
Berita hancurnya tiga sekte tingkat tinggi yang berkuasa di benua emas telah tersebar luas di seluruh benua emas.
Dan banyak kelompok atau kekuatan di benua emas mulai mendatangi ketiga sekte tersebut untuk memverifikasi kebenaran sekaligus mengambil semua harta dan sumber daya yang ada di tiga sekte tersebut.
" Cepat segera kirim seorang jendral dan beberapa prajurit untuk memeriksa apa sebenarnya yang terjadi dengan tiga sekte berkuasa " ucap seorang pria yang tampak berusia sepantaran 40-an tahun sedang duduk diatas singgasana.
Sementara ditempat lain seorang pria yang seusia dengan pria sebelumnya juga tengah duduk di atas singgasananya tampak tengah memerintahkan anak buahnya.
" Cepat kirim orang-orang untuk memeriksa kebenaran mengenai kehancuran tiga sekte berkuasa "
Tiga raja dari tiga kerajaan juga mulai memerintahkan anak buahnya untuk segera pergi ke tempat tiga sekte berkuasa berada dan mulai mengambil sumber daya mereka.
Setelah tiga kerajaan sudah mulai bergerak banyak kekuatan-kekuatan kecil memilih untuk mundur dari kompetisi untuk memperebutkan harta dan sumber daya tiga sekte berkuasa.
Sementara sekte-sekte tingkat menengah yang masih memiliki kemampuan untuk bersinggungan dengan tiga kerajaan masih berani untuk memperebutkan harta dan sumber daya dari ketiga kerajaan.
Di lokasi tempat berdirinya tiga sekte berkuasa, tiga kerajaan dan sekte-sekte tingkat menengah mulai berperang untuk memperebutkan harta dan sumber daya milik tiga sekte berkuasa.
...
Sementara itu orang yang bertanggung jawab atas kekacauan yang tengah terjadi di benua emas. Yan Xing saat ini dengan nyaman menaiki profound ark-nya melintasi langit benua emas.
Didalam kamarnya Yan Xing masih dengan nyaman tengah memilah-milah jendela status miliknya. Setelah dia merasa sudah cukup dia kemudian berjalan keluar dari kamarnya.
Setelah keluar dari kamarnya Yan Xing kemudian mulai berjalan menuju geladak utama tempat dimana kelima muridnya sedang menunggu nya untuk mulai makan malam bersama.
Setelah memakan waktu beberapa menit berjalan, Yan Xing akhirnya telah tiba digeladak utama. Dia dapat melihat kelima muridnya tengah membenahi semua keperluan makan malam mereka.
Yan Xing dan kelima muridnya pun mulai makan malam bersama diatas profound ark yang tengah melintasi langit malam benua emas.
Cahaya bintang dan bulan menjadi penerang bagi Yan Xing dan kelima muridnya yang tengah menaiki profound ark sembari menikmati makanan yang sudah mereka siapkan untuk makan malam mereka.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka semua telah selesai menikmati makan malam mereka.
" Ou Jilan, setelah ini kita akan pergi ke desa tempat mu dan adikmu tinggal. Kau yang akan memimpin jalannya " ucap Yan Xing yang membuka pembicaraan.
" Baik guru " ucap Ou Jilan yang sebelumnya melihat bahasa isyarat Ou Yalin terlebih dahulu.
Profound ark pun mulai melesat terbang menuju desa tempat tinggal Ou Jilan dan Ou Yalin, Desa bambu kuning.
Malam haripun berlalu bulan pun sudah mulai memanggil sang surya untuk berganti berjaga.
Yan Xing dan kelima muridnya menaiki profound ark mulai mendekati desa tempat tinggal Ou Jilan dan Ou Yalin. Menurut keterangan yang dijelaskan oleh Ou Jilan yang berkata mereka tidak lama lagi akan tiba di desa bambu kuning.
Dari profound ark Yan Xing akhirnya dapat melihat sebuah desa kecil terpencil yang jauh memasuki wilayah pegunungan disalah satu wilayah paling sudut benua emas.
Namun saat mereka semakin mendekati desa bambu kuning. Mereka merasakan ada sesuatu yang salah dengan bambu kuning.
__ADS_1
Profound ark sudah berada sangat dekat dengan desa bambu kuning. Dan akhirnya Yan Xing dapat melihat dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi dengan desa bambu.
Desa bambu kuning tampak sangat sepi dan juga beberapa sudut tempat di desa tampak terlihat seperti baru saja dilanda oleh suatu pertarungan.
Untuk mengetahui lebih jelas apa yang terjadi dengan desa bambu kuning. Mereka memutuskan untuk segera turun langsung kedesa.
Saat mereka sudah berada langsung di tanah desa bambu kuning. Barulah mereka dapat melihat dengan jelas keadaan desa yang tampak kemungkinan baru saja diramook oleh sekelompok bandit.
Ou Jilan dan Ou Yalin yang melihat keadaan desa mereka yang begitu memilukan dengan kahwatir berlari kerumah-rumah yang ada di desa bambu yang tampak seperti sudah ditinggalkan.
" Paman, bibi, ini aku Ou Jilan. Siapapun tolong jawab aku jika kalian mendengarkanku " teriak Ou Jilan dengan perasaan penuh kegelisahan.
Ou Jilan terus berlari mengelilingi semua sudut desa meneriaki dan memanggil penduduk desa. Namun tidak ada satupun yang menyahuti panggilannya.
Berjam-jam terus berlalu begitu saja dan Ou Jilan masih setia mencari dan memanggil para penduduk desa berharap ada yang mendengar dan membalas panggilannya.
Murid Yan Xing yang lainnya juga setelah melihat apa yang dilakukan Ou Jilan mereka juga memutuskan untuk membantu mencari penduduk desa yang kemungkinan masih berada didalam desa.
Setelah terus mencari Ou Jilan tampak baru saja menyadari sesuatu dan pergi berlari menuju suatu tempat didesa bambu kuning yang merupakan sebuah sumur.
" Hufh hufh hufh, ini adalah satu-satunya tempat terakhir yang belum aku cari " ucap Ou Jilan.
" Adik Ou, sumur apa ini ? " tanya Mo Yuanli.
" Ini merupakan tempat penduduk desa berlindung yang tidak sengaja ditemukan oleh kedua orang tuaku. Dibawah ini terdapat sebuah lorong yang mengarah langsung ketempat suatu ruangan besar dan dilindungi oleh formasi kuat yang membuat orang luar tidak dapat merasakan keberadaan orang-orang yang ada di dalamnya " ucap Ou Jilan menjelaskan sumur yang ada didepannya.
Tanpa menunggu lama Ou Jilan langsung melompat masuk kedalam sumur dan diikuti oleh Yan Xing dan yang lainnya. Dan saat berada didalam sumur yang lumayan dalam.
" Ah ketemu " ucap Ou Jilan dalam hatinya dan menekan salah satu batu bata yang ada di dinding sumur.
Dan secara tiba-tiba sebuah pintu muncul didinding sumur dan sebuah energi hisap muncul dan menghisap masuk mereka semua.
Swussh
Sebuah cahaya muncul didalam sebuah ruang lorong dan perlahan juga mulai menghilang dan menampilkan sosok Yan Xing dan kelima muridnya.
Ou Jilan kemudian menuntun mereka semua berjalan menapaki lorong tersebut.
Setelah beberapa saat berjalan mengikuti jalanan lorong akhirnya Yan Xing dan kelima muridnya dapat melihat cahaya yang merupakan ujung dari lorong tersebut.
Saat mereka melewati cahaya tersebut mereka melihat sebuah ruangan besar yang sudah menunggu diujung lorong. Dan beberapa penduduk desa bambu kuning yang tampaknya sedang berlindung.
Saat melihat Yan Xing dan kelima muridnya, para penduduk desa tampak seperti ketakutan. Namun saat melihat diantara kelompok Yan Xing ada Ou Jilan dan Ou Yalin yang mereka kenal mereka terlihat mulai menghilangkan kewaspadaan mereka.
Dari penduduk desa tampak salah satu yang sudah mulai berumur berjalan mendekati Yan Xing dan kelima muridnya.
" Ou Jilan, Ou Yalin akhirnya kalian tiba kupikir " ucap pria paruh baya tersebut yang berjalan mendekati Ou Jilan dan Ou Yalin dan kemudian memeluk mereka berdua.
__ADS_1
" Biarkan aku melihat apa kalian baik-baik saja " ucap pria paruh baya tersebut memeriksa kondisi Ou Jilan dan Ou Yalin.
" Kakek tenang saja kami berdua baik-baik saja. Lihatlah, benar bukan " ucap Ou Jilan sembari membuat gerakan yang memperlihatkan bahwa mereka baik-baik saja.
" Kakak, apa yang sebenarnya tejadi. Apa desa baru saja diserang oleh bandit ? " tanya Ou Jilan.
" Bukan bandit, baru-baru ini sebuah sekte tingkat menengah datang dan meminta agar kami mengirim beberapa pria dan wanita muda untuk dijadikan murid mereka " ucap pria paruh baya tersebut.
" Mendengar mereka bermaksud merekrut untuk menjadi murid sekte mereka, membuat kakek senang dan kemudian dengan senang hati kakek merekomendasikan beberapa pria dan wanita muda " lanjut pria paruh baya tersebut.
" Namun, salah satu pemuda yang aku kirim tiba-tiba kembali kedesa dan menceritakan bahwa sebenarnya mereka dijadikan sebagai tumbal untuk sesuatu yang mereka katakan sebagai dewa mereka " ucap pria paruh baya tersebut sembari memanggil seorang pria muda.
" Ya benar, aku melihat secara langsung bagaimana banyak pria dan wanita muda yang dijadikan tumbal untuk diambil darahnya untuk membangkitkan sosok yang mereka panggil sebagai dewa mereka " ucap pria muda.
" Dan karena itulah untuk kami memutuskan berlindung dibawah ini. Karena kakak yakin bahwa mereka pasti akan mendatangi desa ini, dan ternyata tebakan kakek benar " ucap pria paruh baya tersebut sembari menghela nafas.
" Kakek, bisakah aku merepotkan mu untuk mengatakan nama sekte tersebut !" pinta Yan Xing dengan dengan nada sopan.
" Ini ? " pria paruh baya tersebut bergumam.
" Kakek perkenalkan ini guruku, marganya Yan dan namanya Xing. Kakek tenang saja guruku sangat kuat baru-baru ini kami pergi untuk menghancurkan tiga sekte berkuasa " ucap Ou Jilan dengan bangga memamerkan kehebatang gurunya Yan Xing.
" Oh, tuan Yan kalo tidak salah namanya sekte tengkorak hitam " ucap pria paruh baya tersebut menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Yan Xing.
" Jadi sekte tengkorak hitam, aku tidak mencari mereka sepertinya mereka tidak sabar untuk segera dihancurkan " ucap Yan Xing dengan kilatan dimatanya yang tidak ada satupun yang dapat mengartikannya.
" Jika Ou Jilan dan Ou Yalin beserta gurunya ada disini. Berarti kami dapat segera meninggalkan tempat ini dan beraktivitas seperti biasanya " ucap pria paruh baya tersebut.
" Ya benar, Ou Jilan mengatakan gurunya sangat kuat berarti kita bisa kembali kedesa " ucap salah seorang penduduk.
" Ya kau benar, akhirnya kita selamat "
" Ou Jilan dan Ou Yalin memang keberuntungan desa ini "
" Hiks hiks, aku pikir aku tidak akan dapat kembali kedesa lagi "
" Akhirnya aku dapat memanen padi milikku "
Suara riuh penduduk desa yang merasa senang bahwa mereka sepertinya telah memiliki sosok yang akan melindungi mereka dan akhirnya mereka akan kembali kedesa tercinta mereka.
Yan Xing melihat penduduk desa tersebut tidak bisa untuk tersenyum kagum dengan kebesaran hati para penduduk desa. Hanya karena perkataan Ou Jilan mereka sudah percaya bahwa Yan Xing adalah sosok yang akan menyelamatkan mereka.
" Tampaknya penduduk desa memperlakukan Ou bersaudara dengan sangat baik " gumam Yan Xing dalam hatinya.
" Baiklah, aku akan membawa kalian kembali keatas dan mengatasi masalah kalian dengan sekte tengkorak yang kebetulan juga aku memiliki beberapa urusan yang harus diselesaikan dengan sekte tengkorak hitam " ucap Yan Xing.
Sama seperti cara mereka masuk, mereka semua juga keluar dengan cara yang sama hingga akhirnya mereka sudah naik keatas dan sudah berada di desa.
__ADS_1
...
Sementara Yan Xing dan penduduk desa baru saja keluar dari ruangan besar tempat persembunyian para penduduk desa. Jauh dari tempat mereka berada sekelompok orang yang tidak lain adalah sekte tengkorak hitam mulai bergerak mendekati mereka.