CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )

CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )
117.Xiao Bao Yang Sombong


__ADS_3

Ular piton raksasa dengan sisik-sisik berwarna perak dan panjang tubuh lebih dari 20 meter, tampak melingkarkan tubuhnya dan tengah tertidur.


Dibelakang ular piton raksasa tersebut, anggrek giok salju menari-nari sesaat hembusan angin lembut menerpa bunga tersebut.


Tidak jauh dari tempat piton langit sedang tertidur, beberapa meter didepan piton langit itu. Yan Xing dan Feng Xiaoyin berdiri diam menatap piton langit.


Melihat piton langit raksasa didepannya dengan kultivasi ular tersebut yang sudah mencapai ranah saint. Membuat tatapan Yan Xing penuh dengan minat untuk bertarung.


" Yin'er tetaplah disini ! Dengan kultivasimu saat ini, kau bukanlah tandingan ular itu "


Yan Xing berjalan mendahului Feng Xiaoyin, dan mulai berjalan mendekati piton langit yang tengah tertidur tersebut.


" Master pria yang kau idamkan itu begitu sombong "


" Untuk mencapai ranah half saint tahap menengah di alam fana, aku akui dia seorang senius sejati "


" Namun piton langit ini memiliki kultivasi ranah saint. Antara ranah half saint dan saint memiliki celah yang sangat besar, dan tidak mudah untuk menutupnya "


Setelah Yan Xing sudah berjarak cukup jauh dari Feng Xiaoyin, Xiao Bao rubah kecil itu keluar dan mulai membanjiri Feng Xiaoyin dengan perkataan.


Rubah kecil itu melayang disebelah Feng Xiaoyin dan tatapannya yang tampak meremehkan dan jijik dia perlihatkan saat melihat Yan Xing.


Memanglah tidak heran Xiao Bao mengira kultivasi Yan Xing adalah ranah half saint. Karena Yan Xing sendiri yang menurunkan aura kultivasinya hingga ranah half saint.


Sementara dia sendiri saat ini memiliki basis kultivasi ranah half saint tahap mendalam. Sedangkan Feng Xiaoyin karena perbedaan tahapan ranah, dia tentu tidak bisa merasakannya.


" Ada apa dengan tatapanmu itu, Xiao Bao "


" Jangan terlalu meremehkannya, kau tidak akan tahu seberapa kuat Xing'ge ! "


Sembari tersenyum Feng Xiaoyin menatap Yan Xing yang perlahan-lahan mulai menjauh darinya.


Tap


Yan Xing menghentikan langkahnya tepat 3 meter didepan piton langit yang tengah tertidur itu.


Shssss


Merasakan kehadiran Yan Xing, piton langit itu bangun dan mendesis kearah Yan Xing. Tampak sosok piton langit itu yang menjulang tinggi keatas.


Swossh


Melihat santapan tepat didepan matanya, tentu saja piton langit tidak menyia-nyiakannya. Piton langit menjulurkan kepalanya dan menerkam Yan Xing.


Namun, bukannya daging nikmat seperti yang dia harapkan. Justru mulutnya dipenuhi dengan tanah, sementara Yan Xing berhasil menghindari serangan piton langit tersebut.


Piton langit memuntahkan tanah yang ada didalam mulutnya dan kembali menjulurkan kepalanya kembali mencoba menerkam Yan Xing sekali lagi.


Swossh


Namun Yan Xing lagi-lagi berhasil menahannya. Dia mengeluarkan pedang bayangan ungu miliknya, dan memanfaatkannya meredam serangan piton langit.


Dia menggerakkan tubuhnya sedikit kesamping kiri dan dengan pedangnya dia mendesak tubuh tubuh ular raksasa itu agar berubah haluan.


Singgggg........


Untungnya usahanya berhasil, sisik keras dari piton langit saling bergesekan dengan pedang bayangan ungu milik Yan Xing dan membuat bunyi yang memekakkan.


Melihat serangannya lagi-lagi tidak berhasil membuat piton langit murka. Dia mengubah arah dan kembali melesat kearah Yan Xing dengan kecepatan dan kekuatan yang lebih dari sebelumnya.


Yan Xing juga sudah melakukan persiapan saat melihat piton langit melesat dengan cepat kearahnya. Dengan mengeluarkan tombak bencana ditangan kanannya.


Dengan pedang bayangan ungu ditangan kirinya dan tombak bencana di tangan kanannya, persis serupa dengan saat dia menghadapi Rakshea.


*Boom


Boom

__ADS_1


Boom*


Tiga serangan secara bertubi-tubi dilesatkan oleh piton langit kearah Yan Xing. Dan ketiganya dapat dihindari oleh Yan Xing dengan baik.


Dia mengubah sedikit arah serangan piton langit dengan memberikan sedikit dorongan menggunakan tombak dan pedang di kedua tangannya.


Dan hasilnya tiga serangan secara bertubi-tubi yang dilesatkan oleh piton langit dapat dihindarinya dengan baik.


Pertarungan pun masih terus berlanjut,piton langit itu terus mendesaknya. Sementara Yan Xing masih terus-menerus menghindari serangan piton langit.


Serangan demi serangan dari piton langit dan Yan Xing masih terus menghindarinya. Dan hasilnya diapun semakin terdesak dan dalam situasi yang merugikan.


Meskipun terus terdesak dan dalam situasi dirugikan, akan tetapi Yan Xing masih tetap tenang. Bahkan tidak ada sedikit kepanikan dan ketakutan di wajahnya justru sebuah senyuman lah yang tampak di wajahnya.


" Apa-apaan, bukankah dia yang dirugikan saat ini. Lalu kenapa dia masih bisa tetap tenang dan tersenyum seperti itu "


Xiao Bao menatap heran kearah pertarungan Yan Xing dengan piton langit. Kedua alisnya saling menarik, dan tatapan matanya menyipit.


Sementara disampingnya Feng Xiaoyin berdiri diam dan hanya tersenyum. Namun jauh didalam lubuk hatinya, dia juga khwatir.


Setelah pertarungan berjalan cukup lama, akhirnya Yan Xing dapat menemukan celah dan berhasil membuat jarak antara dirinya dengan piton langit.


" Ranah saint memanglah lawan yang menarik, namun dalam hal ini akulah yang diunggulkan "


Yan Xing berkata sembari menunjuk kearah piton langit dengan tombak di tangan kanannya.


" Diunggulkan dari mana ? Sejak pertarungan dialah yang dirugikan, bahkan sedikit serangan yang berhasil dia lesatkan tidak mampu menembus sisik keras piton langit "


" Master! kenapa kau bisa jatuh hati kepada pria gila dan bodoh ini ! "


Xiao Bao yang mendengar perkataan Yan Xing menjadi kesal.


Feng Xiaoyin yang berdiri disampingnya menanggapinya dengan tertawa kecil.


" Tampaknya Xiao Bao kita tidak bisa menahan kekesalannya "


Kembali kesisi Yan Xing.


Dia memegang erat tombak ditangan kanannya. Dan kemudian melemparkannya dengan sekuat tenaganya.


Tombak itu melesat sangat cepat dan terus bergerak kearah piton langit. Piton langit awalnya tidak menganggap serius serangan tombak Yan Xing.


Namun semakin tombak itu mendekat dia mulai merasakan bahaya yang dapat dilakukan oleh tombak tersebut.


Dengan tergesa-gesa dia musatkan kekerasan sisiknya dikepalanya. Karena jarak tombak yang sudah tidak dalam posisi yang dapat dia elak, jadi dia memutuskan untuk memilih opsi tersebut.


Dia mencoba menghadang tombak yang dilemparkan Yan Xing dengan kepalanya yang sudah dia pusatkan kekuatan sisik kerasnya.


*Swoss**h.


Jleb*.


Tombak tersebut melesat dan berhasil menghancurkan sisik keras piton langit kemudian terus melesat dan berhasil menembus kepala piton langit.


Piton langit mengeluarkan darah segar dari arah kepalanya yang berhasil ditembus oleh tombak Yan Xing. Dan tubuhnya yang menjulang tinggi keatas jatuh ketanah dengan menyedihkan.


Tentunya sudah jelas bagaimana mungkin piton langit yang hanya memiliki kultivasi ranah saint tahap awal dapat mengalahkan Yan Xing yang kultivasinya sudah mencapai ranah saint tahap mendalam.


Bahkan kekuatan tempur yang dimiliki oleh Yan Xing setara dengan Saint tahap akhir dan jika dia mengaktifkan tubuh beladirinya, kekuatan tempurnya bahkan dapat mencapai ranah Saint tahap puncak.


Dan kenapa Yan Xing sebelumnya dapat dibuat piton langit hingga terdesak. Tentu saja karena sebelumnya Yan Xing bertarung hanya mengunakan seperempat kekuatan fisiknya.


Setelah puas bermain-main dengan piton langit Yan Xing akhirnya memutuskan mengakhiri hidup piton langit dengan menyerangnya menggunakan tombaknya yang hanya dia kerahkan setengah kekuatan fisiknya.


Swossh.


Dia memanggil tombak bencana miliknya, dan tombak bencana bereaksi dan terbang kembali ketangan Yan Xing.

__ADS_1


Bertepatan dengan kembalinya tombak bencana ketangannya. Notifikasi dari sistem tanda bahwa dia berhasil membunuh piton langit pun muncul.


[Ding! Berhasil membunuh piton langit ranah saint tahap awal, mendapatkan hadiah 1.020.000 poin penukaran dan 570 poin curang]


Disisi Feng Xiaoyin dan Xiao Bao.


Setelah melihat Yan Xing berhasil mengalahkan piton langit dengan sekali serang. Membuat Feng Xiaoyin dan Xiao Bao terkejut, terutama Xiao Bao yang sejak awal sudah meremehkan Yan Xing.


" Bagaimana mungkin dia yang hanya memiliki kultivasi ranah Half Saint dapat mengalahkan piton langit yang ada di ranah Saint "


" Apa jangan-jangan sebenarnya dia memiliki kultivasi ranah Saint ! Diusia yang semuda itu, betapa menakutkannya bakat orang ini "


Xiao Bao secara terus-menerus bergumam karena masih belum bisa mencerna dengan baik apa yang dilihatnya.


" Sudah aku katakan jangan meremehkan Xing'ge, Xiao Bao. Dia tidaklah selemah yang kau pikirkan, dia sangatlah kuat "


Ucap Feng Xiaoyin yang akhirnya bisa merasa lega.


Kembali kesisi Yan Xing.


Setelah berhasil mengalahkan piton langit, Yan Xing berbalik dan berniat kembali kesisi Feng Xiaoyin.


Namun saat berbalik dia mendapati sosok Feng Xiaoyin dengan seekor rubah kecil yang melayang disampingnya. Dia mengerutkan dahinya sembari berjalan mendekat kearah Feng Xiaoyin.


" Yin'er, ini ! "


Ucapnya sembari terus melirik Xiao Bao setelah sampai didepan Feng Xiaoyin.


" Xing'ge kenalkan namanya Xiao Bao dan dia adalah binatang kontrakku "


Ucap Feng Xiaoyin memperkenalkan Xiao Bao kepada Yan Xing.


^^^^^^Setelah berhasil menerima warisan Dewi bulan tentu saja secara otomatis Xiao Bao juga ikut menjadi binatang kontrak Feng Xiaoyin.^^^^^^


Setelah mendengarkan penjelasan Feng Xiaoyin dia tidak menjawabnya dan hanya menganggukkan kepalanya.


" Tapi kenapa tubuhnya kecil begini ? "


Tanya Yan Xing asal dan berhasil membuat Xiao Bao kesal.


" Siapa yang kecil, ini bukanlah wujud asliku "


Geram Xiao Bao kesal mendengar perkataan Yan Xing.


" Ah long apakah binatang ilahi seperti kalian dapat merubah bentuk tubuhnya ? "


Bukannya menanggapi kekesalan Xiao Bao, Yan Xing justru bertanya kepada ah long binatang kontraknya melalui telepati.


" Kami dapat merubah bentuk tubuh kami tuan, dan bahkan saat mencapai ranah kultivasi tertentu kami dapat berubah menjadi manusia "


Ah long menjawab pertanyaan Yan Xing melalui telepati juga.


" Ayo Yin'er ! tempat ini sangat cocok untuk menjadi tempat kita berkultivasi "


Menggandeng tangan halus milik Feng Xiaoyin, dia membawanya berjalan mendekati tempat anggrek giok salju.


Xiao Bao yang masih kesal menjadi tambah kesal saat keberadaannya di acuhkan oleh Yan Xing.


" Sialan apa yang kau lakukan kepada masterku "


Dia berteriak dan berlari mengikuti Yan Xing dan Feng Xiaoyin.


...


Singkat cerita Yan Xing dan Feng Xiaoyin pun mulai berkultivasi di dekat anggrek giok salju tumbuh.


Tidak lupa mereka juga mengajak binatang kontrak mereka, Ah long dan Xiao Bao untuk ikut berkultivasi juga bersama mereka.

__ADS_1


__ADS_2