CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )

CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )
78.Merekrut Perompak Naga


__ADS_3

Yan Xing dan Sikong Jun saling melesat menuju satu sama lain. Dalam beberapa detik saja mereka sudah memangkas jarak diantara mereka.


Dan saat mereka telah saling mendekati, mereka saling melayangkan tinju kearah masing-masing.


Boom


Suara yang memekakkan telinga yang tercipta karena dua tinju saling beradu terdengar menggema di segala penjuru.


Setelah saling beradu tinju, kedua orang tersebut sama-sama mundur beberapa langkah. Yan Xing hanya mundur sejauh tiga langkah sementara Sikong Jun mundur sejauh tujuh langkah.


Masih melayang diudara, Yan Xing tampak tidak mengalami luka yang serius setelah sebelumnya saling beradu tinju dengan kekuatan yang luar biasa.


Berbeda halnya dengan Sikong Jun yang kelelahan karena mengeluarkan semua kekuatannya saat beradu tinju dengan Yan Xing.


Selain itu juga tangan kanannya yang dia pakai untuk saling beradu tinju dengan Yan Xing tampaknya mengalami patah tulang yang cukup parah atau lebih tepatnya bagian dalam tangannya telah hancur.


Sikong Jun yang masih melayang di udara beberapa saat kemudian dia kehilangan keseimbangannya dan jatuh ketanah.


Kedua putrinya, Sikong Hua dan Sikong Yue yang masih bertarung melawan keenam muridnya Yan Xing serta Feng Guo. Segera berlari menuju tempat ayahnya terjatuh.


" Ayah "


Teriak kedua wanita kembar itu secara bersamaan. Dan melesat cepat ketempat ayahnya, Sikong Jun.


Setelah beberapa saat kedua saudari tersebut sudah berada ditempat Sikong Jun terjatuh.


Hati kedua saudari kembar tersebut begitu tersayat saat melihat tangan kanan ayahnya yang hancur dan selain itu juga dilumurih oleh darah.


" Ayah aku akan membalaskan dendam ayah " ucap Sikong Yue dengan tatapan matanya yang dipenuhi oleh kebencian.


Sikong Yue dengan mata memerah karena amarah yang sudah berada dipuncak segera mengambil pedangnya dan berniat ingin membalas dendam kepada Yan Xing karena telah melukai ayahnya.


Namun saat dia mencoba pergi untuk memulai balas dendamnya. Dia dihentikan oleh ayahnya dan saudari kembarnya.


" Yue'er tidak, jangan melakukannya " ucap Sikong Jun sembari menggelengkan kepalanya.


Namun larangan Sikong Jun tidak diindahkan oleh Sikong Yue dan dia tetap melangkah mencoba membalas dendam kepada Yan Xing.


" Apa kau bodoh. Ayah saja tidak dapat mengalahkannya, lalu apa kau pikir kau dapat mengalahkannya " ucap Sikong Hua yang berhasil membuat langkah Sikong Yue terhenti.


" Satu kali ini saja kumohon kau jangan bertindak bodoh. Jika terjadi sesuatu kepadamu ayah pasti akan sangat sedih, kami pasti sangat sedih " ucap Sikong Hua dengan mata yang berkaca-kaca.


Kedua saudari kembar tersebut pun tidak dapat membendung tangis mereka lagi. Sikong Jun yang melihat kedua putrinya juga ikut menjadi sedih.


" Maafkan ayah yang tidak berguna ini. Kalian berdua pergilah dan bawahlah semua saudara perompak naga kalian pergi dari sini ! " ucap Sikong Jun yang mendapat tatapan bingung dari kedua putrinya.


" Lalu bagaimana dengan ayah ? " tanya Sikong Hua.


" Ayah akan mencoba mengulur waktu agar kalian dapat pergi dengan selamat " sembari tersenyum Sikong Jun berucap.


" Tidak, jika ingin pergi maka kita semua akan pergi. Jika ingin tinggal maka kita semua akan tinggal " ucap Sikong Yue tegas dengan intonasi suara yang sedikit dinaikkan.


Sikong Jun hendak ingin mengatakan sesuatu kembali, namun dia mengurungkan niatnya saat melihat bagaimana tatapan kedua putrinya yang bersungguh-sungguh.


Yan Xing yang masih melayang di udara melihat dan juga samar-samar dapat mendengar percakapan dari ketiga sekeluarga tersebut.


Dia kemudian turun kedaratan dan mulai berjalan mendekati Sikong Jun, Sikong Hua, dan Sikong Yue.


Sementara ketiga orang tersebut sesaat mereka merasakan sebuah pergerakan dibelakang mereka. Dan tentunya mereka tahu siapa orang tersebut.


Dengan cekatan Sikong Hua dan Sikong Yue berdiri didepan ayah mereka. Tampak sebagai tameng hidup untuk melindungi Sikong Jun.

__ADS_1


" Jangan harap dapat menyakiti ayah ku selama kami masih ada disini " ucap Sikong Yue dengan nada dingin dan tatapan penuh kebencian yang mengarah kepada Yan Xing.


Namun Yan Xing mengabaikan ucapan dari Sikong Yue dan terus berjalan mendekat.


" Tidakkah kau mendengar perkataan saudariku. Segeralah pergi dari sini, kami tidak lagi berniat dengan harta berharga kalian " kini giliran Sikong Hua yang berbicara, namun berbeda dengan Sikong Yue, dia seperti bernegosiasi untuk keselamatan mereka.


Yan Xing tampak mendecikan lidahnya dan sedetik kemudian dia secara tiba-tiba menghilang dari pandangan kedua saudari kembar tersebut.


" Dimana dia ? "


Melihat Yan Xing yang tiba-tiba saja menghilang membuat kedua saudari kembar tersebut terkejut dan bertanya-tanya kemana perginya Yan Xing.


Kedua saudari kembar tersebut bertambah waspada setelah Yan Xing tiba-tiba saja menghilang dari pandangan mereka. Mereka dengan hati-hati mencari keberadaan Yan Xing.


Namun saat mereka fokus mencari Yan Xing sebuah suara yang berasal dari belakan mereka berdua mengagetkan mereka.


" Kalian sangat menjengkelkan " ucap suara tersebut yang tidak lain adalah suara milik Yan Xing.


" Bagaimana mungkin ? " ucap Sikong Yue yang terkejut dengan Yan Xing yang tiba-tiba muncul dibelakang mereka.


" Gawat! jangan sampai dia mendekati ayah " ucap Sikong Hua dan mencoba berbalik begitu pula dengan Sikong Yue.


Namun sebelum mereka berdua berbalik Yan Xing menotok mereka berdua. Sehingga kedua saudari kembar tersebut tidak dapat bergerak.


" Jika kalian terus bergerak, kalian akan menggangguku. Jadi lebih baik aku menotok titik akupuntur kalian berdua saja " ucap Yan Xing dan lanjut mendekati Sikong Jun.


Dia terus bergerak hingga akhirnya dia sudah berada didekat Sikong Jun yang sedang tergeletak di tanah.


" Aku tidak berharap kau mengampuni nyawaku. Namun aku berharap kau dapat mengampuni nyawa kedua putriku dan semua saudara perompak nagaku " pinta Sikong Jun saat Yan Xing sudah berada didepannya.


" Haiz, kau memang salah satu jenis orang yang merepotkan menurutku " ucap Yan Xing dengan suara yang dapat didengar oleh semua orang.


Mendengar perkataan tidak berdasar dari Yan Xing tentu saja membuat Sikong Jun bingung.


" Bahkan saat kau akan kehilangan nyawa pun, kau masih memikirkan orang lain. Di dunia yang kejam ini semua orang mengejar keuntungan untuk mereka, berlaku juga denganku " ucap Yan Xing yang merendahkan tubuhnya agar Sikong Jun dapat melihatnya dengan mudah.


" Disaat semua orang mengejar kemauan dari keegoisan mereka. Namun kau memikirkan orang-orang yang berada didekatmu " tambah Yan Xing dan mulai kembali berdiri.


" Apakah kau melihat keenam muridku, jika mereka tidak memiliki bakat yang menurutku layak aku tidak akan repot mengangkat mereka menjadi muridku " ucap Yan Xing sambil menunjuk kearah keenam muridnya.


" Itulah alasan kenapa kau kukatakan salah satu jenis orang yang merepotkan. Namun aku juga mengagumimu, kau kembali menumbuhkan hati nurani ku. Walaupun dunia berjalan dengan keegoisan, bukan berarti kita harus seperti itu juga " ucap Yan Xing dengan senyum yang merekah dibibirnya.


Yan Xing kemudian mengeluarkan sebuah pil atau lebih tepatnya, membeli pil dari sistemnya.


Pil tersebut merupakan pil tingkat tinggi yaitu 'pil bintang pemulih'. Pil tersebut dapat memulihkan berbagai penyakit dan Yan Xing bermaksud memberikan pil tersebut kepada Sikong Jun.


" Ambillah pil ini dan kau akan pulih. Tanganmu juga akan kembali seperti semula " ucap Yan Xing sembari menyodorkan pil tersebut kepada Sikong Jun.


Sikong Jun terhentak saat melihat pil tersebut. Dari auranya dia dapat menebak jika pil tersebut merupakan pil tingkat tinggi, namun dia enggan untuk menerimanya.


" Maafkan aku, aku tidak dapat menerima pemberianmu. Kau mengampuni nyawa seluruh saudara perompak nagaku, aku sangat berterima kasih kepadamu " ucap Sikong Jun.


" Aku memang akan mengampuni mereka jadi aku dengan tulus memberikan pil ini padamu. Apa kau ingin mengecewakan ketulusanku ? " tanya Yan Xing.


" Bukan begitu maksudku, jika kau benar-benar ingin memberikannya kepadaku. Lebih baik pil itu diberikan kepada orang yang benar-benar sekarat " ucap Sikong Jun.


" Ck, kau benar-benar orang yang merepotkan " ucap Yan Xing dengan nada kesal.


" Mo Yuanli " teriak Yan Xing memanggil Mo Yuanli.


Tidak butuh waktu lama Mo Yuanli sudah berada didekatnya.

__ADS_1


" Katakan padaku, berapa anggota perompak naga yang telah kau bunuh ? " tanya Yan Xing namun tatapannya tetap mengarah kepada Sikong Jun.


" Itu, guru maafkan aku. Aku tidak membunuh satupun anggota perompak naga " ucap Mo Yuanli dengan ekspresi menyesal.


" Benarkah, kenapa ? " tanya Yan Xing dengan nada datar.


" Itu, orang-orang dari perompak naga saat bertarung dengan kami tidak memiliki niat membunuh. Otomatis kami berpikir mereka tidak memiliki niat untuk membunuh kami, jadi kami juga bertarung tanpa niat membunuh hanya bertarung layaknya sedang saling berlatih " ucap Mo Yuanli.


" Kau mengatakan kami. Apakah itu berarti Zhang Fei dan yang lainnya juga ? " tanya Yan Xing mencoba memastikan kecurigaannya.


" Benar guru " angguk Mo Yuanli.


" Bagaimana menurutmu ? " ucap Yan Xing yang menatap Sikong Jun.


" Apa sebenarnya maumu ? " tanya Sikong Jun yang merasa aneh dengan sikap Yan Xing yang sangat ingin membantunya.


" Tidak banyak aku hanya ingin kau dan semua orang-orang dari perompak naga menjadi pengikutku " ucap Yan Xing.


" Dan tentu saja, aku juga ingin kedua putrimu menjadi muridku " tambah Yan Xing.


Setelah mendengar perkataan yang baru saja dilontarkan oleh Yan Xing tentu saja membuat Sikong Jun terkejut.


" Kenapa harus aku dan semua saudara perompak nagaku ? " tanya Sikong Jun.


" Aku juga tidak tahu alasan pastinya. Namun, sepertinya karena kau orang yang merepotkan " ucap Yan Xing.


" Jadi bagaimana, jika kau setuju kau dapat mengambil pil ini " ucap Yan Xing.


" Bagaimana jika aku tidak setuju ? " tanya Sikong Jun.


" Aku tetap akan memberikan pil ini " jawab Yan Xing.


" Terima kasih " ucap Sikong Jun dan menerima pil yang disodorkan oleh Yan Xing.


Sikong Jun kemudian segera memakan pil tersebut dalam sekali telan. Beberapa detik kemudian dia dapat merasakan efek dari pil tersebut.


Setelah beberapa menit akhirnya dia dapat secara keseluruhan menyerap efek dari pil tersebut. Sehingga tubuhnya telah pulih dan kedua tangannya yang hancur kembali seperti semula.


Selain itu Yan Xing juga melepaskan totokan dari Sikong Hua dan Sikong Yue. Setelah totokan mereka lepas, mereka berdua lantas segera berlari dan memeluk ayah mereka, Sikong Jun.


Tampak ketiga orang tersebut sedang mendiskusikan sesuatu selama beberapa menit hingga akhirnya diskusi mereka selesai.


Sikong Jun kemudian berjalan mendekati Yan Xing.


" Ada apa ? " tanya Yan Xing sambil mengernyitkan dahinya.


" Maafkan aku, namun aku belum tahu siapa namamu. Lantas bagaimana kami harus memanggilmu ? " tanya Sikong Jun.


" Ah, namaku Yan Xing " ucap Yan Xing.


Setelah Yan Xing memperkenalkan dirinya, lantas Sikong Jun segera berlutut dihadapannya.


" Aku Sikong Jun ketua perompak naga. Bersumpah setia kepada tuan Yan " teriak Sikong Jun.


" Aku Sikong Hua, bersumpah setia kepada tuan Yan "


" Aku Sikong Hua, bersumpah setia kepada tuan Yan "


Setelah Sikong Jun berlutut kini giliran kedua saudari kembar tersebut yang selanjutnya berlutut dihadapan Yan Xing.


" Kami perompak naga bersumpah setia kepada tuan Yan "

__ADS_1


Teriak seluruh anggota perompak naga setelah melihat pemimpin dan nona muda mereka berlutut dihadapan Yan Xing.


__ADS_2