
Sam memandang tidak percaya pada tubuh Abby yang jatuh tak bernyawa ke tanah.
Sam memang mulai menjauhi Abby karena wanita itu mencoba menjebaknya berulang kali dan membuatnya mendapatkan masalah dengan Carlos, tapi bukan berarti hal ini mudah, melihat wanita yang telah bersamamu selama bertahun- tahun, dibunuh begitu saja tepat di depan matamu.
Ini benar- benar di luar dugaan Sam kalau Carlos akan bertindak sejauh ini.
Pada awalnya Carlos hanya mengatakan padanya untuk membawa serta Abby dalam meeting di kapal ini, tapi sejak pertama mendengar perintah yang tidak biasanya itu, Sam sudah merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan itu.
Namun, tentu saja Sam tidak akan bisa melanggar perintah Carlos dan memtutuskan untuk mengikuti kata- katanya, yaitu; mengundang Abby datang ke sini.
Di sisi lain, bukanlah perkara sulit membujuk Abby untuk datang, karena ini adalah hal yang paling Abby inginkan, terutama ketika dia mengetahui kalau ini adalah perintah langsung dari Carlos, Abby segera bersiap dan tidak menunda sama sekali keberangkatan mereka ke sini.
Hanya saja, firasat tidak baik Sam terbukti benar ketika mereka sampai, beberapa orang langsung mengamankan Abby dan membawanya menjauh, tidak mempedulikan protes yang Sam utarakan, karena mereka beralasan ini adalah perintah langsung dari Carlos.
Dan tidak akan ada yang cukup berani untuk melanggar perintah langsung dari pria itu.
Maka dari itu, di sinilah Sam, Memandang dengan mata nanar tubuh Abby yang telah tidak bernyawa dengan darah bersimbah di bagian kepalanya.
Segalanya terlihat kabur di sekitar Sam ketika otaknya mencoba untuk mencerna apa yang sebenarnya telah terjadi. Dia tengah berada dalam posisi denial, sampai suara Carlos mengusik rasa bingungnya.
"Buang tubuhnya ke tengah laut," ucap Carlos dengan suara yang santai, seolah dia tengah memerintahkan anak buahnya untuk menambahkan anggur ke dalam minumannya. "Bagaimana? Kau sudah puas sekarang?" tanya Carlos, sambil menatap Ayana dengan wajah penuh senyuman, seolah dia berharap Ayana akan tertawa dan memuji tindakannya tersebut.
Namun, tidak ada kata yang dapat Ayana katakan saat ini.
Sama seperti Sam, Ayana pun masih berusaha keras untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi, seolah kesadarannya terputus dari realita hidupnya.
"Kenapa kau tidak menjawabku?" tanya Carlos, sambil mengerutkan keningnya. "Apa kau tidak puas? Atau wajahmu masih sakit karena tamparan wanita itu?"
Ayana buru- buru menggelengkan kepalanya. Berusaha sekuat tenaga untuk menyembunyikan keterkejutannya.
__ADS_1
Namun, ketika mata Ayana bersitatap dengan Sam, dia dapat melihat kalau pria itu menyalahkan dirinya karena telah memberitahu Carlos mengenai saat Abby menamparnya.
Karena memang Ayana yang mengatakan kalau dirinya akan memberitahu Carlos yang sebenarnya sebelum dia pergi dari dapur siang ini.
Tapi, bahkan Ayana pun sama sekali tidak menduga kalau Carlos akan membunuh Abby. Biar bagaimanapun juga Abby adalah kekasih Sam, bukan? Dan Sam adalah orang kepercayaan Carlos.
Bagaimana mungkin Carlos membunuhnya tanpa pertimbangan sedikitpun dan hanya karena masalah sepele seperti itu?
Ayana merasa sangat bersalah. Dan walaupun Ayana tidak menarik pelatuk dari pistol tersebut, tapi karena ucapan Ayana lah Abby kini tergeletak tidak bernyawa dan Sam menatapnya penuh permusuhan.
Sementara itu, melihat Ayana yang tidak menjawab dirinya, membuat Carlos mengikuti arah pandangan Ayana dan mendapati kalau gadis itu tengah memandang Sam.
"Kenapa kau memandang Sam?" tanya Carlos dengan dingin. Dia tidak menyukai saat wanitanya menatap pria lain dengan sorot mata seperti itu. Apa yang sebenarnya Ayana pikirkan dengan mamandang Sam? "Apa yang kau pikirkan?"
Sementara itu, Ayana yang terkejut segera mengalihkan perhatiannya dari Sam dan segera menatap mata Carlos yang penuh selidik.
"Tidak ada…" Ayana menggeleng dengan sedikit panik. "Aku tidak memikirkan apapun."
Untuk sesaat, reaksi Carlos ini membuat Ayana sedikit bingung, tapi ketika dia melihat tubuh Abby lagi, dirinya mengerti, apa yang Carlos tunggu.
"Aku… aku sudah puas… tapi," kata Ayana dengan kalimat menggantung yang membuat Carlos mengerutkan keningnya. "Tapi… bagaimana kalau kita menguburkannya saja? Aku rasa… membuang tubuhnya ke laut, terlalu kejam…" Ayana berusaha menyuarakan apa yang dia pikirkan, tapi suaranya semakin pelan di akhir penjelasannya, terbawa angin malam yang menderu keras di sekitar mereka.
Carlos menelengkan kepalanya ketika dia mendengar saran dari Ayana dan tidak mengatakan apapun untuk beberapa saat.
"Buang tubuhnya ke laut," ucap Carlos pada akhirnya. Dia tidak mendengarkan penjelasan Ayana sama sekali.
Dan setelah mengatakan hal itu, Carlos menarik tangan Ayana untuk menjauh dari tempat itu dan membawanya ke kamar mereka.
Ayana masih sempat melihat Sam yang berusaha untuk meronta dan tidak membiarkan orang- orang itu untuk membawa tubuh Abby, tapi kekuatannya tidak cukup untuk melawan lima orang sekaligus, yang berhasil membekuknya tanpa kesulitan.
__ADS_1
Bahkan, setelah sosok Sam tidak lagi dapat dilihat, Ayana masih dapat mendengar teriakan pria itu yang memanggil Carlos dan memakinya.
Bagaimana mungkin pria ini bisa dengan tenang menyingkirkan tangan kanan kepercayaannya begitu saja? Apa Carlos pikir Sam akan tetap sama seperti dulu dan tetap setia padanya setelah bagaimana dia diperlakukan?
Dalam perjalanan menuju ke kamar mereka, Carlos berbisik ke telinga Ayana yang membuat gadis itu merinding.
"Aku menyukai hal- hal yang kejam. Dan kuharap kau akan terbiasa dengan hal ini, karena sekarang kau adalah wanitaku dan aku tidak akan bersikap lunak pada siapapun yang menyakitimu ataupun mereka yang akan merebutmu dariku."
Carlos melihat Ayana dan Sam saling tatap dan melihat potensi yang mungkin akan terjadi di masa depan. Ketika memikirkan itu, dia kembali teringat bagaimana Bianca meninggalkannya untuk Juan.
Tapi, tidak kali ini. Ayana tidak akan kemana- mana dan Carlos akan memastikan hal tersebut.
Ayana terkesiap ketika Carlos tiba- tiba membenturkan tubuhnya ke dinding di belakangnya ketika mereka berjalan di selasar, saat dia selesai membisikkan kata- kata possesive tersebut.
Ayana menatap Carlos dengan mata yang nanar dan ketakutan yang menyergap hatinya.
"Carlos…" ucap Ayana, tapi kata- katanya terpotong ketika Carlos mulai menciumnya.
Di tempat ini, ada beberapa orang yang berlalu lalang, tapi mereka hanya mengangkat alisnya ketika melihat apa yang dilakukan Carlos, seolah ini bukanlah hal besar bagi mereka.
"Carlos… ada banyak orang…" ucap Ayana disela ciuman Carlos yang brutal.
"Biar saja, biar mereka melihat siapa yang memilikimu," jawab Carlos, tidak mempedulikan penolakan Ayana.
Tepat pada saat itu, Ayana melihat sosok lain di belakang Carlos. Mata yang sama dinginnya seperti yang Carlos miliki dengan naluri membunuh yang begitu kuat.
Juan berdiri tidak jauh dari mereka.
***
__ADS_1
Cek ig story ku untuk visualisasi dan inner thought dari masing-masing karakter.
@jikan_yo_tomare