
Setelah menemukan token naga Yan Zhong, Yan Siyu, dan Sikong Jun. Hal yang pertama yang terlintas dalam benak mereka adalah secepatnya mengumpulkan para jenderal naga.
" Yang mulia tunggu apa lagi, karena kita telah menemukan token naga. Sekarang saatnya kita mengumpulkan kembali para jenderal naga "
Ucap Sikong Jun menyuarakan pemikirannya.
" Ya benar Xing'er, sebaiknya kita segera bergegas "
Ucap Yan Siyu yang menyetujui perkataan Sikong Jun.
" Xing'er semuanya tergantung kepadamu, bagaimana menurutmu ? "
Yan Zhong sebagai kaisar tentu ingin mereka bergegas. Namun, sebagai paman dia juga harus mendengarkan pendapat dari keponakannya itu terlebih dahulu.
" Kita akan berangkat besok, aku harus bertemu dengan kakek dan nenek terlebih dahulu "
Ucap Yan Xing mengeluarkan isi pikirannya.
" Untuk tokennya, paman bisa menyimpannya dahulu "
Yan Xing beranjak meninggalkan mereka bertiga, namun sebelum pergi dia menyerahkan token naga kepada pamannya.
Ketiganya hanya dapat melihat punggung Yan Xing yang semakin melangkah menjauh dari mereka.
" Pastikan tidak ada berita tentang token naga yang telah ditemukan tersebar "
Ucap Yan Zhong dengan nada penekanan kepada adiknya dan Sikong Jun.
" Kita harus sebaik mungkin menjaga agar token naga tidak tersebar keluar, sampai kita dapat mengumpulkan para jenderal naga "
Peringkatnya lagi kepada keduanya.
Yan Siyu dan Sikong Jun pun secara serentak menganggukkan kepalanya mematuhi perintah Yan Zhong.
Setelah berdiskusi selama beberapa saat ketiganya pun juga bergerak meninggalkan makam Lin Meiyin.
...
Yan Xing melangkahkan kakinya berjalan menuju sebuah bangunan megah. Istana tempat dimana kakek dan neneknya tinggal.
Sementara istana megah tempat yang akan dituju Yan Xing. Didalam bangunan megah tersebut, seorang pria dan wanita paruh baya yang setidaknya usia mereka berdua telah menyentuh angka 80-an, namun keduanya masih tetap segar dan kuat.
" Kenapa Xing'er belum juga menemui kita, aku sangat merindukannya "
Ucap pria tua yang merupakan kakek Yan Xing, Yan Tian.
" Pak tua bersabarlah, dia pasti masih memiliki beberapa kesibukan. Kanapa kau tidak sabaran sih "
Kesal wanita tua yang duduk disebelahnya yang merupakan nenek Yan Xing, Hong Liya.
" Hoho, lihat siapa ini. Siapa yang sebelumnya selalu merengek saat Yan Xing dikabarkan menghilang "
Ejek Yan Tian mengatai sang istri.
" Belum lagi rengekannya selalu menggangguku "
Ucap Yan Tian lagi mengejek Hong Liya.
" Aku mengkhawatirkan cucu kita, kau pikir aku sepertimu "
Ucap Hong Liya yang kesal dengan suaminya yang mengatainya.
" Lalu, aku tidak mengkhawatirkan cucuku begitu ? "
Ujar Yan Tian sembari mengangkat satu alis matanya.
...
Flashback On.
Setelah kabar Yan Xing menghilang dan kabar tersebut sampai ke telinga Hong Liya, dia begitu terkejut dan panik.
Dengan langkah tergesa-gesa dia berjalan menuju ruang kerja suaminya. Saat sudah berada didalam ruang kerja suaminya, dan mendapati sang suami tengah membaca buku dengan tenang di meja kerjanya membuat wanita itu meradang.
__ADS_1
Dia melangkahkan kakinya berjalan mendekati sang suami. Dan saat sudah berada didepan meja kerja suaminya.
Brakkk
Dia memukul meja dengan sangat kuat sehingga terdengar bunyi yang berhasil mengganggu Yan Tian saat sedang membaca.
Yan Tian yang sebenarnya sudah mengetahui siapa yang datang mulai menepikan bukunya dan menatap wanita yang ada didepannya.
" Kau pasti sudah mendapat kabar jika Yan Xing menghilang "
Ucap Hong Liya.
" Benar "
Yan Tian menjawabnya dengan santai dan singkat.
Jawaban yang tidak memuaskan dari Yan Tian membuat amarah Hong Liya semakin meradang.
" Lalu kenapa kau masih bisa tenang membaca buku ditempat ini ? "
Tanya Hong Liya dengan marah.
" Putra kita pastinya sudah melakukan tindakan setelah mendengar kabar tersebut. Karena itu kita hanya perlu menunggu dan membiarkan mereka menemukannya "
Ucap Yan Tian.
Yan Tian bukan tidak menyayangi ataupun tidak peduli kepada Yan Xing. Namun, karena dia merupakan seorang yang pernah menjadi kaisar membuatnya harus selalu tenang dalam kondisi apapun.
" Tenanglah dan tunggu saja kabar dari putra kita. Cucu kita pasti baik-baik saja, kau percaya itu bukan ? "
Yan Tian menghibur mencoba menghibur sang istri agar dia tenang.
" Kau benar "
Hong Liya akhirnya dapat tenang setelah mendengar perkataan Yan Tian.
Flashback Off.
...
Didepan pintu istana Yan Xing dapat melihat dua orang penjaga sedang berjaga didepan pintu istana.
Kedua penjaga tersebut merupakan orang-orang yang diatur oleh Yan Zhong bukan dari keluarga Xiao.
Meskipun saat ini keluarga Xiao cukup berkuasa dikekaisaran. Karena didukung oleh banyak keluarga bangsawan.
Namun, mereka tidak cukup berani untuk mencampuri urusan istana milik Yan Tian. Yang merupakan orang terkuat di kekaisaran Zhiliang setelah Yan Zhong, ayahnya Yan Xing meninggal.
Dan karena Yan Tian jugalah keluarga Xiao belum berani melakukan tindakan apapun yang dapat membahayakan keluarga kekaisaran.
Saat kedua penjaga melihat Yan Xing, dapat dilihat dari tatapan mereka tatapan jijik. Meskipun mereka bukan dari keluarga Xiao, tapi mereka tetap menganggap Yan Xing sampah yang hanya beruntung lahir di keluarga kekaisaran.
Namun, mereka tidak berani secara terang-terangan menghina Yan Xing. Berbeda dengan orang-orang dari keluarga Xiao yang berani secara terang-terangan menghina Yan Xing.
" Salam yang mulia "
Ucap keduanya serentak membungkuk hormat kepada Yan Xing. Meskipun dari tatapan mereka terdapat keengganan dan jijik.
Namun secara tiba-tiba sebuah tekanan yang sangat kuat memaksa mereka untuk menunduk dan memuntahkan seteguk darah.
" Jangan pernah memperlihatkan tatapan seperti itu lagi dihadapanku jika kalian masih ingin hidup. Namun, jika kalian memang sudah bosan hidup kalian dapat mencobanya "
Ucap Yan Xing dingin seraya berjalan menjauhi mereka. Tampaknya moodnya saat ini tidak terlalu bagus.
Setelah Yan Xing pergi menjauh dari kedua penjaga tersebut. Keduanya mulai dapat berdiri kembali karena tekanan yang menahan mereka telah hilang.
" Kekuatan yang sangat menakutkan, bahkan setara dengan leluhur kekaisaran "
Ucap salah seorang penjaga.
" Ya benar, siapa yang berani lagi yang menganggapnya sebagai sampah ? "
Ucap yang satunya.
__ADS_1
" Sepertinya kekaisaran Zhiliang akan berguncang "
Lanjutnya lagi.
( Leluhur kekaisaran itu adalah kakek Yan Xing, Yan Tian )
Setelah berada didalam istana Yan Xing kemudian segera mencari keberadaan kakek dan neneknya.
Setelah mencari beberapa saat Yan Xing menemukan keduanya tengah berada di paviliun yang terletak di belakang istana dan dikelilingi oleh taman bunga dan sebuah kolam.
Paviliun itu sendiri terletak ditengah-tengah kolam tersebut. Yan Xing pun segera berjalan mendekat kearah paviliun.
Dia berjalan diatas jembatan yang menghubungkan paviliun dengan daratan bunga tersebut.
Tak tak tak
Suara langkah kaki mengusik Yan Tian dan Hong Liya yang tengah santai menikmati seduhan teh yang memiliki aroma begitu harum, bahkan Yan Xing dapat menciumnya.
keduanya mulai menoleh kearah asal suara langkah kaki yang mereka dengar berasal. Dan saat keduanya melihat Yan Xing yang datang, mata mereka menjadi cerah dan tersenyum dengan lebarnya.
" Xing'er, nenek begitu merindukanmu "
Hong Liya segera bergegas kearah Yan Xing dan memeluknya.
Yan Xing tersenyum dan membalas pelukan hangat yang diberikan oleh neneknya tersebut.
Baginya yang saat berada dibumi tidak pernah merasakan yang namanya kehangatan keluarga karena dia adalah seorang yatim piatu.
Hal ini membuatnya menjadi sedikit emosional kembali. Meskipun dia sebelumnya diperlakukan sama hangatnya saat bertemu paman dan bibi-bibinya serta para sepupunya.
Namun tetap saja Yan Xing kembali merasa sedikit emosional.
" Ekhm ekhm, apa kau hanya akan memeluk nenekmu. Apa kau tidak merindukan kakekmu ini ? "
Yan Tian yang sedari tadi berdiri melihat kedekatan cucu dan nenek tersebut mulai merasa cemburu.
Yan Xing pun hanya tersenyum dan berjalan mendekati kakeknya tersebut dan memberikannya pelukan hangat.
" Cih, dasar pengganggu "
Keluh Hong Liya yang merasa tidak terima Yan Tian menganggu dirinya untuk melepas rasa rindunya dengan cucunya.
...
Setelah ketiganya selesai melepas rindu, kini ketiganya bersama-sama duduk dan menikmati teh bersama didalam paviliun.
" Kakek aku memiliki pertanyaan kepada kalian, dan aku harap kalian menjawabnya dengan jujur Tan menutup-nutupi "
Yan Xing mulai angkat bicara.
" Silahkan Xing'er, tanyakan apapun kepada kami "
Ucap Hong Liya dengan senyuman manis terlihat diwajahnya.
" Ya benar ayo tanya apa yang ingin kau tanyakan "
Yan Tian juga ikutan berbicara.
" Bisakah kalian membicarakan masalalu ayahku .... "
Yan Xing ingin menuntaskan perkataanya namun dia mengurungkan niatnya sambil menggelengkan kepalanya.
" Bukan, aku berharap kalian dapat menceritakan kepadaku cerita mengenai ayahku, ibuku, dan wanita yang dikatakan ayahku sebagai istri pertamanya "
UJar Yan Xing.
Permintaan Yan Xing membuat keduanya sejenak terdiam. Dan setelah beberapa lama dan mereka saling memandang satu sama lain seperti sedang berdiskusi hanya dengan tatapan mata.
Setelah saling menatap satu sama lain akhirnya keduanya saling menganggukkan kepalanya.
" Baiklah kakek akan menceritakannya kepadamu. Lagipula sudah saatnya kau mengetahui ini semua.
Semuanya dimulai dari 25 tahun yang lalu "
__ADS_1
Yan Tian menerima permintaan Yan Xing dan mulai bercerita.