkan kepalanya dengan hormat kearah bunga plum besar tersebut.


" Oh..Benarkah ! Biarkan aku melihat kualifikasinya.. "


Secara mengejutkan sebuah suara segera menggema keluar dari dalam bunga plum besar tersebut.


Tentunya Feng Xiaoyin terkejut, karena hanya dengan sebuah suara dapat memberikan tekanan yang begitu membuat orang merasa terintimidasi.


Dan hal yang lebih mengejutkan secara bergantian terjadi. Bunga plum besar tersebut perlahan-lahan mulai mekar dengan sempurna.


Dan saat bunga telah mekar sempurna, Feng Xiaoyin dapat melihat seorang wanita dengan nilai kecantikan yang sangat luar biasa tengah berbaring anggun diatasnya.


Wanita tersebut memiliki bentuk wajah sempurna dengan kulit seputih salju dan dikepalanya terdapat dua telinga rubah dan bola matanya yang berwarna biru cerah menambah kecantikannya, serta tidak lupa dibelakang pinggangnya terdapat 9 ekor rubah yang sangat indah.


" Oh... Menarik, kau memiliki tubuh beladiri yang superior bahkan lebih kuat dariku "


" Namun, tubuh beladiri mu dan tubuh beladiri yang akan aku wariskan memiliki atribut yang berbeda "


" Dan untuk menggabungkannya, jika berhasil maka memperoleh banyak manfaat. Tapi berbeda halnya jika gagal, kau akan langsung mati pada saat ini juga "


Jelas wanita tersebut panjang lebar.


" Siapa namamu gadis kecil ? "


Tanya wanita itu kepada Feng Xiaoyin.


" Senior, perkenalkan nama saya Feng Xiaoyin "


Ucap Feng Xiaoyin sambil mengatupkan kedua tangannya dan menundukkan kepalanya hormat.


" Feng Xiaoyin, aku Bing Menyue bersediakah kau untuk menerima warisanku dan menjadi muridku ? "


Bing Menyue bertanya kesediaannya kepada Feng Xiaoyin.


" Saya bersedia "


Jawab Feng Xiaoyin.


" Kau harus mengemban tugas untuk membalaskan dendam dan menyelamatkan orang-orang ku yang tengah diburu dialam dewa, apakah kau masih bersedia ? "


Tanya Bing Menyue sekali lagi memastikan kesediaan Feng Xiaoyin.


" Saya bersedia "


Jawab Feng Xiaoyin dengan tatapan tegasnya.

__ADS_1


Dan Bing Menyue yang melihat tatapan tersebut, mengulumkan senyum cerah di bibirnya.


__ADS_2