
...****************...
# Nama: Xiao Gui
# Usia: 54 tahun
# Gender: Pria
# Ranah: Ensoulment tahap 5
# Kekuatan Tempur: Ensoulment tahap 6
...----------------...
# Nama: Ximen Yang
# Usia: 54 tahun
# Gender: Pria
# Ranah: Ensoulment tahap 5
# Kekuatan Tempur: Ensoulment tahap 7
...----------------...
# Nama: Ximen Yong
# Usia: 53 tahun
# Gender: Pria
# Ranah: Ensoulment tahap 4
# Kekuatan Tempur: Ensoulment tahap 6
...****************...
...
Setelah mendapat persetujuan dari Yan Xing, ah long segera melesat kearah orang-orang dari keluarga Xiao dan aula kebangkitan.
Melihat ah long yang bergerak dengan cepat kearah mereka. Xiao Gui dan Ximen bersaudara juga bersiap-siap untuk menahan serangan ah long.
Mereka bertiga maju kedepan dan mulai bersiap-siap untuk menerima serangan yang akan diberikan oleh ah long.
Ketiganya menggabungkan kekuatan mereka dan memunculkan penghalang yang terbuat dari qi didepan mereka.
Ah long yang melihat penghalang tersebut tidak berniat menghentikan pergerakannya dan dia justru mendengus dingin dan terlihat sedikit tatapan mengejek diwajahnya.
Dia semakin mempercepat pergerakannya dan seperti sebuah peluru, dia melesat cepat hingga akhirnya menabrak penghalang tersebut.
Tanduknya yang bercahaya menabrak langsung penghalang yang diciptakan oleh Xiao Gui dan Ximen bersaudara.
Kreakk
Suara yang mirip retakan terdengar, dan suara tersebut berasal dari penghalang yang perlahan-lahan mengalami keretakan hingga akhirnya hancur berkeping-keping seperti kaca.
Boom
Suara ledakan terendam terdengar setelah penghalang tersebut rusak akibat kekuatan ah long dan ketiganya saling bersinggungan.
Dan menyebabkan ah long mundur sejauh tiga langkah. Sementara Xiao Gui dan Ximen bersaudara mundur sepuluh langkah dan mereka bertiga mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.
" Makhluk ini sangat kuat, kita bukanlah tandingannya "
Ucap Ximen Yang sembari menyeka darah yang keluar dari mulutnya.
" Lalu, apa yang harus kita lakukan tuan Ximen. Apakah kita lebih baik lari menyelamatkan hidup kita ? "
Xiao Gui memberi usulan.
Mendengar usulan yang dikatakan oleh Xiao Gui. Membuat banyak pemikiran terlintas di kepala Ximen Yang.
" Menghadapi makhluk ini saja sudah membuat kami bertiga kewalahan. Bahkan jika orang-orang yang ada dibelakangku ikut, pasti mereka juga akan ikut juga "
Ucap Ximen Yang dalam batinnya sembari melirik secara bergantian kearah orang-orang yang ada di belakangnya dan kearah Yan Xing dan yang lainnya.
" Sepertinya pertarungan ini memberatkan disisi kami, tampaknya kabur adalah jalan satu-satunya "
Batinnya sembari menghela nafasnya.
Namun, sesaat setelah dia selesai dengan pemikirannya. Sebuah bola petir bercahaya menghantam tubuhnya, dan mengirimnya melesat hingga menabrak salah satu pohon besar dan tertanam didalamnya.
Ughh ughh ughh
Ximen yang batuk-batuk hingga memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Dia kemudian mengangkat kepalanya.
Saat dia mengangkat kepalanya dia melihat pemandangan dimana banyak bola petir bercahaya lainnya yang melesat terbang kesana-kemari dan menghantam orang-orang dari keluarga Xiao dan juga aula kebangkitan.
Selain itu, dia juga melihat Xiao Gui dan juga adiknya tengah kewalahan menghalau bola petir bercahaya yang melesat kearah mereka seperti tidak ada habisnya.
Setelah itu tatapannya terpaku kepada sosok makhluk yang masih melayang dengan kokoh diudara.
Makhluk yang dimaksud adalah ah long dan dia jugalah yang menciptakan bola petir bercahaya yang menyerang orang-orang dari keluarga Xiao dan aula kebangkitan secara terus-menerus.
" Dasar binatang sialan, aku akan bertarung denganmu "
Teriak Ximen Yang dengan marah dan diapun mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya.
Dengan pedang yang dia genggam dengan tangan kanannya. Dia melesat dan berniat menyerang ah long.
" Kemarilah dan hibur aku "
Ah long mencibir dan berbicara dengan nada meremehkan. Dia pun juga melesat kearah Ximen Yang.
__ADS_1
Tang
Pedang milik Ximen Yang berbenturan dengan tanduk milik ah long.
Tang
Tang
Tang
Suara benturan antara pedang Ximen Yang dan tanduk ah long yang terjadi akibat bentrokan mereka berdua yang terus-menerus.
Setelah beberapa menit terlewati kini Ximen Yang terpojok karena serangan agresif dari ah long yang membuatnya sangat kewalahan.
Xiao Gui dan Ximen Yong yang melihat Ximen Yang yang semakin terdesak membuat keduanya menjadi panik.
" Hei kita harus membantu kakakku "
Ucap Ximen Yong dan dapat terlihat diwajahnya rasa panik.
" Tunggu kita harus mengatasi bola petir sialan yang tidak ada habisnya ini "
Ucap Xiao Gui dengan nada kesal, sembari menghancurkan bola petir yang menghampirinya satu-persatu.
" Abaikan saja bola-bola itu, dan sebaiknya kita pergi membantu kakakku "
Ucap Ximen Yong.
" Tapi jika kita mengabaikannya, maka bola-bola petir ini akan mengenai orang-orang kita "
Ucap Xiao Gui.
" Apa peduli kita terhadap sampah-sampah itu. Mereka hanyalah sampah, bahkan untuk mengatasi satu bola petir saja mereka tidak mampu "
Ximen Yong mendengus dingin.
" Ya kau benar mereka hanyalah sampah, selama kita dan tuan muda selamat itu sudah lebih dari cukup "
Ucap Xiao Gui bahkan tidak menunjukkan ekspresi mengasihani orang-orangnya.
" Setelah kita berhasil kabur dari sini, kita akan memikirkan cara untuk membalas mereka "
Ucap Ximen Yong.
Setelah keduanya selesai berdiskusi, mereka kemudian bergerak menuju kearah Ximen Yang yang sedang bertarung dengan ah long.
Ximen Yong yang melesat cepat kearah ah long mengayunkan pedangnya secara horizontal dan mencoba untuk menebas ah long.
Namun, ah long dapat menyadarinya dan segera menahan tebasan pedang tersebut dengan tandukan.
Ximen Yong sendiri bukan bertujuan untuk agar tebasannya berhasil mengenai atau melukai ah long.
Dia hanya mencoba untuk melemahkan efektivitas bertarung ah long untuk sementara. Sehingga kakaknya, Ximen Yang dapat terlepas dari ah long yang terus menyudutkannya.
Setelah itu disamping kiri mereka berdua Xiao Gui muncul dengan tombak ditangannya.
" Ho, jadi kalian bertiga berniat untuk maju bersama-sama ? "
Tanya ah long saat melihat ketiganya.
" Ha ha ha, kemarilah aku akan menemani kalian bermajn-main "
Ah long berkata dengan remeh.
" Bagus kalian berdua disini, ayo kita bertarung bersama dan menghabisi binatang sialan ini "
Ucap Ximen Yang dengan kesal.
" Kakak jalan satu-satunya untuk kita saat ini hanyalah kabur "
Ucap Ximen Yong.
" Apa yang dia katakan benar, kita harus mundur terlebih dahulu dan memikirkan cara untuk berurusan dengannya "
Ucap Xiao Gui sembari memegang erat tombak yang ada ditangannya. Baginya begitu memalukan untuk kabur dari pertarungan.
Bahkan bukan hanya Xiao Gui saja yang malu, kedua Ximen bersaudara juga malu. Bagi mereka bertiga, baru kali inilah mereka kabur dari pertarungan.
Tidak pernah sebelumnya mereka kabur dari pertarungan karena mereka selalu menang dalam pertarungan.
Mereka bertiga memiliki ciri khas yang sama yaitu, mereka selalu memilih lawan yang lebih lemah dari mereka.
Sedangkan untuk lawan yang memiliki kekuatan yang lebih kuat dari mereka. Bahkan untuk meliriknya saja mereka tidak akan berani.
Begitupula lah bagaimana mereka dapat bertahan hidup dan bahkan dapat memiliki basis kultivasi seperti sekarang.
" Kalian benar, untuk sekarang hanya patriak dan leluhur lah yang dapat berurusan dengan makhluk ini "
Ucap Ximen Yang setelah memikirkan apa yang dikatakan oleh keduanya dengan seksama.
Namun, yang mereka tidak sadari adalah makhluk yang ada didepan mereka tidak sedikitpun berniat melepaskan mereka.
Boom
Ketiganya terhempas sejauh beberapa meter dan menabrak tiga pohon yang saling berdekatan, dan dari mulut mereka bertiga memuntahkan seteguk darah segar dari celah-celah bibir mereka.
" Kalian terlalu lama berdiskusi diantara kalian masing-masing. Dan itu membuatku merasa bosan, jadi aku memutuskan menyerang kalian terlebih dahulu "
Ah long berkata sembari menunjukkan tatapan mengejek diwajahnya.
Ya, ketiganya terpental jauh akibat dari serangan kejutan ah long. Karena ketiganya tidak siap untuk menerimanya jadi mereka bertiga terpental cukup jauh hingga berhenti karena menabrak pohon.
Dilain sisi orang-orang dari keluarga Xiao dan aula kebangkitan yang lainnya. Saat ini tengah menghembuskan nafas terakhir mereka satu-persatu, saat bola petir milik ah long mengenai mereka.
Dan Yan Xing yang berada tidak jauh dari lokasi pertarungan memunculkan senyum tipis diwajahnya. Namun, senyumannya bukanlah karena melihat pertarungan yang ada didepannya.
__ADS_1
Dia tersenyum karena melihat notif dari sistemnya yang terus-menerus berdatangan saat bola petir ah long membunuh orang-orang dari keluarga Xiao dan aula kebangkitan.
[Ding..]
[Ding..]
[Ding..]
[Ding..]
[Ding..]
...
Notif-notif berupa pesan berbentuk layar hologram terus bermunculan didepannya, bahkan membuat kepalanya merasa pusing karena mendengar suara notifikasi yang sangat menggangu.
Yan Xing kemudian nelayang perlahan keudara dan melesat terbang secara perlahan juga menuju profound ark yang paling megah milik keluarga Xiao.
Saat dia sudah berada diatas profound ark, dengan keduatangan berada dibelakang punggungnya. Dia berjalan memasuki ruang yang terdapat di profound ark tersebut.
Dia terus berjalan secara perlahan hingga akhirnya dia tiba didepan pintu suatu ruangan. Ruangan dimana Yan Xing merasakan keberadaan sang istri, Feng Xiaoyin.
Dengan senyum cerah diwajahnya, dia menggerakkan tangannya untuk menyentuh gagang pintu.
Ceklek
Pintu pun berhasil dibukanya dan perlahan dia membuka daun pintu. Namun, apa yang dilihatnya saat ini membuat senyumannya memudar dan digantikan dengan amarah disertai dengan niat membunuh yang kuat.
Saat pintu sudah berhasil sepenuhnya terbuka dia melihat seorang gadis dengan paras cantik yang tidak lain adalah Feng Xiaoyin yang tengah tertidur begitu lelapnya.
Namun, dia juga melihat seorang pria yang berdiri disebelahnya yang terlihat ingin melecehkannya dan pria tersebut adalah Xiao Leng.
Xiao Leng yang mencoba melecehkan Feng Xiaoyin menghentikan niatnya saat merasakan keberadaan orang lain dibelakangnya.
Xiao Leng pun membalikkan tubuhnya kebelakang dan dia melihat Yan Xing yang berdiri dengan tatapan membunuhnya.
Sejenak dia takut saat melihat tatapan Yan Xing, namun dengan cepat dia menghilangkannya dan mulai berteriak kepada Yan Xing.
" Sampah, apa yang kau lakukan disini. Pergi dari sini jangan menganggu tuan muda ini untuk bersenang-senang "
Ujar Xiao Leng sembari mengarahkan telunjuknya kepada Yan Xing.
Namun apa yang terjadi sedetik kemudian membuatnya sangat terkejut dan berteriak kesakitan.
Arghhh
Xiao Leng meringis kesakitan saat dia melihat tangannya yang menunjuk kearah Yan Xing. Dia begitu terkejut saat mengetahui jari telunjuknya sudah tidak berada ditempatnya.
" berani sekali kau memotong jariku, lihat saja aku akan membalasmu "
Ucap Xiao Leng sembari meringis menahan sakit.
*Arghh
Arghh
Arghh
Arghhhh*
Namun, empat teriakan yang keluar dari mulut Xiao Leng berkumandang. Dan itu disebabkan oleh Yan Xing yang memotong keempat hari tangannya yang lain.
Yan Xing pun mulai berjalan dengan santainya tanpa memperhatikan Xiao Leng yang terduduk sembari meringis kesakitan menuju ranjang tempat Feng Xiaoyin terlelap.
Tanpa berpikir lama dia langsung menggendong tubuh istrinya yang masih terpejam dan membawanya keluar dari ruangan tersebut.
Saat dia berada tepat didepan pintu ruangan yang masih terbuka. Dia berkata kepada Xiao Leng.
" Kau pikir siapa dirimu, berani mencoba menyentuh wanitaku ?
Kali ini aku melepaskanmu, jadi saat kau kembali ke keluarga Xiao dan menyampaikan pesanku.
Waktu keluarga Xiao telah berakhir, dan itu semua akan terjadi saat kita bertemu di Medan perang kuno.
Aku bukannya takut langsung membunuh seluruh keluarga Xiao. Aku hanya tidak ingin kekaisaran Zhiliang dipenuhi oleh darah makhluk rendahan seperti kalian "
Setelah itu Yan Xing terus bergerak dan meninggalkan ruangan tersebut dan Xiao Leng yang meringis kesakitan.
Saat Yan Xing terus berjalan dia menerima notif yang menunjukkan bahwa ah long telah berhasil membunuh Xiao Gui dan Ximen bersaudara.
[Ding! Berhasil membunuh Ximen Yang ranah Ensoulment tahap 5, mendapatkan hadiah 180.000 PP dan 100 CP]
[Ding! Berhasil membunuh Xiao Gui ranah Ensoulment tahap 5, mendapatkan hadiah 180.000 PP dan 100 CP]
[Ding! Berhasil membunuh Ximen Yong ranah Ensoulment tahap 4, mendapatkan hadiah 160.000 PP dan 100 CP]
Dia melihat sebentar pemberitahuan tersebut dan mengalihkan pandangannya kewajah Feng Xiaoyin yang terlelap didalam gendongannya.
Yan Xing tersenyum sangat cerah saat dapat melihat kembali wajah wanita yang sangat ingin dia temui kembali.
Setelah Yan Xing merembes terbang menjauh dari profound ark. Lima orang yang memiliki rata-rata basis kultivasi ranah Golden Core berjalan masuk kedalam.
" Tuan muda apa yang terjadi padamu ? "
Tanya salah satu dari kelima orang tersebut.
" Jangan bertanya dan segera kembali "
Teriaknya dengan nada kesal.
Profound ark itupun mulai bergerak menjauh dari markas pasukan unit naga merah dan perlahan-lahan juga mulai meninggalkan hutan laut mati dan bergerak kembali menuju kekaisaran Zhiliang.
Kali ini dapat dikatakan keluarga Xiao dan aula kebangkitan mengalami kerugian yang lumayan parah. Dari sepuluh profound ark yang mendatangi markas unit naga merah yang tersisa hanyalah satu profound ark saja.
Dan orang-orang yang mereka kirim yang tersisa dan kembali hanyalah tersisa Xiao Leng dan lima orang lainnya.
__ADS_1