CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )

CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )
81.Interaksi Antara Bibi Dan Keponakan


__ADS_3

Sikong Jun dan seluruh anggota perompak naga ataupun unit naga merah masih setia berlutut dihadapan Yan Xing.


Sementara Yan Xing yang juga masih berdiri dihadapan mereka dan menatap mereka tanpa memperlihatkan ekspresi apapun.


Sementara Yan Siyu yang tengah berdiri disamping dan memperhatikan mereka. Saat melihat wajah tanpa ekspresi Yan Xing, membuatnya sedikit gelisah.


Sebab Yan Siyu mengetahui bagaimana hubungan Yan Xing dan ayahnya yang tidak terlalu dekat. Jadi untuk mencairkan suasana dia mulai mengangkat bicara dan memerintahkan mereka untuk segera berdiri.


" Kalian berdirilah, lagipula keponakanku tidak terlalu mempedulikannya, bukankah begitu ? " ucap Yan Siyu sambil menatap Yan Xing.


Sikong Jun dan seluruh anggota unit naga merah menoleh kearah Yan Siyu saat wanita itu berbicara. Dan beberapa menit kemudian mereka kembali mengalihkan pandangan mereka kearah Yan Xing.


Sementara Yan Xing saat dia melihat tatapan sang bibi akhirnya mulai membuka mulutnya dan berbicara.


" Berdirilah " ucap Yan Xing singkat.


Setelah mendapatkan izin untuk berdiri, Sikong Jun dan seluruh anggota unit naga merah segera berdiri.


Setelah melihat mereka semua sudah tidak berlutut lagi, Yan Siyu berjalan mendekati Yan Xing dan berbisik ditelinganya.


" Yan Xing, bisakah kita berbicara hanya berdua saja " bisik Yan Siyu.


Saat mendengar bibinya berbisik padanya membuat Yan Xing menjadi sedikit terkejut. Sebab cara bibinya memanggilnya berbeda dengan apa yang dia ingat.


Dalam ingatannya, Yan Xing dan bibinya memiliki hubungan yang sangat dekat. dan bibinya juga biasa memanggil Yan Xing dengan cara yang sama ibunya memanggilnya, dan Yan Xing biasa dipanggil Xing'er oleh ibunya.


Dan beberapa orang lainnya yang juga memanggil Yan Xing dengan panggilan tersebut adalah, bibinya Yan Siyu, pamannya Yan Zhong beserta istrinya Fan Wuya.


Selain mereka bertiga Yan Xing juga memiliki hubungan yang cukup baik dengan ketiga sepupunya, yang merupakan anak-anak dari pamanya Yan Zhong dan bibinya Fan Wuya.


Jadi saat bibinya memanggilnya dengan nama lengkapnya, membuat Yan Xing terkejut dan bertanya-tanya mengapa bibinya terlihat membuat jarak diantara mereka.


Namun untuk saat ini dia hanya diam saja dan menunggu waktu yang tepat untuk bertanya pada bibinya.


Yan Xing pun menganggukkan kepalanya menyanggupi permintaan dari sang bibi.


" Bisakah kalian memberikan kami waktu berdua saja ? " setelah Yan Xing menyanggupi permintaan untuk berbicara hanya berdua saja, Yan Siyu memerintahkan Sikong Jun beserta yang lainnya untuk meninggalkan mereka berdua.


Sikong Jun pun menganggukkan kepalanya dan berjalan menjauhi mereka berdua, begitupun dengan orang-orangnya.


Sementara Mo Yuanli dan saudara seperguruannya yang lain masih berdiri diam dan menatap Yan Xing, seperti menyiratkan apakah kami pergi juga ?.


Yan Xing pun mengiyakannya dengan memberikan mereka sebuah anggukan kepala.


Dan saat ini tinggalah Yan Xing dan Yan Siyu sendiri. Namun meskipun sudah hanya tinggal mereka berdua, Yan Siyu yang mengajak Yan Xing untuk berbicara berdua saja masih tetap bungkam dan tidak mengatakan sepatah katapun.


Selama setengah jam mereka hanya berdiri diam saja. Yan Siyu yang berdiri dengan canggung sementara Yan Xing berdiri diam dan menunggu bibinya mengeluarkan apa yang ingin dia bicarakan.


Menit teruspun masih berlalu namun Yan Xing dan Yan Siyu masih tetap saling bungkam. Hingga akhirnya Yan Xing pun mulai mengangkat bicaranya.


" Bibi, kenapa bibi berlagak seperti kita orang luar. Aku masihlah Xing'er yang bibi kenal, jadi perlakukan lah aku seperti biasanya "


Sembari tersenyum ramah Yan Xing berkata kepada bibinya.


Saat Yan Siyu mendengar ucapan Yan Xing tersebut kebahagian bercampur kesedihan tidak dapat dia bendung. Segera dia bergerak kearah Yan Xing dan memeluknya.

__ADS_1


Yan Xing pun tanpa keberatan membalas pelukan hangat yang diberikan bibinya kepadanya.


" Maafkan bibi, bibi hanya khawatir kau membenci bibi karena tidak pernah menemuimu saat di benua naga.


Namun sepertinya itu hanya kekhawatiran bibi saja. "


Yan Siyu berkata sambil memeluk Yan Xing dan disertai dengan air mata yang mengaliri pipinya.


" Kenapa bibi bisa berpikir seperti itu, bagaimana mungkin aku membenci bibi hanya karena alasan sepele seperti itu.


Aku juga tahu bibi pasti memiliki alasan sendiri, sehingga bibi tidak dapat menemuiku. Aku memakluminya, jadi bibi tenang saja dan perlakukalah aku seperti Xing'er yang bibi kenal. "


Ujar Yan Xing sembari menepuk-nepuk pundak bibinya, dengan bermaksud untuk menenangkan bibinya.


Namun hal tersebut justru membuat Yan Siyu jengkel. Wanita itupun melepaskan pelukannya, sambil mengusap air mata di pipinya dia berbicara dengan nada sedikit kesal.


" Kenapa kau memperlakukan bibi seolah-olah bibi ini anak kecil, hah ? "


Kesal Yan Siyu dengan kedua tangannya menyentuh dikedua sisi pinggangnya.


Yan Xing pun hanya terkekeh geli saat melihat tingkah bibinya yang kesal. Dan mereka berdua pun hanya saling memandang dan detik berikutnya mereka saling tertawa dengan bahagia.


Namun dia menyadari sejak saat ini tembok yang menghalanginya dengan bibinya telah runtuh seketika.


Dan sejak saat itu juga hubungan bibi dan keponakan telah kembali sebagaimana semestinya.


Setelah puas tertawa Yan Siyu pun mulai kembali mengangkat bicaranya.


" Bagaimana kau menjalani hidupmu selama ini ? "


" BI i dapat melihatnya sendiri, tidak ada yang jauh berbeda aku tetaplah aku. Xing'er yang bibi kenal.


Namun mungkin yang sedikit berubah adalah sekarang aku dapat berkultivasi. "


Sembari merentangkan kedua tangannya Yan Xing berkata dengan senyuman diwajahnya.


" Kau benar juga, sejauh yang bibi tahu seorang yang dapat berkultivasi dan yang tidak memancarkan suasanan yang berbeda saat kita berada didekatnya.


Dan suasan yang bibi rasakan darimu adalah suasana saat berdekatan dengan orang yang dapat berkultivasi, jadi sekarang kultivasimu sudah mencapai ranah apa ? "


Dengan satu tangan didepan dadanya dan tangan satunya lagi menyentuh dagunya. Yan Siyu berjalan dan mengelilingi Yan sing sambil menelisik seluruh tubuhnya.


" Bibi dapat mencoba menebaknya sendiri ! "


Daripada menjawab pertanyaan bibinya Yan Xing justru menyarankan bibinya untuk menebak.


" Saat seorang kultivator tidak dapat melihat ranah kultivasi kultivator lainnya, hanya ada dua kemungkinan.


Kultivator yang ingin dia lihat kultivasinya memiliki teknik yang dapat menyembunyikan ranah kultivasinya.


Atau kultivator tersebut memiliki ranah kultivasi yang lebih rendah dari kultivator yang ingin dia lihat ranah kultivasinya. "


Masih dengan posisi tangan yang sama Yan Siyu mengungkapkan isi kepalanya setelah beberapa menit berpikir.


" Ya bibi benar menebaknya, namun aku tidak memiliki semacam teknik yang dapat menyembunyikan ranah kultivasiku "

__ADS_1


Ucap Yan Xing dibarengi dengan senyuman tipisnya.


" Bibi sudah menerobos ranah kultivasi golden core, namun bibi tidak dapat melihat kultivasimu.


Bukankah itu berarti bahwa ranah kultivasimu adalah ranah Nescent Soul. "


Teriak Yan Siyu dengan keterkejutan diwajahnya.


Sementara Yan Xing hanya menanggapi keterkejutan bibinya dengan sebuah senyuman saja.


" Haha, aku tidak menyangka setelah bertahun-tahun tidak ketemu. Ternyata keponakanku telah menjadi sosok naga yang terbang tinggi kelangit.


Memang naga tetaplah akan menjadi naga. "


Ucap Yan Siyu dengan kebahagiaan yang tidak dapat dia sembunyikan.


Yan Siyu masih tetap tertawa saat memikirkan keponakannya yang sudah berhasil menerobos ranah Nescent Soul, dan tidak lama lagi dia akan berhasil menerobos ranah Ensoulment juga.


Tidak dapat dibayangkan seberapa besar kebahagiaan yang dimiliki oleh Yan Siyu saat ini.


" Melihat pencapaianmu sepertinya kau memiliki banyak wanita yang ingin menjadi meilikmu. Dan beberapa orang yang ingin mengikutimu "


Yan Siyu berbicara dengan antusias namun dirinya tidak menunjukkan tanda-tanda ingin berhenti berbicara.


" Oh, aku sebelumnya melihat delapan orang yang tampaknya sangat mematuhimu. Siapakah mereka ? "


Yan Siyu mengajukan sebuah pertanyaan sebagai tambahan.


" Ah mereka! mereka adalah murid-muridku "


Yan Xing menjawab dengan cepat.


Yan Siyu pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Namun detik kemudian dia kembali mengajukan pertanyaan yang kali ini lebih pribadi.


" Lalu bagaimana dengan wanita, apakah kau sudah memiliki seorang wanita yang ada di sisimu ? "


Pertanyaan yang diajukan Yan Siyu terlalu lugas dan hal tersebut membuat Yan Xing sedikit mengeryitkan dahinya sembari mengelus-elus kepala belakangnya.


" Aku sudah memiliki seorang wanita yang sangat istimewa disisiku. Dan selain karena ingin kembali ke kekaisaran, kerena dia jugalah aku datang ke benua naga "


Ucap Yan Xing yang tersenyum saat sebuah ingatan melintas dipikirannya.


Saat melihat Yan Xing tersenyum, membuat hati Yan Siyu bahagia karena tampaknya Yan Xing memiliki orang yang berarti dihatinya.


" Sepertinya keponakan bibi sudah dewasa "


Ucapnya sembari menyentuh pucuk kepala Yan Xing.


" Bibi kau bercanda ! aku sudah nerusia 21 tahun, tahun ini dan beberapa bulan kemudian aku akan genap berumur 22 tahun "


Ucap Yan Xing yang merasa geli dengan perkataan bibinya yang sebelumnya.


" Ya kau benar, keponakan bibi sudah dewasa "


Ucap Yan Siyu dengan senyuman yang sangat indah dari mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2