Dea I Love You

Dea I Love You
Broken Heart


__ADS_3

Dea I Love You


Bagian 47


Oleh Sept


Rate 18 +


"Nggak bisa, kamu nggak bisa giniin aku. Aku nggak mau dengar apa-apa, kamu pasti bohong!"


Bibir Dara bergetar, hatinya sakit seperti ditusuk-tusuk benda tajam. Penyesalan selalu datang terakhir. Dan sekarang Dara merasakan hal itu, sebuah penyesalan yang sangat-sangat terlambat.


"Maaf Dara, tapi kamu harus terima semua ini. Kita sudah berakhir."


"Berakhir? Kamu bohong kan Niel? Kamu pasti bohong ... bagaimana dengan cinta Kita selama ini, kamu jahat ... kamu jahat!" Dara terus menolak kenyataan. Ketika ia sudah siap untuk menikah dengan pria itu, kini Daniel malah sudah beristri. Dara kecewa, hatinya hancur diterpa badai kepahitan yang tiba-tiba menghantap hidupnya.


Wanita itu merasa rapuh, sandaran hatinya sudah hilang. Daniel ternyata menghianati dirinya. Pria yang dulu pernah mengajaknya menikah, kini menikah dengan wanita lain. Hati Dara seperti disayat, sakit, perih dan menimbulkan rasa sesak yang dalam.


"Aku antar pulang," tawar Daniel setelah Dara terlihat tenang.


"Kamu nggak bisa giniin aku, Niel." Dara mendongak, menatap wajah Daniel dengan tatapan penuh kecewa.


"Ra ... ayolah, Kita sudah dewasa. Kamu pasti mengerti arti semua ini."


Dara tidak terima. "Mudah sekali kamu berpaling? Apa salahku?" tuntut Dara dengan emosi yang campur aduk.


Daniel mengusap wajahnya dengan kasar, kemudian kembali memberikan penjelasan.


"Kamu tidak salah, hatiku ... hatiku sudah berubah."


Tes


Bulir bening itu langsung terjun dari mata lentik Dara, tapi tidak merusak maskara. Karena wanita cantik itu memakai yang anti air alias waterproof. Mau menangis sampai jungkir balik, tidak akan merusak riasan wanita cantik tersebut. Orang cantik, mau menangis pun akan selalu terlihat tetap cantik.


"Aku nggak nyangka, kamu tega ... ini nggak bisa, aku nggak bisa menerima ini semua." Dara menggeleng kepalanya pelan, meratap pada nasib. Mengapa kisah cintanya berakhir seperti ini? Ditinggal menikah sama pacar. Nyatanya sakit bukan main.


"Maaf, Ra."


Dara tidak mau mendengar kata-kata maaf dari mulut Daniel lagi. Hatinya sudah terlanjur ambyar. Wanita itu pun memutuskan meninggalkan ruang kerja Daniel dengan perasaan yang kalut.

__ADS_1


Daniel menghela napas panjang, kemudian memutuskan untuk mengejar Dara. Ia ingin mengantar mantan pacarnya itu untuk terakhir kali. Melihat Dara yang pergi dengan hati yang kacau dan semrawut, Daniel tidak ingin Dara celaka. Ia tahu betul sejarah hidup Dara, wanita itu tidak bisa hidup dalam kondisi tertekan.


Daniel buru-buru menekan tombol lift, tidak tahu mengapa. Ia merasakan sebuah firasat yang buruk.


***


Pria itu menoleh ke sana-sini, ia mencari sosok Dara. Mengapa begitu cepat sekali menghilang?


Drettt drettt drettt


Tanpa melihat siapa yang memanggil, Daniel mengangkat telpon. Matanya masih memindai seluruh sekitar.


"Hallo."


"Aku nggak bisa hidup tanpa kamu."


"Ra ... Ra, kamu di mana?"


"Dan aku nggak bisa lihat kamu sama perempuan lain."


"Ra! Katakan kamu di mana?"


Pria itu pun langsung berlari, ingin melihat apa yang terjadi. Perasaan Daniel sudah tidak enak. Dan benar saja, ketika melihat semua orang mendongak menatap ke atas gedung, Daniel langsung berlari masuk ke dalam kembali.


Dengan cepat ia masuk ke dalam lift menuju lantai paling atas.


"Dara! Jangan lakuin itu!" Daniel pikir telpon masih tersambung, ternyata sambungan sudah terputus. Panik, pria itu tak sabar menunggu lift terbuka.


***


Ini bukan cinta, ini mungkin adalah sebuah obsessi. Dara tidak menerima keputusan Daniel untuk mengakhiri hubungan mereka. Ia pikir lebih baik mati dari pada Daniel meninggalkan dirinya.


Tapi tunggu, Dara tidak berniat untuk terjun dari atas gedung. Ia hanya ingin menakuti Daniel. Dara bermain-main dengan nyawa hanya untuk membuat Daniel berbalik padanya.


Ia tahu, Daniel selalu tidak tahan bila melihatnya menderita. Danil-nya akan selalu memenuhi permintaannya selama ini. Hanya sedikit gertakan, Dara yakin Daniel akan kembali padanya.


"DARA!" teriak Daniel yang sudah berada di atap gedung.


Tap tap tap

__ADS_1


Terdengar beberapa orang berlari di belakang Daniel.


Ternyata di belakang Daniel, ada petugas keamanan datang bersama dengan sekretaris Kim.


"Jangan mendekat!" ancam Dara. Ia seolah ingin lompat, padahal niatnya cuma mengertak.


"Dara! Itu berbahaya! Jangan main-main dengan nyawamu!" sentak Daniel marah.


Ia mencoba mendekati Dara, tapi wanita itu malah semakin nekad.


"Berani maju lagi, aku lompat!"


Daniel tak berkutik, ia pun diam sesaat.


"Semua bisa kita bicarakan baik-baik, ayolah. Turun!"


Dara menggeleng, tidak ada kata damai sebelum Daniel janji balik kepada dirinya.


"Kamu bilang hubungan Kita sudah berakhir, ini artinya aku juga sudah berakhir." Dara memejamkan mata, seolah siap terjun ke bawah. Sial, angin yang berhembus kencang dan kaki Dara yang sudah gemetar karena takut ketinggian membuat tubuhnya sedikit bergoyang.


"Awas!" teriak Daniel. Bersambung.


Aloha, yang belum kenalan sama penulis. Cuss ikuti Instagram Sept ya : Sept_September2020


Fb : Sept September


Baca juga novel Sept yang sudah Tamat


- Istri Gelap Presdir


- Rahim Bayaran


- Kesetiaan Cinta


- Menikah Muda


- Jerat Cinta Tuan Muda ( on going )


Terima kasih, lope lope ya.

__ADS_1


__ADS_2