Dark Desires Mr. Possessive

Dark Desires Mr. Possessive
Perkelahian


__ADS_3

Sorot mata Carlos berubah menjadi lebih dingin dan tajam ketika dia mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh Juan.


 


Sisa- sisa rasa lelah dan demam yang masih terlihat di wajahnya tergantikan dengan ekspresi berbahaya, yang jelas terlihat dari cara Carlos menatap Juan, seolah dia adalah seorang musuh yang harus dienyahkan.


 


Tapi kilatan kebencian itu tidak berlangsung lama, karena setelahnya Carlos tersenyum pada Juan, seolah tidak ada yang terjadi.


 


“Apa maksudmu dengan kota R?” tanya Carlos sambil menarik Ayana kembali ke dekatnya, memastikan gadis itu berada di belakang punggungnya, tersembunyi dari Juan.


 


Belum waktunya… pikir Carlos. Belum waktunya bagi Juan untuk mengetahui identitas Ayana.


 


Carlos masih memiliki beberapa rencana busuk yang akan dia lakukan pada Ayana, maka dari itu, belum waktunya dia Juan mengetahui rahasia besar ini.


 


Carlos akan meluluh lantakkan Ayana terlebih dahulu, sehingga pada saat dirinya memberikan gadis itu pada Juan, hanya ada sisa- sisa kewarasan yang Ayana miliki untuk pria itu nikmati.


 


“Haruskah ku katakan kalau kau dan Nick bukanlah partner yang sesuai dengan satu sama lain?” tanya Juan sambil melepaskan dasi yang dia kenakan dan mengantongi benda tersebut, lalu melepaskan kancing teratas dari kemejanya, sehingga penampilannya kini tidak tampak terlalu formal.


 


“Partner?” Carlos mengulangi kata- kata Juan dengan nada mencemooh dan lalu menyilangkan tangannya di depan dada. “Kau menyebut seseorang itu sebagai partner, kalau dia memiliki status yang setara denganmu, tapi aku tidak pernah tahu kalau anak buahmu itu memiliki status yang sama denganku.”


 


Carlos dan Juan adalah teman dekat, setidaknya itulah yang diketahui oleh dunia di luar sana, maka dari itu mereka telah melakukan beberapa bisnis bersama sebagai rekanan dan kini, dengan menyebutkan Carlos memiliki Nick sebagai partnernya, maka itu sama saja dengan merendahkan diri Juan.


 


Dan Juan tahu betul betapa tajamnya lidah ‘sahabatnya’ ini. Carlos dapat memutar balikkan kata sesuai dengan apa yang dia ingin sampaikan.


 


Namun, dalam hal lain, Juan hampir selalu lebih unggul dalam mengetahui orang- orang yang akan mulai membalikkan badan mereka darinya dan akan menusuknya dari belakang saat mereka memiliki kesempatan.


 


Tidak peduli betapa dekatnya mereka di satu masa di waktu lalu, tapi dengan berjalannya waktu, segalanya pun ikut berubah.


 

__ADS_1


Kini kecurigaan Juan terbukti kalau Carlos memang memiliki niat lain terhadapnya dan apapun itu, hal tersebut ada kaitannya dengan gadis yang selama sepuluh tahun ini telah dia cari.


 


Dan kemungkinan terbesarnya adalah…


 


Mata Juan terarah pada sosok mungil Ayana yang tersembunyi di balik tubuh Carlos. Juan benar- benar tidak tahu apa jadinya, reaksinya kalau memang intuisinya benar mengenai Ayana dan motif dari tindakan Carlos. “Kita akan membicarakan ini saat kau lebih baik,” ucap Juan dengan mata yang masih menatap Ayana dengan tajam, dia tidak melepaskan pandangannya sama sekali.


 


Namun, Carlos menarik Ayana dan menghalangi Juan untuk melihatnya, dia sendiri menatap dengan galak pada pria di hadapannya ini.


 


“Kita akan membahas ini saat aku ingin membahasnya,” ucap Carlos dengan sengit.


 


Namun, Juan tidak begitu menanggapi ketika dia berjalan menuju pintu keluar dari dapur tersebut dan berkata dengan nada yang santai.


 


“Carl, jangan main- main denganku untuk masalah ini, kau bisa mengacaukan masalah yang lain, tapi tidak dengan yang satu ini.” Juan berbalik sebelum dia keluar dari sana dan menatap Carlos dengan sorot mata yang menantang. “Aku tidak mempunyai bukti kuat sekarang, tapi saat aku tahu gadis itu adalah gadis yang aku cari, maka aku tidak segan- segan untuk mengambilnya darimu,” ucap Juan.


 


 


Juan menyeringai, tapi itu bukanlah seringai yang menyenangkan untuk dilihat. “Mengambil Bianca?” tanya Juan. “Wanita murahan itu yang datang padaku, bukan sebaliknya.”


 


Dan segalanya terjadi dengan begitu cepat, seperti sebuah adegan kabur yang bahkan Ayana tidak sadar bahwa hal tersebut benar- benar terjadi.


 


Tepat di hadapannya, Ayana dapat melihat Carlos menerjang ke arah Juan, dan di detik berikutnya, mereka berdua terlibat dalam pergulatan sengit, yang seolah kedua pria tersebut tidak dapat merasakan sakit dari pukulan demi pukulan yang dilayangkan pada satu sama lain.


 


Barulah setelah Ayana mendengar suara jeritan Dalia, yang baru pulang dari membeli kebutuhan bulanan mereka, gadis itu tersadar dan mulai bereaksi saat melihat darah telah tercecer di lantai.


 


“Hentikan! Hentikan!” jerit Dalia, tapi dia tidak berani untuk mendekat. Takut, kalau- kalau ada pukulan yang tersasar ke arahnya. Ayana pun tidak berani untuk bergerak dari tempatnya.


 


Tapi, ketika dia melihat Carlos terpojok dan Juan menghajarnya tanpa belas kasihan, Ayana mulai bergerak menjauh, dia berniat untuk memanggil seseorang di luar apartment ini. Juan pasti tidak datang sendirian ke sini, bodyguard nya pasti menunggu dirinya di suatu tempat.

__ADS_1


 


Dengan pemikiran tersebut, Ayana segera berlari ke luar dapur dan menuju ruang depan, lalu ke arah pintu keluar.


 


Benar saja, di sana ada Kyle. Satu- satunya bodyguard Juan yang Ayana kenali, sedang berdiri menunggu bosnya tanpa tahu apa yang terjadi di dalam sana.


 


“Kyle!” Ayana memanggil pria berperawakan kekar itu dengan panik.


 


Kyle yang melihat raut wajah Ayana segera tahu kalau pasti ada sesuatu yang tidak beres yang telah terjadi dengan Juan atau Carlos.


 


“Di dalam!” seru Ayana dengan suara yang tercekat, dia menunjukk ke arah dapur. “Di dapur!”


 


Dan tanpa banyak pertanyaan, Kyle segera bergegas masuk ke dalam rumah, walaupun dia sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tapi biar bagaimanapun juga ekspresi wajah Ayana telah mengatakan kalau ada hal yang sangat mendesak yang harus dia lihat dan lakukan.


 


Dari tempat Ayana berdiri, dia dapat mendengar suara teriakan dan dentuman yang semakin keras. Dirinya tidak ingin melihat apa yang terjadi di dalam sana dan bagaimana kesulitan yang Kyle harus hadapi untuk mengatasi Carlos dan Juan.


 


Hanya saja, tepat ketika itu, Ayana melihat pintu depan yang terbuka, tanpa ada seorangpun yang menjaga di sana.


 


Hati Ayana berdesir ketika pemikiran untuk melarikan diri melintas kembali di benaknya, tapi hal tersebut segera Ayana enyahkan.


 


Walaupun terdengar hipokrit, tapi Ayana sama sekali tidak memiliki uang dan dirinya sangat membutuhkan uang untuk bertahan hidup.


 


Keinginannya segera pudar ketika dia melihat Sam dan Abby masuk ke dalam apartment dan menatapnya dengan bingung, tapi ketika Sam mendengar suara keributan dari dalam dia bergegas pergi untuk memeriksa apa yang sedang terjadi.


 


“Apa yang terjadi di dalam sana?” tanya Abby sambil mengunci pintu depan.


***


Cek ig story ku untuk visualisasi dan inner thought dari masing-masing karakter.

__ADS_1


@jikan_yo_tomare


__ADS_2