
Kota pedang, sama seperti sekte cermin langit yang setidaknya memiliki 10 kota yang menjadi wilayah kekuasaan mereka dan salah satu kota akan menjadi pusat kekuasaan mereka. Mungkin hampir mirip dengan ibu kota suatu kerajaan.
Dan kota pedang merupakan pusat kekuasaan sekte pedang ilahi dans Ama seperti sekte cermin langit. Sekte pedang ilahi juga memiliki 9 kota lainnya yang berada dalam kekuasaannya dan dikota inilah Yan Xing dan Mo Yuanli berada.
Untuk pergi menuju sekte pedang ilahi mereka harus melewati kota pedang terlebih dahulu. Jadi mereka memutuskan untuk menghabiskan satu malam di kota pedang tersebut.
Kota pedang terkenal dengan senjata mereka yang secara langsung ditempa oleh master penempa dari sekte pedang ilahi yang memang terkenal dengan penempaan mereka.
Sedangkan sekte cermin langit sangat terkenal dengan artefak yang mereka murnikan sementara sekte langit darah yang kini telah hancur sebelumnya dikenal dengan pil yang mereka suling.
Yan Xing dan Mo Yuanli berjalan mencari penginapan tempat mereka akan beristirahat untuk satu malam ini.
Setelah beberapa menit mencari mereka akhirnya menemukan satu penginapan dengan plakat nama yang tercantum didepan gedung 'Penginapan Suara Langit'.
Yan Xing berjalan memasuki penginapan suara langit tersebut. Namun saat dia akan melangkahkan kakinya melewati pintu masuk penginapan dia merasakan seolah-olah ada sosok akrab yang mengawasinya.
" Ada apa ini, aku merasa jika Yin'er berada di dekatku " ucap Yan Xing dalam hatinya sembari mengedarkan penglihatannya sekelilingnya dan setelah beberapa menit dia pun melangkah memasuki penginapan.
Sementara di kota pedang yang sama di suatu tempat yang tidak terlalu jauh dari Yan Xing dan Mo Yuanli berada 5 sosok akrab dan 2 sosok asing tengah mengawasi mereka dan setelah beberapa menit mengawasi Yan Xing dan Mo Yuanli mereka kemudian pergi meninggalkan tempat mereka.
Setelah menyewa 2 kamar untuk mereka masing-masing. Yan Xing dan Mo Yuanli memutuskan untuk menikmati pemandangan dikota pedang.
Yan Xing dan Mo Yuanli berjalan menikmati pemandangan kota pedang yang ramai dan riuh dikarenakan interaksi antara pedagang dengan pelanggannya.
Saat Yan Xing dan Mo Yuanli tengah asik berjalan-jalan di kota pedang. Yan Xing tidak sengaja melirik sebuah gedung dengan plakat nama yang sangat dikenalnya yaitu paviliun surgawi.
Melihat paviliun surgawi Yan Xing mengajak Mo Yuanli dan masuk kedalam paviliun surgawi.
Disaat mereka masuk semua orang terkejut dengan keberadaan mereka khususnya Mo Yuanli yang berita tentang dia memenangkan kompetisi kultivator muda benua langit telah tersebar luas namun berita tentang pemberontakan sekte langit darah seperti tidak pernah terjadi.
Bahkan manajer paviliun surgawi kota pedang secara pribadi menemui mereka berdua. Begitulah aturan hidup di benua langit dimana yang kuat akan disanjung dan yang lemah akan diinjak-injak.
" Salam buat kedua tamu, ini pastilah Mo Yuanli dari sekte cermin langit nama besarmu sadah lama kudengar " ucap manejer paviliun surgawi.
" Hah, lihatlah bodohnya aku tidak memperkenalkan diri, perkenalkan namaku Gui Jian " ucap manejer paviliun surgawi yang bernama Gui Jian.
" Salam tuan Gui, aku dan guruku hanya ingin melihat-lihat saja terlebih dahulu, kami pasti akan menemui tuan Gui jika ada harta yang membuat kami tertarik " ucap Mo Yuanli.
Saat mendengar kata guru yang dikatakan oleh Mo Yuanli. Gui Jian terkejut dan merasa penasaran dengan sosok yang dipanggi oleh jenius muda benua langit itu.
" Orang ini, aku tidak dapat melihat basis kultivasinya namun aku merasakan tekanan yang kuat darinya. Kemungkinan basisi kultivasi orang ini sudah berada jauh dariku " batin Gui Jian yang telah berkultivasi hingga ranah Golden Core.
" Tuan ini ? " Gui Jian bertanya ingin mengetahui nama Yan Xing.
" margaku Yan " ucap Yan Xing singkat.
" Ah, hanya begitu saja, caranya memperkenalkan diri cukup menarik " ucap Gui Jian dalam hati.
" Salam buat tuan Yan adakah sesuatu di paviliun surgawi ini yang membuat tuan tertarik ? " tanyanya sopan.
" Tidak ada yang membuatku tertarik, namun mungkin orang yang diatas sana memilikinya " ucap Yan Xing sembari menunjukkan sebuah ruangan yang terletak di lantai dua paviliun.
" Saudara Yan aku takut ini tidak boleh " ucap Gui Jian.
" Gui Jian biarkan tuan Yan untuk naik menemuiku " ucap suara seorang wanita yang berasal dari ruang yang ditunjuk oleh Yan Xing.
" Baik nona " jawab Gui Jian menanggapi perintah wanita tersebut.
" Silahkan tuan Yan " ucapnya dan kemudian menuntun Yan Xing dan Mo Yuanli ketempat wanita tersebut berada.
Kini mereka bertiga tiba didepan pintu tempat wanita yang memanggil mereka berada Tanpa berlama-lama Gui Jian kemudian membuat pintu tersebut dan berjalan masuk dan tampaklah sosok wanita cantik yang tidak lain adalah Huang Yanshi.
" Nona aku telah membawa tuan Yan menemuimu " ucap Gui Jian kepada Huang Yanshi yang dalam posisi membelakangi mereka bertiga.
__ADS_1
" Tidak kusangka kita bertemu secepat ini saudara Yan " ucap Huang Yanshi.
Sementara Yan Xing sejak pertama kali memasuki ruangan tersebut tampak sedang memikirkan sesuatu.
" Apa mungkin wanita ini yang kurasakan kehadirannya saat dipenginapan " batin Yan Xing dengan keraguan dalam hatinya
Sementara Huang Yanshi yang menyapa Yan Xing merasa bingung saat Yan Xing tidak kunjung membalas sapaannya.
" Saudara Yan " sapa Huang Yanshi kembali.
" Ah, ya aku juga tidak menduga kita dapat bertemu secepat ini saudari Huang " balas Yan Xing saat dia kembali kesadarannya.
" Sepertinya bukan saudari Huang, aku yakin sebelumnya aku merasakan kehadiran Yin'er " batin Yan Xing.
Yan Xing yang masih bingung dengan sosok akrab yang sebelumnya dia rasakan pada saat di penginapan. Namun dia akhirnya memutuskan melupakannya untuk saat ini kemungkinan semuanya akan terkuak pada waktunya.
" Saudari Huang, apa kau tidak memiliki berita tentang apa yang kuminta padamu? " tanya Yan Xing.
" Maafkan aku saudara Yan, kelompok seperti aula abadi sangatlah misterius dan kekuatan paviliun surgawi ku belum tentu dapat mencari informasi tentang mereka dengan begitu cepat " ucap Huang Yanshi.
" Jadi aku minta maaf aku belum bisa memberikanmu informasi mengenai istrimu " lanjutnya kemudian dengan perasaan menyesal.
Mo Yuanli yang berada didekat mereka berdua begitu terkejut saat mengetahui bahwa ternyata gurunya tersebut telah memiliki seorang istri.
" Guru kau sudah memiliki istri ? " tanya Mo Yuanli terkejut.
" Aku akan menceritakannya padamu nanti " ucap Yan Xing dan hanya dibalas anggukan oleh Mo Yuanli.
" Jika saudari Huang tidak memiliki apapun untuk diberitahukan padaku, kalau begitu kami permisi undur diri " ucap Yan Xing yang berjalan meninggalkan Huang Yanhi dan Gui Jian.
Namun saat akan berbalik pergi meninggalkan Huang Yanshi dan Gui Jian sendirian Yan Xing teringat sesuatu sehingga dia berhenti dan berjalan mendekati Huang Yanshi berdua dan memberikan sebuah cincin penyimpanan padanya.
" Sudah kubilang usaha paviliun surgawi tidak akan disia-siakan begitu saja, ini ada 2 teknik beladiri tingkat 3 dan 2 senjata tingkat tinggi kau dapat melelangnya atau apapun keuntungannya dapat dimiliki oleh paviliun surgawi sepenuhnya " Yan Xing setelah selesai berkata dia kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Keesokan paginya seperti yang mereka rencanakan mereka akan pergi ke setke pedang ilahi.
Mengikuti aturan yang menyatakan bahwa tidak ada yang dapat terbang dilangit wilayah sekte pedang langit dan hal tersebut termasuk kota-kota yang berada dalam kekuasaan sekte pedang ilahi seperti kota pedang.
Mereka berdua harus mendaki ribuan tangga untuk tiba di sekte pedang yang dibangun di atas puncak gunung pedang, gunung tertinggi di benua langit.
Gunung pedang hanya memiliki 1 puncak dan di sisi tebing tersebut terdapat pahatan yang menyerupai sebuah pedang sehingga dipanggil gunung pedang.
Yan Xing dan Mo Yuanli akhirnya tiba didepan gerbang masuk sekte pedang ilahi. Dan gerbang tersebut dijaga oleh 2 murid sekte pedang ilahi yang memiliki kultivasi ranah Qi condensation.
Saat melihat dua orang asing yang datang mendekati mereka kedua penjaga tersebut dengan waspada mengangkat tombak mereka dan mengarahkannya kepada Yan Xing dan Mo Yuanli.
" Katakan siapa kalian, dan apa yang kalian inginkan " ucap salah satu penjaga.
" Kedua saudara tolong katakan Mo Yuanli dari sekte cermin langit beserta gurunya datang mengunjungi sekte pedang ilahi " ucap Mo Yuanli dengan sopan.
Kedua penjaga yang mendengar nama Mo Yuanli langsung saja terkejut sama seperti orang yang pernah mendengar namanya.
" Baiklah senior Mo, saya akan memberitahukan kepada patriak sekte " ucap penjaga tersebut dan kemudian berlari memasuki sekte pedang langit.
Di aula pertemuan sekte pedang langit patriak sekte pedang ilahi tengah mendiskusikan beberapa masalah dengan tetua sekte pedang ilahi. Namun dikejutkan dengan kedatanga seorang penjaga gerbang sekte mereka.
" Lancang, berani mengganggu pertemuan petinggi sekte " ucap Zhang Ziyi patriak sekte pedang ilahi.
" Ampun patriak, tapi didepan gerbang ada Mo Yuanli dari sekte cermin langit dan juga gurunya meminta izin untuk bertamu kedalam sekte " ucap penjaga yang sudah bercucuran keringat.
" Apa kau yakin dengan perkataanmu ? " tanya Zhang Ziyi dengan intonasi suara yang dinaikkan.
" A-aku yakin patriak " ucap penjaga tersebut dengan suara bergetar.
__ADS_1
" Kalau begitu cepat segera tuntun mereka berdua kemari " perintahnya dan hanya dibalas anggukan oleh penjaga tersebut dan kemudian berlalu meninggalkan aula pertemuan.
" Patriak, apakah kita telah menyinggung guru dari Mo Yuanli sehingga dia datang ingin membalas dendam " ucap salah satu tetua ketakutan saat mengingat seberapa mengerikannya kekuatan Yan Xing.
Namun meskipun beberapa tetua percaya namun masih ada beberapa orang yang tidak percaya ada orang yang begitu muda dapat memiliki kultivasi ranah Nescent Soul.
Namun saat mengetahui bahwa bahkan patriak sekte mereka percaya. Mereka mau tidak mau harus mempercayainya meskipun ada 1 atau 2 yang belum percaya.
" Kau tidak tahu, karena itulah aku membiarkan mereka masuk jika kita menolaknya bagaimana nasib sekte pedang ilahi tentunya kau tahu " ucap Zhang Ziyi bergidik ketakutan.
Namun disaat itu juga sebuah aura kuat terpancar dan membuat mereka tertekan dan dari pintu masuk terlihat seorang pria tua yang sepertinya telah cukup berumur berjalan mendekati mereka.
" Apa kalian begitu takut, hanya karena satu anak muda yang baru menerobos ranah Nescent Soul " ucap pria tersebut.
" Salam leluhur "
Semua orang yang ada didalam aula pertemuan menunduk 90 derajat memberi salam dengan hormat kepada pria tua tersebut yang merupakan leluhur sekte pedang ilahi.
" Tapi leluhur anak muda itu memang memiliki kekuatan yang dapat membuat orang semua berlutut dihadapannya " ucap Zhang Ziyi.
" Hoo, benarkah baiklah biarku lihat seberapa kuat anak muda yang kau katakan ini " ucap leluhur sekte pedang ilahi sembari melepaskan auranya saat dia merasakan keberadaan Yan Xing dan Mo Yuanli yang semakin mendekat.
Sementara diluar Yan Xing yang tengah berjalan dengan tenang bersama penjaga yang menjadi penutup mereka menuju aula pertemuan.
Namun sebuah pancaran aura datang menerpa Yan Xing dan juga Mo Yuanli. Yan Xing yang tidak merasakan apa-apa saat aura menerpanya namun berbeda dengan Mo Yuanli yang terlihat kesitan.
Yan Xing kemudian melepaskan auranya untuk melawan aura leluhur sekte pedang ilahi. Dan hasilnya membuat leluhur sekte ilahi memuntahkan seteguk darah dan harus mundur beberapa langkah.
" Anak ini memiliki kekuatan yang luar biasa, kalian tidak melakukan sesuatu yang menyinggungnya bukan ? " tanya leluhur sekte pedang ilahi yang dengan cepat berubah sikap.
" Kami tidak pernah menyinggungnya leluhur " ucap Zhang Ziyi.
" Baguslah, kalau begitu leluhur tidak menggangu kalian lagi, aku akan pergi kembali menutup diri " ucap leluhur sekte pedang ilahi yang pergi dengan tergesa-gesa.
Setelah leluhur sekte pedang ilahi pergi bertepatan dengan Yan Xing dan Mo Yuanli yang sudah tiba di aula pertemuan.
Yan Xing dan Mo Yuanli berjalan memasuki aula pertemuan. Namun Yan Xing tidak terlalu mempedulikan sekelilingnya dan justru tampak memikirkan sesuatu.
" Aneh aku tidak merasakan, aura yang sebelumnya mencoba menekan kami. Tapi sebelum masuk aku jelas merasakan aura tersebut seperti berlari ketakutan, apa dia takut " batin Yan Xing memitingkan matanya.
" Salam tuan Yan dan keponakan Mo " ucap Zhang Ziyi dengan hormat.
" Aku akan langsung saja waktu kami tidak banyak, aku ingin meminta izin kepada senior Zhang untuk memperbolehkan aku mengangkat putramu Zhang Fei menjadi muridku " ucap Yan Xing meskipun terkesan terburu-buru namun tetap dengan nada santun.
Mendengar kata-kata Yan Xing yang terlalu tiba-tiba membuat Zhang Ziyi terkejut bahkan tidak tahu harus berkata apa. Dan melihat hal tersebut Yan Xing kembali mengeluarkan perkataan.
" Senior Zhang tenang saja dibawah pengawasanku Zhang Fei akan menjadi sosok kultivator kuat dan tentu saja aku akan menjamin keselamatannya ditanganku " ucap Yan Xing tegas.
" Bukan begitu tuan Yan, aku bukannya tidak menyetujuinya namun aku hanya terkejut saja bahwa kau mau menerima putraku menjadi muridmu " ucap Zhang Ziyi.
" Dan hal tersebut tentu saja menjadi suatu kebanggan untukku, namun tetap saja itu tergantung putraku Fei'er " ucap Zhang Ziyi.
Lalu kemudian dia mengutus seseorang untuk memanggil putran ya Zhang Fei untuk segera datang keaula pertemuan.
Dan tidak berselang lama seorang pemuda 12 tahun datang memasuki aula pertemuan. Saat dia masuk awalnya dia terkejut saat melihat Keberadaan Yan Xing dan Mo Yuanli.
" Fei'er, menghadap ayah apakah ada yang ayah perlukan dariku ? " tanya Zhang Fei kepada ayahnya.
" Fei'er begini tuan Yan guru Mo Yuanli ingin mengangkat mu menjadi muridnya bagaimana menurutmu, semuanya tergantung padamu " ucap Zhang Ziyi.
Zhang Fei menatap Yan Xing tentu dia tahu seberapa kuat Yan Xing yang dapat mengalahkan orang yang bahkan ayahnya tidak bisa kalahkan bahkan tanpa terluka sedikitpun dan pastinya dia tahu jawaban apa yang akan diputuskannya.
" Murid Zhang Fei, memberi hormat kepada guru " ucapnya sembari menundukkan kepalanya serendah lantai sebanyak tiga kali.
__ADS_1