
Ayana ingin mendorong Carlos menjauh darinya. Entah kenapa, tatapan Juan padanya begitu membuatnya tidak nyaman.
Bukan hanya Juan, bahkan tatapan orang- orang yang berlalu- lalang di sana pun membuat Ayana tidak nyaman.
Ayana merasakan wajahnya yang panas karena Carlos menciumnya seperti ini di depan umum.
Kalau Carlos mengatakan ini adalah caranya untuk menunjukkan pada semua orang kalau Ayana adalah miliknya, maka Ayana berpikir ini adalah salah satu cara Carlos untuk mempermalukannya di depan umum.
Ayana bahkan menjadi semakin panik ketika Juan bergerak mendekati mereka. Matanya yang hitam dan tajam begitu mengerikan untuk dilihat.
"Carlos…" Ayana ingin memberitahukan Carlos kalau Juan tengah berjalan mendekati mereka, tapi dirinya dibungkam dengan sangat efektif ketika pria itu memperdalam ciumannya.
Tentu saja Carlos tahu kalau Juan berada di sana, itu adalah salah satu alasan mengapa Carlos melakukan ini. Bukan hanya semata karena dirinya ingin menunjukkan kalau Ayana adalah wanitanya.
Ayana hanya dapat menutup mata ketika Juan sudah begitu dekat dan meraih pundak Carlos dan melayangkan sebuah tinju ke wajahnya.
Namun, Carlos sudah memperkirakan ini dan menghindari serangan tersebut dan balas memukul wajah Juan, hanya saja sebelum Juan benar- benar jatuh, dia masih sempat menendang dada Carlos hingga pria itu jatuh tersungkur.
Setelah itu, orang- orang dari kedua kubu saling bersitegang dan melayangkan tangan mereka ke arah pistol yang ada di pinggang mereka.
Suasana begitu menegangkan sampai Carlos berusaha bangun dan tertawa terbahak- bahak, menertawakan intens dari situasi yang diciptakan oleh mereka berdua.
"Turunkan senjata kalian sebelum ada yang terluka," ucapnya di sela- sela tawanya. Namun, ketika mata Carlos yang seperti menggila memandang Juan yang berdiri pongah di hadapannya dan menatap Ayana tanpa berkedip, tawa Carlos seketika itu juga berhenti dan di gantikan oleh tatapan sinis dan bengis.
Carlos kemudian berjalan ke hadapan Ayana, untuk menutupi gadis itu dari pandangan Juan karena dia tidak ingin ada orang lain yang menatapnya seperti itu, terutama Juan.
"Apa yang kau lihat, Juan?" tanya Carlos. "Kau tidak suka aku mencium wanitaku di tempat umum?" Carlos menaikkan alisnya penuh pertanyaan.
__ADS_1
"Jangan lakukan hal seperti itu di tempat umum," ucap Juan dengan suara yang terkesan seolah dia sedang menggumamkan kalimat tersebut. Matanya masih tidak lepas menatap Ayana yang tersembunyi di balik bahu Carlos yang lebar. "Terutama saat wanita itu tidak menyukainya."
"Siapa bilang kalau dia tidak suka?" tanya Carlos yang melangkah ke samping dan menunjukkan sosok Ayana, dia lalu meletakkan tangannya di pinggang Ayana dan mengelus tubuhnya dengan mata yang provokatif menatap Juan. "Kau menyukainya bukan?"
Ayana menunduk dan tidak langsung menjawab, tapi ketika dia merasa Carlos meremas bagian belakangnya, gadis itu segera mengangguk dan mengatakan kata 'iya' yang seperti sebuah bisikan.
Juan masih tidak mengalihkan tatapannya dari Ayana saat dia menjawab pertanyaan Carlos dengan setengah hati.
Tapi, sebelum Carlos dapat mengutarakan kata- kata yang jauh lebih memprovokasi lagi, Juan sudah berbicara lebih dulu.
"Kalau kau butuh sesuatu, datanglah padaku." Juan menekankan setiap kata- katanya agar Ayana dapat mendengarnya dengan jelas. "Apapun itu. Termasuk perlindungan."
"Kau? Melindungi dia?" Carlos berkata dengan nada mencibir. "Untuk apa dia butuh perlindungan darimu?" Terlepas dari wajahnya yang tersenyum, sorot mata pria ini mengatakan hal yang berbeda.
"Kenapa tidak kau tanya saja padanya?" Juan bersedekap dan mengangguk ke arah Ayana dengan senyuman yang manis. Senyuman yang sangat tidak sesuai dengan situasi yang menegangkan ini.
Segalanya akan berakhir malam ini juga.
Di sisi lain, Ayana merasa jantungnya berpacu dengan sangat kuat ketika melihat senyum Juan yang terlalu ramah, yang diperuntukkan untuknya. Entah kenapa, dia merasakan firasat buruk mengenai hal ini.
Dan dugaan Ayana terbukti benar, ketika Juan melanjutkan kalimatnya. Dengan ekspresi wajah dan nada suara yang sama, pria itu mengatakan hal tersebut.
"Wanita yang kau klaim adalah milikmu itu, pernah mencoba untuk membunuhmu setelah kalian menghabiskan malam bersama terakhir kali." Carlos menelengkan kepalanya. "Benarkan, Ayana?"
Kali ini, bukan hanya tatapan mata Juan yang membuat Ayana ketakutan, tapi juga seluruh pasang mata dari orang- orang yang berada di ruangan itu, yang membuat Ayana merasa kalau mereka akan memakannya hidup- hidup.
Bagaimana bisa Juan mengatakan hal tersebut?! Dan lagi tepat di hadapan Carlos!
__ADS_1
Ayana tidak berani melihat ekspresi wajah Carlos, tapi dia tahu kalau dirinya akan berada dalam masalah besar setelah ini.
"Kalau bukan karena aku, kau pasti sudah mati di tangan gadis itu," ucap Juan, dan untuk pertama kalinya sejak mereka baku hantam, Juan menatap Carlos tepat di matanya, tapi pandangan mengejek itu merupakan hal terakhir yang Carlos inginkan. "Kau seharusnya berterimakasih padaku. Kalau kau tidak bisa menjinakkan gadis kecil ini, biar aku tunjukkan padamu bagaimana caranya."
Setelah mengatakan hal tersebut, tanpa menunggu tanggapan dari Carlos, Juan melangkah pergi dengan diikuti dengan orang- orangnya yang berjalan dengan waspada ketika mereka melewati orang- orang Carlos.
Bukan tanpa alasan Juan melakukan ini. Dia adalah seseorang yang penuh dengan perhitungan. Saat dia melakukan sesuatu, maka akan selalu ada alasan yang kuat di balik itu.
Dan alasannya kali ini adalah untuk membuat Ayana datang kepadanya atas kemauannya sendiri. Dengan mengetahui kalau Ayana pernah mencoba untuk membunuhnya, Carlos akan membuat Ayana kembali mempertimbangkan keinginannya dan mengingatkan gadis itu untuk kembali membencinya dan bahwa apa yang Carlos tunjukkan padanya kini adalah obsesi semu dari pria itu untuk mendapatkan Ayana.
Untuk mengacaukan hidupnya sehingga gadis itu akan selalu menjadi miliknya.
Cara ini memang sangat kejam dan Ayana akan kembali terluka. Tapi, gadis itu akan tahu kemana dia harus pergi ketika dia tidak lagi bisa bertahan bersama Carlos.
Entah Ayana adalah gadis yang selama ini Juan cari atau tidak, dan terlebih lagi investigasi mengenai latar belakangnya kembali menemui kebuntuan, tapi dengan melihat bagaimana Carlos bereaksi di hadapan Ayana, kecurigaan Juan semakin kuat.
Maka dari itu, Juan mengambil langkah ekstrim ini.
Ayana akan datang padanya…
Di sisi lain, suasana hening yang mencekam terjadi di antara Carlos dan Ayana setelah kepergian Juan.
"Apa benar yang dia katakan?" tanya Carlos dengan suara dingin dan ekspresi wajah yang mengerikan. "Kau pernah mencoba untuk membunuhku?" Dia memalingkan wajahnya untuk melihat Ayana yang gemetar ketakutan.
***
Cek ig story ku untuk visualisasi dan inner thought dari masing-masing karakter.
__ADS_1
@jikan_yo_tomare