
Dea I Love You
Bagian 48
Oleh Sept
Rate 18 +
Ada banyak hal yang tidak bisa dipaksakan, salah satunya cinta. Seperti bertepuk sebelah tangan, sangat tidak mungkin. Lepaskan, dari pada mencintai sendirian. Karena hanya menyisihkan rasa sakit yang tiada berkesudahan - Sandara -
Rumah Sakit Medika Tama
"Sudah gila kamu, Dara. Buka mata kamu, putra saya sudah menikah. Jangan sampai Daniel tahu kelakuan busukmu di masa lalu!" ancam Mama Rosie.
Wanita yang biasanya tampil kalem dan penuh kasih itu, mendadak menjadi sosok yang berbeda saat hanya berdua saja di ruang rawat Dara. Ia menatap penuh jijik pada mahluk yang hampir saja bunuh diri palsu karena seorang pria.
"Jangan pikir saya tidak tahu apa yang kamu lakukan di belakang Daniel," tambah Mama Rosie.
"Apa maksud Tante? Dara tidak mengerti?"
Srakkk
Mama Rosie melempar foto-foto Dara bersama pria lain. Terlihat mesra, salah satunya bahkan terlihat sang pria mencium Dara dengan panas. Beberapa lagi memperlihatkan Dara yang sepertinya mabuk di dalam sebuah klab malam di luar sana. Masih dengan pria yang sama.
Deg
Dara panik, Dengan buru-buru ia mengambil semua foto yang dilempar Mama Rosie. Daniel tidak boleh tahu, kalau sampai Daniel tahu ia bisa celaka. Kesempatan balik lagi sama Daniel bisa-bisa tinggal angan semata.
"Kamu pikir saya tidak tahu? Saya tidak bodoh seperti Daniel yang bisa kamu tipu selama ini!"
"Tante ... ini tidak benar, ini ... ini bukan Dara."
"Sepertinya kamu harus balik lagi ke rumah sakit jiwa!" sindir Mama Rosie tanpa ampun.
"Tan ...!" Bibir Dara bergetar, tangannya mengepal menahan emosi.
"Kenapa? Jangan harap untuk masuk dalam keluarga saya! Saya beri waktu kamu untuk meninggalkan Daniel. Bila tidak, semua video mesummu beberapa tahun silam dengan pria lain, akan saya berikan pada Daniel."
__ADS_1
Dara tidak bisa berkelit lagi, ternyata Mama Rosie tahu belangnya.
"Jangan Tante."
"Tinggalkan Daniel segera. Jangan pernah muncul di hadapan Daniel lagi."
"Tapi Tan ... itu sudah lama, itu masa lalu Dara. Sekarang Dara hanya mencintai Daniel!"
"Kamu mencintai suami orang!" potong Mama. Suaranya keras, membuat Dara tersentak.
"Pilihan ada di tanganmu, mau hancur karena saya berikan videomu pada Daniel. Atau tinggalkan putra saya segera."
"Tante, mengapa Tante bersikap seperti ini? Itu hanya masa lalu. Setiap orang pasti punya masa lalu."
Mama Rosie tersenyum miris. "Menyerah saja, saya tidak mau memiliki menantu bekas pakai orang!" sindir Mama Rosie.
Terluka dengan kata-kata Mama Rosie, Dara kembali mengepalkan tangan dan menatap tajam.
KLEK
Dua wanita beda generasi itu sama-sama menoleh menatap pintu, melihat siapa yang datang.
"Tidak apa-apa, Mama cuma mau melihat Dara. Iya kan, Ra?"
Baik Dara dan Mama Rosie, keduanya nampak berakting. Seolah tidak terjadi apa-apa.
"Karena Mama masih ada perlu, Mama mau pergi dulu."
Daniel menatap heran, ia mencium gelagat mencurigakan.
Sore hari, sudah waktunya pulang. Sejak pagi Daniel di rumah sakit. Ia menemani Dara, sesekali memberikan pengertian. Bahwa hubungan mereka sudah tidak bisa diteruskan.
Daniel merasa aneh, semenjak kunjungan sang Mama. Dara jadi terlihat murung. Sudah mirip orang sakit betulan.
"Jangan berpikir untuk mengakhiri hidup lagi, cari kebahagiaanmu sendiri. Aku harap kamu mau mengeri."
Dara hanya diam saja.
__ADS_1
"Aku akan pulang, dan mungkin ini pertemuan terakhir Kita."
Dara memejamkan mata, menikmati sakit karena patah hatinya. Sepertinya semua memang sudah berakhir.
"Bolehkah aku memelukmu?" mohon Dara dengan tatapan penuh harap.
Daniel bangkit dari duduknya, ia kemudian memeluk Dara. Wanita itu hanya mampu menangis tanpa suara, menyesal sudah terlambat. Tapi, sebagai hadiah untuk putusnya cinta mereka. Dara sengaja meninggalkan bekas kecupan di kerah baju Daniel. Ia ingin memberi sedikit balasan atas sakit hati yang ia rasakan.
***
Di dalam mobil, Daniel duduk di kursi belakang sambil melamun. Akhirnya cintanya bertahun-tahun berhasil ia akhiri. Ada kelegaan, tapi juga kesedihan. Bagaimana pun juga, selama ini hubungan mereka nampak baik-baik saja. Karena jatuh cinta lagi, membuat ia harus memutuskan Dara. Daniel merasa dia lah yang sudah menghianati cinta mereka berdua. Sampai sekarang Daniel tidak tahu, alasan Mama Rosie tidak pernah menyukai kekasih pertamanya itu.
Apartment Daniel
Matahari sudah terbenam sempurna ketika Daniel menginjakkan kaki di apartemen mewah miliknya.
"Sudah pulang," sapa Dea. Ia masih memakai apron saat menyambut kedatangan Daniel.
"Apa yang kamu pakai? Masak apa?" Daniel mencoba bersikap biasa mungkin.
"Tadi Mama ke sini sebentar, Mama ngajarin beberapa resep masakan kesukaanmu."
Daniel tertegun sejenak, semoga Mama tidak cerita macam-macam pada istrinya itu. Ia jadi merasa cemas, takut Dea salah paham. Pasalnya, ia sudah janji pada Dea untuk tidak bertemu Dara lagi.
"Aku mandi dulu ya."
"Hemm."
Daniel masuk ke dalam kamar, melepaskan jas serta kemeja. Pria itu pun mandi, membersihkan diri.
Saat Daniel masih mandi, Dea masuk. Dilihatnya jas serta kemeja masih di atas kursi. Sambil bersenandung lirih, tangannya meraih pakaian kotor Daniel. Memasukkan semua itu ke dalam keranjang pakaian kotor. Ketika akan berbalik matanya malah melihat sesuatu yang mencolok. Warna merah pada pakaian kotor yang baru ia taruh.
Penasaran, Dea meraih kemeja warna putih tersebut. Matanya mengamati noda merah yang terlihat seperti bekas kecupan.
KLEK
Tidak jauh dari tempatnya berdiri, Daniel keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Bukkkk
Dea melempar kemeja tersebut tepat ke arah suaminya. Bersambung.