CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )

CROSSING THE WORLD ( I Got Cheat On My System )
48.Akhir Kompetisi Yang Tidak Terduga dan Pengkhianatan Sekte Langit Darah


__ADS_3

boom, boom, boom


Suara ledakan terjadi di setiap sudut podium disebabkan dua serangan yang saling beradu antara serangan yang dilancarkan oleh Mo Yuanli dengan serangan Zhang Fei.


Zhang Fei dengan pedang ditangannya bertarung menghadapi Mo Yuanli yang tanpa menggunakan senjata dengan kata lain menggunakan tangan kosong. Namun terlebih dahulu Mo Yuanli menutupi kedua tangannya dengan qi.


Diatas podium kedua sosok tersebut saling bertukar serangan dan saling beradu kekuatan serta kecepatan mereka. Sehingga membuat para penonton tidak dapat melihat dengan jelas mereka berdua.


Diatas podium arena bintang tersebut hanya ada dua siluet berwarna merah dan hijau yang saling bertabrakan. Mereka tidak lain adalah Mo Yuanli merupakan siluet merah dan Zhang Fei merupakan siluet hijau.


Tensi pertandingan kian semakin bertambah kini bahkan mereka tidak hanya bertarung diatas podium namun juga saling bertarung sesekali saat melompat diudara.


Zhang Fei melompat keudara kemudian memposisikan pedangnya tepat didepan wajahnya kemudian melafalkan sebuah mantr.


teknik 7 pedang ilahi, pedang pertama penghakiman.


Para penonton yang mendengar nama teknik yang diucapkan oleh Zhang Fei tertegun dan mulai berbisik-bisik.


" Hei bukankah ini jurus andalan sekte pedang ilahi "


" Ya benar, sepertinya dia ingin mengakhiri pertandingan ini dengan satu serangan "


" Apa menurutmu, Mo Yuanli dapat menahan serangan itu "


" Dikatakan serangan ini bahkan bisa membuat kultivator ranah true foundation terluka "


" Jika dulu aku berpikir mungkin Mo Yuanli akan hancur jika terkena teknik ini, namun sekarang aku tidak yakin Mo Yuanli kerap melakukan hal-hal yang tidak terduga "


" Kita lihat saja apa yang akan terjadi "


Selain para penonton yang berbisik-bisik mengenai apa yang terjadi diatas podium ternyata para kepala enam kekuatan utama benua langit juga membicarakannya.


" aku tidak menyangka saudara Zhang mengajarkan keterampilan ini pada Zhang Fei " ucap Fu Yaosan.


" sepertinya saudara Zhang menaruh harapan besar bagi Zhang Fei " ucap Mo Jian.


" aku memang menaruh harapan besar bagi putraku, namun aku tidak menyangka aku baru saja mengajarkannya teknik ini setengah tahun lalu namun dia sudah dapat mempraktekkannya " ucap Zhang Ziyi dengan nada sedikit terkejut sembari menatap lekat kearah Zhang Fei.


Zhang Fei mengangkat pedangnya tinggi melewati kepalanya dan menunjuk kearah langit.


Dan perlahan petir berwarnah hijau mulai bermunculan dan berkumpul kearah pedang Zhang Fei.


Setelah petir hijau dia rasa sudah cukup, Zhang Fei kemudian mengayunkan pedangnya secara horizontal dan sebuah siluet bulan sabit berwarna hijau dengan muatan petir melesat kearah Mo Yuanli.


Siluet bulan sabit berwarna hijau tersebut semakin mendekat kearah Mo Yuanli. Mo Yuanli yang sebelumnya diam saja mulai melakukan pergerakan dia membuka kedua kakinya membentuk kuda-kuda untuk memukul.

__ADS_1


teknik tinju api membara, teknik pertama tinju amukan api.


Tangan Mo Yuanli diselimuti oleh api berwarna merah keemasan dan kemudian meninju udara kosong.


shuussh


Tinju api berwarna merah keemasan melesat mengikuti jalur siluet bulan sabit.


boom


Siluet bulan sabit dan sebuah tinju bertabrakan dan membuat ledakan yang amat besar bahkan tekanan yang dihasilkan oleh ledakan tersebut membuat sekitarnya mengalami kerusakan.


Diatas podium yang bentuknya sudah mulai tidak seperti sebelumnya Mo Yuanli dan Zhang Fei berdiri dengan nafas yang saling memburu. Tampaknya mereka berdua sama-sama kelelahan.


" hufh hufh, aku tidak menyangka kau juga memiliki teknik beladiri tingkat 3 " ucap Zhang Fei dengan nafas yang tersengal-sengal.


" hufh hufh, kau pikir hanya kau yang saja yang dapat memiliki teknik tingkat 3 " ucap Mo Yuanli dengan tersenyum tipis.


" aku tidak menyangka Mo Yuanli dapat memiliki teknik tingkat 3 " gumam Mo Jian dalam hatinya yang sedang menonton dari ruangan khusus milik sekte cermin langit.


" baiklah jika begitu aku ingin melihat apakah kau dapat menahan serangan ku kali ini " ucap Zhang Fei sedikit meninggikan suaranya.


Teknik 7 pedang ilahi, pedang kedua penghancur gunung.


Zhang Fei kembali mengangkat pedangnya keatas dan menunjuk langit. Dan setelah itu sebuah formasi muncul diatasnya.


" jatuhlah dan hancurkan segalanya " teriak Zhang Fei.


Pedang besar yang muncul dari dalam formasi tersebut perlahan mulai turun menuju Mo Yuanli.


" ini pedang kedua dari 7 pedang ilahi, aku tidak menyangka Fei'er dapat melakukannya " teriak Zhang Ziyi.


Mo Yuanli yang melihat pedang besar itu perlahan mulai turun mendekatinya tidak tinggal diam menunggu dirinya dihancurkan oleh pedang besar tersebut.


Dia kembali membuat kuda-kuda untuk memukul dan setelah itu tubuhnya diselimuti oleh aturan berwarna merah keemasan.


teknik tinju api membara, teknik kedua tinju penggetar langit.


Mo Yuanli sembari meneriakkan kata-kata tersebut dia juga melayangkan pukulannya keatas tepat dibawah pedang besar tersebut.


Kembali sebuah tinju api berwarna merah keemasan melesat kearah pedang besar milik Zhang Fei.


Meskipun terlihat sama persisi namun tinju api yang kali ini memeliki bara api yang lebih kuat dari sebelumnya dan cahaya nya juga lebih terang.


Dan sekali lagi tinju api berwarna merah keemasan saling beradu dengan pedang besar yang ingin menghantam Mo Yuanli.

__ADS_1


kreak


Pedang besar tersebut sedikit demi sedikit mulai retak hingga akhirnya hancur dan tinju api masu terus melesat cepat kearah Zhang Fei hingga akhirnya menghantamnya.


arghhh


Zhang Fei terpental keluar dari arena bintang dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


Hal tersebut membuat para penonton yang ada didalam arena bintang bersorak-sorai sambil bertepuk tangan memuji pertarungan hebat yang ditampilkan oleh keduanya.


Zhang Fei sudah memulihkan tubuhnya meskipun masih sedikit dan berjalan mendekati Mo Yuanli.


" Aku tidak menyangka kau dapat berkembang hingga sejauh ini meskipun sebelumnya kau terhambat karena meridianmu yang rusak. Saudara Mo selamat untuk kemenanganmu " Zhang Fei berkata sembari mengulurkan tangannya.


" Terima kasih saudara Zhang, kau juga hebat tadi itu pertandingan yang menakjubkan " ucap Mo Yuanli dan menyambut uluran tangan Zhang Fei.


" Masih ada satu pertandingan yang harus kau lakukan. Menangkanlah pertandingan ini untukku " ucap Zhang Fei.


" tidak perlu, melihat pertandingan kalian membuatku sadar jika aku bertarung melawan salah satu diantara kalian aku tidak akan memiliki kesempatan, lagi pula tenagaku terkuras saat melawan Yuan Yiwang sebelumnya " ucap Ji Wuyi yang secara tiba-tiba datang menghampiri mereka berdua.


" karena kau sudah berkata begitu maka aku mengumumkan bahwa pemenang kompetisi kultivator muda benua langit tahun ini adalah Mo Yuanli dari sekte cermin langit " teriak Situ Jun yang sudah tiba saja disamping mereka.


Sementara didalam ruang khusus milik sekte langit darah.


" bagaimana apakah putraku sudah membalas pesanku ? " tanya Fu Yaosan kepada salah satu tetua sekte langit darah.


" patriak tuan muda telah mengirim pesan bahwa dia telah bergerak menuju benua langit bersama dengan elit sektenua dan dua tetua di ranah golden core tahap puncak dan Nescent Soul " ucap tetua.


" ha ha ha bagus dengan begitu aku akan segera menjadi penguasa benua langit " Fu Yaosan tertawa.


Sementara tidak jauh dari selatan kerajaan Wu dan arena bintang.


Seekor binatang ilahi 'elang darah' tengah terbang menuju benua langit tepatnya kerajaan Wu. Arena bintang.


Diatas punggung elang darah tersebut tiga orang berdiri didepan dengan kultivasi yang tua ranah Nescent Soul, memiliki usia yang sekitaran 40-an tahun Golden core, dan yang termuda true foundation.


Serta dibelakang mereka masih diatas elang darah tersebut 20 elit dengan kekuatan ranah true foundation.


" Terima kasih tetua karena mau memenuhi permintaanmu yang lancang ini " ucap pria muda yang ada didepan.


" Ha ha ha, kau begitu sungkan bagaimanpun ini juga merupakan perintah langsung ketua sekte, kami mana memiliki keberanian menolaknya " ucap pria tua yang memiliki ranah Nescent Soul.


" Saya Fu Shan sekali lagi mengucapkan terima kasih pada kedua tetua " ucap pria tersebut sembari menundukkan kepalanya hormat.


Kembali ke arena bintang.

__ADS_1


Yan Xing yang berada diantara penonton menatap langit selatan dan tersenyum penuh arti.


" Sepertinya kesenangan yang telah kunanti- nantikan akan segera tiba " ucap Yan Xing sembari mengulumkan senyum jahat.


__ADS_2