Dark Desires Mr. Possessive

Dark Desires Mr. Possessive
Amarah Carlos


__ADS_3

"Apa yang terjadi di dalam sana?" tanya Abby sambil mengunci pintu di belakangnya, memastikan Ayana tidak akan memiliki kesempatan untuk melarikan diri lagi dari tempat ini.


Dan hal ini juga memupuskan keinginan kecil Ayana untuk terbebas dari Carlos, walaupun dirinya tahu kalau hal tersebut tidaklah mungkin.


"Juan dan Carlos berkelahi," jawab Ayana dengan jujur.


Saat dirinya mengatakan itu, mereka berdua dapat mendengar suara keributan dari dalam sana dan kegaduhan tersebut membuat kedua gadis muda itu saling tatap.


"Ayo, kita harus melihat ke dalam," Abby menarik tangan Ayana untuk ikut dengannya, tanpa menunggu jawaban dari Ayana sendiri.


Mau tidak mau, Ayana harus ikut dengan Abby kembali ke dalam, ke pertengkaran antara Juan dan Carlos, yang mana, dirinya sama sekali tidak mengerti, mengapa kedua pria tersebut begitu ingin tahu mengenai tragedi kebakaran yang menimpa dirinya saat berada di kota R, sepuluh tahun lalu.


Ayana tidak yakin kalau dia pernah bertemu dengan salah satu dari mereka sebelum ini, tapi lagi, ingatannya tidak bisa dipercaya untuk kurun waktu tersebut.


"AYANA! DIMANA KAU!"


Suara Carlos menggelegar ketika dia mendapati kalau Ayana tidak berada di sana. Gadis itu menghilang dari pandangannya dan dia telah berpikir yang tidak- tidak.


Berpikir kalau Juan telah menyuruh seseorang untuk membawanya pergi. Carlos merasa dia tidak seperti dirinya sendiri saat ini.


Berkelahi dengan Juan setelah rahasianya terbongkar mengenai pencarian masa lalu Ayana di kota R dan sekarang dirinya terang- terangan menentang pria tersebut.


Carlos merasa kalau dirinya telah gila, mungkin demam ini yang membuat pikirannya menjadi tidak waras.


Carlos tidak tahu seberapa jauh Juan mengetahui hal ini, atau darimana dia tahu soal ini. Apakah Nick yang memberitahukannya? Ataukah ada orang lain yang telah memata- matai gerak- geriknya?


Segala kemungkinan bisa saja terjadi kalau hal ini menyangkut Juan.


"AYANA!" Carlos kembali berteriak dan segera keluar dari arah dapur untuk mencari gadis itu, mendorong Sam menjauh darinya.

__ADS_1


Carlos baru berhenti berteriak setelah dirinya mendapati Ayana tengah berjalan- setengah berlari ke arahnya dengan Abby berada di sampingnya.


"Ada apa?" tanya Ayana dengan suara datar dan ekspresi wajah yang khawatir. "Apa kau baik- baik saja?"


"Jangan melangkah sejengkal pun kalau aku tidak mengizinkanmu!" raung Carlos dengan marah dan ketika dia berbalik, dirinya mendapati Juan yang tengah menatapnya dengan beringas.


Pria itu tidak mengatakan apapun, tapi kalau saja dengan tatapan Juan dapat membunuh Carlos maka dia sudah dengan senang hati melakukannya, terutama ketika pria itu melihat bagaimana Carlos mencengkeram pergelangan tangan Ayana dan membuat gadis itu meringis kesakitan.


Namun, biarpun begitu, Juan tetap tidak melakukan apapun ketika Carlos berjalan melewatinya sambil menarik Ayana bersamanya.


"Jangan memulai hal ini denganku, Carl," ucap Juan, suaranya seperti sebuah desisan tajam dan peringatan.


"Kenapa?" tantang Carlos, dia berhenti beberapa meter jauhnya dari Juan dan mendorong Ayana masuk ke dalam kamar terdekat, menutup pintunya dengan rapat sementara Carlos menghadapi Juan.


Tidak jauh dari mereka, Kyle dan Sam, bersiaga kalau- kalau kedua pria ini akan baku hantam kembali. Namun, tidak cukup berani untuk menginterupsi kata- kata sengit di antara keduanya.


"Kau tahu kalau aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan," ucap Juan. "Dan kalau gadis itu ternyata dia, maka kau akan membayar setiap rasa sakit yang dia rasakan." Itu adalah sebuah ancaman, dan Juan selalu memenuhi janjinya.


Peluh mulai tampak di kening Carlos ketika dia merasakan kepalanya terasa begitu sakit, tapi Carlos sama sekali tidak menunjukkannya. Demam ini benar- benar menyusahkan.


"Dan kau seharusnya belajar mengenai akhir tragis pada orang- orang yang berusaha untuk menentangku," jawab Juan dengan sengit. "Mereka tidak lagi dapat menentang siapapun sekarang." Yang berarti orang- orang tersebut sudah tidak lagi bernyawa.


Mendengar hal itu, Carlos hanya tersenyum dengan sinis. "Kau pikir selama ini aku hanya mengikutimu tanpa belajar apapun?" tanyanya dengan sikap menantang. "Aku memegang 'kartumu' juga Juan, jadi berhati- hatilah."


Juan tidak mengubah ekspresinya sama sekali ketika dia mendengar bagaimana Carlos mengatakan hal tersebut.


"Dan mengenai 'menyakitinya'," Carlos kembali bicara. "Aku telah menyakitinya dengan cukup dan itu bukan urusanmu. Dia adalah wanitaku dan kau tidak berhak mengganggu kesenanganku."


Selesai mengatakan hal tersebut, Carlos membalik badannya dan masuk ke dalam kamar dimana dia menyembunyikan Hailee tadi, meninggalkan Juan yang tampak merah padam menahan amarah.

__ADS_1


Sampai Juan dapat membuktikan kalau Ayana adalah gadis yang dirinya cari, maka Juan tidak bisa melakukan apapun yang Carlos inginkan pada gadis itu.


Walaupun yang Carlos katakan cukup berani dan terkesan begitu impulsif, tapi kata- katanya benar. Carlos memegang hampir semua rahasia Juan.


Dan bila mereka berdua membawa perselisihan ini ke tingkat yang lebih buruk tanpa pemikiran yang matang, Juan dan Carlos hanya akan menghancurkan satu sama lain.


Dan lagi, Juan masih memerlukan bukti konkret yang menyatakan bahwa Ayana adalah gadis kecil yang selama ini dia cari.


Tanpa itu, perselisihan apapun dengan Carlos tidak akan cukup berharga.


"Bos?" Kyle mendekati Juan dan bertanya dengan suara pelan ketika bosnya tersebut hanya terpaku menatap garang pada pintu yang tertutup. "Kau ingin melakukan sesuatu?" tanyanya.


Di sisi lain, mendengar pertanyaan Kyle tersebut, Sam menjadi lebih waspada. Dia memberikan gesture pada Abby agar dirinya menjauh dari tempat ini dan menghubungi orang- orang Carlos yang lainnya.


Abby mengerti akan hal tersebut dan segera bergerak menjauh bersama dengan Dalia yang telah pucat pasi melihat perkelahhian dua orang pria yang biasanya terlihat akur dengan satu sama lain ini.


Sementara itu, Juan tidak langsung menjawab tawaran Kyle. Dia kembali terdiam seolah tengah memikirkan sesuatu dengan keras, sebelum memutuskan;


"Kita kembali ke kantor," ucap Juan, yang langsung berbalik pergi, meninggalkan Kyle yang terlihat bingung, tapi pada akhirnya dia mengikuti Juan, keluar dari apartment tersebut.


Barulah ketika mereka berdua telah pergi, Sam dapat bernafas lega. Tentu saja Sam tahu siapa Juan dan kalau bisa dia tidak ingin terlibat dalam situasi buruk dengannya.


***


Di dalam kamar, Carlos mengunci pintu kamar tersebut dan melemparkan kuncinya dengan asal seraya menghampiri Ayana yang berdiri dengan takut- takut di dekat meja rias.


Carlos berhenti tepat di hadapannya dan memiringkan kepalanya, memberi penilaian pada gadis tersebut. "Juan mengancamku untuk tidak menyakitimu," dia berkata, dan Ayana tidak mengerti apa maksud dari kata- kata tersebut.


 ***

__ADS_1


Cek ig story ku untuk visualisasi dan inner thought dari masing-masing karakter.


@jikan_yo_tomare


__ADS_2