
Abby menatap Ayana dengan mata yang terbelalak setelah apa yang gadis itu lakukan padanya. Dia bahkan tidak lagi dapat berkata- kata, seolah seluruh kosa kata telah meninggalkan kepalanya dengan hanya melihat Ayana yang berdiri di hadapannya dengan wajah tanpa ekspressi.
"Ada apa ini?!"
Tiba- tiba suara Sam dapat terdengar ketika sosoknya muncul dari balik pintu dapur.
Dia mendengar keributan dari arah ini, ketika baru sampai ke dalam apartment dan mengenali suara wanita yang tengah berteriak- teriak histeris itu, jadi bisa di pastikan kalau Abby tengah mencari gara- gara dengan Ayana.
"Sam…!" seru Ayana sambil menghambur ke arah Sam dan dengan cepat memeluk pinggang pria itu, dengan wajah yang seolah tengah teraniaya dan mata yang berlinang air mata, Abby menatap Sam.
Dan kini setelah kesadarannya kembali, kepura- puraan yang selalu Abby tampilkan pun muncul kembali ke permukaan. Dia tergila- gila untuk berakting sebagai sosok yang lemah lembut dan 'baik', walaupun kenyataannya Abby sama sekali tidak memiliki pribadi seperti itu.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya Sam, tangannya menahan tangan Abby agar wanita ini tidak memeluknya terlalu erat.
Kesalahan yang Abby lakukan terakhir kali, tampaknya telah membuat sedikit perasaan yang masih Sam rasakan padanya menjadi pupus tak bersisa, dan kini dia benar- benar telah membulatkan tekadnya untuk mengakhiri hubungan mereka berdua.
"Sam… dia menamparku…" keluh Abby dengan suara yang menyedihkan. "Aku bahkan tidak melakukan apapun padanya…"
Saat mendengar hal itu, Sam mengerutkan keningnya, matanya beralih dari Abby lalu Ayana hingga beberapa kali sampai dia melihat pipi Ayana yang memerah, dimana terlihat jelas kalau Ayana baru saja menerima tamparan yang cukup keras.
Terlebih lagi karena sebelumnya Sam mendengar suara keributan yang Abby timbulkan, jadi sudah bisa dipastikan kalau Abby lah yang memulai semua ini.
"Sam… Ayana telah berubah… dia berbeda… kini dia berani bertindak kasar…" rintih Abby di tengah isakannya, sambil memegang pipinya yang masih terasa panas.
Sam menatap wanita di hadapannya ini dengan perasaan jijik. Di titik ini, dia mulai bertanya- tanya… apa yang sebenarnya dirinya lihat dari Abby hingga dia dapat bertahan selama bertahun- tahun menjalin hubungan dengan wanita seperti ini.
"Sam, dia menamparku… aku tidak tahu apa salahku…" desak Abby kembali ketika dia melihat Sam tidak memberikan reaksi yang dirinya inginkan.
__ADS_1
Sam menatap Ayana, yang sama sekali tidak mengatakan apapun, dia bahkan tidak membela dirinya sendiri. Namun, sorot matanya yang mencela, yang menatap pada Abby, membuat Sam sedikit terkejut.
Walaupun air mata yang Abby tunjukkan adalah kepura- puraan, tapi kata- katanya benar; Ayana telah berubah menjadi sosok yang berbeda.
Apa yang membuatnya sampai berubah se drastis ini? Sam bertanya- tanya dalam hati, tapi suara Abby membuyarkan lamunannya, saat wanita itu menuntut perhatian darinya.
"Sam, dia baru saja menamparku," Abby menekankan kalimatnya dengan tidak sabar, dia sedikit mengguncang tubuh pria itu, ketika Sam tidak kunjung memberikan perhatian yang dia inginkan. "Sam!" seru Abby dengan tidak sabar.
Namun, Sam justru menepis tangan Abby dan mendorongnya menjauh, matanya yang dingin menyorot tajam pada wanita berbisa itu.
"Bukankah sudah kukatakan padamu kalau kau harus pergi dari tempat ini?" tanya Sam dengan kasar.
Abby bisa tinggal di sini hanya karena Sam adalah tangan kanan Carlos, tapi karena hubungan di antara keduanya tidak lagi sama, maka yang Abby tidak memiliki hak apapun untuk menapakkan kakinya di kediaman Carlos.
Sam dapat melihat sorot terkejut di wajah Abby, tapi keputusannya tidak membuat dirinya goyah. Entah kemana perasaan yang dia miliki untuk Abby selama ini, tapi yang pasti, pada momen seperti ini, Sam tidak merasakan perasaan apapun yang tersisa.
Betapa perasaan manusia sangat mudah untuk berubah…
"Ya," jawab Sam dengan tegas. "Mungkin saja. Sekarang pergilah."
Untuk sesaat, Ayana pikir Abby akan menangis dan memohon agar Sam tidak mengusirnya. Melakukan segala hal agar Sam menarik kembali kata- katany, tapi siapa yang menyangka kalau Abby hanya melemparkan tatapan marah pada pria itu dan Ayana sebelum dia melangkah keluar dari dapur dengan hentakan kaki yang terdengar jelas kalau dirinya sangat tidak puas dengan apa yang Sam katakan padanya.
Setelah Abby pergi, meninggalkan Sam dan Ayana berdua saja, Ayana memulai percakapan dengan Sam.
"Kau mengusirnya?" tanya Ayana dengan suara tanpa nada. Dia hanya menanyakan pertanyaan itu secara kasual, tanpa ada keinginan untuk mendapatkan jawaban sama sekali.
Tapi, Sam membalas pertanyaan tersebut sambil bergerak maju dan mengambil minuman dari kulkas. "Mengusirnya dari tempat ini sudah merupakan keputusan paling baik yang bisa kuberikan mengingat hubungan kita yang telah begitu lama, setelah apa yang telah dia lakukan sebelumnya."
__ADS_1
Ayana tidak menanggapi kata- kata Sam kali ini dan memilih untuk membersihkan sisa- sisa piring yang jatuh karena tadi Abby menamparnya.
"Sini, biar aku saja…" ucap Sam sambil mengambil sapu dan berniat untuk membereskan kekacauan tersebut.
Ayana kemudian berjalan menjauh ketika dia mendengar Sam yang akan melakukannya dan hal ini cukup membuat Sam mengangkat alisnya dengan penuh pertanyaan.
"Kau benar- benar telah berubah ya…" ucap Sam, yang kemudian menghentikan langkah Ayana sebelum dia keluar dari dapur. "Apa yang membuatmu berubah seperti ini?" tanyanya lagi.
Ayana kemudian membalik badannya dan menatap Sam dengan sorot mata yang kosong dan menjawab dengan dingin.
"Karena aku harus bertahan hidup," jawab Ayana setelah beberapa saat. "Aku tidak akan bertahaan hidup dengan diriku yang dulu."
Ya, Carlos akan terus menyiksanya dan entah sampai kapan semua itu akan berakhir.
Jadi, dengan menekan perasaannya sendiri, Ayana harus berhasil mendapatkan hati Carlos kalau dirinya ingin mendapatkan hidup yang lebih layak.
Setelah mengatakan hal itu, Ayana berniat untuk beranjak pergi, tapi sebelumnya dia kembali membalikkan badannya dan menatap Sam. "Aku rasa aku tidak akan berbohong kalau sampai Carlos menanyakan mengenai luka di wajahku ini."
Dan tidak akan ada yang tahu reaksi apa yang akan Carlos berikan. Walaupun selama ini Carlos pun tidak memperlakukan Ayana dengan cukup baik, tapi tidak ada yang berani menyentuh Ayana kecuali dirinya.
Reaksi yang Carlos berikan pada tiga pemuda mabuk yang memaki Ayana mungkin bisa menjadi gambaran mengenai apa yang akan Carlos lakukan.
Dan itu bukanlah akhir yang cukup menyenangkan…
"Aku harap kau tidak keberatan dan serius dengan kata- katamu yang mengusir Abby pergi dari tempat ini," tutup Ayana.
***
__ADS_1
Cek ig story ku untuk visualisasi dan inner thought dari masing-masing karakter.
@jikan_yo_tomare