Dea I Love You

Dea I Love You
TEMBUS


__ADS_3

Dea I Love You


Bagian 28


Oleh Sept


Rate 18 +


Brukkk


Daniel meringis menahan sakit, bagaimana tidak. Ketika ia mencium Dea, wanita muda itu malah mendorongnya cukup keras. Membuat punggung Daniel membentur dinding lift.


"Astaga! Mengapa kasar sekali?" Daniel kesal, tapi tidak bisa marah. Pria itu menghela napas panjang untuk mengatur emosinya.


Daniel kini menatap heran sekali pada Dea, cantik sih, tapi nggak gitu amat juga. Padahal beberapa saat lalu Dara begitu mengebu menciumnya. Lah ini, Dea yang tidak secantik Dara, pakai acara jual mahal segala. Daniel bener-bener menahan kesal. Tidak bisa marah, hanya mampu menahannya.


"Mungkin effect datang bukan," pikir Daniel masih sambil menatap Dea.


"Apa?" salak Dea. Wanita muda itu tidak suka dengan tatapan Daniel.


Daniel yang sudah berdiri, membuat Dea terdesak sampai pojokan. Sedangkan Dea, wanita itu mendongak menatap CCTV.


"Jangan macam-macam, ada CCTV!"


"Aku tidak peduli!" Daniel langsung merengkuh pinggang istrinya. Pria itu malah ingin mencium Dea lagi.


Sadar bahwa Daniel sedang dirasuki setan mesum, Dea langsung menginjak kaki Daniel dengan sepatu hak tinggi yang ia pakai.


"Auh!!"


Pria itu langsung mengangkat kakinya yang terasa sakit. Rahangnya mengeras menahan kesal, tapi ia tidak bisa marah pada Dea. Bener-bener menjengkelkan. Ini karena malam itu, ini karena tower sialan. Ah sial!


"Makanya, aku ingetin sekali lagi. Jangan macam-macam!" ucap Dea dengan galak.


Daniel hanya tersenyum tipis, "Kita lihat nanti, kalau sudah di rumah. Kamu bisa apa?" batin Daniel disertai senyum jahat.


Sesaat kemudian lift sudah terbuka, dua orang itu berjalan dengan menjaga jarak.


"Dea! Dari pada pengantin baru, aku rasa Kita seperti pasangan yang mau ke pengadilan untuk bercerai," celetuk Daniel.

__ADS_1


Dea yang masih ngambek, hanya menatap sinis pada suaminya.


"Sudahlah, pasang senyum di bibirmu. Sebentar lagi kita akan ketemu beberapa partner bisnis dan brand ambassador perusahaan. Tolong jaga sikapmu untuk saat ini saja." Kali ini Daniel bicara dengan serius.


KLEK


Daniel membuka pintu, sebuah ruang private dengan beberapa tamu penting di dalamnya. Pria itu, sembari berjalan dan melingkar lengan Dea di lengannya, membisikkan sesuatu ke telinga Dea.


"Senyum!" bisik Daniel lembut.


Melihat Mama ada di antara para tamu, Dea langsung tersenyum tanpa disuruh. Ia kira acara ini akan membosankan. Karena ada Mama Rosie, Dea jadi merasa senang. Apalagi dilihatnya dari kejauhan, sekelompok cowok-cowok berparas lebih cantik dari pada Dea, rombongan cogan dari negeri gingseng. Yang membuat Dea insecure, karena kalah mulus.


"Ada Mama!" pekik Dea, namun matanya malah tertuju pada brand ambassador perusahaan Astro Group.


"Mau foto sama mereka?" pancing Daniel, ia tahu betul. Dea terlihat excited dengan kumpulan pria-pria yang bersinar itu.


"Apa boleh? Wah ... Metty pasti guling-guling kalau aku poto sama Btes!" gumam Dea, ia sampai senyum-senyum tak jelas. Membayangkan reaksi si Mitti.


"Boleh!" Daniel melempar senyum penuh arti. Sepertinya ada udang di balik bakwan. Tapi Dea tidak menyadari akan hal tersebut.


***


Tidak tahan, akhirnya Metty menghubungi nomor telpon Dea.


"Lo di mana? Gue susullll!"


"Mau pulang, dah telat. Kalau nyusul nggak keburu!"


"Pelit lo!"


Dea hanya meringis, ia pun menutup telponnya ketika Daniel membuka pintu.


"Sudah ganti?"


Dea mengangguk, mereka harus booking kamar hotel karena Dea tembus. Ini karena tadi buru-buru, jadi Dea sampai lupa nggak pakai yang ekstra daya serap.


Tadi, setelah berfoto dan bicara sebentar dengan Mama, Dea nampak panik. Ia merasakan sesuatu yang tidak beres. Dea lantas memberi tahu Daniel, kemudian pria itu langsung meninggalkan jamuan dan mengantar Dea ke salah satu kamar yang langsung ia booking.


"Kalau kamu mau ke sana lagi, nggak apa-apa. Aku di sini aja, sambil nunggu dress aku kering."

__ADS_1


Daniel diam sesaat, kemudian mendekati Dea. Ia juga menatap jam tangannya.


"Aku ke sana dulu!" Karena memang tidak mungkin pergi begitu saja, Daniel pun meninggalkan Dea.


Dea mengangguk, ia lebih suka rebahan sambil chit-chat dengan Mittii.


Satu jam kemudian. Daniel masuk ke kamar menggunakan access card.


"Ya ampun, ngebo banget nih bocah!"


Daniel mengambil selimut, kemudian menutupnya ke tubuh Dea yang sudah lelap. Masih mengenakan handuk kimono, wanita itu gampang sekali tidur di mana saja.


Merasa lelah, Daniel lantas melepas jas yang ia kenakan. Melepas sepatu dan berbaring di samping Dea.


***


Pukul delapan malam, Dea mengerjap. Entah sudah berapa jam ia tertidur. Tangannya meraba-raba mencari ponsel. Akibat gerakannya itu, membuat pria di samping Dea ikut terbangun.


Menyadari ada pria terbaring di sebelahnya, Dea langsung duduk. Seketika itu juga, ia membuka selimut. Memeriksa, apa Daniel melakukan hal yang tidak-tidak pada dirinya. Dea bernapas lega, ketika semua tidak seperti yang ia kira.


"Sudah bangun?" Dea menoleh pada pemilik suara yang terdengar serak karena baru bangun tersebut.


"Kenapa malah ikut tidur? Bukannya bangunin ngajak pulang?"


"It's okay, gak apa-apa. Sekalian kita tidur sini aja."


"Nggak pulang?"


Daniel menggeleng, kemudian kembali berbaring. Rasanya ia masih sangat mengantuk.


Melihat Daniel yang kembali tidur, Dea memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, bajunya juga sudah kering. Habis membersihkan diri, Dea memakai kembali pakaian yang ia kenakan tadi Siang.


Ia duduk di depan meja rias, sembari menyisir rambutnya dengan tangan. Rambutnya yang basah karena habis keramas, membuat aroma shampo menyeruak ke seluruh ruangan.


Aroma yang menyegarkan itu sampai juga ke indra penciuman Daniel. Membuat pria itu mengerjapkan mata, dan menatap Dea dari atas ranjang.


Tanpa Dea sadari, pria itu merayap bagai buaya. Tiba-tiba saja Daniel sudah berdiri di belakang Dea. Membuat wanita muda itu terhenyak kaget.


"Mengagetkan saja!" Dea mendengus kesal sembari memegangi dadanya.

__ADS_1


Daniel menyeringai, ia membelai rambut Dea yang masih agak basah. Menyingkap rambut itu hingga tidak menutupi tengkuknya. Apalagi dress yang digunakan Dea memiliki area terbuka di balik punggung. Membuat Daniel menelan ludah. Bersambung.


__ADS_2