
Setelah keluar dari ruang pertemuan, Yan Xing berjalan santai dengan kedua tangan berada dibelakang punggungnya.
Setelah beberapa lama berjalan, dia tiba didepan pintu kamarnya. Untuk apa dia ketempat ini? tentu saja untuk bertemu dengan sang istri, Feng Xiaoyin.
Dia kemudian menggerakkan tangannya kearah gagang pintu yang ada didepannya. Kemudian secara perlahan dia membuka pintu tersebut yang memiliki dua daun pintu.
Namun saat pintu sudah berhasil sepenuhnya terbuka. Dia mengeryitkan dahinya, saat melihat orang yang ingin ditemuinya tidak ada didalam kamar tersebut.
Kemudian Yan Xing berpikir kemungkinan Feng Xiaoyin berada didalam toilet. Dia lantas segera berjalan menuju toilet dan tetap saja tidak menemukan Feng Xiaoyin.
Berikutnya dia berpikir kembali bahwa Feng Xiaoyin kemungkinan sedang bersantai di balkon kamar. Dia segera saja berjalan menuju balkon kamar, namun tetap saja dia tidak dapat menemukan Feng Xiaoyin disana.
Setelah mencari disemua ruang kamar namun tetap tidak menemukannya. Yan Xing berjalan keluar kamar dan bermaksud mencari diluar.
Namun, saat sudah berada diluar dia tidak punya ide untuk mencari dimana terlebih dahulu. Namun, untungnya seorang pelayan pria berjalan dihadapannya.
" Tunggu "
Yan Xing menghentikan langkah pelayan pria tersebut karena panggilannya.
" Ya, yang mulia. Ada yang bisa kulakukan untukmu ? "
Pelayan tersebut menghentikan langkahnya dan berjalan kembali kehadapan Yan Xing. Yang sebelumnya dia sudah melewati Yan Xing.
" Apa kau tahu dimana istriku berada ? "
Yan Xing bertanya keberadaan Feng Xiaoyin kepada pelayan tersebut.
" Tuan Puteri sekarang berada di ruang pelatihan dengan yang lainnya, yang mulia "
Pelayan tersebut menjawab pertanyaan Yan Xing dengan gestur tubuh hormatnya kepada Yan Xing.
" Baiklah, terima kasih "
Yan Xing mengucapkan terimakasih kepada pelayan tersebut, dan kemudian berjalan meninggalkan pelayan tersebut.
Yan Xing berjalan dengan langkah yang lumayan tergesa-gesa menuju ruang pelatihan yang sesua dengan perkataan pelayan tersebut.
Setelah beberapa menit perjalanan, Yan Xing akhirnya tiba di tempat ruang pelatihan berada. Dari luar ruangan dia sudah dapat mendengar suara orang yang sedang bertarung.
Dia melangkahkan kakinya memasuki ruangan tersebut. Langkah kakinya yang entah kenapa yang terlihat santai, namun dapat didengar oleh orang-orang dengan jelas.
Seluruh pasang mata yang tadinya sedang asik melakukan aktivitas mereka masing-masing. Kini mengalihkan pandangan mereka kearah Yan Xing.
Yan Xing menyapa mereka dengan sebuah anggukan, namun tetap dengan ekspresi datarnya dan acuhnya. Dia berjalan sembari mengedarkan pandangannya, hingga berhenti di salah satu sosok wanita yang tidak lain adalah Feng Xiaoyin.
Yan Xing berjalan terus menuju Feng Xiaoyin yang duduk bersebelahan dengan Fan Ling. Entah kebetulan apa yang membuat kedua wanita tersebut duduk bersebelahan.
" Xing'ge "
Teriak Feng Xiaoyin saat melihat Yan Xing yang berjalan kearahnya.
Dia kemudian berdiri dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya berjalan menuju Yan Xing.
Saat jarak diantara mereka sudah sangat dekat Feng Xiaoyin menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan Yan Xing. Dan tentu saja disambut dengan hangat oleh Yan Xing.
__ADS_1
Fan Ling yang melihatnya hanya bisa tersenyum miris. Dan memilih memalingkan pandangannya dari kedua pasangan tersebut.
" Xing'ge, kau dari mana saja. Saat aku bangun aku sudah tidak melihatmu dikamar "
Ucap Feng Xiaoyin, yang memang dia berada didalam satu kamar yang sama dengan Yan Xing. Dan apa yang mereka berdua lakukan hanya mereka berdua dan langit yang mengetahuinya.
" Aku memiliki sedikit urusan dengan bibiku dan Senior Sikong "
Ucap Yan Xing sembari menampilkan senyuman yang sangat manis yang bahkan membuat semua orang yang ada dalam ruangan tersebut terheran-heran.
" Dan kau sendiri apa yang kau lakukan disini ? "
Tanya Yan Xing.
" Aku menonton orang-orang yang sedang bertanding bersama murid-muridmu "
Ucap Feng Xiaoyin sembari menunjuk kearah Mo Yuanli dan yang lainnya yang tengah bertarung.
" Aku sebenarnya juga ingin berlatih tanding dengan murid-muridmu yang berbakat itu tapi mereka tidak mau berlatih tanding padaku "
Feng Xiaoyin berkata sembari menampilkan tatapan masam dan dengan bibirnya yang dia manyunkan dengan sengaja.
Sementara kedelapan murid Yan Xing yang saat ini sedang berlatih tanding. Hanya bisa bergidik ngeri saat melihat Feng Xiaoyin yang sepertinya mengadukan mereka.
" Kami masih menyayangi nyawa kami nona muda. Dari pada berlatih tanding denganmu lebih baik aku bertarung dengan ratusan orang mati-matian "
Batin Mo Yuanli saat melihat tingkah Feng Xiaoyin yang seperti mengadukan mereka.
Namun, Feng Xiaoyin tidak pernah memiliki niat untuk mengadukan mereka kepada Yan Xing. Dia melakukan hal tersebut karena murni dari reflek tubuhnya.
" Sudahlah jangan mengganggu mereka, bagaimana jika kita berjalan-jalan mengelilingi markas unit naga merah ini "
" Uhmm "
Feng Xiaoyin menganggukkan kepalanya setuju dengan usulan Yan Xing.
Mereka berdua kemudian berjalan keluar dari ruang pelatihan dengan tangan mereka yang saling bergandengan.
Orang-orang yang berada didalam ruang pelatihan hanya bisa menahan kesal melihat tingkah laku mereka yang menganggap mereka hanya sebagai nyamuk saja.
...
Tidak banyak tempat istimewa di markas unit naga merah yang dapat memanjakan mata Yan Xing dan Feng Xiaoyin.
Jadi mereka hanya bisa pergi ke padang bunga milik Lan Ziyu. Saat mereka tiba ditempat itu, Feng Xiaoyin begitu senang dengan pemandangan padang bunga tersebut.
Dia berlarian kesana-kemari dengan girangnya mengelilingi padang bunga yang memang terbilang indah dan asri tersebut.
" Xing'ge Padang bunga ini sangat indah, dan bunga-bunganya juga sangat beraroma "
Teriak Feng Xiaoyin sembari mencium aroma bunga-bunga yang terdapat di Padang bunga tersebut.
Dari pagi hingga sore hari mereka habiskan bersenang-senang di padang bunga tersebut.
...
__ADS_1
Malam haripun tiba Yan Xing dan Feng Xiaoyin telah selesai menikmati pemandangan padang bunga.
Kini mereka dan yang lainnya tengah mengadakan acara makan bersama.
Setidaknya terdapat hampir 20 meja panjang yang sudah dipenuhi oleh orang. Yan Xing dan Feng Xiaoyin, Yan Siyu, Sikong Jun, kedelapan muridnya, dan ketiga sepupunya bersama teman-temannya berada dimeja yang sama.
Diatas meja-meja panjang tersebut telah terhidang berbagai macam makanan yang sudah pasti lezat dan menggugah selera.
Tanpa menunggu lama mereka semua langsung menyantap makanan yang sudah terhidang tersebut dengan santapnya.
Saat semuanya sedang asik menikmati makanan, Yan Siyu mengambil satu gelas dan memukulkan pelan dengan sebuah sendok.
Ting.
Setelah dia memukulkan gelas tersebut dengan sendok terdengar sebuah bunyi yang membuat semua orang mengalihkan pandangan mereka kearah Yan Siyu.
" Hari ini kita memiliki banyak kebahagian, yang pertama adalah kembalinya keponakanku "
Teriak Yan Siyu dan mendapat tepuk tangan antusias dari semua orang.
" Yang kedua, akhirnya pasukan naga akan dapat berkumpul kembali "
Teriak Yan Siyu kembali dan disambut antusias oleh orang-orang lagi.
" Dan yang terakhir dan yang paling penting, akhirnya kini saatnya untuk menghancurkan kesombongan keluarga Xiao yang sudah menginjak-injak kemuliaan keluarga kekaisaran dan juga merugikan kekaisaran "
Kali ini dia berteriak dengan cukup kuat dan dipenuhi dengan emosi yang mendalam.
Dan kembali disambut meriah oleh orang-orang dan sama sepertinya mereka juga menyambutnya dengan emosi yang mendalam.
" Dan besok adalah hari dimana kita mulai melakukan pencarian kesebelas jenderal naga dan membentuk kembali pasukan naga "
Teriak Yan Siyu sebagai pengumuman terakhir.
Acara makan-makan tersebutpun telah berakhir dan semuanya telah kembali ke kamar mereka masing-masing.
Begitu juga dengan Yan Xing dan Feng Xiaoyin yang sudah berada didalam kamar mereka.
Feng Xiaoyin yang masih mencoba mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Tiba-tiba saja Yan Xing memeluknya dari belakang.
" Yin'er aku menginginkanmu "
Ucap Yan Xing dengan nada suara yang menggoda.
" Xing'ge semalam kau sudah menggempurku habis-habisan semalamam. Dan sekarang kau masih ingin melakukannya ? "
Tanya Feng Xiaoyin dengan ekspresi terkejut.
" Aku tidak pernah bosan menginginkanmu, Yin'er "
Ucap Yan Xing dengan hembusan nafas yang membuat Feng Xiaoyin juga mulai menginginkannya juga.
" Baiklah "
Jawab Feng Xiaoyin dengan wajahnya yang sudah memerah.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama Yan Xing segera mengangkat tubuh indah Feng Xiaoyin keatas tempat tidur dan langsung menggempur wanita tersebut.
Dan malam itupun suara ******* kenikmatan terdengar menggema dari dalam kamar mereka. Untungnya tidak ada siapapun disekitar mereka.