
Masih dihari yang sama dan langit masih menghitam.
Di kekaisaran Zhiliang, mansion keluarga Xiao.
Seorang pemuda tampak meringis menahan rasa sakit ditangannya. Pemuda tersebut adalah Xiao Leng.
Dia menahan rasa sakit karena kelima jarinya yang dipotong Yan Xing sebelumnya saat mereka bersinggungan di hutan laut mati.
" Ayah, kau harus membalas atas apa yang telah dia perbuat padaku "
Ucap Xiao Leng sembari menunjukkan tangannya yang sudah tidak memiliki satupun jari berjenjer.
" Apa kau yakin yang melakukan semua ini adalah pangeran terbuang itu ? "
Ujar seorang pria yang sudah tidak muda lagi, dan dapat dilihat tampak dari wajahnya sebuah kemarahan.
Pria tersebut adalah Xiao Hong ayah dari Xiao Leng dan sekaligus juga patriak keluarga Xiao yang sekarang.
Xiao Leng menganggukkan kepalanya cepat saat pria tersebut bertanya padanya.
" Bagus, keluarga Yan kalian berpikir kalian masih memiliki dukungan dari pasukan naga dan itu sebabnya kalian begitu berani "
Tampak pria tersebut semakin geram.
" Ayah apa yang akan kau lakukan ? "
Seorang pria muda yang sedari tadi berdiri memperhatikan mulai menyela.
Pria muda tersebut adalah Xiao Fang dan putra pertama dari Xiao Hong dengan kata lain adalah kakak dari Xiao Leng.
" Apa lagi, tentu saja aku akan menghancurkan keluarga Yan "
Ucap Xiao Hong dengan nada kesal.
" Sepertinya kali ini aku tidak dapat menyetujui pemikiran ayah "
Ucap Xiao Fang.
" Apa maksudmu Feng'er, apa kau ingin diam melihat apa yang mereka lakukan pada adikmu ? "
Xiao Hong meninggikan suaranya karena merasa tidak terima dengan apa yang baru saja keluar dari mulut putra sulungnya itu.
" Aku tahu, aku juga marah. Namun untuk saat ini kita hanya bisa membiarkannya dulu.
Sebelum kita mengetahui apakah mereka benar-benar memiliki token naga, kita untuk saat ini hanya bisa menunggu "
Setelah mengatakan perkataan tersebut Xiao Leng melangkah mendekati sang adik.
" Kalian tenang saja saat kita mengetahui lokasi benar adanya token nada ditangan mereka.
Tidak terlambat untuk membuat perhitungan kepada mereka "
Ucapnya sembari memegang pundak Xiao Leng.
" Aku tidak mengerti maksud kakak, bukankah kakak mengatakan token naga sekarang berada ditangan mereka.
Lalu bagaimana kita akan memiliki token naganya ? "
Xiao Leng tampak bingung dengan perkataan kakaknya.
" Lebih baik jika mereka benar-benar memiliki token naga tersebut. Maka kita dapat merebutnya sekaligus menghancurkan mereka, sebelum mereka berhasil mengumpulkan kemabli semua pasukan naga "
Ucap Xiao Fang sembari memasang wajah dengan senyuman jahat.
" Fang'er sepertinya rencanamu sedikit beresiko. Jika mereka benar-benar memiliki token naga, maka kita tidak harus menyentuh mereka.
Bagaimana jika pasukan naga akan menuntut balas kepada kita ? "
__ADS_1
Ujar Xiao Hong yang saat ini tidak memasang ekspresi wajah kesalnya. Dan bahkan dia terlihat menciut atau ketakutan.
" Ayah tenang saja, selama kita memiliki toke. naga ditangan kita. Mereka tidak akan berani menuntun balas kepada kita "
Ucapnya kembali dengan senyuman jahatnya.
Setelah malam panjang akhirnya pagi haripun telah tiba.
Didalam kamar tempat Yan Xing dan Feng Xiaoyin yang saat ini tengah.
Yan Xing yang tengah tertidur lelap terganggu dengan sebuah pergerakan diwajahnya
Meskipun sedikit enggan akhirnya Yan Xing mau tidak mau mulai membuka kedua matanya.
Saat dia membuka matanya, pemandangan pertama kali yang dilihatnya adalah wajah Feng Xiaoyin yang tersenyum kepadanya dengan jari telunjuk yang bermain-main dengan wajah yan Xing.
Saat Feng Xiaoyin melihat Yan Xing yang sudah terjaga, membuatnya seketika panik dan mencoba bangun.
Namun, dengan cepat tangan Yan Xing menarik tangannya. Sebab itu dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh yang dengan cepat ditangkap dan dibawah oleh Yan Xing dalam pelukannya.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Yan Xing saat melihat bibir mungil dan manis Feng Xiaoyin. Dia segera ******* bibir Feng Xiaoyin dengan ganas.
Uhmmmm
Awalnya Feng Xiaoyin menikmati ciuman tersebut, namun semakin lama ciuman tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti.
Feng Xiaoyin memukul-mukul dada Yan Xing karena sesak nafas yang dirasakannya saat Yan Xing menciumnya.
Huft huft huft.
Gadis itu menarik nafasnya dalam-dalam mencoba menstabilkan nafasnya.
" Xing'ge segeralah bangun dan bersihkan tubuhmu "
Ucap Feng Xiaoyin yang berjalan meninggalkan Yan Xing dengan wajahnya yang memerah.
Setelah itu, Yan Xing bangun dari ranjang dan segera melangkah masuk kedalam kamar mandi.
Sesaat setelah Yan Xing masuk kedalam kamar mandi, Feng Xiaoyin datang kembali. Namun kali ini dia datang bersama dua orang pelayan wanita dengan sebuah pakaian ditangan mereka.
" Kalian bisa menyerahkannya kepadaku, selebihnya biar aku yang melakukannya "
Ucap Feng Xiaoyin sembari mengambil pakaian yang ada ditangan kedua pelayan.
Kini ditangannya telah ada pakaian lengkap dengan didominasi oleh warna hitam.
Setelah beberapa menit Yan Xing keluar dengan jubah mandi yang melekat ditubuhnya.
Saat melihat Yan Xing yang sudah selesai membersihkan dirinya. Feng Xiaoyin segera mendekatinya dengan pakaian yang ada ditangannya.
" Xing'ge biarkan aku membantumu mengenakan pakaian "
Feng Xiaoyin tersenyum sembari mulai mengenakan satu-persatu pakaian yang serba hitam tersebut.
...
Di aula utama markas unit naga merah.
Yan Xing dan Feng Xiaoyin yang baru saja sampai. Langsung disambut hangat oleh orang-orang.
" Xing'er, akhirnya kalian disini "
Yan Siyu berjalan menghampiri mereka berdua.
" Bibi, maafkan kami karena membuat kalian semua menunggu "
Ucap Feng Xiaoyin.
__ADS_1
" Yin'er tidak apa-apa. Kau tampak menakjubkan hari ini, pantas saja keponakan bibi betah berlama-lama didalam kamar "
Kekeh Yan Siyu.
Feng Xiaoyin menjadi malu dan wajahnya dipenuhi dengan warna merah padam. Tampak interaksi keduanya sudah sangat begitu akrab.
Sementara Yan Xing yang berdiri disamping mereka tersenyum senang karena bibinya tampaknya tidak menolak kehadiran Feng Xiaoyin.
" Bibi, apakah sudah saatnya kita pergi menemukan jenderal naga yang tersisa ? "
Yan Xing menyela kesenangan kedua wanita itu dengan mengajukan sebuah pertanyaan.
" Sayangnya, sepertinya kita belum bisa melakukannya Xing'er "
Yan Siyu yang masih terlihat ingin lebih lama bercanda bersama Feng Xiaoyin mengalihkan perhatiannya kepada Yan Xing saat pria itu menanyainya.
" Kenapa bisa begitu bibi ? "
Yan Xing kembali bertanya.
" Kita terlebih dahulu kembali ke kekaisaran, dan mengambil token naga. Dengan token naga ditangan, bahkan kelima besar jenderal naga harus patuh tunduk denganmu "
Ujar bibinya.
" Apa yang dikatakan tuan putri Siyu, benar yang mulia. Namun sekarang masalah kita adalah, kita tidak mengetahui dimana ayah yang mulia menyembunyikan token naga tersebut "
Sikong Jun menyela yang secara tiba-tiba sudah ada saja disekitar mereka.
" Untuk itulah kita harus kembali ke kekaisaran. Karena pamanmu memiliki sebuah petunjuk yang dapat membawa kita ketempat token naga "
Ucap Yan Siyu.
...
Setelah berdiskusi beberapa saat akhirnya mereka mulai berangkat menuju kekaisaran Zhiliang dengan menggunakan setidaknya hampir lima belas profound ark besar dan sedang untuk menampung semua orang.
Profound pun mulai bergerak meninggalkan markas unit naga merah yang saat ini sudah di hancurkan.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka berhasil dengan lancar keluar dari hutan laut mati.
Kini mereka hanya berlu terbang menuju kekaisaran Zhiliang. Jika tidak ada halangan diperkirakan mereka akan sampai setidaknya dalam satu hari.
Diatas profound ark tampak Feng Xiaoyin dan Feng Guo sedang berbincang-bincang.
" Feng Guo segera kirimkan pesan kepada orang-orang rumah, bahwa kau baik-baik saja "
Perintah Feng Xiaoyin.
Feng Guo tidak menjawab melainkan mengangguk-anggukkan kepalanya mematuhi perintah dari nona mudanya tersebut.
Setelah selesai memberi perintah kepada Feng Guo. Xiaoyin melangkahkan kakinya pergi mendekati Yan Xing.
Sementara Feng Guo segera melaksanakan perintah yang baru saja dikatakan oleh Feng Xiaoyin.
Tampak dia menulis sebuah pesan kedalam sepucuk surat dan menggulungnya menjadi gulungan kecil.
Fiuttt
Dia bersiul dan seekor burung melayang diatasnya yang kemudian perlahan mendarat dilengannya.
Dia kemudian memasukkan gulungan surat tersebut kedalam sebuah alat yang sudah melekat di kaki burung tersebut dan kemudian menerbangkannya kembali.
...
Yan Xing dan yang lainnya menjadi pusat perhatian dari banyak orang setiap mereka melewati beberapa tempat.
Ada beberapa yang memiliki niat buruk kepada mereka. Namun, saat melihat bendera kekaisaran Zhiliang dan bahkan bendera keluarga kekaisaran membuat mereka memikirkannya dua kali sebelum bertindak.
__ADS_1
Profound ark pun terus terbang dengan lancar tanpa ada halangan. Setelah berlayar selama satu hari penuh akhirnya mereka hampir tiba di kekaisaran Zhiliang, yang hanya berjarak seribu meter lebih lagi.