
Yan Zhen dan keenam orang dari aula abadi saa ini tengah dikepung oleh puluhan orang dari aliansi aula kebangkitan dan keluarga Xiao.
" Kita harus segera keluar dari situasi ini, jika tidak kita bisa terbunuh ditangan mereka "
Ucap Yan Zhen yang melihat tampaknya mereka tidak bisa berhadapan dengan aliansi aula kebangkitan dan keluarga Xiao yang memiliki jumlah orang empat kali lipat dari mereka.
" Tapi bagaimana saudara Yan ? Lihatlah tidak mudah untuk kabur dari begitu banyaknya mereka yang mengelilingi kita "
Ujar Gu Shao yang tidak dapat memikirkan sebuah cara untuk kabur dari begitu banyaknya orang-orang dari aliansi aula kebangkitan dan keluarga Xiao.
" Terus, apakah kita akhirnya harus bertarung habis-habisan dengan mereka semua ? "
Ucap Dong Zhun yang mulai membuka suaranya.
" Bagaimana jika kita melakukan ini, kita bertarung habis-habisan. Namun juga berusaha untuk membiarkan satu orang saja dapat kabur dan memanggil bantuan "
Wu Lei menyarankan sebuah cara kepada Yan Zhen dan yang lainnya.
" Apa yang diusulkan saudara Wu dapat kita coba "
Yan Zhen menganggukkan kepalanya menyetujui saran Wu Lei.
Begitu juga dengan Gu Shao dan temannya yang lainnya yang juga menganggukkan kepala mereka tanda setuju dengan saran Wu Lei.
" Baiklah kita akan mengikuti cara Wu Lei, siapapun yang memiliki kesempatan untuk kabur segera kabur secepat mungkin dan segera cari bantuan "
Kali Gu Shou memberi arahan layaknya tengah memerintahkan sebuah tentara.
Semuanya pun serentak menganggukkan kepala mereka dan mulai bersiap-siap untuk bertarung.
Ting ting ting.
Pertempuran pun pecah diantara kedua kubu, suara dentingan pedang yang saling beradu pun mulai terdengar.
Yan Zhen sesaat pertempuran telah dimulai dia segera menerjang kearah Xiao Leng untuk melawannya.
Dikarenakan salah satu tangan Xiao Leng telah tiada. Jadi Yan Zhen dapat mendominasi pertarung dengan mudah.
Namun sayangnya beberapa murid dari aula kebangkitan dan keluarga Xiao datang membantu Xiao Leng dan membuat situasi menjadi berbalik.
Tidak hanya bagi Yan Zhen, Gu Shou dan yang lainnya juga tengah kesulitan menghadapi yang setidaknya 3-5 orang sekaligus.
Alhasil lama-kelamaan kubu Yan Zhen dan aula abadi semakin terpojok karena kalah jumlah dengan aula kebangkitan dan keluarga Xiao.
Namun, seakan langit tengah membantu mereka. Salah satu rekan mereka mendapatkan celah untuk kabur.
Tanpa menunggu lama orang tersebut yang adalah Jian Fu segera berlari dengan sangat cepat agar tidak dapat diikuti oleh aula kebangkitan dan keluarga Xiao.
Yan Zhen dan yang lainnya juga tidak tinggal diam. Mereka segera memberikan waktu bagi Jian Fu agar memiliki cukup waktu untuk kabur dengan menahan orang-orang dari aula kebangkitan dan keluarga Xiao dari mengejarnya.
Namun usaha mereka tidak bertahan lama karena ada beberapa murid dari aula kebangkitan yang berhasil lolos dari mereka dan mulai mengikuti Jian Fu.
Yan Zhen ingin menghentikan mereka, namun dia sudah terlebih dahulu di halang oleh Xiao Leng.
" Kau pikir kamu ingin kemana pangeran ? "
Seringai tipis terlihat di wajah Xiao Leng.
Disisi Jian Fu, dia segera berlari dengan kecepatan terbaiknya. Dia mencoba melirik kebelakang dengan harapan bahwa tidak ada satupun orang yang mengikutinya.
Namun saat dia melihat kebelakang dia membelalakkan matanya saat melihat tiga orang dari aula kebangkitan tengah mengejarnya.
" Sial ! mereka menyusul dengan begitu cepat "
Umpat Jian Fu.
Tidak ingin orang-orang dari aula kebangkitan mendahuluinya. Jian Fu mempercepat langkahnya agar dapat meninggalkan mereka.
Namun, lama-kelamaan jarak antara dirinya dan orang-orang dari aula kebangkitan mulai mengecil.
Jian Fu tentu tidak ingin itu terjadi, dia kemudian kembali menambah kecepatannya dan menjauh dari mereka.
Namun tetap saja orang-orang dari aula kebangkitan juga dapat menyusulnya dan jarak diantara mereka juga semakin dekat.
Sedikit demi sedikit jarak antara dirinya dengan orang-orang dari aula kebangkitan semakin terpotong.
Dan hingga akhirnya orang-orang dari aula kebangkitan berhasil menyusulnya dan memberikan serangan dengan pedang mereka kearah Jian Fu.
Jian Fu juga tidak membiarkan dirinya ingin ditebas begitu saja. Dia menghindari tebasan pedang tersebut dan balik menyerang mereka.
Pertempuran pun kembali pecah, Jian Fu bertarung dengan mengeluarkan semua yang dia mampu menghadapi ketiga orang dari aula kebangkitan.
Ting ting ting.
Suara dentingan pedang pun mulai terdengar saat pedang milik Jian Fu saling berbenturan dengan pedang orang-orang dari aula kebangkitan.
Mengahadapi tiga orang sekaligus dan dengan basis kultivasi yang sama dengannya, membuat Jian Fu semakin terpojok.
Boom.
Jian Fu dikirim terpental jauh hingga menabrak pohon besar oleh salah seorang dari aula kebangkitan.
Ketiga orang dari aula kebangkitan kemudian melesat kearah Jian Fu yang masih tertanam di pohon.
Ketiganya melesat bagaikan sebuah peluru yang ingin menghancurkan apa saja. Saat ketiganya mulai mendekati Jian Fu, dengan cepat pria itu menghindar.
Boooom.
Pohon yang dihantam oleh ketiga orang tersebut jtumbang sementara Jian Fu berhasil kabur.
__ADS_1
Ketiganya kembali melesat kearah Jian Fu dan begitu seterusnya. Jian Fu harus dipaksa bertarung secara defensif, karena ketiga orang dari aula kebangkitan sangat ofensif dan agresif.
Bertubi-tubi serangan pun kembali dilancarkan oleh ketiga orang dari aula kebangkitan.
Hingga akhirnya serangan mereka berhasil mengenai Jian Fu dengan telak dan membuat pria tersebut jatuh menghantam tanah.
" Urghh urghh "
Jian Fu tampak tubuhnya dipenuhi oleh luka dan darah disekujur tubuhnya. Dari celah sudut bibirnya juga mengalir darah.
" Huft huft, apa aku akan mati disini ? "
" Maafkan aku teman-teman aku tidak dapat mencari bantuan untuk kalian "
Ujar Jian Fu kepada dirinya sendiri dengan tampilan wajah menyesal.
Dia menatap ketiga orang yang tengah melayang diatasnya yang juga sedang mempersiapkan serangan mereka berikutnya untuk mengakhiri Jian Fu.
Jian Fu awalnya sudah menyerah, dia bahkan sudah menutup kedua matanya dengan pasrah.
Namun sebuah suara berhasil membuatnya kembali membuka kedua matanya alangkah terkejutnya dia melihat siapa yang saat ini ada didepannya.
" Jian Fu jangan khawatir semuanya telah baik-baik saja "
Ucap Feng Xiaoyin yang berjongkok didepan Jian Fu. Sementara ibu dan bibinya berdiri dibelakangnya.
" Kakak Xiaoyin "
Ucap Jian Fu dengan mata yang membelalak sempurna.
" Bibi Yun, bibi Feng "
Saoanya menyapa ketiga wanita tersebut.
" Ambillah pil ini "
Ucap Feng Xiaoyin memberikan Jian Fu pil pemulihan.
Jian Fu segera menelan pil tersebut, dan seketika itu juga tubuhnya telah pulih. Dia menatap ketiga wanita didepannya, lalu teringat bahwa dirinya tengah bertarung dengan orang-orang dari aula kebangkitan.
" Semuanya hati-hati "
Ucapnya dengan panik.
" Sudah jangan khawatir, mereka sudah dikalahkan "
Ucap Feng Xiaoyin sembari meminggirkan tubuhnya.
Saat Feng Xiaoyin meminggirkan tubuhnya dia membelalakkan matanya saat melihat sesosok pria dengan mudahnya mengalahkan ketiga orang dari aula kebangkitan.
...
Langkah mereka terhenti karena didepan mereka kini telah berdiri seorang pria dan memandang mereka dengan tatapan meremehkan.
Dan pria yang memandang mereka dengan tatapan meremehkan tersebut adalah Yan Xing.
Ketiganya terkejut karena kemunculan Yan Xing yang tiba-tiba dan mereka tidak dapat menyadarinya.
Saat salah satu dari mereka yang berada ditengah akan berbicara. Namun belum sempat dia berbicara sebuah pedang qi menusuk jantungnya.
Dua orang lainnya begitu terkejut dan mengalihkan pandangan mereka kearah Yan Xing.
Namun Yan Xing telah menghilang dari depan mereka. Keduanya pun menjadi waspada dan mengedarkan pandangan mereka keseluruh arah.
Tapi Yan Xing secara tiba-tiba muncul dibelakang mereka dan menusuk mereka berdua dengan pedang qi juga dan seketika itu juga mati ditempat.
Dia kemudian meleyang terbang menuju Feng Xiaoyin serta yang lainnya yang saat ini tengah menatapnya.
...
" Jian Fu kamu sendirian ? apa kamu belum bertemu dengan yang lainnya ? "
Tanya Feng Xiaoyin.
" Kakak Xiaoyin kita harus cepat, Gu Shou dan yang lainnya dalam bahaya "
Ucap Jian Fu yang seketika panik saat mengingat teman-temannya masih bertarung dengan orang-orang dari aula kebangkitan dan keluarga Xiao.
Melihat kepanikan dari wajah Jian Fu tidak ada yang bertanya dan memilih untuk segera bergerak mengikuti Jian Fu yang menuntun mereka.
Yan Xing yang diajak Feng Xiaoyin, tidak dapat menolak permintaan istrinya tersebut dan ikut dengan mereka juga.
Sepanjang perjalanan tatapan Jian Fu tidak dapat lepas dari Yan Xing. Dia penasaran dengan Yan Xing yang begitu dekat dengan Feng Xiaoyin.
" Maaf aku lupa memperkenalkan kalian Jian Fu perkenalkan dia adalah Yan Xing. Xing'ge perkenalkan dia adalah temanku Jian Fu "
Menyadari tatapan Jian Fu yang terpaku kepada Yan Xing. Membuat Feng Xiaoyin berinisiatif untuk memperkenalkan mereka.
" Kakak Xiaoyin, maaf jika lancang. Jika boleh tahu apa hubungan kalian berdua, karena kalian tampaknya sangat akrab ? "
Akhirnya Jian Fu merasa puas setelah berhasil mengeluarkan kata-kata yang ada dikepalanya.
" Oh aku lupa mengatakannya dia adalah suamiku, lebih tepatnya calon suamiku "
Ucap Feng Xiaoyin dengan senyumannya yang sumringah.
Mendengar jawaban Feng Xiaoyin, Jian Fu begitu terkejut hingga tidak sadar dia membuka mulutnya lebar dan matanya membelalak sempurna.
" Aku tidak menyangka kakak Xiaoyin dapat menemukan laki-laki sehebat ini "
__ADS_1
" Tidak tahu kenapa, setiap aku mencoba melihat kedalam dirinya. Seperti ada kekuatan yang menekankan seolah menolakku "
Batin Jian Fu.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mereka telah sampai ditempat Yan Zhen dan yang lainnya berada.
Saat tiba ditempat Yan Xing terlihat sedikit terkejut saat melihat Yan Zhen ternyata ada disana juga.
Yan Xing dapat melihat Yan Zhen yang tengah bertarung dengan Xiao Leng dan tiga orang lainnya.
" Xing'ge bukankah itu sepupumu, Yan Zhen ? "
Tanya Feng Xiaoyin.
" Sepertinya mereka tidak sengaja bertemu "
Jawab Yan Xing.
" Apa kau saling kenal dengan saudara Yan Zhen, tunggu nama kalian sama jangan bilang kalian memiliki hubungan darah ? "
Jian Fu bertanya kepada Yan Xing.
" Bukankah istriku sudah mengatakannya sebelumnya "
Ucap Yan Xing tanpa ekspresi.
" Haiiz, orang ini sangat dingin. Berbicara setidaknya berekspresi meskipun sedikit "
Batin Jian Fu dalam hatinya.
" Baiklah, sudah cukup bicaranya. Sebaiknya kita membantu mereka, karena tampaknya mereka sudah semakin terpojok "
Ucap Feng Yuyi yang melihat Yan Zhen dan yang lainnya mulai terpojok.
Mereka pun serentak menganggukkan kepala setuju dan mulai bergerak menuju Yan Zhen dan yang lainnya.
Namun saat keempatnya mulai bergerak menuju Yan Zhen dan yang lainnya. Yan Xing justru berhenti diam ditempatnya, sontak hal tersebut terlihat oleh Feng Xiaoyin.
" Xing'ge ada apa ? apa kau tidak ingin ikut dengan kami ? "
Tanya Feng Xiaoyin yang bingung dengan berhentinya Yan Xing.
" Tidak apa-apa, hanya dengan kalian saja sudah cukup mengalahkan mereka semua "
Ucap Yan Xing.
Apa yang dikatakan Yan Xing sepenuhnya benar, sebab orang-orang dari aula kebangkitan dan keluarga Xiao yang menyerang Yan Zhen dan yang lainnya.
Yang terkuat hanya berada di ranah Nescent Soul tahap 1. Sementara yang lainnya rata-rata basis kultivasinya hanyalah Initial body dan beberapa true foundation.
Dengan kekuatan Feng Xiaoyin,ibu, serta bibinya tentu saja dapat mengalahkan mereka semua dengan mudah.
Feng Xiaoyin juga setuju dengan pemikiran Yan Xing. Dan tanpa bertanya lagi dia segera pergi menuju tempat Yan Zhen dan yang lainnya.
Namun apa yang tidak Yan Xing beritahukan kepada Feng Xiaoyin adalah. Kebenaran tentang selain orang-orang dari aula kebangkitan dan keluarga Xiao yang menyerang Yan Zhen dan yang lainnya.
Masih ada satu orang yang bersembunyi diantara rindamnya pohon-pohon. Dan kekuatan orang tersebut juga tidak lemah, untuk Yan Xing mungkin masih lemah.
Setelah Feng Xiaoyin dan ketiganya tiba mereka dapat mengalahkan orang-orang dari aula kebangkitan dan keluarga Xiao.
Dan dalam sekejap situasi pertempuran sepenuhnya berbalik kepada mereka. Sementara Xiao Leng dan aula kebangkitan menjadi yang terpojok.
Namun, disaat mereka semakin terpojok seorang pria muncul dari balik pohon-pohon dan berdiri menghalangi Feng Xiaoyin dan yang lainnya yang tengah mencoba menyerang orang-orang dari aula kebangkitan dan keluarga Xiao.
" Cukup sampai disini kalian tidak dapat bergerak lebih jauh "
Ucap pria tersebut.
" Luo Xiao sang iblis gila "
Ucap Feng Yuyi.
Luo Xiao merupakan salah satu tetua dari aula kebangkitan dan basis kultivasinya adalah ranah Ensoulment tahap 5 dan dia memiliki julukan iblis gila karena kegilaannya saat bertarung.
" Ho, aku tidak menyangka nona muda dari aula abadi mengenaliku. Aku merasa tersanjung "
Ucap Luo Xiao sembari memperagakan gerakan memberikan hormat dengan tangan didepan dada dan tangan satunya lagi berada dibelakang pinggangnya kemudian diikuti dengan gerakan membungkuk hormat.
" Namun sepertinya aku harus meminta maaf kepada kalian. Karena aku harus membunuh kalian para wanita cantik "
Ucap Luo Xiao yang kemudian secara tiba-tiba dia menghilang dari tempatnya.
Feng Xiaoyin serta yang lainnya menjadi terkejut saat Luo Xiao menghilang. Mereka memasang sikap waspada dan melihat sekeliling.
Namun Luo Xiao justru muncul didepan mereka dengan gerakan telapak tangannya yang mencoba menyerang mereka.
Saat dia mencoba menyerang Feng Xiaoyin dan yang lainnya dengan telapak tangannya. Dia memiliki 100% keyakinan jika serangannya akan berhasil.
Begitupula dengan Xiao Leng dan orang-orang dari aula kebangkitan yang seperti mempunyai secerca harapan dengan kehadiran Luo Xiao.
Namun apa yang terjadi berikutnya membuat mereka semua terdiam. Telapak tangan Luo Xiao yang tinggal beberapa meter lagi akan mengenai Feng Xiaoyin dan yang lainnya.
Sebuah dinding pelindung muncul dan menahan serangan telapak tangan dari Luo Xiao.
Lalu dari balik pepepohon, dengan cara yang sama sepertinya. Yan Xing terbang perlahan kearah mereka.
" Apa kau sudah mendapatkan izin dariku untuk menyakiti istriku "
Ucap Yan Xing dengan nada dingin dan tatapannya yang dipenuhi dengan keinginan membunuh.
__ADS_1