
Setelah pertempuran yang dapat terbilang singkat tersebut. Yan Xing saat ini tengah berada didalam ruang kamar yang telah disediakan Sikong Jun untuknya.
Didalam kamar tersebut Yan Xing tengah duduk dan menatapdengan tatapan hangat kearah ranjang yang ada didepannya.
Diatas ranjang itu juga seorang wanita yang tengah terlelap. Dan wanita tersebut tidak lain adalah Feng Xiaoyin.
" Sistem, apa yang terjadi kepada Xiaoyin-ku. Kenapa dia belum sadar juga ? "
Yan Xing yang sudah tidak sabaran karena Feng Xiaoyin yang belum sadar, dia kemudian memutuskan untuk bertanya kepada sistemnya.
[Host, nona Feng Xiaoyin tidak apa-apa. Dia hanya diberi obat bius, namun tenang saja takarannya masih terbilang normal]
Yan Xing akhirnya bisa sedikit tenang setelah mendapatkan informasi itu dari sistemnya.
" Kau tahu, sudah hampir dua tahun berlalu. Dan tiada hari aku tanpa merindukanmu "
Yan Xing meraih tangan seputih dan sehalus giok milik Feng Xiaoyin. Dia menggenggam tangan tersebut dengan penuh perhatian.
" Saat aku berhasil menemukanmu, aku sangat bahagia. Dan setelah hari ini aku tidak akan membiarkan apapun memisahkan kita berdua "
Yan Xing berbicara dan menatap dengan hangat wajah Feng Xiaoyin yang tengah terlelap.
Tatapan hangat Yan Xing kepada Feng Xiaoyin. Jika dilihat oleh murid-muridnya mereka pasti tidak pernah mengira bahwa guru mereka dapat membuat tatapan seperti itu.
Saat Yan Xing masih fokus menggenggam tangan indah milik Feng Xiaoyin. Menit berikutnya Feng Xiaoyin menunjukkan tanda-tanda pergerakan.
Dan tanda-tanda pergerakan tersebut datang dari tangan yang sedang digenggam oleh Yan Xing dengan begitu eratnya.
Detik kemudian setelah menunjukkan pergerakkan di tangannya. Kini Feng Xiaoyin tampak menunjukkan pergerakkan di bagian matanya.
Ehmmm
Akhirnya wanita itu dapat membuka matanya dengan sempurna. Dia kemudian menoleh melirik sekelilingnya, hingga akhirnya tatapannya terpaku di satu arah.
Tatapan Yan Xing berhenti saat dia mendapatkan penampakan sosok yang sudah sangat lama ingin dia lihat dan jumpai kembali, dan sosok tersebut tidak lain adalah Yan Xing.
Dengan tubuh yang masih terbilang lemah, Feng Xiaoyin berusaha untuk duduk di ranjang. Dan mencoba untuk memeluk Yan Xing yang saat ini ada didepannya.
Ughh
Namun, karena memang tubuhnya masih belum lepas dari pengaruh obat bius. Feng Xiaoyin kembali terjatuh dan terpaksa harus kembali berbaring di ranjang.
" Tubuhmu, masih belum pulih sepenuhnya jangan banyak bergerak "
Yan Xing membantu Feng Xiaoyin untuk kembali berbaring.
" Xing'ge apakah ini benar-benar kau. Aku sedang tidak bermimpi kan ? "
Dengan mata yang berkaca-kaca karena perasaan bahagia, Feng Xiaoyin bertanya kepada Yan Xing.
" Ya benar. Ini benar-benar diriku, Xing'ge milikmu "
Ucap Yan Xing yang tidak kala bahagia dari Feng Xiaoyin.
Yan Xing sebenarnya masih berniat untuk memeluk Yan Xing kembali. Namun karena tubuhnya masih sangat lemah, Yan Xing hanya membiarkannya terlelap dan menggenggam erat kedua tangannya.
Tanpa mereka sadari, karena saking asiknya berduaan di kamar tersebut. Mereka tidak menyadari beberapa orang tengah berdiri didepan kamar mereka.
Beberapa orang tersebut adalah Feng Siyu, Sikong Jun, dan beberapa orang lainny. Mereka semua tampaknya sedang mencoba menguping pembicaraan antara Yan Xing dan juga Feng Xiaoyin.
" Siapa wanita yang dibawa oleh keponakanku ? "
Yan Siyu penasaran, dan mau tidak mau dia menoleh kearah murid-muridnya Yan Xing.
" Kami juga tidak terlalu mengetahuinya, tapi kami tahu sebelum berpergian dengan kami guru sempat dekat dengan seorang wanita bahkan mereka sangat dekat layaknya sepasang suami-isteri . Dan tampaknya wanita yang ada didalam adalah wanita tersebut "
Ucap Mo Yuanli yang perlahan mulai menjawab rasa penasaran yang Siyu.
__ADS_1
" Wanita tersebut adalah nona mudaku, dan namanya adalah Feng Xiaoyin. Satu setengah tahun lalu dia tersesat hingga dibenua bumi dan akhirnya bertemu dengan saudara Yan.
Tidak tahu bagaimana ceritanya sehingga mereka saling memanggil dengan panggilan suami maupun istri untuk satu sama lain "
Ucap Feng Guo.
Yan Siyu dari tatapannya kelihatannya dia terkejut saat mendengar perkataan dari Feng Guo.
Namun, bukan hanya dirinya saja yang terkejut. Ada Fan Ling yang juga terkejut saat mendengarnya.
Selain keterkejutan Fan Ling juga merasakan kekecewaan dihatinya saat mendengar perkataan Feng Guo.
Tidak tahu mengapa semenjak dia bertemu kembali dengan Yan Xing. Pandangannya terhadap Yan Xing kian berubah.
Namun, apa yang dapat dia perbuat saat ini dia dan Yan Xing hanyalah orang asing. Jadi dia hanya bisa tersenyum miris menanggapi perkataan Feng Guo.
Kembali kesisi Yan Xing dan Feng Xiaoyin.
Yan Xing masih menggenggam erat tangan halus Feng Xiaoyin. Selain itu dia juga melayangkan tatapan yang sangat hangat kepada wanita itu.
" Tubuhmu masih belum pulih sepenuhnya, sekarang kau harus beristirahat hingga tubuhmu pulih sepenuhnya "
Yan Xing merapikan sekitaran ranjang tempat Feng Xiaoyin berbaring. Agar wanita tersebut dapat beristirahat dengan nyaman.
Saat Yan Xing fokus merapikan ranjang tempat Feng Xiaoyin berbaring. Orang yang berbaring diatasnya justru menatap lekat kearah Yan Xing sembari tersenyum.
Tentu saja Yan Xing menyadari hal tersebut dan bertanya kepadanya.
" Kenapa kau tersenyum seperti itu ? "
Tanya Yan Xing.
" Aku hanya tidak menyangka dapat bertemu denganmu "
Ucap Feng Xiaoyin sembari memberikan Yan Xing sebuah senyuman manis.
" Kemarilah, dekatkanlah wajahmu kepadaku ! "
Yan Xing tentu saja menyetujuinya tanpa banyak bertanya. Saat wajahnya sudah berdekatan dengan Feng Xiaoyin.
Wanita itu secara tiba-tiba mengirimkan sebuah kecupan manis kebibir Yan Xing. Dan tentu saja itu membuat Yan Xing sangat terkejut, bahkan sampai membuatnya terdiam.
" Aku sangat merindukanmu "
Setelah selesai mengecup Yan Xing, Feng Xiaoyin berkata kepadanya.
Kata-kata tersebut sukses membuat Yan Xing tersadar dari keterkejutannya. Dan tersenyum hangat kepada Feng Xiaoyin, dia kemudian bangkit berdiri dan berniat untuk beranjak pergi.
" Sekarang, tidak akan ada satupun yang dapat memisahkan kita "
Ucap Yan Xing sebelum pergi.
" Jadi kau harus beristirahat dengan tenang disini, aku akan keluar sebentar "
Setelah selesai membuat ranjang tersebut menjadi nyaman untuk istrinya tersebut Yan Xing berjalan keluar dari kamar tersebut.
Ceklek
Pintu pun terbuka dan alangkah terkejutnya orang yang berada diluar yang tengah menguping Yan Xing dan Feng Xiaoyin.
Bahkan Yan Xing pun juga sedikit terkejut saat melihat bibinya dan yang lainnya menguping dirinya. Namun dia masih dapat mempertahankan ekspresi datarnya berbeda dengan saat bersama Feng Xiaoyin yang penuh warna.
" Ah, bibi kebetulan lewat. Sepertinya bibi lupa ada yang harus bibi lupakan "
Ucap bibinya kikuk dan beranjak pergi.
" Aku juga melupakan sesuatu, yang mulia kalau begitu hamba permisi "
__ADS_1
Sikong Jun juga terburu-buru pergi meninggalkan tempat tersebut dan diikuti oleh istrinya.
" Guru, aku juga sepertinya melupakan sesuatu. Kalau begitu aku pergi dulu "
Kini Mo Yuanli yang beranjak pergi setelah memutar otak untuk mencari alasan dan tentu saja ketujuh saudara seperguruannya juga mengikutinya pergi dari tempat tersebut.
" Hehehe, kakak Yan. Karena semua pergi kalau begitu kami pergi juga, selamat tinggal "
Yan Zhen juga beranjak dan diikuti oleh teman-temannya. Namun, Fan Ling masih tetap diam terpaku ditempatnya.
Kini hanya tersisa Fan Ling yang masih diam terpaku ditempatnya dan juga Yan Xing yang tentu saja tanpa menampilkan ekspresi apapun.
" Apa ada yang saudari Fan Ling butuhkan denganku ? "
Yan Xing yang pertama membuka pembicaraan dan dia mengajukan pertanyaan kepada Fan Ling.
Fan Ling membuka matanya sedikit karena terkejut saat mendengar panggilan Yan Xing kepadanya yang seolah menegaskan hubungan mereka saat ini tidak lain hanyalah sebatas saling kenal saja.
Detik itu juga Fan Ling mendapatkan ingatan-ingatan yang melintas dikepalanya dan membuatnya merasakan perasaan nostalgia saat dia dan Yan Xing masih bertunangan.
Saat-saat dimana Yan Xing memperlakukannya bagaikan ratu. Ditambah dengan kedua orang tua Yan Xing juga yang memperlakukannya seperti anak mereka sendiri.
Dan satu hal yang membekas kuat detik ini dikepalanya yaitu saat Yan Xing selalu memanggilnya dengan hangat dengan panggilan 'Ling'er'.
Namun, dia hanya bisa menyimpan kenangan tersebut dalam kepalanya dan mencoba sebaik mungkin untuk menghilangkan Yan Xing dari masa lalunya.
" Tidak ada, kalau begitu aku permisi saudara Yan "
Fan Ling beranjak pergi meninggalkan Yan Xing, dan tidak dia sangka setetes air matanya mengalir keluar matanya.
Dia lah yang memilih langkah tersebut dan sudah seharunya dia mempertanggungjawabkannya dengan menerimanya dengan lapang dada.
Setelah itu, malam haripun tiba.
Didalam kamar tersebut, tampak Feng Xiaoyin perlahan mulai membuka matanya. Dia kemudian menoleh kekiri dan kekakanan, tentu saja untuk mencari Yan Xing.
Namun, dia tidak dapat menemukannya dapat terlihat sedikit rasa kecewa saat dia tidak melihat Yan Xing disekitarnya.
Diapun beranjak dari ranjangnya yang untungnya tubuhnya telah pulih sepenuhnya. Dia kemudian berjalan menuju pintu dan keluar dari kamar tersebut.
Dia sudah berada diluar kamar atau tepatnya saat ini dia berdiri didepan pintu dan berdiri dalam sepinya lorong bangunan yang saat ini dia tempati.
Dia melirik kekanan dan melihat lorong yang menjalar panjang. Dia kemudian melirik kearah sebaliknya dan juga melihat lorong yang menjalar panjang, yang memang lorong tersebut berbentuk lorong satu arah.
Feng Xiaoyin kemudian memilih untuk berjalan melintasi lorong sebelah kiri. Dengan langkah yang tidak terlalu terburu-buru dan tidak terlalu lambat.
Untungnya lorong tersebut adalah lorong satu arah dan dia tidak menjumpai lorong tambahan. Namun berbeda jika dia mengambil jalan lorong sebelah kanan, yang akan ada beberapa lorong tambahan saat dia sudah berjalan cukup jauh.
Setelah berjalan cukup jauh, Feng Xiaoyin akhirnya tiba diujung lorong yang terdapat sebuah pintu keluar disana.
Tanpa menunggu lama dia semakin mempercepat langkahnya hingga tiba tepat didepan pintu tersebut.
Ceklek
Feng Xiaoyin segera membuka pintu tersebut. Dan saat dia membuka pintu dia dapat melihat orang-orang yang tengah asik bernyanyi dan bercanda ria dengan mengelilingi sebuah api unggun.
Dan detik itu juga, seorang lelaki yang sangat dikenalnya berjalan mendekatinya. Saat dia melihat lelaki itu dia tidak dapat menahan untuk tersenyum sangat cerah.
Begitupula dengan lelaki yang sedang berjalan menghampirinya yang juga menampilkan senyum yang sangat cerah dan lelaki itu tidak lain adalah Yan Xing.
Orang-orang yang tengah bersenang-senang itupun menjadi sangat terkejut saat melihat Yan Xing yang tersenyum begitu lebarnya.
" Kau sudah bangun ? "
Tanya Yan Xing begitu dia tiba didepan Feng Xiaoyin.
Feng Xiaoyin hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan yan Xing.
__ADS_1
Yan Xing kemudian membawanya untuk ikut bersenang-senang bersama-sama dengan yang lainnya.
Untungnya dengan sifatnya yang ramah membuatnya mudah berbaur dengan yang lainnya.