
Di suatu tempat terpencil yang tidak jauh dari lokasi tanah warisan kuno berada, sesua kesepakatan Yan Xing akan bertarung dengan Lu Yanfeng untuk membuktikan bahwa dirinya mampu melindungi Feng Xiaoyin.
Dua sosok pria yang memiliki perbedaan usia satu dekade berdiri saling berhadapan dan saling memberikan tatapan mengintimidasi satu sama lain.
huussh
Angin meniup pelan pepohonon yang ada disekitar mereka dan membuat daun-daun pepohonan mulai berguguran dan saat daun tersebut berhasil menyentuh tanah.
Mereka berdua Yan Xing dan Lu Yanfeng melesat bersamaan kearah satu sama lain dan saling membenturkan pedang mereka masing-masing.
" siapa sebenarnya anak ini, dia bahkan memiliki senjata tingkat tinggi " ucap Lu Yanfeng saat melihat pedang hitam Yan Xing.
Saat pedang mereka berdua saling berbenturan tekanan yang dihasilkan sangatlah kuat sehingga membuat mereka berdua sama-sama mundur beberapa langkah.
Saat jarak mereka telah melebar beberapa langkah mereka berdua mengambil nafas dan kemudian melesat kembali kearah satu sama lain.
Mereka saling bertukar serangan berkali-kali dan suara benturan dua pedang terdengar setiap penjuru tempat terpencil itu.
Lu Yanfeng melompat kebelakang membuat jarak antara dirinya dan Yan Xing dan setelah membuat beberapa segel tangan bersama dengan pedangnya.
Setelah itu pedangnya mengeluarkan sinar dan dia kemudian memutar pedangnya secara vertikal dan 8 pedang bercahaya muncul dari setiap sudut mata angin.
Dengan 8 pedang yang bercahaya tersebut Lu Yanfeng melesat dengan cepat kearah Yan Xing.
8 pedang penjuru mata angin
Setiap Lu Yanfeng mengayunkan pedangnya kearah Yan Xing 1 dari 8 pedang yang bercahaya tersebut akan ikut menyerang Yan Xing.
Dan saat Yan Xing mencoba menyerang Lu Yanfeng 8 pedang itu juga akan bergegas menghalau serangan Yan Xing.
" 8 pedang penjuru mata angin, merupakan teknik andalan Yanfeng teknik ini memiliki serangan dan pertahanan yang sama kuatnya " ucap Li Quangsheng sembari memerhatikan pertarungan antara Yan Xing dan Lu Yanfeng.
Mendengar ucapan Lu Quangsheng, Feng Xiaoyin dan yang lainnya hanya bisa menggaggukan kepala mereka.
__ADS_1
Kembali pada pertarungan antara Yan Xing dan Lu Yanfeng dimana Yan Xing semakin tertekan dengan teknik 8 pedang penjuru mata angin milik Lu Yanfeng.
Setiap serangannya selalu ditahan oleh 8 padang yang berputar disekitar Lu Yanfeng dan setiap Lu Yanfeng menyerang 8 pedang tersebut juga ikut menyerang membuat Yan Xing semakin sulit dalam pertarungan ini.
" aku harus mencari celah dari tekniknya, dan dengan satu serangan aku akan mengalahkannya " ucap Yan Xing.
Untuk dapat mencari celah dari Lu Yanfeng, Yan Xing memutuskan untuk bertahan menahan semua serangan yang dilancarkan oleh Lu Yanfeng.
" aku tidak menyangka kau dapat bertahan selama ini menghadapi kultivator ranah golden core sementara kau masih kultivator ranah true foundation " ucap Lu Yanfeng sembari terus menerus memberi serangan kepada Yan Xing.
Hingga beberapa menit kemudian Yan Xing akhirnya menemukan celah dari teknik Lu Yanfeng.
Yan Xing dengan cepat membuat jarak diantara mereka dengan menggunakan teknik langkah bayangannya.
Dan saat jarak diantara mereka telah melebar Yan Xing memposisikan pedangnya tepat dipinggang layaknya seorang samurai.
" dengan mengkombinasikan langkah bayangan dengan teknik pedang kesunyian " ucap Yan Xing.
teknik pedang kesunyian teknik pertama:
Setelah meneriakkan kata-kata tersebut Yan Xing melesat dengan cepat hingga bahkan 8 pedang yang mengelilingi Lu Yanfeng tidak dapat mengikuti kecepatannya.
Namun saat Yan Xing tepat berada didepan Lu Yanfeng dia menyerang Lu Yanfeng dengan gagang pedangnya sehingga Lu Yanfeng tidak mengalami luka hanya terpental jauh menghantam tanah dan diikuti Yan Xing yang kemudian berdiri sembari mengarahkan pedangnya kearah Lu Yanfeng.
" aku kalah " ucap Lu Yanfeng yang tergeletak ditanah.
" Xing'ge kau berhasil " Feng Xiaoyin berlari dan memeluk Yan Xing.
" sesuai kesepakatan, jika kau dapat mengalahkannya maka nona muda dapat terus bersamamu " ucap Li Quangsheng sembari berjalan mendekati mereka.
" namun kau harus mengingat, tepat dibulan ketujuh tahun esok kalian harus kembali ke benua naga " ucap Li Quangsheng menambahkan.
" aku mengerti, jika tiba waktunya kami pasti akan kembali kebenua naga " ucap Yan Xing.
__ADS_1
" sepertinya malam akan tiba lebih baik kita kembali kekota dan mencari penginapan " ucap Li Quangsheng saat melihat hari yang semakin larut.
Mereka semua menganggukkan kepala saat mendengar perkataan Li Quangsheng, dan segera pergi menuju kota.
Sesampainya di kota mereka berhasil menemukan sebuah penginapan yang menurut mereka cocok untuk mereka tinggali.
Saat malam hari tiba mereka memutuskan untuk segera beristirahat karena kelelahan sepanjang hari ini.
Saat pagi hari tiba Yan Xing terbangun dari tidurnya dan berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya Yan Xing berjalan keluar dari kamarnya dan mendatangi satu kamar yang tentu saja kamar tempat Feng Xiaoyin beristirahat.
Namun saat akan memasuki kamarnya Yan Xing menemukan kamar tersebut dalam keadaan kosong, dia tidak menemukan keberadaan Feng Xiaoyin di seluruh penjuru kamar.
Merasa ada yang tidak beres Yan Xing bergegas berlari menuju kamar tempat yang lainnya beristirahat, namun hasilnya sama saja tidak ada siapapun didalam.
Saat Yan Xing berjalan ingin keluar dari kamar terakhir yang diperiksanya didepan pintu kamar tersebut berdiri Li Quangsheng yang tampaknya telah menunggu Yan Xing.
" kau mengingkari janjimu, kau membawa Yin'er-ku pergi dariku " ucap Yan Xing dingin disertai tatapan tajam.
" aku tidak dapat berbuat apa-apa dalam hal ini, aku hanya menerima perintah untuk membawa nona kembali " ucap Li Quangsheng sembari beberapa kali menghela nafasnya.
" untuk kesepakatan kita aku terpaksa menipumu agar nona tidak curiga sehingga kami dapat dengan mudah membawa nona kembali " tambahnya kemudian.
" apa kau berpikir aku akan membiarkannya begitu saja " teriak Yan Xing penuh amarah.
Li Quangsheng tidak menghiraukan perkataan Yan Xing dan justru berjalan meninggalkannya.
" tidak akan kubiarkan kalian membawa Yin'er dariku " teriak Yan Xing yang berlari bermaksud untuk menyerang Li Quangsheng.
Namun dengan kultivasi Li Quangsheng yang sudah mencapai ranah Nescent Soul dapat dengan mudah menghempaskan Yan Xing dengan keras.
" dasar bodoh, jika kau dapat mencapai ranah Nescent Soul ataupun lebih tinggi, bukan tidak mungkin untuk bertemu dengan nona muda kembali "
__ADS_1
" dan lagi pula nona juga akan selalu menunggumu " ucap Li Quangsheng yang kemudian meninggalkan Yan Xing yang pada akhirnya pingsan.