Dear.

Dear.
11. Cafe


__ADS_3

Di sebuah cafe~


sheena, Gea dan Antika. mereka berada di sebuah cafe langganannya. mereka tampak asyik dengan obrolannya, bahkan sesekali tertawa keras sehingga para pengunjung menatapnya.


Tapi, tak ada yang berani untuk menegur ketiga gadis itu. jika berani menegurnya siap-siap untuk di pecat.


sheena tampak sangat happy, dia menceritakan kebahagiaan nya kepada Gea dan Antika tentang kedekatannya dengan Barra.


mereka mendengar nya sangat senang, membuat kedua sahabat nya itu tak henti-henti nya memberikan godaan.


Saat Sheena ingin makan makanan nya kembali, sontak mendadak berhenti. matanya menatap kedua manusia yang baru masuk di dalam cafe. sheena menatap datar kepada dua orang tersebut. Gea dan antika, juga menoleh siapa yang dilihat sheena dengan sorot mata tajamnya yang tak beralih.


Gea dan Antika menganga, apa yang mereka


lihat.


"sheena..? " tanya Gea cemas dengan sahabat nya ini.


sheena tak menjawab matanya masih menatap mereka. orang tersebut masih tak menyadarinya jika dirinya menatapnya.


"sheena.. Are you Okay?? "


"Aku baik-baik saja, kau tak usah khawatir berlebihan. " ucap sheena.


"sheena, gue khawatir sama lo. lo yakin nggak apa-apa. " tanya Antika.


"Yeah.. "


seorang yang di lihat sheena, akhirnya melihat keberadaan sheena yang tak jauh dari tempat nya.


Dia kaget saat sheena menatapnya.


"Kak Barra.? Kak? " panggil Rara, sambil melambaikan tangan di depan matanya.


Barra langsung tersadar. "Huh??? kenapa. "


"Kak Barra melihat siapa tadi.? " tanya Rara.


"Huh.. Tidak! saya hanya rasa seperti melihat teman lama. " kilah Barra, Rara menoleh kebelakang siapa teman kak Barra.


"Ngga usah nengok, mungkin aku salah lihat. " ucap Barra.


"Oh.. kak Barra mau pesen apa? biar Rara yang pesenin yah? "


"Huh.. oh.. iya iya. "


Rara menatap Barra dengan heran, kenapa Barra mendadak gugup.?


Barra melihat sheena yang masih menatap nya, Hatinya berdegup kencang. Dia seperti ketahuan selingkuh tepat di depan sheena.


sheena masih menatap nya tampa berkedip, Tapi sebuah telepon mengganggu pendengaran sheena, sheena memutuskan kontak mata dengan Barra lalu beralih di handphone yang berdering kencang.


sheena mengangkat telepon nya.


"Halo? "


"Halo Non sheena? O-Oma non! "


"Oma? kenapa Oma bibi Nai? " tanya sheena khawatir.


"Oma jatuh di kamar mandi non! sekarang berada di jalan menuju ke rumah sakit. "


"Aku akan menyusul bi.! "


Tut


sheena mematikan telepon nya lalu membereskan barangnya dan memasukkan di dalam tas.


" Oma kenapa shee..? " tanya Gea.


"Oma jatuh dari kamar mandi ge.! aku mau ke rumah sakit dulu. "


"Bentar! kita ikut. " sheena mengangguk.


mereka bersiap untuk pergi dari cafe. sheena melewati meja Barra dan Rara, Sheena tak menghiraukan mereka Sheena melangkah setengah lari karena sangat khawatir dengan Omanya.


Barra menatap kepergian sheena, Barra juga tak berbuat apa-apa di depan tunangan nya. apa lagi ibunya telah datang menghampiri mereka.


Gea menuju kasir membayar semua yang mereka pesan.


lalu buru-buru keluar dari cafe.


"Tante, sudah sampai? " tanya Rara.


"iya, kamu sudah pesan makanan? " tanya tante Maureen ( ibu Barra. )


"sudah tante.! "

__ADS_1


Barra menjadi gelisah, dia menatap handphone nya tak ada chat dari sheena. dia mencoba untuk menghubungi sheena duluan. Tapi, tidak ada balasan ataupun di buka. Barra semakin yakin jika sheena merasa kecewa dengan dirinya.


"Barra? kamu kenapa? " tanya Maureen.


"Huh?? aku nggak kenapa-kenapa mi. " ucap Barra, padahal hatinya sedang tak karuan.


"Kok kamu gelisah gitu? " tanya mami nya.


"Nggak kok mi, tadi Barra ninggalin pekerjaan jadi Barra sedikit kepikiran aja. "


"Kamu ini, kamu kan bosnya. Lagian ini kan waktunya kamu sama Rara untuk kencan. "


"iya,, iya. "




sheena and the gengs di perjalanan ke rumah sakit. sheena diam sepanjang jalan dan hatinya sangat kacau hari ini baru saja terbang di awan langsung jatuh dengan begitu cepat nya.



"Sabar ya shee.. " ucap Gea. Sheena menatap Gea yang gelisah dengan keadaan dirinya.



"percepat ge jalannya.!! "



Gea menancap gas dengan kecepatan tinggi, dia juga merasakan kekhawatiran keadaan Oma apa lagi dengan sahabat nya.



🌹🌹🌹



Rumah Sakit Hermina.



Mereka tiba di parkiran rumah sakit Hermina.


sheena langsung berlari ke Administrasi lalu menanyakan keadaan oma nya.




"Non, sheena.? "



"Bibi Nai! di mana Oma? " tanya sheena dengan cemas.



"Oma di dalam IGD non. "



sheena melangkah besar menuju ruang IGD, saat sampai sheena melihat di celah-celah kaca pintu. Tapi, tak bisa melihat nya karena di tutupi oleh hordeng-hordeng berwarna hijau. sheena sangat cemas dengan Oma, sampai-sampai dia mondar-mandir di lorong ruang IGD.



"Sheena? " panggil Gea dan Antika. mereka menghampiri sheena yang sangat cemas.



"gimana? " tanya gea.



"Aku juga nggak tau.! dokter belum keluar dari ruangan. "



"shee,, lu duduk aja dulu. kita berdoa saja kalau Oma akan baik-baik aja. " ucap Antika.



Sheena menatap Antika. " thanks ya, kalian selalu ada untuk aku. "



"shee,, kita ini sudah bertahun-tahun sahabat an. untuk apa kita bersahabat kalau tidak saling dukung.! itu nggak guna banget shee, buang-buang waktu. kita ada karena kita sayang sama elu. " ucap gea.

__ADS_1



sheena menatap mereka dengan mata yang berkaca-kaca. lalu memeluk mereka dengan erat, Sheena beruntung masih ada sahabat yang selalu ada untuk nya. bahkan mengorbankan segalanya untuk dirinya.



"jangan sedih shee,, kita akan selalu ada untuk lo! kita berdoa agar Oma baik-baik saja, Oke. "



mereka berdoa dengan keyakinan masing-masing. Tak lama kemudian seorang suster keluar dari Ruangan IGD.



sheena langsung berdiri dan menghampiri susternya.



"sus! bagaimana dengan kondisi Oma saya Sus?? " tanya sheena.



"Nanti akan di jelaskan oleh dokter, kak. sebentar lagi dokter akan selesai di tunggu ya. " suster itu lalu pergi dari hadapan sheena.



sheena menghela nafas dengan kasar. dia sangat penasaran dengan keadaannya. Tapi, belum juga keluar dari pemeriksaan nya. sheena duduk kembali di kursi panjang.



Gea dan Antika mengelus bahu sheena menenangkan sahabat nya yang masih gelisah.



pintu IGD di buka kembali, dua suster menarik brankar. menampakkan Oma yang sedang di infus dan memberikan Oksigen. sheena langsung menghampiri Oma yang masih memejamkan matanya.



"Oma??? " panggil sheena.



"Maaf kak, pasien akan di pindahkan di ruang


rawat inap kakak bisa mengikuti kita dari belakang. "



sheena sangat terpukul dengan melihat kondisi Oma yang sangat memprihatinkan. saat dia akan mengikuti Oma, Dokter memanggilnya.



"Nona! " sheena menoleh.



"Maaf minta waktunya, apakah nona salah satu keluarga nya.? " tanya dokter.



"iya dok.! "



"saya ingin berbicara dengan anda sebentar, mari ke ruangan saya. "



"Baik."



"Bibi Nai, kau ikuti Oma. Aku sama sahabat aku mau ke ruangan dokter dulu. "



"Baik, Nona. "



.


.


.


.

__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2