Dark Desires Mr. Possessive

Dark Desires Mr. Possessive
Malam Pesta (3)


__ADS_3

Ke lima pria di dalam ruangan, selain Juan dan Carlos merupakan tokoh- tokoh besar dalam perekonomian dan perbankan, bahkan salah satu dari mereka memiliki jaringan gelap dengan cabang yang mengular, hampir sama dengan pengaruh yang dimiliki Juan dalam dunia gelap ini.


 


Sementara pria yang menginginkan Ayana merupakan salah satu pejabat penting dari pemerintah yang memiliki kuasa untuk memuluskan tindakan- tindakan serta transaksi bisnis illegal mereka. Dengan kata lain, bukan orang sembarangan yang bisa diabaikan begitu saja.


 


Apalagi dengan pengaruh yang mereka miliki, akan menjadi hal yang sangat serius apabila salah satu dari orang- orang di ruangan ini bersitegang dengan satu sama lainnya.


 


Namun, Carlos tidak tampak seperti dia akan mundur.


 


“Dia bilang, dia tidak mau,” Carlos berkata dengan nada tenang, tapi mengancam.


 


Seketika itu juga, suasana yang tadinya terasa menyenangkan dan penuh gairah, tiba- tiba berubah menjadi panas dan tegang.


 


Tidak ada lagi suara tawa manja para wanita di sana, bahkan suara dentuman musik yang keras, yang menjadi latar belakang situasi mencekam ini, tidak dapat mengembalikan mood mereka semua.  


 


“Bagaimana kalau aku memaksa?” tanya pejabat itu dengan suara rendah. Matanya menatap Ayana, lalu Carlos dengan menantang.


 


“Berikan saja, masih banyak wanita lain di sini yang jauh lebih menarik dan sesuai dengan seleramu,” ucap pria yang berperawakan gemuk itu. Dia mencoba menghidupkan suasana lagi dengan menawarkan minum, tapi tidak ada yang tertarik.


 


Fokus mereka kini hanya pada sang pejabat dan Carlos. Hal ini jauh lebih menarik.


 


Sesekali mereka akan melirik Juan. Carlos memang berkuasa, tapi Juan lah boss yang sebenarnya. Tanpa Juan, Carlos akan mempertahankan posisinya di lingkungan yang keras dan berbahaya ini.


 


Tapi, Juan seolah tidak melihat apa yang terjadi antara sahabat dan rekan bisnisnya. Dia terlihat menikmati minumannya dengan santai.


 


“Bagaimana kalau aku bilang tidak?” Carlos mengalihkan perhatiannya pada pria yang menyarankan agar dirinya menyerahkan Ayana. “Sudah kukatakan bukan? Kalian bisa membawanya pergi kalau dia setuju dengan ajakan kalian, tapi seperti yang kalian dengar, dia lebih suka denganku.”


 

__ADS_1


Pejabat tersebut menepis tangan Carlos dengan wajah merah padam, sangat jelas terlihat kalau apa yang dikatakan Carlos telah menyakiti harga dirinya.


 


Ini bukan lagi masalah wanita.


 


“Kau tidak tahu kalau usahamu tidak akan berjalan tanpa bantuan dariku?” tanya pria itu dengan nada sombong, dia menatap Carlos lalu Juan. “Sepertinya anak buahmu ini butuh sedikit pelajaran, bagaimana menurutmu Juan?”


 


Juan sama sekali tidak tertarik dengan pertengkaran yang terjadi, dia melanjutkan menyesap minumannya. Tapi, pada akhirnya dia berkata, “dia bukan anak buahku. Dia rekan kerjaku, sama seperti kalian.”


 


Carlos tersenyum mendengar hal itu. Dia telah memperhitungkan hal ini. Juan tidak akan tinggal diam saja kalau ada seseorang yang mengusik dirinya ataupun bisnisnya.


 


Sayang sekali, pejabat ini justru memulai dengan mengancam bisnis Juan dan tidak akan memuluskan jalannya, seandainya Carlos tidak menuruti perintahnya.


 


Tentu saja hal ini akan membuat Juan kesal dan Carlos sangat baik dalam mengetahui sifat- sifat Juan ini.


 


 


Juan cukup sadar bagaimana hal itu mempengaruhi Carlos.


 


“Kalau begitu beritahu rekan kerjamu ini untuk berperilaku baik dan serahkan gadis itu,” ucap pria itu dengan geram. Orang- orang seperti mereka, akan memandang Carlos sebelah mata, karena dirinya tertutup oleh kesuksesan Juan, seolah Carlos berada dalam bayangan sahabatnya itu.


 


“Kau bisa mengatakannya sendiri padanya.” Juan meletakkan gelas kosong ke atas meja dan menyandarkan punggungnya ke sadaran kursi. “Bukankah kau sudah mendengar langsung apa yang dia katakan?”


 


“Juan.” Pria itu memanggil namanya dengan suara yang berat. “Kau tidak akan mempermalukanku hanya untuk seorang gadis murahan, bukan? Serahkan gadis itu dan kita bisa kembali bersenang- senang.” Harga dirinya terluka karena menerima penolakan di hadapan rekan- rekan bisnisnya.


 


Sementara ke empat pria lainnya tampak menikmati keributan kecil ini.


 


“Bukankah kau sudah mempermalukan dirimu sendiri dengan memaksa meminta sesuatu yang sudah jelas ditolak oleh pemiliknya. Aku tidak masalah kalau kau mengambil gadis itu selama Carlos mengizinkannya. Lagipula, gadis itu bukan milikku.” Juan menyeringai ketika dia melihat kemarahan menari dimata lawan bicaranya.

__ADS_1


 


“Kau tidak akan mengatakan ini kalau kau memikirkan bisnismu yang harus ku tanda tangani perizinannya.” Sang pejabat menatap Juan dengan sorot mata mencela.


 


Bisnis baru Juan sudah bisa dipastikan tidak akan berjalan lancar tanpa tanda tangan dan persetujuan darinya. Namun, seharusnya dia tahu kalau Juan tidak bisa di ancam seperti itu, terutama menyangkut urusan bisnis.


 


Mereka adalah para pemain kotor, jadi bisa dipastikan tidak akan ada urusan yang berjalan adil di antara mereka. Segala cara adalah sah.


 


Walaupun mereka berada di dalam satu ruangan dan menikmati music serta suasana yang sama, bukan berarti mereka tidak akan saling menerkam apabila merasa teritori mereka terancam.


 


“Kau tidak akan mengancam untuk tidak meluluskan bisnisku, kalau kau tahu aku memegang rekaman kegiatan gelapmu.” Juan mendengus. “Rekaman kegiatan gelap kalian semua.”


 


“Juan!” hardik ke empat pria di dalam ruangan.


 


“Aku bisa mendirikan bisnis lain apabila bisnis ini tidak berjalan sesuai rencana, tapi…” Juan menatap mereka satu persatu dengan sorot mata yang membuat mereka terdiam. “Bagaimana dengan posisi penting kalian apabila seluruh rekaman mengenai sepak terjang kalian yang kotor itu disebarkan ke public?” Juan tertawa kecil ketika dia menuangkan minuman ke dalam gelasnya. “Pikirkan baik- baik. Apakah kalian yakin dapat mempertahankan posisi kalian sekarang?”


 


Bisnis bisa tumbuh dan berkembang atau terpuruk dan merugi, tapi Juan memiliki begitu banyak cabang bisnis yang memungkinkannya untuk tidak begitu mempedulikan satu bisnis yang harus terganjal perizinannya.


 


Namun, berbeda dengan para tokoh public yang harus menjaga image diri mereka agar tetap bersih, tidak peduli seberapa kotornya mereka.


 


Karena sekali mereka jatuh dari posisi tinggi mereka sekarang, maka tidak ada jaminan mereka akan memiliki waktu yang cukup untuk meraihnya lagi.


 


Mereka bisa berakhir menjadi hinaan masyarakat atau mendekam di penjara. Dimana kedua pilihan tersebut tidak akan menguntungkan mereka.


 


Dan oleh karena itu, Juan memainkan informasi yang dimilikinya dengan sangat baik, sementara Carlos telah memprediksi langkah ini lah yang akan di ambil oleh Juan, maka dari itu, dia berani bersikap seperti tadi.


 


“Jadi, tolong berhenti menaruh minat pada wanitaku,” Carlos berkata dengan suara tenang, setengah memeluk Ayana di sebelahnya. “Pergilah mencari wanita murahan lain.”

__ADS_1


__ADS_2