
Yan Xing dan Fang Xiaoyin dengan dipandu oleh seorang pelayan wanita. Mereka melangkahkan kakinya mengikuti pelayan tersebut.
Selama perjalanan Yan Xing melewati banyak hal familiar yang masih melekat dalam ingatannya.
Setelah beberapa lama mereka berjalan, akhirnya mereka tiba didepan sebuah kamar yang Yan Xing sangat familiar.
Kreeek
Pelayan itu mulai membuka pintu kamar dan memperlihatkan dalam ruangan kamar tersebut.
Saat Yan Xing melihat mulai dari tata letak hingga perabotan yang ada dalam kamar tersebut dia kembali merasa bernostalgia.
Sebab, kamar yang sekarang ada dihadapannya merupakan kamarnya pada saat masih tinggal di istana.
" Yang mulia kaisar selalu memberi perintah untuk selalu membersihkan kamar ini dan membiarkan semua perabotnya pada tempatnya "
Celetuk pelayan wanita yang menuntun mereka.
Yan Xing kemudian melenggang masuk kedalam kamar tersebut. Dia tersenyum saat melihat banyak benda-benda yang menyimpan memori berharga dalam ingatannya masih terawat baik.
Dia kemudian berjalan kearah sebuah potret besar yang melekat didinding. Dalam potret tersebut ada seorang wanita anggun dengan seorang pria cilik.
Wanita dalam potret tersebut tersenyum cerah sambil menggandeng pria cilik yang juga tersenyum dengan manisnya.
Yan Xing tidak menyadari bahwa satu tetes air mata berhasil keluar mengalir dari matanya.
Dia kembali mengingat kebersamaannya bersama sang ibu. Meskipun saat ini yang menempati tubuh ini adalah Yan Xing dari bumi, bukan Yan Xing dari dunia ini.
Tapi tetap saja Yan Xing sangat terharu dengan bagaimana sang wanita yang dikenal ibu itu memeprlakukannya dalam ingatannya.
" Xing'ge "
Feng Xiaoyin mendekatinya dan menggandeng tangannya, dan membuat Yan Xing tersadar seketika dari lamunannya.
" Yin'er lihatlah wanita ini adalah ibuku, dan pria cilik ini adalah aku "
Ucap Yan Xing menjelaskan gambar potret dihadapannya.
" Kau sangat imut saat kecil Xing'ge, dan ibumu juga wanita yang sangat cantik "
Ucap Feng Xiaoyin.
" Kau tahu, ibuku tubuh yang sakit-sakitan sejak kecil. Dan saat melahirkanku kesehatannya semakin memburuk.
Namun, meskipun begitu dia selalu tersenyum.
Meskipun dia merasa kesakitan dia selalu tersenyum, meskipun dia terluka dia selalu tersenyum, meskipun dia tidak baik-baik saja dia masih tetap dan selalu tersenyum "
Ujar Yan Xing.
" Dia wanita yang hebat "
Ucap Feng Xiaoyin dengan tatapan penuh kekaguman setelah mendengar perkataan Yan Xing.
" Ya benar dia memang wanita hebat "
Ucap Yan Xing.
Saat mereka berdua terhanyut dalam kekaguman dengan ibu Yan Xing. Sebuah suara yang berasal dari luar, membuat amarah Yan Xing seketika memuncak.
" Hei, apa kau sudah dengar kalau pangeran sampah itu telah kembali ? "
Ujar seorang pelayan wanita yang kebetulan lewat dari depan kamar Yan Xing bersama dengan salah satu peluang wanita lainnya.
" Ya aku juga sudah dengar, aku selalu bingung kenapa ayahnya yang hebat. Namun memiliki anak yang seorang sampah seperti itu "
__ADS_1
Ucap pelayan satunya lagi sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Haha, apa kau lupa siapa ibunya ? "
Kembali pelayan wanita yang pertama berkata sembari terkekeh.
" Haha, ya kau benar juga. Ibunya juga seorang sampah, jadi tidak heran dia juga seorang sampah "
Tawa keduanya pecah hingga dapat didengar oleh Yan Xing.
Disisi Yan Xing saat mendengar kedua pelayan itu menjelekkan ibunya dan dirinya, membuat amarahnya memuncak seketika.
Feng Xiaoyin yang berada disebelahnya bermaksud ingin menenangkannya. Namun, sebelum dia mencobanya Yan Xing sudah terlebih dahulu menghilang dari hadapannya.
Wanita itupun celingak-celinguk mencari keberadaan Yan Xing. Yang tanpa dia sadari sudah berada diluar kamar tersebut.
Kembali kepada kedua pelayan yang menjelek-jelekkan Yan Xing dan ibunya.
Jleb
Sebuah belati sukses menembus leher salah satu pelayan. Dan membuat pelayan yang satunya lagi begitu terkejut dan ketakutan secara bersamaan.
Pelayan yang tertusuk belati dilehernya mulai darahnya mengalir deras. Temannya yang melihat itu sangat ketakutan dan dia tambah ketakutan saat sesosok tiba-tiba muncul.
Dia adalah Yan Xing yang bergegas keluar dari dalam kamar setelah mendengar ibunya dihina oleh kedua pelayan itu.
Yan Xing mencabut belati yang tertancap dia leher pelayan wanita tersebut. Dan membuat pelayan wanita itu terjatuh dengan darah yang mengalir deras.
Yan Xing kemudian berganti melangkah kearah pelayan yang satunya lagi. Dan saat dia melangkahkan kakinya, pelayan tersebut ketakutan hingga kakinya lemas dan dia terjatuh duduk di tanah.
" Apa yang ingin kau lakukan, aku adalah orang dari keluarga Xiao "
Pelayan tersebut bergerak mundur saat Yan Xing mendekatinya.
Jleb
" Ahhhh, keluarga Xiao tidak akan melepaskanmu, lihat saja "
Pelayan tersebut meringis kesakitan.
" Apa kau melihat tampang wajahku ? "
Yan Xing menggerakkan belatinya mengelilingi wajahnya.
" Apa aku tampak takut dengan keluarga Xiao ? "
Kembali dia bertanya kepada pelayan tersebut.
Jleb
Setelah melontarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut Yan Xing kembali menusukkan belatinya ketujuh pelayan tersebut yang sekarang adalah bagian perutnya.
" Kau tenang saja aku akan mengirim keluarga Xiao untuk bertemu denganmu secepatnya "
Bisik Yan Xing ketelinga pelayan tersebut.
Feng Xiaoyin dan pelayan yang menuntun mereka akhirnya keluar dari kamar. Feng Xiaoyin awalnya terkejut saat melihat Yan Xing yang dengan kejam membunuh kedua pelayan tersebut.
Sementara pelayan yang datang bersama mereka sangat ketakutan saat melihat dua pelayan yang tergeletak dengan darah berceceran ditubuh mereka.
" Xing'ge "
Feng Xiaoyin berjalan mendekati Yan Xing dan memegang lengannya serta tersenyum kepadanya.
" Yin'er apa kau membenci, karena tidak memberikan belas kasihan kepada seorang wanita ? "
__ADS_1
Yan Xing menatap Feng Xiaoyin seperti menginginkan sebuah jawaban.
" Justru aku senang, jadi jika ada seorang wanita mendekati Xing'ge, kau tidak akan menggubrisnya "
Feng Xiaoyin menjawab sembari tersenyum cerah kepada Yan Xing.
" Lagipula mereka berdua pantas mendapatkannya, aku juga akan marah jika ada yang menghina orang yang aku sayangi "
Ucap Feng Xiaoyin.
Yan Xing tersenyum saat mendengar perkataan Feng Xiaoyin. Dan dia kemudian mengalihkan pandangannya kepada pelayan yang datang bersama mereka.
Saat Yan Xing memandang pelayan tersebut, dia menjadi sangat ketakutan. Dan secara spontan bergerak mundur beberapa langkah karena ketakutan.
" Apa kau dari keluarga Xiao juga ? "
Tanya Yan Xing kepada pelayan tersebut.
Pelayan tersebut dengan cepat menggelengkan kepalanya mengatakan bahwa dia bukan dari keluarga Xiao.
Yan Xing menatap mata pelayan tersebut dengan seksama. Dan dia tidak menemukan kebohongan darinya.
" Bagus, sekarang masukkan kedua mayat ini kedalam sebuah kotak dan sertakan sepucuk surat kedalamnya yang berisikan.
' Ini peringatan terakhir untuk kalian keluarga Xiao, jangan ikut campur dengan urusan dalam istana kekaisaran ' "
Yan Xing memberi perintah kepada pelayan tersebut.
Pelayan tersebut menganggukkan kepalanya dan segera menyanggupi perintah Yan Xing. Dia kemudian meninggalkan Yan Xing dan Feng Xiaoyin sembari menyeret kedua mayat pelayan tersebut.
...
Di mansion keluarga Xiao.
Keluarga Xiao tengah dikejutkan dengan kedatangan sebuah kotak ke mansion mereka.
Xiao Hong patriak keluarga Xiao, yang tengah duduk gagah di kursi kebesarannya. Mengerutkan keningnya saat melihat sebuah kotak yang baru saja dibawah oleh bawahannya.
" Cepat segera buka kotak ini "
Perintah Xiao Hong.
Segera beberapa orang berjalan mendekati kotak tersebut dan mencoba membuka kotak tersebut.
Srttt
Kotak tersebutpun sepenuhnya telah berhasil terbuka. Dan alangkah terkejutnya mereka saat melihat dua mayat dalam kotak tersebut.
" *Apaan-apaan ini, siapa yang berani melakukan ini kepada keluarga Xiao "
" Jika kabar ini tersebar keluar, nama keluarga Xiao akan tercoreng "
" Tampaknya patriak akan sangat murka karena hal ini "
" Menurutmu, patriak akan melakukan apa* ? "
Suara bisik-bisik mulai terdengar dari orang-orang yang sedang berada didalam ruang pertemuan keluarga Xiao.
" Patriak didalamnya juga ada sepucuk surat "
Ucap seorang pria sembari memberikan sepucuk surat yang ada dalam kotak tersebut kepada Xiao Hong.
Xiao Hong segera membaca surat tersebut dan saat membacanya kedua matanya melebar dan melotot sempurna.
" Bajingan siapa yang berani bermain-main dengan keluarga Xiao-ku "
__ADS_1
Ucap Xiao Hong dengan amarah yang meluap-luap dihatinya.