
Carlos telah membunuh Abby untuknya dan membuat hubungan dirinya dengan Sam, salah satu orang kepercayaannya menjadi sedikit terganggu karena hal ini, belum lagi obsesi Carlos yang muncul ketika Juan berada di dekatnya.
Jadi bisa dipastikan kalau Carlos tidak akan begitu saja membiarkan Ayana untuk mati setelah apa yang telah dia lakukan untuknya.
Memang ini adalah pertaruhan yang sangat besar yang Ayana lakukan. Namun, dia yakin kalau keputusannya kali ini benar.
Dan dengan melihat ekspresi wajah Carlos yang berubah, Ayana tahu kalau keputusannya untuk menantang Carlos seperti ini adalah langkah yang tepat untuk membuat pria itu berhenti menyakitinya.
Selama ini Carlos menggunakan kekerasan untuk menyakiti Ayana dan membuatnya takut sehingga dia tidak bisa berkutik setiap kali Carlos mulai menunjukkan perangai buruknya.
Tapi, ceritanya akan berbeda ketika Ayana menunjukkan kalau metode seperti tidak dapat mempengaruhinya. Carlos harus memperlakukannya selayaknya yang pantas Ayana dapatkan sebagai wanitanya. Dia tidak bisa terus- menerus menggunakan kekerasan untuk menekannya.
"Kalau kau ingin membunuhku, lakukan saja." Bukan hanya Juan yang dapat memainkan permainan ini, Ayana pun dapat memanipulasi situasinya.
Ayana tidak mengerti apa motive Juan sebenarnya dengan membuka kejadian tersebut di hadapan Carlos.
Di lain sisi, Juan justru menawarkan perlindungan, yang mana tidak sesuai dengan apa yang kata- katanya akibatkan pada Ayana. Seharusnya dia tahu kalau Carlos akan sangat berang dan menyakitinya.
Namun, seolah Ayana memandang dunia dengan mata yang baru, kali ini dia tidak akan membiarkan dirinya dipermainkan begitu saja.
"Kalau kau benar- benar mempercayai kata- kata Juan dan ingin membunuhku, lakukan saja." Ayana mendorong gagang pisau di tangannya ke dada Carlos, memaksa pria itu untuk mengambilnya.
Tapi, alih- alih mengambil benda tajam tersebut, Carlos justru terdiam, matanya menatap mata Ayana dengan sorot yang bingung karena dia tidak melihat ada rasa takut di sana. Justru yang Carlos lihat adalah sebuah tekad.
Ayana serius dengan kata- katanya dan yang membuat Carlos terkejut adalah; dirinya merasa tidak nyaman dengan sikap Ayana yang seperti ini…
"Kenapa kau diam saja?" tuntut Ayana. "Kau bahkan tidak bertanya lebih dulu padaku dan langsung berasumsi kalau apa yang Juan katakan itu benar, sementara kau tahu kalau dia ingin menghancurkanmu."
Ayana sendiri terkejut menyadari dirinya mampu berbohong sejauh ini. Tapi, juga merasa puas akan dirinya sendiri. Setidaknya dengan begini, dia belajar untuk melindungi dirinya sendiri.
__ADS_1
Di dalam dunia yang begitu keras, dimana setiap anomic seperti dirinya dapat mati begitu saja dengan hanya karena salah berucap, dia harus memanfaatkan segala hal yang bisa dia manfaatkan.
Dan lagi pula, kepolosan serta rasa simpati nya tidak akan membantunya untuk bertahan hidup.
"Apa yang kau tunggu?" tanya Ayana dengan wajah merah padam. "Lakukan. Bukankah ini yang akan kau lakukan beberapa menit yang lalu?"
Ayana terus mendesak Carlos, bahkan dia meraih tangannya agar pria ini mau mengambil pisau di tangannya.
Dengan pasti, Ayana menggenggamkan gagang pisau tersebut dan mengarahkan bagian tajamnya ke dadanya dan tepat pada saat itu, Carlos bereaksi.
Seolah- olah dia baru tersadar dari sebuah lamunan yang panjang, Carlos melempar pisau tersebut ke arah ranjang dan memeluk Ayana dengan sangat erat.
"Maafkan aku… maafkan aku…" ucap Carlos berulang kali ke telinga Ayana, dadanya naik turun di sela- sela permintaan maafnya dan Ayana dapat merasakan tubuhnya yang gemetar.
Begitu cepat Carlos berubah.
Ayana tidak dapat memastikan hal terakhir itu karena dia tidak bisa melihat wajah Carlos yang tersembunyi di pundak dan diantara helaian rambutnya. Tapi, dari suaranya yang bergetar, sepertinya hal tersebut mungkin saja terjadi.
Mengetahui kapan kepribadian Carlos akan berubah kembali, seperti berjalan di atas cangkang telur yang rapuh.
"Kau tidak mempercayaiku Carlos dan itu menyakitkan," Ayana berkata dengan perlahan.
Tapi, Ayana tidak akan membiarkan dirinya jatuh pada rasa simpati lagi. Perasaan semacam itu harus Ayana enyahkan sebelum membuatnya terjatuh lebih jauh lagi.
Dia sengaja melakukan ini. Dia tidak akan membuat Carlos merasa lebih baik dalam waktu dekat setelah apa yang telah dia lakukan padanya. Setelah semua hal yang dia lakukan padanya…
Mungkin rencana Juan tidak sepenuhnya gagal, karena cara Carlos memperlakukannya tadi, benar- benar membangkitkan kebencian Ayana pada Carlos, yang dia coba untuk hiraukan.
"Maafkan aku…" Carlos terus berbisik ke telinga Ayana. Memohon maafnya dengan tulus. Setidaknya saat ini dia terdengar tulus, tapi tidak ada yang bisa menjamin kalau dia akan bersikap seperti ini terus.
__ADS_1
"Kau tidak mempercayaiku Carlos…" Ayana kembali mengucapkan kata- kata itu untuk menyiksa rasa bersalah yang pria ini miliki terhadap dirinya.
"Aku mempercayaimu…" ucap Carlos. "Tentu saja aku mempercayaimu, kau tidak mungkin melakukan hal semacam itu."
Kalau dipikirkan kembali, sulit bagi Carlos untuk membayangkan Ayana yang berniat untuk membunuhnya. Wanitanya yang polos dan selalu terlihat begitu rapuh ini, tidak akan mungkin melakukannya, bukan? Ini hanya salah satu trik yang Juan lancarkan untuk mengacaukan hubungannya dengan Ayana.
Itulah yang Carlos pikirkan, sementara dirinya gagal untuk melihat seberapa jauh Ayana telah berubah. Dia bukan lagi gadis seperti yang ada dalam bayangannya.
"Kau sungguh mempercayaiku?" tanya Ayana. Ada sebuah sorot misterius yang melintas di matanya ketika dia menanyakan hal tersebut.
Ayana tidak mengatakan kalau dirinya tidak pernah mencoba untuk membunuhnya sebelumnya dan juga tidak pernah mengatakan kalau Juan berbohong, tapi dia bersikap sedemikian rupa hingga membuat Carlos percaya pada sikapnya ini.
Ayana lalu mengangkat tangannya dan mengusap punggung Carlos dengan perlahan, membuat pria itu menjadi sedikit relax karenanya.
Setelah itu, Ayana melepaskan pelukan pria itu darinya dan menangkupkan tangannya di kedua sisi wajah Carlos sambil menatapnya dengan dalam.
"Aku tidak ingin bertengkar denganmu, dan aku tidak ingin ada orang luar yang merusak hubungan ini, jadi aku harap kau akan selalu mempercayaiku," ucap Ayana dengan suara perlahan dan terdengar tulus. "Aku ingin bersamamu," gadis itu menekankan kata- katanya lagi.
Kemudian, tanpa Carlos duga, Ayana berjinjit dan mengecup kedua pipinya, keningnya, dagunya, hidungnya dan terakhir gadis ini memberikan kecupan manis di bibirnya…
"Percayalah padaku," ucap Ayana sambil menelisik helaian rambut Carlos diantara jemarinya dan menatap pria itu mengangguk.
"Aku mempercayaimu," ucapnya sambil mencondongkan tubuhnya untuk mengecup kening Ayana dengan perlahan dan memeluknya dengan erat.
***
Cek ig story ku untuk visualisasi dan inner thought dari masing-masing karakter.
@jikan_yo_tomare
__ADS_1