
Dea I Love You
Bagian 64
Oleh Sept
Rate 18 +
TAMAT
Terima kasih sudah menemani Daniel dan Dea serta sekretaris Kim selama ini. Selamat membaca. Salam hangat dari Sept September, lope lope sekebon cabe.
"Miyaaaa!" Dea berteriak, memanggil gadis kecil berkuncir ekor kuda. Gadis itu berlari, kabur sambil membawa semangkuk ice cream.
"No! Mommy bilang nggak. Sini!"
Miyako terus saja berlari, tidak peduli ocehan sang Mommy.
"Miyaaaa!" Dea mengejar anak usia lima tahun tersebut. Meski sedang berbadan dua, Dea masih memiliki tenaga mengejar anak gesit tersebut. Benar-benar hiper active, persis seperti Papinya.
Lihat! Kini perutnya kembali membuncit karena ulah Daniel yang tidak pernah lelah menyerangnya di kala malam tiba.
KLEK
"Astaga!" Ketika membuka pintu, Daniel langsung menangkap tubuh Miya yang berlari.
"Miya, hari ini kamu apakan Mommy, sayang?"
Cup
Sembari bertanya, Daniel mencium gemas pipi cubby sang putri. Miyako Deandaru Daniesha. Gadis kecil yang muncul di rahim Dea pasca sebulan setelah mereka pulang dari Jepang.
Buatan Jepang memang tidak diragukan, lihat saja Miyako. Sudah mirip magicom yang bandel dan tahan lama. Setiap hari ada saja ulahnya mengerjai sang Mommynya.
"Sini! Jangan makan banyak-banyak!"
Dea langsung mengambil alih ice cream dari tangan Miya.
"Papiiii!" rengek Miya.
"Ish!" Dea gemas, ingin rasanya mencubit miniature Daniel tersebut. Mata, hidung, alis, mulut, semua mirip sekali. Sepertinya benar kata orang, anak perempuan akan cenderung mirip dengan ayahnya.
"Udalah, sayang! Kasih aja," bujuk Daniel.
"Udah habis banyak, nanti batuk. Kalau batuk akunya yang repot."
__ADS_1
"Papiiii!" Miya merajuk, ia menempelkan kepalanya di dada sang Papi. Merajuk dalam gendongan ayahnya tersebut.
"Ayolah, gak papa."
Akhirnya Dea mengalah.
"Ya sudah, ayo sini. Biar Papi mandi dulu. Ayo makan sama Mommy."
Bibir anak kecil itu langsung mengembang, merasa sudah menang.
Kediaman sekretaris Kim.
"Mas, ayo ... makan malamnya sudah siap."
Metty berjalan menghampiri sekretaris Kim yang sibuk di depan laptop.
"Bentar, ya. Dikit lagi."
"Jangan terlalu bekerja keras, Mas Daniel itu keterlaluan sekali. Masa mau bulan madu saja nggak bisa."
Metty merajuk. Seketika Kim langsung melipat laptponya. Ia langsung bangkit dan memeluk tubuh Metty. Sebulan lalu mereka resmi menikah.
Empat tahun pacaran, akhirnya mereka menikah. Kim menghormati pilihan Metty, ingin lulus kuliah dulu dan menikmati dunia kerja beberapa tahun. Setelah itu, ia menerima pinangan Kim.
Selama pacaran, tidak ada yang mudah. Metty gadis sederhana itu harus bersaing dengan salah satu pewaris Salim group. Bukan wanita kaleng-kaleng. Aiko Salim Wijaya, menjadi saingan paling berat bagi Metty.
***
Hari ini adalah hari sabtu, Dea mengundang Metty makan malam di rumahnya. Lebih tepatnya bukan hanya makan malam, Dea sengaja ingin mengobrol lama dengan temannya itu.
"Wah, udah besar aja nih perut," Metty menyentuh perut Dea yang sedang hamil lima bulan.
"Kamu cepet nyusul ya Mitt!"
"Hemm ... Aamiin, doa'in ya. Itu, jangan lupa. Kasih tau sama ...!" Metty melirik ke arah Daniel yang sedang minum kopi bersama sekretaris Kim.
"Kasih tau apa?" Dea penasaran, mengapa Metty melirik suaminya.
"Jangan kasih kerjaan banyak-banyak, kalau suami gue kecapekan, kapan bisa nyetak anak."
Dea langsung membekap mulut temannya.
"Mommy, nyetak anak itu apa?" celetuk Miya dengan suara keras dan lantang.
Seketika, dua pria di dalam sana langsung menatap keduanya.
__ADS_1
"Ya ampun Mittii, mulut lo nggak ada remnnya dari sulu!" bisik Dea yang malu karena semua menatap ke arahnya.
Metty hanya cengar-cengir. Kemudian mendudukkan Miya dalam pangkuannya.
"Maksud Onty tadi itu, anak-anakan berbie. Anak-anakan boneka. Boongan gitu Miya."
Miya tidak mengerti Onty Metty ngomong apa, ia malah fokus dengan sekotak ice cream yang dibelikan Uncle Kim. Pamannya itu selalu memanjakan Miya. Tidak pernah absent membelikan ice cream bila datang ke rumah. Sampai Mommynya marah-marah. Kim sudah menganggap Miya seperti anak sendiri. Menjadi saksi bisu diciptakannya Miya, kadang membuat Kim tersenyum miris. Ya, Kim yakin. Miya adalah made in Jepang.
Malam semakin larut, semuanya bersiap untuk istirahat.
"Tidur sama gue ya Mitt, gue kangen banget sama lo."
"Nggak bisa." Daniel muncul di antara mereka dan langsung menarik rangan Dea dengan lembut.
"Apa sih, kangen Metty akunya."
"Big No. Tidurnya harus sama aku!"
"Ya ampun."
"Pokoknya nggak bisa."
"Ish! Terus mana Miya?"
"Udah aku bobokin. Sekarang sayangku yang harus bobokin yang lain."
Dea tersenyum malu, pipinya terasa panas.
"Nggak!"
Selalu mendapat apa yang ia mau, Daniel pun mengelitiki Dea. Membuat wanita hamil itu langsung menyerang.
"Iya ... iya!"
Daniel tersenyum penuh kemenangan. Cuss tenggokin calon adeknya Miyako. Daniel pun sudah siap untuk membuat gempa susulan.
Begitulah akhir cerita mereka, hidup bahagia. Daniel yang semula mencibir dan mengatai Dea bukanlah tipenya, nyatanya malah jadi candu.
Jangan terlalu banyak membenci, jangan pula terlalu cinta. Benci dan cinta itu beda tipis.
Sekali lagi, terima kasih sudah mengikuti kisah DEA I Love You
I love u all, dari hatiku semoga bisa menyentuh hatimu ♥
Semoga terhibur
__ADS_1
-THE END-