
...55. Ayana Yang Berbeda...
Carlos mendapati Abby yang tengah berdiri di depan pintu apartment nya. Dia menatap wanita itu sambil mengerutkan dahi.
"Carlos…" panggil Abby, tapi Carlos tidak menggubrisnya dan justru melewati wanita itu tanpa melirik ke arahnya sedikitpun.
Hal ini tentu saja membuat Abby kesal, tapi tidak menunjukkannya dengan terang- terangan dan justru mengikuti Carlos untuk masuk ke dalam apartment.
"Aku sudah memberitahu Sam untuk tidak ikut campur…" Abby memulai kata- katanya, dia menunduk dan memasang ekspresi yang tampak menyesal, seolah dia ingin meminta maaf atas apa yang kekasihnya telah lakukan. "Tapi, dia tidak mendengarkanku kalau kau akan semarah ini…"
Abby berdiri tepat di belakang Carlos dengan wajah tertunduk, sementara pria itu mencoba membuka pintu kamarnya yang terkunci.
"Kamar ini terkunci," ucap Carlos dengan geram.
Mendengar hal itu, Abby mengangkat kepalanya dan menatap Carlos dengan dahi yang berkerut. Tidak seharusnya kamar itu terkunci, karena Dalia seharusnya masih ada di dalam.
"Tapi, ada…" kata- kata Abby dipatahkan oleh suara Carlos yang terdengar seperti suara geraman rendah.
"Panggil Sam ke sini untuk membuka pintu ini," ucap Carlos. Dia memberikan kunci kamar ini pada Sam, jadi kalau sesuatu terjadi pada Ayana, maka Sam lah yang bertanggung jawab, terutama kalau dia sampai melanggar perintahnya dan membuka pintu kamar ini.
Abby terlihat ragu- ragu dan sepertinya masih bingung. Mengapa Sam telah mengunci kembali pintu kamar ini? Dan Dalia telah keluar dari kamar? Apakah mereka tahu kalau Carlos akan pulang? Seharusnya tidak…
"Apa yang kau tunggu?!" bentak Carlos pada Abby, yang masih termenung menatap pintu kamar Carlos yang terkunci.
"Ah, iya… baik," ucap Abby dengan segera dan suara yang takut- takut.
Kali ini dia bergegas untuk mencari Sam di kamar mereka, karena di sanalah tadi Sam bilang akan menunggunya, tapi ternyata pria itu tidak ada di sana.
Lalu dimana dia? Pikir Abby dengan bingung.
Sementara itu, ketika Abby telah pergi dari sana, Sam datang menghampiri Carlos dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
Setelah susah payah dia menelan semua makanannya, barulah Carlos bicara, "ada apa? Kenapa begitu marah?" tanyanya dengan wajah yang polos, seolah tidak mengerti mengapa ekspresi Carlos seperti seseorang yang akan membunuh orang lain.
"Darimana saja kau?" tanya Carlos dengan penuh selidik pada Sam.
"Aku?" tanya Sam sambil masih mengunyah sisa makanannya. "Aku habis makan siang di dapur dengan Dalia," jawabnya dengan natural.
__ADS_1
Carlos tidak mengatakan apa- apa untuk beberapa saat, sebelum dia memberi perintah. "Berikan padaku kuncinya."
"Ini." Sam merogoh kantong celananya dan memberikan kunci kecil berwarna keemasan itu pada Carlos, yang diambilnya dengan kasar.
Carlos lalu membuka pintu kamar tersebut dan membantingnya kembali menutup tepat di hadapan Sam.
"Wow, temperamennya luar biasa mengerikan…" gumam Sam pada diri sendiri.
Tepat pada saat itu, Abby kembali dan tidak menyadari apa yang telah terjadi.
"Carlos aku…" langkah dan kata- katanya terhenti begitu matanya menangkap sosok Sam yang tengah berdiri di depan pintu, alih- alih Carlos. "… Sam."
Sam memutar tubuhnya dan tersenyum dengan manis pada kekasihnya tersebut. "Ya, aku… kenapa? Kau seperti terkejut."
"Oh, tidak… aku mencarimu di kamar, kupikir kau ada di sana…" jawabnya dengan canggung.
"Tidak, aku ada di sini…" jawab Sam lamat- lamat, sambil memperhatikan arah pandang Abby yang tengah menatap pintu yang tertutup. "Tenang saja… Carlos sudah ada di dalam, aku sudah memberikan kuncinya."
Sam berjalan mendekati Abby dan menyentuh pipi wanita itu, memalingkan wajahnya agar mereka bisa saling tatap.
Namun, bagi Abby, kata- kata Sam jauh terdengar lebih mengerikan daripada orang yang tengah berteriak dengan marah.
"Syukurlah kalau begitu…" jawab Abby sambil mengalihkan pandangannya dari Sam.
Sam lalu mencondongkan tubuhnya, seolah dia akan mencium Abby, tapi yang dia lakukan adalah berbisik ke telinganya.
"Jangan memainkan permainan seperti ini denganku Abby," ucap Carlos dalam sebuah bisikan sengit. "Kau tidak tahu bahaya seperti apa yang akan kau hadapi."
Setelah mengatakan hal tersebut, Sam berjalan menjauh, meninggalkan Abby dengan jantung yang berdegup kencang.
Dia tahu…
***
Di dalam kamar, Carlos mencari sosok Ayana, dia ingat kalau gadis itu masih meringkuk di bawah selimut ketika terakhir kali dirinya tinggalkan.
Dan… di sanalah dia, masih dalam posisi yang sama seperti sebelumnya.
__ADS_1
Carlos mendekati tempat tidur dan duduk di sisi ranjang. Dia dapat melihat selimut yang membungkus tubuh Ayana bergerak naik turun dengan teratur, menandakan kalau gadis itu tengah tertidur.
Apa maksud Abby mengatakan kalau Sam berada di dalam kamar ini? Carlos memicingkan matanya sambil berpikir alasan wanita itu membuat dirinya cepat kembali dan menjebak kekasihnya.
Sam bisa berada dalam masalah besar kalau Carlos menemukan dia berada di dalam kamar bersama dengan Ayana atau, paling tidak, melanggar kata- katanya.
Tapi, saat Carlos memikirkan hal itu kembali, tentu saja motif Abby sangat jelas. Wanita itu telah lama melakukan hal- hal yang tidak masuk akal hanya demi menarik perhatian Carlos.
Dan tepat pada saat itu, Ayana membuka selimutnya, menunjukkan hanya sebagian wajahnya.
Matanya yang sembab menatap Carlos dengan takut- takut dan yang mengejutkan adalah; Carlos merasa tidak nyaman di tatap seperti itu oleh Ayana
"Apa aku melakukan kesalahan lagi?" tanya Ayana dengan suara yang serak.
Mendengar pertanyaan Ayana, Carlos justru mengalihkan pandangannya. Ada sesuatu yang tidak dia mengerti yang membuat dirinya merasa bersalah karena memperlakukan Ayana seperti ini.
Benar, sebenarnya apa salah wanita ini? Kalau memang Carlos tidak menginginkannya, dia bisa saja membunuhnya dan tidak terlibat dalam situasi yang rumit seperti ini, apalagi sampai dirinya harus bersitegang dengan Juan.
Carlos bisa saja membunuh Ayana dan setelah itu memberitahukan Juan kalau Ayana adalah gadis yang selama ini dia cari.
Namun, dia tidak melakukan itu…
Justru, ada sedikit penyesalan yang bercokol di dadanya karena telah menyakiti Ayana.
Sementara itu, karena tidak mendapat jawaban dari Carlos, Ayana membuka selimutnya dan memeluk pria itu dengan lembut, mengistirahatkan kepalanya di pundaknya sambil berkata dengan lirih.
"Aku minta maaf…" ucap Ayana pelan. "Kalau aku melakukan kesalahan aku minta maaf…" isak Ayana dengan suara pelan.
Carlos mengertakkan giginya ketika dia mendengar hal itu, dan dengan perlahan pria itu memeluk tubuh gadis yang gemetar ini
"Aku yang harus minta maaf…" ucap Carlos tanpa dia sadari.
***
Cek ig story ku untuk visualisasi dan inner thought dari masing-masing karakter.
@jikan_yo_tomare
__ADS_1