
...56. Ayana Yang Berbeda (2)...
"Aku yang harus minta maaf…" ucap Carlos tanpa dia sadari.
Ayana mengeratkan pelukannya pada Carlos, tapi yang tidak disadari oleh pria itu adalah, tatapan Ayana yang berubah dingin ketika dia tidak melihatnya.
Setidaknya dengan ini, Ayana tahu kalau apa yang Dalia katakan padanya adalah benar, mengenai bagaimana meluluhkan hati Carlos.
Dan walaupun apa yang dia prediksikan tidak sepenuhnya benar, tapi satu hal yang pasti, yang kini Ayana sadari, yaitu; Carlos memiliki sedikit perasaan padanya.
Dan perasaan itu merupakan hal yang rumit, karena ada hal lain yang Ayana tidak ketahui. Sesuatu mengenai masa lalunya, kebakaran di kota R yang dia alami dan juga mengenai Juan.
Sepertinya ke tiga hal tersebut berkaitan satu sama lain dan Ayana ingin mengetahui apa itu, sejak dia terlibat dalam rahasia tersebut.
"Aku minta maaf…" ucap Ayana kembali, kali ini lebih lirih dari sebelumnya.
Ayana tahu mengenai Bianca, wanita yang pernah mengisi hidup Carlos untuk beberapa tahun, serta bagaimana hubungan mereka berakhir. Sepertinya Carlos masih dibayang- bayangi oleh memori tersebut.
Dan ini pun menjadi salah satu hal yang membuat sikapnya menjadi sangat rumit, terutama ketika dia menghadapi perasaannya pada Ayana.
Maka dari itu, walaupun perasaan yang Carlos miliki padanya tidak bisa dibandingkan dengan Bianca, Ayana bersedia mengambil resiko dan menekan egonya untuk mendapatkan perhatian dari Carlos.
Kalau Carlos bisa mencintai Bianca begitu dalam, maka Ayana akan mencoba membuat pria ini mencintainya dengan cara yang sama.
Ayana lalu melepaskan pelukannya pada Carlos dengan perlahan dan menangkupkan tangannya di wajah pria itu.
Di sisi lain, Carlos tidak mengerti apa yang Ayana akan lakukan, tapi dia membiarkan gadis ini menatapnya untuk beberapa saat sebelum Ayana mencondongkan tubuhnya dan mengecup bibir Carlos dengan lembut.
Tentu saja apa yang Ayana lakukan membuat Carlos terkejut. Ini merupakan kali pertama Ayana mengambil inisiatif untuk menciumnya ataupun bersikap begitu intim dengannya.
Dengan dahi berkerut, Carlos menatap Ayana dengan wajah tidak mengerti. Dia mencoba mencari kebenaran di balik sorot lembut mata Ayana, tapi yang dia lihat hanya ketulusan.
__ADS_1
Carlos tidak lagi melihat ketakutan di mata gadis ini. Ketakutan yang kadang membuat dirinya merasa kesal dan bersalah.
Dan semakin merasa bersalah Carlos karena telah bersikap seperti bajingan pada Ayana, semakin frustasi dan kesal dirinya.
Itulah perasaan rumit yang terus bergelut dalam benak Carlos setiap kali dirinya bersama Ayana, atau tengah mencumbunya.
"Kau tidak marah, kan karena aku menciummu?" tanya Ayana takut- takut, sambil menurunkan tangannya karena Carlos tidak memberikan reaksi apapun atas apa yang telah dia lakukan.
Apakah dia marah?
Seharusnya tidak…
Ayana mempertanyakan dirinya sendiri… Dalia bilang hal- hal kecil seperti ini yang Carlos perlukan dan Ayana akan menyanggupinya selama dia bisa terhindar dari amukan Carlos apabila emosinya sedang tidak stabil.
Carlos kemudian menyentuh pipi Ayana dan menatap dalam ke dalam matanya, begitu intense hingga membuat gadis itu harus memalingkan wajahnya.
Ayana merasa kalau Carlos tengah menatapnya langsung ke dalam relung jiwanya dan dia takut, pria ini dapat melihat motif di balik tindakannya yang tiba- tiba ini.
"Tentu saja tidak," jawab Carlos dengan singkat. Dia meletakkan jarinya di bawah dagu Ayana dan membuatnya menatapnya. "Tapi, aku ingin tahu mengapa kau melakukan itu?"
Degup jantung Ayana bertalu- talu di telinganya ketika dia mendengar pertanyaan Carlos dan dia memberanikan diri untuk menatap matanya kembali.
"Aku tidak tahu aku salah apa…" ucap Ayana, memulai kalimatnya. "Beberapa hari terakhir ini, hubungan kita begitu baik… tapi, saat kau mendapatiku bersama dengan Juan, kau berubah marah dan memperlakukanku seperti ini…" Ayana berkata dengan nada yang sedih.
Sementara itu, Carlos tidak memotong kalimat Ayana, dia mendengarkan penuturan gadis ini dan mencoba untuk mengerti apa yang sebenarnya dia pikirkan.
"Aku…" Ayana terlihat ragu- ragu ketika dia akan melanjutkan kalimatnya. "Aku tahu mengenai kisah antara dirimu, Bianca dan Juan…"
Ayana kembali berhenti bicara, menatap Carlos untuk mengetahui apakah pria ini marah, kesal atau bahkan akan berniat menghukumnya lagi.
Namun, yang membuat Ayana lega, Carlos tidak menunjukkan ekspresi apapun, atau terlihat marah saat dirinya membawa- bawa nama Bianca.
__ADS_1
Carlos tidak mengatakan apapun, seolah menunggu Ayana untuk menjelaskan lebih lanjut.
"Aku tidak melakukan apapun dengan Juan…" Ayana akhirnya melanjutkan kata- katanya. "Dia menghampiriku di dapur dan mulai bertanya pertanyaan yang tidak kupahami… aku mencoba pergi darinya, tapi dia menahanku."
Ayana membebankan seluruh kesalahan ini pada Juan, tapi memang itulah yang terjadi. Ayana tidak melakukan apapun yang seharusnya dapat membuat Carlos marah padanya, maka dari itu, kenapa dirinya harus dihukum seperti ini?
"Tapi, dia menahanku… aku mencoba menjauh… aku sungguh- sungguh tidak melakukan apapun untuk menarik perhatiannya…" ucap Ayana dengan wajah tertunduk, seperti seorang anak kecil yang disalahkan untuk hal yang sebenarnya tidak dia lakukan.
Hal ini tentu saja membuat Carlos menghembuskan nafasnya dengan berat.
Tentu saja dia tahu kalau Ayana tidak melakukan apapun untuk menarik perhatian Juan, tapi keberadaannya sendiri saja sudah merupakan hal yang sangat Juan inginkan.
Terutama sekarang, saat Juan hanya butuh satu bukti untuk membuktikan bahwa Ayana memang benar adalah gadis yang selama ini dia cari, maka pria itu tidak akan berhenti sampai mendapatkannya.
Tapi, kenapa segalanya menjadi rumit bagi Carlos sekarang?
Bukankah niat awal Carlos adalah untuk menyakiti Ayana dan memberitahukan serta mengembalikan Ayana pada Juan ketika dia sudah puas menyiksanya?
Namun, hati Carlos terbagi ketika dia melihat Ayana yang seperti ini.
Bagaimana mungkin dia menyakitinya seperti apa yang telah dia rencanakan kalau melihatnya seperti ini saja sudah membuatnya tidak nyaman?
"Kau pikir, aku menyakitimu karena aku berpikir kau menggoda Juan?" tanya Carlos pada gadis yang kemudian mengangguk tersebut.
Lalu tanpa berkata- kata, Carlos menjauhkan dirinya dari Ayana dan hal ini membuatnya bingung.
Apakah dirinya mengatakan hal yang salah? Apakah dia mengambil langkah yang salah lagi?
"Carlos," panggil Ayana dengan suara pelan. Ayana menatap Carlos yang berjalan menjauh dan menghilang di balik pintu yang tertutup.
Kepergian Carlos tanpa kata ini membuat perasaan Ayana tidak tenang, dia duduk dalam posisi yang sama dengan kepala tertunduk, tapi matanya nyalang. Berpikir keras, apa yang harus dia lakukan setelah ini.
__ADS_1
Namun, tidak berapa lama kemudian, Carlos kembali dengan membawa kotak obat dan duduk kembali di samping Ayana.
"Jangan bergerak," katanya sambil menuangkan alkohol ke atas kapas, untuk membersihkan luka di wajah Ayana dengan perlahan.