
" Bajingan mana yang berani macam-macam dengan keluarga Xiao-ku "
Xiao Hong meraung marah menatap surat yang ada ditangannya yang memang tidak dicantumkan identitas pengirimnya.
" Patriak, dua mayat yang ada dalam kotak itu merupakan pelayan yang kita atur untuk berada di istana pangeran sampah itu.
Dan juga pelayan dari istana itu juga yang mengirim kotak ini "
Ucap salah seorang bawahannya.
" Bocah ini begitu berani, pertama dia memotong jari putraku dan sekarang dia menghinaku. Fang'er bagaimana menurutmu ? "
Tanya Xiao Hong kepada putranya, Xiao Fang yang ada disebelahnya.
" Ayah untuk saat ini kita abaikan saja, aula kebangkitan telah berada di kapal yang sama dengan kita.
Dan sesuai janji mereka, setelah berhasil menghancurkan aula abadi. Mereka berjanji akan membantu kita menghancurkan keluarga kekaisaran, dan membantu mengklaim tahta "
Ujar Xiao Fang.
" Apa yang kau katakan memang benar "
Ucap Xiao Hong dengan kepala yang naik turun.
" Segera sebarkan perintahku, untuk semua anggota keluarga Xiao jangan membuat masalah yang dapat membahayakan rencana besar kita "
Xiao Hong berdiri sembari meneriakkan satu persatu kata-kata perintahnya.
" Dan untuk dua sampah ini, berikan saja menjadi makanan anjing "
Setelah duduk kembali dikursinya dia kembali memberikan perintah keji tanpa rasa bersalah bahkan dia terlihat jijik melihat kedua mayat tersebut.
Beberapa penjaga dari keluarga Xiao setelah mendengar perintah dari patriaknya mulai bergerak dan membawa kedua mayat tersebut.
...
Keesokan harinya.
Di dalam ruang aula pertemuan istana kekaisaran. Kaisar Yan Zhong dan para patriak keluarga bangsawan baru saja selesai melakukan pertemuan.
Setelah pertemuan, para patriak keluarga bangsawan mulai keluar dari ruang pertemuan. Sementara dari luar bertepatan dengan kedatangan Yan Xing, Yan Siyu, dan Sikong Jun.
Xiao Hong yang berjalan di urutan paling depan dengan beberapa patriak keluarga bangsawan lainnya saling bertemu didepan pintu ruang pertemuan.
" Pagi tuan puteri "
Sapa Xiao Hong sambil membungkukkan badannya.
" Ah, bukankah ini tuan Sikong Jun. Jenderal naga peringkat 12 ? "
Xiao Hong beralih menatap Sikong Jun.
" Dan ini, lama tidak bertemu pangeran Yan Xing. Sudah puluhan tahun, bukan ? "
Dia tersenyum sembari menyapa Yan Xing.
Yan Xing hanya meliriknya sebentar dan kembali melangkahkan kakinya memasuki ruang pertemuan.
Yan Xing berjalan tanpa menoleh kearah Xiao Hong dan patriak keluarga bangsawan lainnya atau lebih tepatnya kepada yang mendukung Xiao Hong.
__ADS_1
" Bocah ini begitu sombong, dia pikir karena dia mendapatkan dukungan dari kaisar dia dapat sombong disini "
" Patriak Xiao, sepertinya anak ini mencoba mempermalukanmu. Sebaiknya kita beri dia pelajaran "
" Patriak Xiao dia sepertinya tidak menghargai kita para seniornya. Kita harus memberi pelajaran untuk orang sombong sepertinya "
Berbagai ucapan kalimat dilontarkan oleh patriak keluarga yang berada disekitar Xiao Hong.
" Diam, jangan mengajariku apa yang harus kulakukan "
Xiao Hong teriak kesal dan berlalu pergi meninggalkan mereka semua.
Sementara didalam ruang pertemuan.
Yan Xing, Yan Siyu, dan Sikong Jun segera berlutut dan memberi hormat setelah tiba didepan Yan Zhong.
" Hamba, menghadap sang kaisar "
" Hamba, menghadap sang kaisar "
" Hamba, menghadap sang kaisar "
Ucap mereka bertiga serentak.
" Berdirilah "
Perintah Yan Zhong dengan disertai gerakan tangannya keatas yang menyuruh mereka berdiri.
" Katakan padaku apa yang kalian inginkan dariku ? "
Tanya Yan Zhong.
Ucap Yan Siyu.
" Hmm, baiklah kalian bertiga ikut denganku "
Ucap Yan Zhong sembari bergerak dari singgasananya dan melangkah pergi.
Ketiganya pun tidak berlama-lama lagi segera pergi mengikuti Yan Zhong.
" Aku memegang memiliki petunjuk, namun itu hanya pendapat pribadikj. Aku tidak tahu itu benar-benar dapat membantu kalian menemukan token naga "
Yan Zhong berkata sembari berjalan didepan mereka.
" Tidak apa-apa paman kami akan melihatnya terlebih dahulu dan memutuskannya apakah dapat menjadi petunjuk bagi kami "
Ucap Yan Xing membuka suaranya yang sedari tadi hanya diam saja.
...
Setelah beberapa menit akhirnya mereka tiba ditempat yang mereka tuju, yaitu ruang pribadi Yan Zhong.
Didalam ruangan tersebut tidak terdapat banyak hal, hanya ada kumpulan buku-buku. Dan empat harta tingkat tinggi yang berupa senjata.
Sikong Jun saat menatap keempat senjata tersebut, pandangannya segera terpaku pada satu buah senjata yang berupa sebuah tombak.
Tombak tersebut berwarna hitam metalik dengan sedikit warna keabu-abuan.Dan dengan mata tombak berbentuk kepala naga.
Sikong Jun segera bergegas kearah tombak tersebut dan menyentuhnya dengan kedua matanya yang sudah mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
Yan Xing yang melihat Sikong Jun tampak begitu mengagumkan tombak tersebut, juga menjadi tertarik dengan tombak tersebut.
Dia kemudian melirik tombak tersebut, dan saat dia melirik tombak itu. Sebuah kenangan terlintas dibenaknya.
" Tombak ini bernama ' Tombak Naga Bencana ', tombak ini merupakan senjata milik ayahmu. Selain yang akan kuberikan kepada kalian, tombak ini juga wasiat ayahmu untuk kuberikan kepadamu "
Ucap Yan Zhong sembari mengambil tombak tersebut dan memberikannya kepada Yan Xing.
Yan Xing kemudian mengambil tombak dari tangan pamannya tersebut. Dan mulai mengayunkannya, setiap ayunan membuat gelombang energi yang cukup kuat meskipun Yan Xing belim menyalurkan qi-nya.
Bahkan Yan Xing sedikit takjub dengan tombak yang sekarang ada ditangannya tersebut.
Dia kemudian bermaksud untuk melihat statistik tombak ditangannya tersebut.
...****************...
Nama: Tombak Naga Bencana
Tingkat: Bumi (Dapat Ditingkatkan)
Efek: Meningkatkan kekuatan tempur *2
(Cat: Mendapatkan efek khusus saat berhasil memperoleh set lengkap)
...****************...
" Aku tidak menyangka statistik tombak ini begitu mengejutkan "
Gumamnya sambil terkekeh.
Saat Yan Xing masih tenggelam dengan tombak milik ayahnya. Pamannya datang mendekatinya dengan membawa sebuah kotak ditangannya.
" Xing'er ini adalah wasiat terakhir ayahmu, dia ingin agar paman memberikan ini kepadamu saat kau tumbuh dewasa. Dan menurut paman sekarang kau sudah dewasa "
Yan Zhong berkata sembari mengeluarkan sepucuk surat dari dalam kotak yang ada ditangannya dan memberikannya kepada Yan Xing.
" Paman tidak tahu apakah surat ini dapat membantu kalian untuk menemukan token naga tersebut, tapi tidak ada salahnya mencoba bukan ? "
Setelah memberikan surat tersebut Yan Zhong kemudian kembali berbicara.
Yan Xing menerima surat tersebut dan memperhatikan surat yang masih tersegel erat.
Hal itu lantas membuat Yan Xing sedikit menaikkan alisnya dan menoleh kearah sang paman.
" Bagaimanapun itu adalah wasiat dari ayahmu untukmu. Jadi sudah seharusnya kau yang membuka pertama "
Ucap Yan Zhong sembari tersenyum saat melihat tatapan dari keponakannya tersebut kepadanya.
" Ayo gunakan waktumu sebaiknya "
Ucap Yan Zhong lagi dan kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut dan tidak lupa dia juga membawa Yan Siyu dan Sikong Jun.
...
" Kakak, apa yang kau lakukan kenapa kau menarik kami keluar ? "
Yan Siyu bertanya dengan kesal kepadanya.
" Apa yang kau pikirkan, biarkan dia sendiri. Lagipula tidak terlambat jika kita melihat suratnya nanti setelah dia membacanya "
__ADS_1
Ucap Yan Zhong sambil menjentikkan jarinya ke dahi Yan Siyu.