
Yan Xing berdiri didepan Feng Xiaoyin serta yang lainnya. Dan dihadapannya juga kini berdiri Luo Xiao.
Luo Xiao yang ada didepan Yan Xing, menatap pemuda yang saat ini berdiri didepannya dengan kedua alisnya berkerut.
" Bocah ini di usianya yang masih sangat muda tapi kultivasinya sama dengan ku. Dasar sialan, apa dia sudah berkultivasi dalam kandungan ibunya "
Gerutu Luo Xiao dalam hatinya dan dengan tatapan iri terlihat dari wajahnya.
Selain Luo Xiao yang terkejut dengan kekuatan Yan Xing. Gu Shou dan teman-temannya dari aula abadi juga terkejut.
Begitupula dengan Xiao Leng dan orang-orang yang bersama dengannya terkejut dengan kekuatan Yan Xing.
Xiao Leng sendiri selain terkejut didalam hatinya juga merasa marah dan membenci Yan Xing setiap mengingat bagaimana dia kehilangan tangannya karena Yan Xing.
Sementara Feng Xiaoyin, Yun Yinying, Feng Yuyi, dan Yan Zhen sama sekali tidak terkejut karena mereka sudah mengetahui seberapa kuat Yan Xing.
" Bocah, aku tidak menyangka di usiamun yang masih sangat muda kau sudah berada diranah Ensoulment "
" Tapi menjadikan aula kebangkitan menjadi musuhmu adalah pilihan yang kurang bijak "
Setelah cukup lama keduanya saling diam dan menatap akhirnya Luo Xiao yang pertama membuka suaranya.
" Ho benarkah, lalu apa yang akan kalian lakukan jika aku ingin menjadikan kalian menjadi musuhku ? "
Yan Xing bertanya tapi tatapan dari wajahnya tampak acuh.
" Tentu saja kematiablah yang menantimu jika menjadikan kami menjadi musuhmu "
Luo Xiao berkata sembari tersenyum.
Yan Xing tidak menjawab dan masih terdiam dan hal tersebut disalahartikan oleh Luo Xiao yang menganggap Yan Xing takut.
" Itu benar lebih baik kau diam saja dan biarkan kami membawa ketiga wanita dibelakangmu "
Ucap Luo Xiao dengan tersenyum karena mengira bahwa Yan Xing takut dengan nama aula kebangkitan.
Tapi apa yang dikatakan oleh Yan Xing berikutnya berada diluar dugaannya Luo Xiao.
" Aku ingin sekali melihat kalian, aula kebangkitan yang terlebih dahulu menghabisiku atau aku yang menghancurkan aula kebangkitan terlebih dahulu "
Ucap Yan Xing dengan nada datar dan eajah tanpa ekspresinya, yang salah ditangkap oleh Luo Xiao sebagai bentuk meremehkan aula kebangkitan.
" Bocah sialan "
Geram Luo Xiao yang memberikan Yan Xing sebuah tatapan dengan penuh kebencian dan secara tiba-tiba saja Luo Xiao menghilang dari tempatnya.
" Berani sekali kau meremehkan aula kebangkitan-ku "
Ucap Luo Xiao yang secara mengejutkan tiba-tiba berada didepan Yan Xing dan melayangkan sebuah tinju kearah Yan Xing.
Namun Yan Xing dapat dengan mudah menangkap tinju Luo Xiao dengan satu tangannya.
Melihat tinjunya tidak berhasil mencapai Yan Xing dan justru berhasil dengan mudahnya ditangkap oleh Yan Xing.
Luo Xiao menarik tinjunya dari genggaman tangan Yan Xing dan kali ini dia kemudian mengayunkan kakinya kearah Yan Xing.
Namun Yan Xing sekali lagi dapat dengan mudahnya menghindari ayunan tendangan yang diarahkan Luo Xiao kepadanya.
Namun Luo Xiao tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia berhenti menyerang Yan Xing.
Luo Xiao kembali melayangkan tinjunya dan tendangannya kearah Yan Xing secara beruntun dan dari segala arah.
Dan Yan Xing kembali menghindari setiap ayunan tinju dan tendangan Luo Xiao tanpa mengeluarkan banyak gerakan.
Bahkan selama serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Luo Xiao dari segala arah kepada Yan Xing. Yan Xing bahkan tidak berpindah dari tempatnya bahkan sedikitpun.
Menyadari setiap serangannya tidak ada yang berhasil mencapai Yan Xing. Luo Xiao mundur dan membuat jarak diantara mereka sejauh 15 langkah.
Melihat semua serangan dari tinju dan tendangannya tidak ada yang berhasil mencapai Yan Xing. Luo Xiao berpikir untuk mengubah strategi untuk menghadapi Yan Xing.
" Bocah jangan bangga hanya karena kau dapat menahan beberapa serangan ku, pertarungan kita baru akan dimulai sekarang "
Ucap Luo Xiao yang kemudian mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan miliknya.
Tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Luo Xiao. Hanya karena mengeluarkan pedangnya, dia memiliki kepercayaan diri dapat mengalahkan Yan Xing.
Dan benar saja seolah kepercayaan dirinya yang sebelumnya muncul entah dari mana, kini seketika menghilang karena Yan Xing sekali lagi dapat mengatasi semua seranganmya dengan begitu mudahnya.
Tanpa bergerak satu inci pun dari tempatnya Yan Xing dapat dengan mudahnya menangkis dan menghindari setiap ayunan pedang Luo Xiao.
Namun Luo Xiao tidak menyerah dan kini menyerang Yan Xing dengan teknik beladiri miliknya.
Luo Xiao kemudian melayang 15 meter dari permukaan tanah. Dan memegang pedangnya di depan dadanya dan merapalkan beberapa mantra.
__ADS_1
Pedangnya kemudian melayang keatas kepalanya dan secara mengejutkan berubah menjadi pedang besar bercahaya.
7 pedang pembantai.
Setelah mengatakan kata-kata tersebut pedang besar diatas kepala Luo Xiao secara mengejutkan berubah menjadi 7 pedang secara total.
Serang
Luo Xiao menunjuk dengan dua jarinya kearah Yan Xing. Dan 7 pedang besar diatasnya mulai melesat kearah Yan Xing.
" Aku pikir bertarung denganmu dapat setidaknya membuat aku berkeringat sedikit saja "
" Namun sepertinya aku menilaimu terlalu tinggi "
Ucap Yan Xing dengan nada datar.
Yan Xing kemudian mengeluarkan pedang bayangan ungu dari ruang penyimpanan sistemnya.
Dia kemudian memposisikan pedang bayangan ungu di samping pingganya dan melakukan kuda-kuda untuk menghunuskan pedang ala samurai.
Sementara itu 7 pedang besar milik Luo Xiao mulai mendekat kearahnya. Saat 7 pedang sudah berada didepan mata Yan Xing.
Teknik pedang kesunyian, teknik terakhir bentuk sejati pedang kesunyian.
Setelah mengucapkan nama tekniknya Yan Xing menghilang dari tempatnya. Dan dalam seperkian detik berikutnya muncul dibelakang Luo Xiao dengan pedang yang sudah terbunuh dari sarungnya.
Setelah itu dia memasukkan kembali pedangnya kedalam sarung. Dan hal yang terjadi berikutnya membuat semua orang-orang dari aula kebangkitan terdiam.
Tiba-tiba garis-garis sayatan muncul disetiap sisi 7 pedang milik Luo Xiao dan menghancurkan 7 pedang besar tersebut menjadi berkeping-keping.
Begitupula dengan Luo Xiao yang disekujur tubuhnya sayatan pedang muncul dan membuatnya mengeluarkan darah dari setiap sayatan.
Dan dapat dipastikan Luo Xiao detik itu juga telah meregang nyawanya. Tubuhnya yang sudah tidak bernafas terjatuh hingga ke tanah.
Setelah berhasil mengalahkan Luo Xiao, seperti biasa sebuah notifikasi sistem muncul didepannya.
[Ding! Berhasil mengalahkan Luo Xiao 'ranah Ensoulment tahap 5, mendapatkan hadiah 180.000 PP dan 100 CP]
Saat melihat notifikasi sistem Yan Xing hanya menaikkan sudut bibirnya sedikit dan kemudian mengalihkan pandangannya kearah Xiao Leng dan orang-orangnya.
" Ayo kabur, dia iblis "
Teriak salah satu dari mereka yang sudah terlebih dahulu kabur menyelamatkan nyawanya.
Sementara itu Xiao Leng yang masih tidak percaya dengan kematian Luo Xiao masih diam terpaku ditempatnya.
Barulah setelah beberapa menit termenung dia akhirnya kembali mendapatkan kesadarannya dan tentu saja dia berlari untuk hidupnya.
Tapi Yan Xing tidak akan berbaik hati lagi saat seperti di hutan laut mati sebelumnya. Dia mengayunkan pedangnya dan siluet bulan sabit secara beruntun melesat kearah Xiao Leng dan orang-orangnya.
[Ding...]
[Ding...]
[Ding...]
[Ding...]
...
Notifikasi dari sistem terus bermunculan di depan Yan Xing dan tentu saja hal itu membuat Yan Xing lagi-lagi mengangkat satu sudut bibirnya.
" Aku mendapat 1.890.000 poin penukaran dan 3250 poin curang, lumayan juga "
Ucap Yan Xing dalam batinnya melihat jumlah pendapatan Poin penukaran dan poin curangnya setelah menghabisi Xiao Leng dan orang-orangnya termasuk Luo Xiao.
Setelah itu dia bergerak kembali ketempat Feng Xiaoyin berada. Disana juga ada Yan Zhen dan yang lainnya tengah menunggunya.
Saat setelah Yan Xing telah menapakkan kakinya di tanah. Feng Xiaoyin segera menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukan Yan Xing.
Gu Shou dan orang-orang dari aula abadi yang lainnya begitu terkejut melihat pemandangan ini.
Mereka seakan tidak percaya wanita yang mereka lihat didepan mereka adalah Feng Xiaoyin yang mereka kenal.
" Tidak usah begitu terkejut, kalian juga akan terbiasa melihat mereka seperti itu kedepannya "
Ucap Yun Yinying.
Bukannya kembali tenang mereka justru dibuat Yun Yinying tambah terkejut.
" Bibi siapa sebenarnya pria itu ? "
Tanya Gu Shou yang ingin menjawab rasa penasarannya.
__ADS_1
" Entahlah, yang aku tahu dia adalah pangeran dari kekaisaran Zhiliang. Dan juga calon suami Feng Xiaoyin suadara perempuan kalian "
Jawab Yun Yinying.
Yan Xing dan Feng Xiaoyin setelah puas berpelukan, mereka kemudian berjalan mendekati yang lainnya.
" Ibu mertua "
Sapa sopan Yan Xing kepada Yun Yinying.
" Hehe, kenapa aku merasa geli mendengarnya ya ? "
Yun Yinying terkekeh geli saat Yan Xing memanggilnya dengan sebutan ibu mertua.
" Xing'ge perkenalkan mereka adalah adik-adik ku dari aula abadi "
Feng Xiaoyin memperkenalkan Yan Xing kepada Gu Shou dan teman-temannya dari aula abadi.
" Perkenalkan namaku Yan Xing "
Ucap Yan Xing tanpa ekspresi memperkenalkan dirinya.
Melihat wajah Yan Xing yang tanpa ekspresi sejenak membuat kelimanya bingung apa harus memperkenalkan diri mereka juga.
" Perkenalkan namaku Gu Shou, senior Yan "
Ucap Gu Shou yang memecah keheningan dan memanggil Yan Xing dengan sebutan senior sesuai dengan perbedaan usia mereka.
Setelah melihat Gu Shou memperkenalkan dirinya. Empat teman lainnya juga mulai memperkenalkan diri mereka juga.
" Saudara Yan perkenalkan namaku Wu Lei "
" Saudara Yan perkenalkan namaku Dong Zhun "
" Saudara Yan perkenalkan namaku Yun Shan "
" Saudara Yan perkenalkan namaku Jian Fu "
Ucap keempatnya secara bergantian untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing kepada Yan Xing.
" Baiklah karena kalian telah selesai berkenalan, sekarang saatnya kita pergi menuju basis aula abadi di medan perang kuno ini ! "
Ucap Yun Yinying.
Semuanya tidak ada yang membantah dan menganggukkan kepala mereka mengikuti perintah Yun Yinying.
Yan Xing dan Feng Xiaoyin serta yang lainnya termasuk Yan Zhen bergerak mengikuti Yun Yinying yang menuntun mereka ketempat basis aula abadi berada.
Disela-sela perjalanan mereka Gu Shou dan empat temannya tampak berbisik-bisik membicarakan sesuatu.
" Hei menurut kalian bagaimana ekspresi wajah Liu Zhang ketika melihat saudara Yan dan Feng Xiaoyin yang begitu dekat "
Bisik Gu Shou kepada keempat temannya.
" Tentu saja dia pasti akan sangat kesal, kalian kan tahu sendiri dia sudah lama mencoba mendekati kakak Xiaoyin "
Bisik Wu Lei.
" Aku yakin dengan sifat angkuhnya dia akan mencoba menyuruh saudara Yan menjauhin kakak Xiaoyin seperti yang biasa dia lakukan kepada setiap orang yang mencoba mendekati kakak Xiaoyin "
Kali ini Yun Shan yang berbisik.
" Bajingan itu hanya tahu menggertak orang karena putra dari tetua kedua dari keluarga Liu. Sementara putra dari ketua Liu saja tidak suka memamerkan kekuasaannya sepertinya "
Bisik Dong Zhun yang tidak mau kalah dengan teman-temannya yang lain.
" Biarkan dia mencoba menggertak saudara Yan. Dan kita lihat bagaimana saudara Yan memberinya pelajaran ? "
Bisik Jian Fei dan direspon dengan suara tawa oleh keempat temannya.
" Tapi apa menurut kalian ketua Liu akan mempermasalahkan jika ada yang menghajar orang-orang dari keluarganya ? "
Bisik Jian Fei lagi.
" Menurutku tidak, kalian tahu sendiri hubungan Ketua Liu dan adiknya tetua kedua tidak begitu baik "
Bisik Gu Shou menjawab pertanyaan dari Jian Fei.
" Aku juga sependapat dengan Shou, jadi kita lihat saja apa yang terjadi saat kita tiba nantinya di basis aula abadi "
Bisik Dong Zhun dan mendapatkan anggukan dari keempatnya.
Yan Xing dan yang lainnya terus bergerak mengikuti Yun Yinying yang memimpin didepan.
__ADS_1