
OJuan melihat Ayana turun dari mobil bersama dengan Carlos. Mereka berdua tampak tengah membicarakan sesuatu dan hal itu membuat Ayana tertawa hingga dia harus menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Juan menyipitkan matanya, tidak yakin dengan apa yang tengah dia lihat ini. Menurut dari apa yang dia dengar, Carlos memperlakukan Ayana dengan tidak semestinya.
Tapi dari apa yang dia lihat saat ini, sepertinya informasi yang dia dapatkan salah.
Tawa yang terpancar dari wajah Ayana benar- benar tulus dan tidak dibuat- buat. Kecantikannya yang alami, membuat segala hal di sekitarnya menjadi pudar.
Dan satu hal yang Juan harus pastikan kalau Ayana adalah gadis kecil yang dia temui sepuluh tahun lalu di kota R, maka Juan akan mengambilnya dengan atau tanpa persetujuan dari Carlos.
Juan telah lama mencari gadis ini. Terlalu lama hingga kesabarannya hampir habis.
Dan kini, dengan berani Carlos mengambil gadis ini darinya, bahkan setelah dirinya sendiri telah menaruh curiga bahwa Ayana adalah gadis kecil yang Juan cari.
Ini merupakan suatu penghinaan dan pembelotan.
Dan semua rahasia ini akan berakhir saat mereka telah berlayar nanti.
"Juan," sapa Carlos ketika dia berdiri di depan Juan dengan Ayana berada di sampingnya.
"Apa yang terjadi dengan wajahmu?" Juan tidak menanggapi sapaan Carlos, perhatiannya justru tertuju pada wajah Ayana yang sedikit memar dan memerah. Dari kejauhan, Juan memang tidak menyadarinya, tapi dari jarak sedekat ini, tentu saja dia dapat melihat luka di wajah gadis ini. Dan hal ini membuatnya sangat geram.
"Bukan urusanmu," ucap Carlos dengan dingin, kemudian dia menarik Ayana menjauh dari Juan, berjalan dengan langkah.
Ayana sempat memalingkan wajahnya untuk melihat Juan, tapi Carlos dengan segera menarik tangannya dan memaksanya untuk mengalihkan pandangannya dari pria itu.
"Jangan kau berani- berani melihat, berada di dekatnya ataupun berbicara dengannya," ancam Carlos.
Dan ini adalah nada yang selalu Carlos gunakan sebelum dirinya menyiksa Ayana, seolah pria ini memiliki kepribadian yang berbeda.
Carlos dapat dengan cepat merubah kepribadiannya dalam hitungan menit dan hanya dalam hitungan detik, mood baiknya seolah menguap tak bersisa, meninggalkan Carlos yang sadis dan tidak terkontrol.
__ADS_1
Ayana dengan segera mensejajari langkahnya dengan Carlos, walaupun dia harus sedikit berlari untuk menyeimbangkannya, tapi Ayana tidak lagi menatap Juan ataupun tertarik melihat kemanapun kecuali ke arah kakinya.
Ayana tidak mau usahanya selama ini menjadi sia- sia hanya karena masalah ini dan Carlos kembali seperti sebelumnya.
Di kejauhan, Juan hanya bisa menatap mereka berdua.
Ketika mereka akhirnya berlayar, suasana hati Carlos sepertinya sudah sedikit membaik dan dia mulai mengajak Ayana berbicara tanpa menatapnya dengan tajam.
Ayana mulai mengingat dalam hati kalau dia tidak bisa berdekatan dengan Juan dan jangan sampai Carlos salah paham terhadapnya.
Ketika mereka berdua selesai makan malam di dalam kamar, Carlos mengajak Ayana ke anjungan kapal.
"Kita mau kemana?" tanya Ayana dengan rasa penasaran sambil melihat ke sekeliling mereka. Setahu Ayana, aula berada di arah sebaliknya.
"Aku ingin menunjukkan suatu kejutan untukmu," ucap Carlos dengan suara rendah yang penuh misteri.
Mendengar hal itu, tentu saja Ayana tersenyum senang. Dia menyukai kejutan, dan melihat dari bagaimana Carlos menatapnya dengan sebuah senyum lebar menghiasi wajahnya, Ayana menjadi semakin penasaran mengenai kejutan apa yang disiapkan Carlos untuknya.
Namun, dugaan Ayana tampaknya salah…
Ada sekitar dua puluh orang pria bertubuh kekar di sana, tapi Ayana dapat melihat kalau ekspresi wajah mereka tidak cukup bersahabat.
Ada apa ini sebenarnya?
Carlos kemudian melambaikan tangannya dan ke dua puluh orang tersebut bergerak menjauh, memberikan akses pada mereka berdua untuk melihat apa yang mereka lakukan.
Di sana, di lantai, Ayana dapat melihat Abby yang hanya mengenakan pakaian dalam saja, sedang tertunduk sambil memeluk tubuhnya yang kedinginan. Berusaha untuk menutupi setiap inci kulitnya yang terekspos, untuk mengurangi rasa malunya.
Dan tidak jauh dari sana, Sam berdiri dengan wajah yang menggelap. Menatap tidak percaya pada apa yang para pria itu lakukan pada Abby untuk mempermalukannya.
Namun, ketika Sam melihat kedatangan Carlos, dia segera menghampirinya dengan wajah tegang.
__ADS_1
"Carlos, apa- apaan ini!?" tanyanya setengah berteriak, membuat Ayana sedikit terkejut. Selama ini Sam tidak pernah menunjukkan sikap seperti ini pada Carlos.
Namun, sebelum Sam dapat mengambil satu langkah mendekati Carlos lagi, dua orang pria menariknya menjauh.
Sementara itu, tanpa mempedulikan teriakan Sam yang meminta penjelasan akan tindakan Carlos, seseorang menghampir Ayana sambil membawa nampan berwarna emas, yang mana di atasnya terdapat pistol berwarna hitam. Pistol dengan tipe yang sama, yang Juan berikan padanya tempo hari.
"Ambil pistol itu," perintah Carlos dengan suara yang lembut, seolah pistol itu adalah sebuah makanan ringan yang harus Ayana cicipi.
Tapi, Ayana menggelengkan kepalanya.
Entah bagaimana, tapi sepertinya dirinya sudah mendapatkan bayangan mengenai apa yang akan terjadi nanti.
Karena Ayana tidak kunjung mengambil pistol tersebut, maka Carlos lah yang mengambil benda itu dan menggenggamkannya ke tangan Ayana.
Carlos lalu memposisikan Ayana tepat di depannya sementara dirinya memeluk wanita itu dari belakang.
"Aku lupa kalau kau tidak pernah menembak sebelumnya, kan?" tanya Carlos di telinga Ayana, dia lalu mengistirahatkan dagunya di bahu gadis itu, sementara tangannya mengarahkan tangan Ayana yang menggenggam pistol, ke arah Abby.
Abby berteriak ketakutan, tapi borgol yang mengikat salah satu tangannya ke tiang membuatnya tidak bisa melarikan diri.
"Carlos, kenapa kau melakukan ini?" tanya Ayana dengan suara tercekat. Dia kembali melihat sisi lain dari Carlos.
"Karena dia menyakitimu, aku tidak suka ada orang lain yang menyentuhmu, apalagi menyakitimu kecuali aku," ucap Carlos dengan suaranya yang tenang, seolah dia tengah menunjukkan sebuah pesta kembang api di langit malam yang gelap. "Kau bisa membalasnya sekarang."
Ayana menggelengkan kepalanya kuat- kuat. Dia tidak menyangka akan sampai di titik seperti ini dan harus di hadapkan dengan situasi seperti ini.
Namun, Carlos mengabaikan keengganan Ayana dengan langsung menarik pelatuk pistol tersebut, yang mana timah panas itu berhasil menembus tepat di kepala Abby dan suara berdebum pelan, saat tubuhnya jatuh ke lantai, dapat terdengar setelah teriakan pendek wanita itu.
"Lihat? kau sudah membalaskan dendammu…" ucap Carlos, tapi begitu dia merasakan tubuh Ayana yang gemetar ketakutan, dia membalikkan badan gadis itu dan berkata dengan wajah tanpa ekspressi. "Sudah kukatakan, bukan? kalau aku adalah pribadi yang rumit."
***
__ADS_1
Cek ig story ku untuk visualisasi dan inner thought dari masing-masing karakter dan untuk mengetahui ceritaku yang lainnya.
@jikan_yo_tomare