Dark Desires Mr. Possessive

Dark Desires Mr. Possessive
Bagian Tubuh Cassandra


__ADS_3

Ayana mengenali Nick, dia adalah pria yang telah memperlakukannya dengan sangat kasar ketika pertama kali dirinya dibawa ke rumah itu. Dia juga yang berbicara dengan dua orang petugas polisi dan berhasil membawa Ayana pergi dari rumah keluarga asuhnya.


 


Nick juga adalah orang yang telah membawanya menemui Cassandra.


 


Walaupun penerangan dari luar tidak cukup memadai dan Nick terkesan berusaha menyembunyikan identitasnya, tapi Ayana dapat mengenali pria itu dengan cukup baik dan dia yakin dengan apa yang dia lihat .


 


Namun, pertanyaannya adalah; untuk apa Nick berbicara secara rahasia dengan Carlos? Bukankah Nick adalah tangan kanan Juan?


 


Atau mungkinkah Nick tengah mengkhianati Juan dengan berpihak pada Carlos? Atau justru sebaliknya?


 


Ayana menyentuh kepalanya yang berdenyut menyakitkan. Dia benar- benar tidak mengerti bagaimana orang- orang ini dapat hidup dengan tidak mempercayai satu sama lain? Dan bagaimana mereka dapat bertahan dengan segala kepalsuan tersebut?


 


Seseorang yang dianggap sebagai teman, ternyata tidak bisa dikatakan demikian. Entah itu adalah Juan ataupun Carlos, mereka berdua tampak memiliki hubungan yang baik, tapi siapa yang menyangka, dibalik itu semua mereka ternyata saling menikam satu sama lain.


 


Ayana benar- benar harus menentukan pilihannya dengan baik. Dia merasa seolah berjalan di atas kaca yang rapuh, dimana saat dia salah melangkah maka kematian yang akan menyapanya.


 


Sayang sekali, Ayana tidak dapat mendengar percakapan apa yang dilakukan oleh Carlos dan Nick.


 


Sementara itu, di luar sana, Carlos menatap Nick yang gusar, dia menendang tempat sampah terdekat dan membuat isinya berhamburan, mengejutkan seekor kucing berbulu kuning, yang tengah mencari makan.


 


“Dia mengatakan akan memotong jariku Carlos!” desis Nick dengan berang.


 


Carlos menatap Nick dengan wajah tanpa empati. “Kau tahu bagaimana Juan, bukan?” ucap Carlos santai sambil menyalakan sebatang rokok untuk mengusir dinginnya malam.


 


“Lalu apa yang akan kau lakukan?” Nick berkata dengan sengit, ketika dia melirik ke arah mobil, yang dikendarai oleh Carlos, barulah dia menyadari kalau ada seseorang di dalam sana. “Siapa itu?” tanya Nick dengan curiga.

__ADS_1


 


Tanpa banyak berpikir, dia segera mendekati mobil tersebut dan mendapati Ayana tengah duduk di kursi depan. Tatapan mata mereka bertemu dan Nick dapat melihat ketakutan di mata gadis itu.


 


Tapi, itu bukanlah masalah bagi Nick saat ini, permasalahan yang dia miliki saat ini adalah; kenyataan bahwa Carlos membawa orang lain di pertemuan rahasia mereka ini.


 


“Carlos! Kau gila!?” hardik Nick dengan emosi yang meluap, kalau saja Carlos bukanlah orang penting dan hanya seseorang dengan status seperti dirinya, sudah dapat dipastikan kalau Nick akan melayangkan tinjunya ke wajah pria ini. “Apa maksudmu membawa dia juga ke sini?!”


 


Itu adalah Ayana, gadis yang Juan minta untuk dirinya cari tahu mengenai latar belakang kehidupannya sebelum dijual oleh keluarga Bertha.


 


“Tenang saja,” Carlos menghembuskan asap tipis dari bibirnya dan menjentikkan tangannya untuk membuang abu rokoknya. “Dia tidak akan mengatakan apapun, apa yang gadis itu bisa lakukan?”


 


“Carlos,” panggil Nick dengan nada memperingatkan. “Jangan menganggap remeh Juan. Walaupun saat ini aku adalah orang kepercayaannya, bukan berarti dia tidak akan mencurigaiku, sama sepertimu.” Dia menuding dada Carlos dengan jarinya.


 


Sebenarnya apa yang Nick peringatkan ada benarnya. Walaupun dunia luar menganggap Carlos adalah sahabat Juan, tapi itu tidak membuat Juan berhenti untuk mengungkapkan sesuatu yang dia rasa dapat dia curigai dari Carlos.


 


 


Carlos melirik tangan Nick.


 


“Kalau Juan benar- benar serius akan hal ini, aku tidak akan kembali kalau aku tidak berhasil menemukan sesuatu mengenai gadis sialan itu,” Nick berdecih dan melempar tatapan tajam pada Ayana, yang langsung menundukkan kepalanya ketakutan.


 


“Mulailah dari kota R,” ucap Carlos yang lalu membuang rokoknya dan menginjaknya dengan ujung sepatunya. “Kau bisa memulai dari sana.”


 


“Ada apa dengan kota R?” tanya Nick dengan curiga. “Apa kau tahu sesuatu mengenai masa lalu gadis itu?”


 


Carlos mengalihkan pandangannya ke arah Ayana dan menjawab pertanyaan Nick sambil bergumam. “Bisa dikatakan ya, bisa dikatakan tidak. Tergantung dari apa yang akan kau temukan di sana.”

__ADS_1


 


“Aku tidak mengerti apa maksud dari kata- katamu,” Nick menggeram dengan kesal. “Darimana kau tahu aku akan menemukan sesuatu di kota R.”


 


Mendengar pertanyaan Nick yang beruntun, membuat Carlos tidak sabar dan menatapnya dengan tajam. “Tugasmu adalah untuk mencari tahu, bukan untuk bertanya terus menerus. Kalau kau beruntung, kau akan menemukan sesuatu di sana, tapi kalau kau tidak beruntung, kau akan kehilangan jari- jarimu.” Carlos mengangkat bahunya dengan sikap acuh tak acuh.


 


“Kau bilang kau akan menolongku!” Nick mengingatkan Carlos dengan suara yang rendah. “Kau bilang kau akan membantuku pergi jauh dari Juan dengan Cassandra!”


 


Carlos tertawa pelan, ekspresi serius dan mengancam yang dia perlihatkan tadi seketika menghilang dan suasana sedikit mencair.


 


“Tenang saja, aku akan menolongmu,” Carlos berkata sambil menepuk pundak Nick. “Tapi yang menjadi pertanyaanku adalah; apakah Cassandra bersedia untuk pergi denganmu? Wanita itu sepertinya menikmati hidupnya kini setelah menjadi teman tidur Juan.”


 


Kata- kata ‘teman tidur Juan’ yang Carlos lontarkan, menyulut emosi Nick. Dia mengepalkan tangannya di samping tubuhnya menjadi sebuah tinju dan menggeram.


 


“Dia akan pergi denganku.” Katanya singkat.


 


“Bagaimana kau bisa yakin?” Carlos bertanya. “Bisa dikatakan, tidak ada wanita yang akan melewatkan kesempatan untuk memiliki hubungan dengan Juan dan berada di posisi Cassandra sekarang. Jadi, untuk apa wanita itu ikut denganmu melarikan diri dan meninggalkan segala kesenangan yang bisa dia nikamati dengan Juan?”


 


Carlos hanya menjabarkan kenyataan pada Nick, karena menurutnya Cassandra sama sekali tidak tertarik lagi pada pria ini, hanya saja Nick tidak dapat menanggapinya dengan baik dan berpikir kalau Juan lah yang merebut wanita itu darinya.


 


Walaupun sebenarnya hubungan diantara Juan dan Cassandra tidak lebih dari pemuas nafsu saja dan Juan tidak begitu ambil pusing dengan hubungan yang Cassandra miliki dengan pria lain. Dia tidak pernah memaksa wanita itu untuk melayaninya, semua dilakukan berdasarkan kesadaran mereka berdua. Setidaknya itu menurut Juan.


 


“Mau, atau tidak mau, Cassandra akan ikut denganku,” Nick berkata dengan penuh tekad.


 


“Terserah kau saja,” Carlos berkata. “Tapi, kalau kau mengkhianatiku, kau bisa membawa bagian- bagian tubuh Cassandra selama pelarianmu.” Carlos menekankan kata- kata ‘bagian- bagian tubuh Cassandra’ dalam kalimatnya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2