
Perbincangan Yan Xing dan Yan Siyu pun terus berlanjut dengan disertai oleh canda dan tawa.
Namun, beberapa saat kemudian mereka bercengkrama. Ekspresi wajah Yan Siyu yang sebelumnya selalu tersenyum, kini menjadi tertekuk dan menampilkan wajah Yan Siyu yang tampak serius.
Yan Xing yang melihat ekspresi bibinya yang berubah menjadi serius, menyadari bahwa bibinya ingin mengatakan sesuatu padanya.
Namun dia lebih memilih tetap diam, dan menunggu Yan Siyu mengatakan apa yang ingin dia katakan dengan sendirinya.
" Xing'er kau harusnya melihat, Sikong Jun dan anggota naga merah telah mengakuimu sebagai pemimpin mereka. Lalu bagaimana denganmu, apakah kau tidak ingin menggantikan ayah mu untuk menjadi pemimpin pasukan naga ? "
Yan Siyu bertanya dengan tampilan ekspresi wajahnya yang serius.
Yan Xing diam menutup mulutnya menanggapi pertanyaan bibinya. Dan kemudian dia berjalan mendekati pagar pembatas yang tidak jauh dari mereka.
Berdiri dengan diam dibelakang pagar pembatas tersebut. Yan Xing menatap pohon-pohon besar sebagai ganti langit yang tertutupi oleh hutan laut mati dan dengan posisi kedua tangan berada dibelakang pinggangnya.
Yan Siyu yang melihat hal tersebut, kemudian berjalan mendekati Yan Xing yang tampak seperti sedang melamun kan sesuatu.
" Apa kau masih belum bisa memaafkan ayahmu ? "
Yan Siyu yang sudah berada didekat Yan Xing, dengan tangannya yang menyentuh bahu Yan Xing wanita tersebut bertanya kepada Yan Xing.
Jika orang yang ditanya adalah Yan Xing yang berasal dari dunia kultivasi ini. Maka dapat dipastikan dia akan menjawab Ya.
Namun, sekarang yang menempati tubuh tersebut adalah Yan Xing yang berasal dari bumi.
Karena sejak kecil dia hidup tanpa orang tua, maka Yan Xing kecil harus belajar dewasa meskipun belum saatnya. Agar dia dapat menatap dunia dengan lebih dewasa.
Dan untuk menjawab pertanyaan dari bibinya, Yan Xing sudah memiliki jawaban dari pertanyaan tersebut dari pemikirannya yang paling dalam.
" Kenapa aku harus memaafkan ayahku, apa kesalahan yang dia perbuat padaku sehingga mengharuskan aku untuk memaafkannya "
Mendengar pernyataan yang keluar langsung dari mulut keponakannya, membuat Yan Siyu tertegun.
" Bukankah kau membenci kakakku, karena mengabaikan mu dan ibumu ? " tanya Yan Siyu.
" Ibuku selalu berkata kepadaku bahwa ayahku menyayangiku, dan banyak hal yang dia berikan kepadaku dan dia akan selalu berkata bahwa itu semua pemberian ayahku
Dan semua yang dikatakannya bukanlah kebohongan melainkan sebuah kebenaran. "
Dengan tersenyum tipis Yan Xing menatap bibinya dan menjawab pertanyaannya.
" Ibuku pernah berkata kepadaku 'ayahmu sangatlah menyayangimu, jadi kau jangan pernah membenci ayahmu. Jika kau membencinya maka ibu akan sangat marah dan sedih.' "
Ucap Yan Xing menambahkan perkataanya yang sebelumnya.
__ADS_1
" Jadi aku tidak membenci ayahku maupun menyayangi dan mengaguminya. Aku hanya dapat menghormatinya sebagai ayahku "
Ucap Yan Xing dengan ekspresi yang sebisa mungkin dia buat datar namun tampak hangat.
" Lalu itu artinya kau setuju untuk menjadi pemimpin pasukan naga yang baru ? " Tanya Yan Siyu.
" Aku menyetujuinya, namun aku akan memimpinnya dengan caraku sendiri ! "
Ucap Yan Xing dengan matanya yang penuh dengan keseriusan.
Yan Siyu tentu saja sangat bersemangat serta bahagia saat Yan Xing menyetujui untuk menjadi pemimpin pasukan naga yang baru.
Baginya dengan adanya kekuatan dari pasukan naga maka kekaisaran, bukan keluarga kekaisaran akan dapat mempertahankan keagungan kekuasaannya.
Setelah Yan Xing dan Yan Siyu selesai berbicara. Mereka menyuruh agar semua orang berkumpul kembali ditempat semula.
Dan setelah semua orang telah berkumpul, Yan Xing segera mengatakan pengumuman yang sudah dia bahas dengan bibinya sebelumnya.
" Aku menyuruh kalian berkumpul, karena aku ingin menyatakan bahwa pasukan naga akan dibentuk kembali dan aku akan menjadi pemimpin pasukan naga yang baru "
Teriak Yan Xing, dan perkataanya disambut dengan sorak-sorai dari banyak orang.
Sikong Jun yang tampak dari wajahnya tersirat sebuah ekspresi kebahagiaan yang tidak dapat dia sembunyikan.
Dengan perasaan yang dipenuhi kebahagiaan dia berjalan dan berlutut didepan Yan Xing.
Setelah Sikong Jun berlutut, kini meneruskan aksinya. Semua unit naga merah yang berada dibawah komandonya juga ikut berlutut mengikutinya.
" Sebagai pemimpin pasukan naga yang baru, aku akan melakukan dua hal yaitu mengumpulkan semua jenderal serta pasukannya yang tersisa.
Dan membersihkan kekaisaran Zhiliang dari tangan-tangan yang mencoba merusaknya. "
Teriak Yan Xing.
Mendengar teriakkan Yan Xing, membuat semua anggota unit naga merah menggila dan mulai bersorak-sorai.
*Hidup yang mulia
Hidup panglima naga
Hidup panglima naga*
Suara sorak-sorai menggema kesegala penjuru markas Perompak Naga ataupun unit naga merah.
...
__ADS_1
Sementara beberapa ratus meter dari tempat mereka. Disalah satu bangunan yang masih termasuk dalam bagian markas unit naga merah.
Didalam bangunan luas dan tampaknya merupakan tempak untuk anggota unit naga merah berlatih.
Didalam bangunan tersebut tampak beberapa sosok. Yang sepertinya tengah berlatih tanding.
Saat sosok-sosok tersebut tengah asik berlatih tanding. Kegiatan mereka berhenti saat mereka mendengar suara riuh dari luar bangunan, dan hal tersebut membuat mereka penasaran.
" Suara apa itu ? "
Tanya salah satu dari mereka.
" Aku tidak tahu bagaimana jika kita melihatnya saja langsung ? "
Tanya yang lainnya lagi.
" Sepertinya ide yang mulia bagus "
Saat sosok yang kedua berbicara mereka semua tampak menanggapinya dengan begitu hormat.
Mengikuti usulan sosok yang kedua berbicara. Mereka semua berlalu pergi meninggalkan bangunan tersebut.
...
Kembali kepada Yan Xing dan yang lainnya yang masih dihebohkan dengan keriuhan yang dibuat oleh anggota unit naga merah.
Yan Siyu yang tampak sedang mencari-cari hingga akhirnya dia berjalan mendekati sahabatnya Lan Ziyu.
" Saudari Lan, aku tidak dapat menemukan anak-anak dimanapun. Apakah kau tahu dimana mereka sekarang berada ? "
Tanya Yan Siyu.
" Benar juga, aku sejak tadi tidak melihat mereka "
Ucap Lan Ziyu yang justru ikut melirik kesegala arah mencari-cari sama seperti Yan Siyu.
Hingga pandangan mereka berdua berhenti saat sudah menemukan sosok-sosok ayang mereka cari.
Dengan arah yang sama dengan mata mereka melirik. Beberapa sosok sebelumnya berjalan mendekati mereka berdua.
Sementara Yan Xing yang tidak jauh dari Yan Xing dan Lan Ziyu. Tidak sengaja pandangannya menangkap sosok-sosok tersebut.
Begitu juga dengan sosok-sosok tersebut yang juga pandangan mereka berhenti tepat kearah Yan Xing.
Dan saat ketiga sosok yang berada di depan melihat Yan Xing. Mereka bertiga dengan tersenyum senang mulai berlari.
__ADS_1
Sementara sosok-sosok lainnya yang berada dibelakang mereka hanya berlari kecil mengikuti mereka.
Namun, salah satu sosok wanita justru diam dan terpaku ditempatnya saat melihat sosok Yan Xing.